NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesal

Suasana dalam ruang rawat mendadak berubah mencekam. Nova berjalan mondar-mandir dengan gerakan kasar, napasnya memburu karena panik. Dia sadar, selama ini dirinya terlalu terlena, begitu yakin bahwa Alma adalah sosok wanita lemah lembut yang bisa dia atur sesuka hati. Namun, rupanya dia melupakan sesuatu, di luar rumah, Alma adalah seorang profesional cerdas yang dihormati banyak orang.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Mas. Aku takut jika Alma benar-benar melakukan ancamannya," ucap Marsha dengan nada panik.

Nova menggigit bibir bawahnya sambil berpikir mencari solusi yang tepat. "Baiklah, kamu tenang saja, aku akan menemuinya di rumah. Semoga wanita itu hanya menggertak dan nggak serius dengan ucapannya."

...

Di sisi lain, mobil yang Alma kendarai melaju menjauhi rumah sakit. Ia sengaja tidak menyalakan AC, melainkan membuka kaca jendela, membuat angin sore yang sejuk menerpa wajahnya. Suasana di dalam mobil tersebut hening sejenak. Netra Alma fokus menatap lurus ke depan. Meski ia merasa sedikit lebih tenang, rasa sakit dan hancur yang tadi menderanya, belumlah mereda sepenuhnya.

"Setelah ini, kamu mau ke mana?" tanya Fanny tiba-tiba, suaranya memecah keheningan.

"Aku...akan menemui Danish di kantornya." Mendadak Alma merasa emosional kala menyebut sahabat karibnya itu.

"Kalau begitu turunkan aku di halte itu. Nanti aku bisa lanjut naik busway dari situ," pinta Fanny.

"Loh, kenapa kamu nggak mau ikut? Dia kan, teman kita juga," ujar Alma.

"Jam segini, waktunya suamiku pulang kerja. Lagian aku ngerti, kamu pasti butuh privasi, karena aku yakin banyak hal yang akan kamu bicarakan dengannya," tolak Fanny dengan halus.

Setelah menurunkan Fanny di halte yang dimaksud dan memastikan sahabatnya itu naik busway dengan aman, Alma melanjutkan perjalanannya menuju lokasi tujuan berikutnya.

Setibanya di sebuah hotel mewah bintang lima, Alma langsung masuk lobi, menemui resepsionis yang bertugas.

"Selamat sore, Mbak. Saya ingin bertemu dengan Pak Danish," ujar Alma santun.

Sang resepsionis menatap Alma dengan seksama, dari atas ke bawah, seolah ingin memastikan apakah wanita di hadapannya ini benar-benar memiliki hubungan atau kepentingan dengan pemimpin tertinggi di hotel tersebut. Melihat penampilan yang terkesan sederhana, ia tampak meragukan, mengira Alma hanyalah tamu biasa atau orang asing yang salah alamat.

"Maaf, Bu. Pak Direktur sedang sangat sibuk dan tidak bisa ditemui sembarangan orang tanpa janji temu sebelumnya," jawab resepsionis itu, menolak memberi akses pada Alma.

Sementara itu, Alma menghela napas pelan, tak ingin terpancing emosi. Sebab, ia mengerti betul betapa ketatnya aturan keamanan dan kerahasiaan yang diterapkan Danish, sehingga sangat wajar jika bawahannya bersikap selektif.

"Katakan saja padanya, Alma sahabatnya ingin bertemu. Saya yakin beliau pasti akan menerima saya tanpa janji temu lebih dulu," ucapnya tegas tetapi sikapnya tampak tenang.

Namun, resepsionis itu tetap bergeming, bahkan terlihat makin tidak percaya. "Maaf sekali, Bu. Banyak orang yang mengaku kenal beliau, tapi Pak Direktur tidak sembarangan menerima tamu. Jika Ibu tidak ada janji, mohon maaf saya tidak bisa menghubungi beliau."

Alma menatap wanita itu sejenak, lalu tanpa banyak bicara lagi, ia merogoh saku tasnya dan mengeluarkan kartu nama berlogo resmi perusahaan, serta sebuah kartu akses khusus berwarna emas yang hanya dimiliki oleh orang-orang terdekat Danish. Ia meletakkannya perlahan di atas meja resepsionis.

"Baiklah, kalau begitu coba lihat itu. Apakah masih perlu saya menelepon beliau langsung?" tanya Alma datar.

Mata resepsionis itu terbelalak lebar, begitu melihat benda di hadapannya. Wajahnya seketika berubah pucat, tubuhnya menegang hebat karena mengenali benda itu sebagai tanda kepercayaan tertinggi yang jarang dibagikan. Sikap dingin dan acuh tak acuhnya lenyap seketika, berganti dengan rasa hormat dan ketakutan yang luar biasa, sadar telah berbuat salah.

