NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke Sekolah

Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 akan tetapi Aretta masih betah dengan tidurnya yang begitu nyenyak. hingga suara alarm membangunkan tidur nyenyak Aretta.

"Ck, berisik banget sih." Kesal Aretta masih setia dengan memejamkan matanya, tanpa sadar tangannya meraba-raba di atas nakas untuk mencari jam alarm itu.

Pyarrrr brugh

Aretta melempar jam alarm itu ke dinding hingga tak terbentuk lalu Aretta melanjutkan tidurnya lagi mengubah posisinya mencari kenyamanan.

Hingga jam 05.45 Aretta terbangun. "Hoaaammmm jam berapa ini." Mengucek² matanya membangunkan tubuhnya menjadi duduk.

Aretta menoleh ke arah nakas. "Lah, mana jam alarm gue perasaan tadi gue pasang alarm deh." Ucapnya bingung menggaruk²kan kepalanya yang tak gatal.

"Jam berapa yah ini." Ucapnya mengambil ponselnya yang berada di sebelah bantal. "Astaga telat dong gue." Pekik Aretta.

Dirinya langsung ngacir ke kamar mandi, setelah beberapa menit Aretta telah selesai dengan rutinitasnya bergegas berjalan menuju walk in closet untuk mencari seragam sekolahnya.

"Astaga ngapa bajunya orang²an sawah semua sih." Syok Aretta menjembreng baju sekolah yang... sangat besar di badannya.

"Ini juga rok nya astaga panjang kaliiii. Ck, si Aretta asli itu bego apa bodoh sih masa sekolah pake baju besar kek gini." Grutu kesal Aretta. Aretta terus saja mengobrak-abrik lemari itu mencari baju sekolah yang menurutnya pas di badannya.

Lima menit Aretta mencari akhirnya ketemu dengan baju yang pas di badannya. " Akhirnya ketemu juga. loh masih baru ternyata." Ucapnya melihat seragam sekolah yang ia temukan masih dibungkus rapih.

Tanpa berlama-lama Aretta langsung memakai baju seragam itu. "Emang gak salah sih Aretta asli itu bodoh bin bego, badan kecil imut kek gini dipakein baju kek orang-orangan sawah yang benar saja, ngelawak tuh orang." Julid Aretta kepada Aretta asli.

Setelah selesai memakai seragam sekolahnya yang sangat pas dengan tubuhnya Aretta menata rambutnya dengan rapi memoleskan wajah imutnya dengan skincare dan memakai lip bam untuk melembabkan bibirnya.

Setelah semuanya selesai Areta bergegas turun ke bawah di sana ia melihat keluarga Wilson sedang melangsungkan acara sarapannya tanpa dirinya. Aretta tak ambil pusing dirinya bergegas keluar untuk berangkat ke sekolah.

Sampainya di luar Aretta berjalan menuju motor sportnya dan langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

"Itu suara motor siapa?" Tanya Robert.

Mereka yang ada di meja makan mengangkat bahunya bertanda tidak tau. "Tapi suara motor siapa pak?" Tanya Robert kepada satpam rumah yang kebetulan baru saja datang.

"Oh itu motornya non Aretta tuan." Ucap satpam itu. mereka yang mendengar tentu saja terkejut.

"Apalagi yang akan anak itu lakukan." Geram Henry.

"Ko bisa dia punya motor sport kek kita bang dia dapat duit dari mana?" Tanya Renan bingung.

Yang mereka tau Aretta tidak punya duit banyak karena mereka tidak pernah memberikan duit ke Aretta kecuali gaji dia yang menjadi pembantu di Mansion Wilson.

"Bahkan kemarin Aretta pulang dengan membawa belanjaan banyak gue bertanya-tanya dia dapat duit dari mana bisa belanja sebanyak itu, lalu sekarang dia punya motor sport dan pertanyaannya masih sama, dia dapat duit dari mana untuk membeli motor itu?" Ucap Robert.

