NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Sensitif

Rendy terbangun saat dia merasa sakit pada lengannya seperti ada beban yang menindihnya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah Linda yang terlelap, tubuh polosnya tanpa sehelai benang itu tertutup di bawah selimut tebal. Kepala Rendy sedikit sakit, ingatan sebelumnya kembali berputar - putar di kepalanya.

'Rendy.. Ah.. Pelan pelan'

'Ah Rendy.. Hm..'

'Rendy...'

'Rendy..'

Melodi merdu Linda memanggil namanya membuat Rendy tidak bisa menahan dirinya. Gadisnya kini sudah menjadi wanita miliknya. Entah berapa kali mereka melakukannya, dia mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

Ada beberapa pesan yang masuk tapi dia abaikan, balasnya nanti aja.

Rendy mengelus pipi Linda yang terlelap, membuat wanita itu menggeliat.

"Hmm.. Rendy?" ucap Linda dengan suara serak setengah mengantuk.

Rendy kembali melumat leher Linda yang sudah penuh bercak merah darinya.

"Rendy.. Jangan lagi.. Aku lelah.." ucap Linda sedikit mendorong tubuh Rendy, namun Linda melenguh pelan saat benda besar itu kembali memasukinya.

"Oh.. Sayang.. Tidak lagi.." ucap Linda tertahan ketika benda itu bergerak pelan di dalamnya.

"Sayang.. Hmm.. Linda jangan lupa kamu itu punyaku.. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, kamu itu punyaku Linda.." kata Rendy mengunci bibir Linda dan bergerak kembali di dalam wanitanya.

Linda meremas rambut Rendy, mencakar punggung Rendy saat pria itu bergerak liar di dalamnya. Rendy kamu seperti binatang buas yang sangat antusias melihat daging segar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Linda menggeliat dalam tidurnya, ia terbangun dengan tubuh lengket dan pinggang yang remuk. Rendy tidak memberinya ruang untuk beristirahat tadi malam. Ia melihat pantulan dirinya pada cermin besar yang berada di sebelahnya. Rambut berantakan, tubuhnya masih polos namun warna kulit putihnya sangat kontras dengan bercak merah yang menghiasi tubuhnya. Suara perutnya yang lapar membuat ia menutup wajahnya. Tenagaku habis, sudah jam berapa ini?

Linda melihat - lihat disekitarnya, di meja sebelahnya ada beberapa makanan yang tersaji dan di bungkus plastik wrap. Rendy muncul dari balkon, dia tersenyum menatap Linda yang sudah terbangun.

"Selamat pagi sayang. Gimana keadaanmu, apa masih sakit?" tanya Rendy mengecup dahi dan pipi Linda.

"Rendy aku lapar." jawab Linda melirik makanan yang ada di atas meja.

Rendy menepuk pucuk kepalanya, "Sudah pasti kamu lapar, ini udah jam sebelas siang." jawab Rendy mengambil makanan di atas meja, dan memberikannya kepada Linda. "Mau aku suapi?"

Linda mengambil makanannya, "Aku bukan anak kecil, Rendy. Terimakasih." ucap Linda

Rendy tertawa kecil melihat betapa lahapnya Linda makan, sepertinya aku benar - benar menghabiskan tenaganya tadi malam.

"Rendy kamu gak makan?" tanya Linda yang melihat Rendy hanya menatap dirinya sedang makan.

"Aku udah makan tadi." jawab Rendy.

"Ah.. Ayah.."

"Tenanglah. Aku udah mengurus Om Vito. Aku sudah bilang kamu bersamaku, besok aku kembalikan anaknya." jawab Rendy menyisir surai hitam yang tergerai itu.

"Eh? Besok?" tanya Linda tidak mengerti.

"Iya. Hari ini aku ajak kamu jalan - jalan disekitar sini. Ada danau dengan pemandangan yang bagus Linda. Danau buatan permintaan Ibuku kepada Ayah. Aku yakin kamu akan suka." kata Rendy tersenyum lembut.

"Rendy aku cuma mau tidur setelah mandi." ucap Linda menaruh piring kosongnya.

"Tentu sayang. Jalan - jalannya kan sore. Mandi aja dulu, atau mau aku mandikan?" tanya Rendy menggoda Linda.

"Aku mau mandi sendiri, berendam. Jangan ganggu." ucap Linda mendelik tajam.

"Iya sayang." balas Rendy mengecup singkat bibirnya.

xxxXxxxXxx

Linda merendam tubuhnya yang lelah di dalam bathtub berisikan air hangat. Tubuhnya sangat lelah. Kamar mandi itu terdapat jendela ukuran sedang yang menampilkan pemandangan sawah yang membentang luas dengan bukit menjulang tinggi di depannya. Tanpa sadar Linda tertidur.

Entah berapa lama Linda tertidur, ia terbangun saat merasa ada yang mengecup punggungnya dan ada tangan besar menyentuh payudaranya.

"Linda.. Tunanganku sayang..."