"Am... Ampun, Bu Alma! Maafkan ketidaktahuan dan ketidaksopanan saya tadi. Saya... saya sama sekali tidak bermaksud mempersulit Ibu," ujarnya terbata-bata, wajahnya bersemu merah malu. Ia segera berlari keluar dari balik meja dengan tergesa-gesa.

"Mari... silakan ikut saya, Bu. Saya antar ke ruangan Pak Direktur di lantai paling atas," tambahnya dengan sopan-santun berlebihan, lalu berjalan mendahului untuk memandu Alma menuju lift eksekutif.

.

Di ruangannya, Danish yang sedang berkutat dengan tumpukan dokumen penting seketika terkejut dan langsung mendongak saat melihat sosok Alma muncul di ambang pintu. Pemuda itu lantas bangkit dari duduknya berniat menyambut sahabatnya. Namun, baru saja hendak melangkah dan belum sempat berucap sepatah kata pun, Alma berjalan cepat ke arahnya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, wanita itu langsung membenamkan wajahnya di bahu Danish. Menjadikannya sebagai satu-satunya tempat ia bersandar, menumpahkan segala rasa sakit, kecewa, dan amarah yang sejak tadi ia tahan karena tak ingin terlihat lemah.

Danish tertegun dan hanya bisa diam mematung, merasakan betapa hebatnya getaran tubuh Alma yang menangis. Rasa khawatir mulai merayap menyelimuti hatinya. Perlahan, pemuda itu mengangkat tangan kanannya, menepuk-nepuk lembut punggung Alma, berusaha menenangkan sang sahabat yang tampak sangat rapuh.

"Ternyata aku bukan yang pertama, Nish," rintih Alma di sela tangisnya. "Rupanya sebelum menikahiku, Nova telah lebih dulu menikah dengan Marsha."

Deg

"Marsha...?" Danish berusaha mengingat nama itu.

"Iya, dia sahabatku. Sebelumnya mereka itu sepasang kekasih, dan entah demi alasan apa lelaki brengs*k itu mendekatiku, berpura-pura mencintai aku, dan...dan, bodohnya aku, malah menerima cintanya tanpa pikir panjang."

"Aku menyesal, Nish. Sungguh, aku sangat menyesal pernah mengenalnya. Dan kenapa aku bisa dengan mudah menyerahkan seluruh hatiku padanya!" Alma memukul lengan Danish sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya di lantai.

Danish membiarkan Alma meluapkan segala emosinya. Rasa kaget, marah, dan iba bercampur menjadi satu di benak pemuda itu mendengar kenyataan yang begitu kejam menimpa sang sahabat. Marsha... wanita yang selama ini dia kenal sebagai sahabat baik Alma, ternyata telah merobek hati sahabatnya itu berkeping-keping.

Perlahan, Danish menahan kedua bahu Alma, memaksanya sedikit menjauh agar ia bisa menatap wajah wanita itu yang sudah basah kuyup oleh air mata. Wajah yang biasanya selalu ceria dan tenang, kini tampak begitu sedih dan hancur.

"Ssttt... sudah ya, Al," ucap Danish pelan, suaranya terdengar lembut berusaha menenangkan.

Dia mengusap air mata di pipi Alma dengan ibu jarinya, tatapannya penuh rasa sakit melihat sahabatnya menderita seperti ini. "Kamu nggak salah dan nggak bodoh, Al. Kamu jatuh cinta padanya, karena kamu memiliki hati yang tulus. Mereka berdua yang salah, mereka itu pengecut, licik, dan nggak punya hati."

Danish menarik Alma kembali ke dalam pelukannya, membiarkan wanita itu menyandarkan kepalanya pada bahunya. Rahang pemuda itu mengeras, tangannya mengepal erat menahan amarah yang mulai meluap menguasai dirinya.

"Kamu tidak perlu menyesal pernah mencintainya, Al. Anggap saja itu bagian dari perjalanan hidupmu. Sekarang saatnya kamu menata kembali masa depanmu. Jangan biarkan mereka tertawa bahagia melihatmu terjatuh. Tunjukkan bahwa kamu adalah wanita yang kuat dan hebat serta mampu berdiri tegak tanpa dia."

Alma mengangguk pelan, membenarkan semua yang Danish katakan. Perlahan ia mengusap sisa air matanya, menarik napas panjang berusaha mengumpulkan kembali sisa-sisa kekuatannya yang sempat hilang. Kata-kata sahabatnya itu bagaikan penawar yang sanggup menenangkan hatinya di saat sedang terluka.

1
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!