Mereka juga membenarkan apa yang diucapkan Robert ini semua merasa aneh, apa benar jangan-jangan Aretta menjadi simpanan om-om perut buncit? Atau ngeja*ang di bar? pikir mereka.

"Sudah-sudah sekarang kalian berangkat ke sekolah." Titah Tristan yang dianggukan oleh mereka kecuali Revan yang harus ke kantor 1 jam lagi.

"Ada apa?" Tanya Kalingga kepada satpam itu yang dari tadi berdiri di belakangnya.

"Eh, maaf tuan mobilnya sudah siap." Ucap satpam itu.

"Baiklah ayo kita berangkat sekarang." Ucapnya lalu berdiri dari duduknya merapikan pakaiannya kembali yang sedikit berantakan. "Saya berangkat." Pamit Kalingga yang di anggukkan oleh mereka.

_o0o_

Sampainya di SMA Alexander sebuah motor sport keluaran terbaru mulai memasuki gerbang SMA Alexander siswa-siswi yang melihat beritanya-tanya siapa yang berada di balik helm itu, apa ada murid baru?.

"Eh siapa itu yang baru datang?"

"Mana Ra mana?"

"Itu yang pake motor sport."

"Eh iya itu. apa murid baru ya?"

"Tapi kek gak asing gasih dari postur tubuhnya."

"Lah iya kek kenal sama postur tubuhnya."

"Keknya dia cewek deh."

"Iya soalnya badannya mungil gitu." Begitulah bisik-bisik siswa siswi SMA Alexander.

Sedangkan Aretta yang menjadi pusat perhatian hanya menatap mereka semua datar menyunggingkan senyumnya dibalik helm. " Gue yakin mereka pada terkejut lihat gue secara kan gue udah gak masuk sekolah beberapa hari." Ucapnya.

Perlahan-lahan Aretta membuka helmnya dengan gaya slow motion menyisir rambutnya yang diterpa angin dengan jari-jari cantiknya mengedarkan pandangannya ke seluruh arah hingga teriakan seseorang membuat siswa-siswi terkejut.

"Arettaaaaaaa besti gue udah balik woy." Teriak Elvira berlari kencang ke arah Aretta lalu menubruknya kencang memeluk erat Aretta menyalurkan kerinduannya selama 1 bulan mereka tidak bertemu.

"Bestay gue yuhuuuuu." Begitupun dengan Rosalyn berlari kencang ke arah Aretta menubruk Aretta dan Vira lalu memeluknya erat. Sedangkan Aretta hanya bisa pasrah dengan apa yang kedua sahabatnya itu lakukan.

"Lebay." Cibiru Aretta. sedangkan keduanya mencebikkan bibirnya kesal.

Siswa siswi yang melihat itu menjadi terkejut ternyata orang yang naik motor sport dan yang mereka tunggu-tunggu karena ingin tahu wajahnya di balik helm itu Aretta. si cupu sekolah SMA Alexander yang sudah 6 bulan ini tidak masuk sekolah.

"Eh anjir itu beneran si cupu?"

"Iya itu Aretta gila sih makin cantik aja."

"Makin imut juga."

"Ternyata dia menyembunyikan wajah cantiknya di balik penampilannya yang cupu ya."

"Dia oplas kali."

"Gue rasa sih enggak deh."

"Iya dia emang putih sebenarnya cuman ditutupin sama make up tebal aja dan cupu."

Aretta yang mendengar bisik-bisik para siswa-siswi sedang membicarakan dirinya hanya acuh dan tidak peduli selagi mereka tidak mengganggu dan mengusiknya.

Sedangkan di posisi geng Omorfos yaitu geng Sean dkk mereka juga terkejut melihat perubahan drastis Aretta yang... sangat cantik dan imut.

"Cantik banget gila putih mulus lagi." Celetuk Dani Ashaz menatap Aretta penuh binar.

"Bodynya bagus banget gila." Batin Dani melihat Aretta dengan tatapan laparnya.

"Gue yakin kalo bisa ambil mahkota dia pasti gue jadi laki laki sejati." Batin Ashaz.

