NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 — Memperbaiki Teknik

Matahari siang mulai menembus kanopi rapat Hutan Kabut Purba, menciptakan pilar-pilar cahaya yang menyorot lantai hutan berlapis lumut. Ye Chen berdiri diam di atas dahan pohon ek raksasa, memejamkan kedua matanya. Namun, alih-alih diliputi kegelapan, dunia di dalam benaknya justru benderang oleh pendaran topografi energi.

Sejak ia berhasil membuka Persepsi Spiritual di lembah tadi pagi, Ye Chen merasa seperti baru saja memasang sebuah perangkat radar termal beresolusi tinggi di dalam otaknya.

Dalam radius sekitar lima puluh meter, ia tidak perlu lagi mengandalkan mata atau telinga fana untuk mendeteksi ancaman. Setiap makhluk hidup memancarkan suar kehidupan berupa pendaran Qi liar yang tidak bisa disembunyikan oleh semak belukar setebal apa pun.

"Sebuah indra keenam yang murni berbasis pada resonansi energi," batin Ye Chen mengkalkulasi keunggulan barunya. "Dengan radius lima puluh meter, aku memiliki waktu reaksi setidaknya tiga detik lebih cepat daripada predator mana pun yang mencoba menyergapku dari titik buta."

Fokus analisnya kini beralih pada tujuan logistik. Ia membutuhkan 60 Poin Kenaikan tambahan untuk membeli fitur “Analisis Cacat Teknik” dari sistem. Mengingat waktu adaptasinya di Desa Kayu Hitam perlahan mendekati akhir, ia tidak ingin menunda perbaikan efisiensi pergerakannya.

Ye Chen memfokuskan Persepsi Spiritualnya ke arah utara, menyisir fluktuasi energi yang mengambang di udara. Tak lama kemudian, radarnya menangkap empat gumpalan energi kehidupan yang cukup padat bergerak beriringan sekitar empat puluh meter dari posisinya. Warnanya merah redup, menandakan tingkat agresi yang tinggi.

Ye Chen membuka matanya dan segera melesat menggunakan Jejak Bayangan Hantu mendekati koordinat tersebut. Saat ia tiba di dahan yang lebih dekat, visual fananya mengonfirmasi apa yang dilihat oleh persepsinya.

Di bawah sana, empat ekor Kera Lengan Batu sedang sibuk mengoyak bangkai seekor rusa. Kera jenis ini adalah Binatang Buas Tingkat 1 Tahap Menengah. Lengan mereka tertutup oleh lapisan zat kapur tebal yang sekeras granit, membuat pukulan mereka mampu meremukkan batang pohon dengan mudah.

"Sistem, analisis keempat target. Hitung estimasi probabilitas nilai konversi mereka," perintah Ye Chen mengevaluasi calon mangsanya.

[Memindai empat Kera Lengan Batu (Tingkat 1 Tahap Menengah)... Estimasi kekuatan fisik: 2.000 jin per individu. Nilai konversi absolut: 15 Poin Kenaikan per ekor. Total potensi poin: 60 Poin.]

Sebuah senyum tipis, dingin, dan penuh perhitungan muncul di wajah Ye Chen. Angka yang ditawarkan sangat sempurna untuk menutupi defisit saldonya saat ini. Namun, turun dan bertarung terbuka melawan empat primata berotot batu yang masing-masing memiliki kekuatan 2.000 jin bukanlah sebuah taktik, melainkan kebodohan.

"Sistem, proyeksikan Modul Optimalisasi Jalur," perintah Ye Chen tanpa ragu.

"Aku butuh skenario eliminasi beruntun. Temukan titik lemah struktural pada anatomi kera-kera itu, abaikan lengannya yang berlapis batu."

[Mengkalkulasi anatomi target... Titik lemah terdeteksi: Tengkuk leher belakang (Cervical vertebrae ke-3) sangat rentan dan tidak terlindungi lapisan kapur. Taktik Optimal: Serangan udara secara asimetris. Manfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penetrasi belati sebelum target berbalik.]