"Ah.. Rendy.. Itu geli.." lenguh Linda ketika tangan Rendy mulai menyentuh area sensitifnya. Linda merasa ada sesuatu yang besar di balik punggungnya. Sejak kapan dia ada disini? Gumam Linda mendesah pelan saat Rendy mulai memasukkan satu jarinya.

"Sayang.. Cium aku." ucap Linda yang membuat Rendy membalikkan badannya Linda dan melumat bibirnya.

"Linda.. Aku gak tahan lagi." ujar Rendy mengangkat tubuh Linda dan mendudukkan di dekat jendela, membuka lebar kaki Linda dan mulai memasukkan miliknya.

"Ah.. Linda.. Uh.. Sempit sekali.."

Linda melenguh saat benda besar itu kembali masuk. Ia meremas kuat lengan Rendy.

"Linda.. Sayang aku mencintaimu." ucap Rendy bergerak pelan menggigit leher Linda.

"Ah.. Rendy.. Hmm.. Rendy aku mencintaimu."

Gerakan Rendy berhenti, dia menatap iris caramel wanitanya.

"Rendy jangan berhenti." ucap Linda memohon.

"Katakan sekali lagi Linda."

"Rendy.. Aku mencintaimu. Sangat. Aku cinta kamu sayang." ucap Linda membawa wajah Rendy kehadapannya dan menatap dalam netra elang pria ini.

"Ah Linda.. Aku gak bisa lanjut disini." kata Rendy mengangkat tubuh Linda tanpa melepas penyatuan mereka, membawa wanita itu ke ranjang mereka.

Rendy bergerak dengan tempo yang pelan dan dalam membuat pikiran Linda menjadi kosong. Erangan, desahan mereka yang saling memanggil nama memenuhi kamar kedap suara ini. Gerakan Rendy menjadi lebih liar saat Linda memintanya bergerak lebih cepat.

"Ah.. Sayang apa kamu.. Uh .. Begitu menyukainya.. Hmm.."

"Ah.. Rendy.. Aku menyukainya.."

"Nikmati ini dan jangan lupa kamu hanya boleh denganku seperti ini. Kamu hanya milikku Linda."

kata Rendy bergerak lebih cepat.

"Aku akan selalu jadi milikmu Rendy."

...****************...

"Tuan saya mendengar kabar Tuan Muda Rendy membawa Nona Linda ke Villa yang berada di dekat bukit A. Mereka sudah sejak kemarin malam ada disana." kata Lazio melaporkan hal yang dia dengar dari seseorang yang tadi menghubunginya.

Dion meneguk kopi hangatnya, dia tidak percaya putranya nekat membawa tunangannya kesana. Sebagai orang yang sudah lebih dulu muda, dia sudah paham akan sesuatu yang terjadi disana. "Apa Viona tau?"

"Tentu Tuan. Nyonya sangat senang dan berkata akhirnya Tuan Muda Rendy sudah dewasa." kata Lazio kembali.

Dion menepuk dahinya. "Lalu bagaimana dengan Vito dan istrinya?"

"Ah iya. Tuan Vito menitipkan pesan kepada anda Tuan. Katanya kalau putrinya tidak jadi di nikahi Tuan Muda Rendy, beliau akan datang sendiri menyembelih anda." kata Lazio dengan ekspresi datar.

Dion kini memijat pelipisnya. "Apa yang dikatakan oleh Jhon?"

"Jhon hanya bilang, mereka belum keluar kamar sejak kemarin malam. Bahkan Tuan Muda Rendy membatalkan untuk membuka satu kamar lagi dan tidur di satu kamar yang sama dengan Nona Linda."

"Tuhan terimakasih karena hamba tidak ada riwayat sakit jantung. Kapan mereka akan kembali?" tanya Dion.

"Besok Tuan."

-Rumah Vito Angkasa-

"Seenaknya dia bilang akan mengembalikan Linda besok? Dan mereka menginap di villa dan tidur di kamar yang sama. Jika sampai Rendy tidak menikahinya aku akan menyembelih mereka hidup - hidup" kata Vito tertawa horor.

"Sayang tenangkan dirimu. Bukankah kita dulu juga begitu? Bahkan kamu melakukannya setelah enam bulan kita bertunangan." jawab Merry sembari membaca koran pagi.

"Uhuk. Uhuk."

David, orang kepercayaan Vito tiba - tiba batuk setelah mendengar pengakuan istri tuannya.

"David.." panggil Vito dengan nada sedikit horor.

"Maaf Tuan saya tidak sengaja." ucap David kembali berdiri dengan tegak di sebelah Vito.

"Tapi mereka masih sekolah." sahut Vito menatap Merry.

"Dan kita juga masih sekolah saat itu."

"Sayang.. Linda itu putriku." Vito mulai merenggek.

"Dan Linda adalah anakku juga sayang." jawab Merry tetap santai. "Kamu harus percaya sama mereka sayang. Aku yakin Rendy sangat mencintai dan menjaga Linda dengan baik. Sekali pun mereka melakukannya, Rendy pasti tidak akan kabur dari tanggung jawab." sambung Merry lagi.

Vito menghela nafasnya dan meneguk kopinya dalam diam. Lindaku Ayah belum rela kamu nikah cepat nak.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!