"Sean bodoh banget lepasin Aretta dan milih Melissa yang udah longgar, pokoknya gue harus bisa dapetin Aretta gimanapun caranya." Batin Dani tersenyum miring.

Sedangkan Navarez hanya menatap Aretta dengan tatapan yang sulit diartikan. jangan dikira Navarez tidak tau dengan pikiran kotor kedua sahabatnya, Navarez tau dan sangat sadar akan hal itu tapi dirinya hanya diam dan mantau secara diam-diam sampai mana Dani dan Ashaz bertindak.

"Semoga misi gue cepat selesai deh, muak banget gue harus pura-pura sahabatan sama mereka bertiga yang satu plinpan kayak orang bego sedangkan yang keduanya punya otak isinya selangkangan semua. Ck, kalau bukan karena abang nggak bakalan mau gue kek gini." Batin Navarez kesal.

Navarez bersahabatan dengan mereka bertiga hanya sebuah misi dari Abang sepupunya untuk menyelidiki dan menjaga gadis kecilnya yaitu Aretta Gabriela Wilson. ya Aretta sudah diklaim dari kecil oleh abang sepupu Navarez tanpa Aretta ketahui.

Itu sebabnya Navarez tidak pernah ikut campur membully, mengucilkan, bahkan mengata²in Aretta seperti ketiga sahabatnya dan keluarga besarnya lakukan. Navarez hanya diam dan diam-diam membantu Aretta di belakang mereka semua karena itu permintaan dan perintah dari Abang sepupunya.

Navarez

{send picture}

{Jangan lama-lama bang Lo harus segera menyelesaikan urusan Lo. Lo lihat sendiri kan kalo gadis kecil lo udah berubah dan sekarang dia jadi pusat perhatian sama siswa-siswi SMA Alexander bahkan dua cowok brengsek itu sudah mempunyai pikiran kotornya.}

Ponsel Navarez bergetar ia langsung membuka room chat dari abangnya. seketika ia terkejut membaca pesan itu.

Abang

{Jaga gadis ku baik baik Varez Abang akan menyelesaikan segera dan akan kembali ke masa SMA lagi untuk menjaga ekstra gadis kecil Abang.}

"Yang benar saja dia mau kembali ke masa SMA lagi. Eh tapi emang masih cocok sih Abang juga cuma beda 2 tahun doang." Ucap Navarez lirih.

Navarez

{Baiklah cepat selesai kan urusan Abang dalam waktu dekat ini, jika tidak Aretta akan menjadi milik gue.}

Navarez terkekeh geli membaca balasan yang ia kirim untuk abang sepupunya itu, ia yakin di sana abang sepupunya pasti sedang ngeroug. "Sekali kali jailin kulkas." Ucapnya. Ck, gak nyadar kali yah Navarez ini kalau dirinya juga kulkas.

Abang

{Jangan macam-macam Navarez Ravindra Louis}

Deg

"Mampuslah gue Abang beneran ngereog lagi, alamat kena hukum nih gue." Batin Navarez. masalahnya kalau abang sepupunya sudah menyebutkan nama lengkapnya berarti Abang sepupunya tengah kesal yang mendekati emosi. salahnya sendiri bermain sekali mancing singa tidur udah tau singa tidur tidak bisa diajak bercanda. Author doain semoga hukumanmu tidak berat Navarez hihihi.

_o0o_

Sedangkan di tempat berbeda seorang remaja dewasa yang umurnya 2 tahun lebih tua dari Navarez tengah misuh-misuh gak jelas menahan kekesalannya setelah membaca pesan yang dikirim oleh adik sepupunya itu.

Navarez

{Baiklah cepat selesaikan urusan Abang dalam waktu dekat ini, jika tidak Aretta akan menjadi milik gue.}

"Awas aja Varez berani sekali ingin mengambil milik Abang, setelah kamu pulang dari sekolah kamu akan Abang hukum." Ucap Geram Abang Navarez yang bernama Kaivan.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!