Mendapat koordinat tersebut, Ye Chen mengatur ritme napasnya menjadi sepelan detak jarum jam. Ia menunggu dengan sabar hingga salah satu kera bergerak sedikit menjauh dari kelompoknya untuk merebut sepotong daging.

Saat jarak antar target tercipta, Ye Chen menjatuhkan dirinya dari atas pohon. Ia menekan pusat gravitasinya dan mengaktifkan Jejak Bayangan Hantu tepat di tengah udara. Tubuhnya melesat diagonal bagai proyektil meriam tanpa suara.

*Cras!*

Belati Malam Tanpa Suara di tangan kanannya menembus tengkuk kera pertama dengan keakuratan bedah, memutus sumsum tulang belakangnya secara instan. Sebelum tubuh kera pertama itu sempat menyentuh tanah, Ye Chen sudah menggunakan punggung primata malang itu sebagai titik tumpu pijakan barunya.

Dengan momentum yang dioptimalkan, ia melesat ke arah kera kedua. Sebuah bayangan ilusi tertinggal di atas mayat pertama, mengecoh visual kera kedua yang baru saja menoleh.

*Srak!*

Bilah hitam itu kembali mengiris tenggorokan target kedua dengan sudut tebasan empat puluh lima derajat.

Dua kera tersisa akhirnya menyadari bahwa setengah kelompok mereka telah dibantai dalam waktu kurang dari tiga detik. Mereka meraung marah, mengangkat lengan batu mereka, dan menerjang ke arah Ye Chen dari dua sisi berlawanan untuk mengunci pergerakannya.

"Pergerakan yang linier dan mudah diprediksi," analisis Ye Chen dingin. Ia sengaja diam di tempat hingga sepersekian detik sebelum lengan batu seukuran palu godam itu menghantam kepalanya.

Tepat di saat kritis, Ye Chen menghentakkan kakinya. Jejak Bayangan Hantu kembali diaktifkan, menarik tubuhnya melesat ke belakang. Kedua lengan batu raksasa milik kera-kera itu justru saling berbenturan satu sama lain dengan suara dentuman mengerikan, membuat tulang mereka sendiri retak akibat gaya kinetik yang tak tertahan.

Memanfaatkan kelumpuhan sesaat akibat benturan tersebut, Ye Chen maju dengan langkah menyilang. Dua tebasan beruntun yang sangat presisi menyasar arteri karotis di leher kedua kera itu. Keduanya ambruk secara bersamaan, mewarnai dedaunan kering dengan darah segar.

Ye Chen berdiri dengan napas yang masih stabil. Pertarungan itu berlangsung kurang dari sepuluh detik, namun efisiensinya berada di tingkat maksimal. Ia membersihkan belatinya dan menatap keempat bangkai di depannya.

"Sistem, konversikan keempat bangkai Kera Lengan Batu ini," perintahnya.

[Memproses konversi sumber daya material... Bangkai empat Kera Lengan Batu diterima. Memperoleh 60 Poin Kenaikan. Saldo saat ini diperbarui: 100 Poin Kenaikan.]

Melihat saldo yang kini menyentuh angka seratus, Ye Chen segera mencari tempat yang aman. Ia memanjat sebuah pohon purba yang sangat tinggi, duduk bersila di dahan terbesarnya, dan memastikan radar Persepsi Spiritualnya tidak mendeteksi ancaman dalam radius lima puluh meter.

"Sekarang waktunya debugging," gumam Ye Chen, menggunakan istilah dari kehidupan masa lalunya untuk memperbaiki sistem yang cacat. "Sistem, buka Modul Toko Sistem, beli satu kali akses fitur Analisis Cacat Teknik dan aplikasikan langsung pada teknik Jejak Bayangan Hantu milikku."

