NovelToon NovelToon
My Stupid Wife

My Stupid Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Trauma masa lalu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.

Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,




— Stupid Wife —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Tidak Mungkin

Malam tidak membuat Raihan berhenti mengejar cuan, senyuman nya menggembang setiap kali membayangkan sertifikat rumah itu menjadi milik nya ia berencana akan mengubah kepemilikan sertifikat rumah tersebut menjadi nama nya.

Tangannya bergerak membuka brankas, yang berada di dalam ruang kerjanya namun tetiba matanya membola saat melihat beberapa tumpuk uangnya tidak ada bukan hanya itu beberapa batang emas nya juga tidak ada.

Dan satu yang membuatnya tidak percaya yaitu, Sertifikat rumah tersebut sudah tidak ada membuat dunia nya hancur hanya dalam semalam saja. Ia bergegas mengacak-ngacak ruang kerjanya menjatuhkan semua barang nya

" Tidak mungkin!!! " Pekik Raihan membuat Raya dan Areta bergegas menghampiri lelaki tersebut.

" Ada apa pa? " Tanya Raya matanya terbelalak melihat ruang kerja suaminya, yang sentiasa rapi kini semua barang berhamburan di lantai begitupun Areta

" Ma, mama ada pindahkan sertifikat rumah ini?. Sama mama ambil uang papa dan emas batangan papa? " Cecar Raihan membuat Raya berdecak sebal " Papa itu kok nuduh mama sih?, kan papa yang urus begitu an! "

" Tapi, ma liat ngga ada pasti ada yang ngambil liat ini! " Tunjuk Raihan kepada sang istri membuat sang istri dan anak terbelalak melihat brankar yang hanya separuh nya terisi.

"Pa, itu kemana emas batangan itu? Dan sertifikat rumah serta uang kita? " Tanya Raya tergagap-gagap

" Pa, aku ngga mau dimana sertifikat rumah itu rumah ini harus milik kita! " Jerit Areta menambah pening kepala Raihan,

" Diamm! "

" 𝘐'𝘮 𝘯𝘰𝘵 𝘣𝘢𝘥 !, " Gumam Bunga telinganya sedang di sumbat airpods, membuat Muis yang sedang memakai baju tersebut mendengar istrinya itu seperti sedang menyanyi membuatnya menoleh gadis itu nampaknya sedang menonton dance k pop yang lagi viral itu.

Gadis itu melepaskan airpods, yang ia kenakan lalu menatap Muis yang sedang memakai baju. " Abang liat aku, juga bisa dance kaya gini! " Tunjuk Bunga kepada Muis membuat lelaki tersebut terkekeh,

" Kaya gimana? " Tantang Muis Bunga beranjak dari tempat tidur, ia menatap tubuh nya di pantulan cermin

" Bunga bisa dance apapun, dance Rude mah cepil! " Kata Bunga membusung dada. Membuat Muis terkekeh tetiba Bunga menggeleng kan kepalanya, ia kembali duduk

" Kenapa? " Tanya Muis saat melihat gadis itu lesu tetiba. " Ngga mau ah, males Bunga mau tidur aja! " Sahutnya ia membaringkan tubuh nya diatas pembaringan.

"Bilang aja ngga bisa! " Cebik Muis

" Enak aja ya, aku hafal apalagi gerakannya Ian H2H!.. Aku hafal banget! " Kata Bunga tidak terima

" Coba gimana? "

" Males!, ngga mood kapan-kapan aja! "Muis menggelengkan kepalanya matanya menatap lekat sang istri, yang tengah berbaring

" Bang! " Panggil Bunga

" Hm"

" Kayanya, Bunga cacingan lagi deh bang.. Kenapa Bunga laparan terus ya? " Tanya Bunga membuat Muis tertawa, ia mendekat lalu menoel perut rata Bunga entah kemana makanan yang selama ini istrinya makan sebab tidak ada perubahan di diri sang istri.

" Kamu makan sama setan kali! " Sahut Muis asal kalau, gadis lainnya marah karena perkataan Muis namun gadis itu malah menganggukkan kepalanya " Bisa jadi bang, soalnya kita baru makan malam tadi Bunga juga makannya nambah lima kali tapi kok lapar ya?.. Apa Bunga makan sama kodam kali ya bang? " Kata gadis itu begitu polos

Muis menggelengkan kepalanya, mendengar ia bangkit dari duduknya ia mengulurkan tangannya ke arah Bunga.

" Ayo, ke dapur cari makanan! " Ajak Muis membuat Bunga tersenyum senang disini ia tidak perlu takut kelaparan, karena dua puluh empat jam ia bebas makan tidak seperti di rumah nya bagaikan neraka.

Bunga tidak pernah bisa makan bebas, Raya akan selalu bilang untuk Areta begitulah. Membuat gadis itu malas sekali untuk makan belum lagi buku akan melayang kalau dirinya memakan makanan tersebut,

" Sayang, kalian ngapain ke dapur? " Tanya Cindy yang sedang meminum teh di temani camilan, ia menatap kedua nya

" Mama aku lapar! " Adu Bunga membuat Cindy tersenyum, ia begitu gemas sekali melihat Bunga ia tahu dari dulu Bunga tidak pernah bahagia di rumah tersebut. Makanya ia setuju dengan Raihan dan Raya yang menjodohkan anaknya ke Muis,

" Mama buat Brownies kesukaan Bunga, tadi bibi baru aja mau antar eh kamunya kesini makan sayang " Kata Cindy mengulurkan sepiring brownies coklat tersebut,

" Makasih ma" Bunga bergegas duduk di bangku makan tersebut, ia begitu menikmati brownies tersebut Cindy bangkit dari duduknya ia menarik tangan anaknya itu.

Hingga ke ruang tengah, Muis menatap mamanya yang berada disisinya.

" Lusa kamu jadi ke jepang? "

" Jadi"

" Ajak istrimu, obati dia... " Cindy terdiam ia menatap lekat Bunga yang sedang menikmati brownies tersebut, dengan kedua tangannya yang memegang kedua potongan tersebut

" Mama ngga tega.. Liat dia kaya gitu, bahkan keluarganya ngebuang dia " Lanjut Cindy hatinya terenyuh kala melihat Bunga ia menjadi ingat kakanya di kampung, yang memiliki penyakit kaya Bunga

" Pasti ma"

Cindy menatap lekat Muis, wajahnya nampak serius " Jangan dulu gauli dia sebelum dia benar-benar siap!, jangan karena ia bodoh kamu seenaknya! "Peringat Cindy

" Ya mama sayang "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!