[Transaksi berhasil. Saldo dikurangi 100 Poin Kenaikan. Saldo saat ini: 0 Poin.]

[Menginisiasi Analisis Cacat Teknik pada 'Jejak Bayangan Hantu'...]

[Memindai memori otot, sirkulasi napas, dan koordinasi saraf Tuan Rumah... Pemindaian selesai. Menemukan 14 titik inefisiensi pergerakan (Error).]

Seketika, pandangan Ye Chen ditarik ke dalam ruang kesadarannya sendiri. Di sana, ia melihat proyeksi holografik tubuhnya yang sedang mempraktikkan Jejak Bayangan Hantu. Sistem memberikan sorotan berwarna merah pada area-area yang salah: sudut lutut yang terlalu lebar 3 derajat, ritme napas yang tertunda 0.2 detik saat mendarat, hingga penempatan titik gravitasi panggul yang kurang stabil.

[Memulai koreksi komputasi. Mengkalibrasi ulang postur dan jaringan neuron Tuan Rumah. Tahan rasa sakitnya.]

Gelombang energi panas yang terasa seperti sengatan listrik mendadak menyapu seluruh jaringan saraf di kaki dan punggung Ye Chen. Otot-ototnya dipaksa berkontraksi, dihancurkan dalam skala mikroskopis, lalu dibangun kembali dengan susunan yang jauh lebih sempurna. Ye Chen menggertakkan giginya rapat-rapat. Rasanya seperti ada tangan tak kasat mata yang sedang membongkar dan memasang ulang tulang kakinya agar sesuai dengan hitungan matematika absolut.

Proses menyakitkan itu berlangsung selama lima menit sebelum akhirnya mereda, digantikan oleh sensasi kesejukan yang luar biasa ringan di kedua kakinya.

[Analisis Cacat Teknik selesai dieksekusi. Koreksi tingkat inefisiensi berhasil ditekan menjadi 0.5%.]

[Selamat! Pemahaman Tuan Rumah terhadap teknik 'Jejak Bayangan Hantu' menembus Tingkat Kemahiran Menengah.]

Ye Chen membuka matanya. Ia segera berdiri di atas dahan dan menguji hasilnya. Tanpa persiapan panjang, ia menolak kulit kayu pohon tersebut.

*Wussh!*

Tidak ada lagi suara gesekan yang kasar. Ye Chen seolah berteleportasi dari satu pohon ke pohon lainnya sejauh belasan meter dalam sekejap mata. Kecepatannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, sementara konsumsi stamina dan daya ledak kakinya justru berkurang sangat drastis. Ia benar-benar terlihat seperti bayangan transparan yang menari di antara pepohonan, sangat sunyi dan mematikan.

"Sempurna. Semua kalkulasi momentum, distribusi berat, dan sudut aerodinamisnya sekarang berjalan tanpa cacat!" evaluasi Ye Chen dengan raut kepuasan yang mendalam. Kemampuannya bertahan hidup kini telah meningkat ke level yang sepenuhnya baru.

Ia menengadah menatap langit yang mulai beranjak sore. Tubuh fisiknya berada di kondisi optimal, teknik pergerakannya telah diperbarui, dan ia telah membuka Persepsi Spiritual. Semua pra-syarat fundamental telah terpenuhi dengan sempurna.

Ia tidak akan kembali ke Desa Kayu Hitam malam ini. Ye Chen memutar arah, melesat menembus hutan kembali menuju ke lembah bertebing curam tempat ia membunuh Ular Sisik Tembaga pagi tadi. Lembah dengan anomali pendaran kabut biru itu adalah satu-satunya tempat dengan kepadatan partikel alam yang cukup memadai di wilayah terpencil ini.

Malam ini, di bawah perlindungan kegelapan dan kalkulasi sistem yang absolut, Ye Chen bersiap menarik partikel energi murni dunia untuk pertama kalinya. Ia siap menembus Alam Kondensasi Qi.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!