NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#perjuangan

Barra langsung meluncur ke rumah Dinda dan sampai tepat di depan pintunya. Dinda keluar dari rumahnya dan kaget karena Barra langsung mendatangi rumahnya. Spontan Dinda langsung menutup pintu rumahnya dengan cepat. Barra menahan pintu dan memohon agar diberi waktu untuk bicara dengan Dinda.

Dinda yang tidak mau ada keributan di rumahnya dan takut orang tuanya marah, akhirnya memberikan waktu untuk Barra bicara serta mempersilakan Barra duduk. Barra berterima kasih karena Dinda sudah mau memberikannya waktu.

Barra memulai pembicaraannya dengan meminta tolong supaya dia bisa bicara dengan Bianca. Namun Dinda menolak karena percuma, Bianca sudah tidak mau berurusan dengan Barra lagi, bahkan dia juga melarang Dinda untuk berurusan dengan Barra.

Tiba-tiba Barra berlutut di depan Dinda memohon supaya dia bisa bicara dengan Bianca. Karena Barra bingung dengan sikap Bianca kepadanya yang seakan-akan membenci Barra, padahal dulu mereka saling mencintai.

Tanpa sadar Barra menceritakan semuanya kepada Dinda bahwa dulu dia ke luar negeri untuk menemani mamanya berobat. Jadi dia tidak bisa berpamitan dengan Bianca, lalu meninggalkan sebuah surat dan nomor ponsel luar negerinya. Tapi tidak sekalipun Bianca menghubunginya padahal dia sangat menunggu. Alasan Barra kembali ke Indonesia adalah ingin mempertanyakan hal ini kepada Bianca, tapi kenapa dia berubah?

Mendengar perkataan Barra sontak saja Dinda kaget karena sangat berbeda dengan apa yang dia dengar dari Bianca.

Dinda mempertanyakan apakah Barra sedang membohonginya hanya karena ingin bertemu dengan Bianca.

Barra meyakinkan Dinda bahwa dia berkata jujur, bahkan Barra bisa membawakan seorang saksi yang tahu kejadiannya atau Dinda boleh bertanya sama ibunya.

Barra langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi mamanya untuk memastikan kalau Barra 1 tahun yang lalu menemani mamanya ke luar negeri. Mama Barra mengiyakan semua pertanyaan Barra.

Dinda jadi bingung, mana yang harus Dinda percaya? Kalau Barra benar, ini tidak adil buat dia dan Bianca harus tahu kalau dia salah paham selama ini. Tapi kalau Barra bohong, Bianca bisa marah besar ke Dinda dan mungkin Bianca bisa membenci dirinya juga.

Barra terus-menerus memohon kepada Dinda sampai Dinda juga merasa kasihan melihat Barra. Dinda memutuskan akan membantu Barra dengan syarat Barra harus mengikuti perintahnya dan jangan berbohong kepadanya karena Dinda mempertaruhkan hubungan pertemanannya dengan Bianca.

Barra senang Dinda mau membantunya dan mengucapkan terima kasih.

Di depan teras rumahnya, Bianca bersiap-siap berangkat kerja dengan sepeda listriknya karena Leo sedang ada urusan jadi tidak bisa mengantarkan Bianca ke tempat kerja.

Di jalan menuju ke tempat kerja, Bianca teringat sikap Leo yang pergi tiba-tiba setelah melihat Aza. Bianca berpikir apa Leo menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi spontan pikiran Bianca membantah karena dia bukan siapa-siapa Leo, terserah Leo mau cerita atau tidak.

Sampai di tempat kerja, Bianca melihat Aza duduk di depan kafenya. Bianca langsung menyapa Aza dan bertanya sedang apa Aza di sini.

Aza hanya tersenyum dan berkata, "Ternyata Lo masih kerja di sini ya."

Bianca menjelaskan kalau dia masih betah bekerja di sini. Bianca pamit pada Aza karena harus bekerja. Aza berpikir Barra tahu tempat ini, pasti dia sering datang ke sini untuk berusaha menemui Bianca.

Aza mencoba segala cara untuk memisahkan Barra dan juga Bianca karena seharusnya Barra itu miliknya. Aza hanya terlambat menyadarinya saja.

Barra masih di rumah Dinda karena memikirkan cara supaya Bianca mau bicara dengan Barra. Barra juga bertanya kepada Dinda kenapa Bianca berubah dan sangat membencinya. Dinda tidak mau mengatakannya karena itu bukan hak Dinda. Lebih baik Barra langsung mendengarkan sendiri dari Bianca.

Dinda menyuruh Barra untuk pulang dulu, biar dia yang mengatur nanti bagaimana cara Barra bisa bicara dengan Bianca. Barra menyetujuinya, langsung berdiri dan tak lupa Barra berterima kasih karena Dinda mau membantunya.

Di tangga rumahnya, Leo juga berpikir keras, apa dan kenapa dia kembali? Sekarang Leo merasakan apa yang dirasakan Bianca dulu waktu pertama kali bertemu Barra lagi. Mama Leo melihat anaknya melamun di tangga, langsung menghampirinya dan bertanya apa yang menjadi beban pikiran Leo sekarang. Leo yang tersadar dari lamunannya tersenyum dan menyuruh mamanya duduk di sampingnya.

Leo bercerita kepada mamanya tentang Aza, "Dia kembali, Ma."

Mamanya tidak kaget karena sudah mendengar langsung dari Mama Aza. Mama Leo menggenggam tangan anaknya dan berusaha menguatkan putranya itu supaya tidak terpuruk seperti dulu. Mama Leo mengingat waktu Leo ditinggal Aza menjadi pendiam dan tertutup, setelah bertemu Bianca putranya kembali ceria dan bahagia lagi.

Mama Leo mengalihkan pikiran Leo dengan menanyakan soal Bianca, "Bukan kah jam segini Leo mengantar Bianca?" Leo mengatakan kalau dia sedang kacau, Leo tidak ingin membebani pikiran Bianca. Mama Leo mengerti dan mengalihkan pikiran Leo dengan mengajaknya makan bersama.

Malam pun tiba, Aza datang bersama orang tuanya ke rumah Barra untuk urusan bisnis. Aza mengambil kesempatan untuk mendekati Barra. Aza menceritakan hal-hal yang dia lakukan di luar negeri tapi Barra hanya mengangguk dan mengiyakan seolah Aza sedang bercerita dongeng.

Aza tampak kesal, dia lalu memancing Barra dengan membahas tentang Bianca, bahwa tadi siang dia ke tempat kerja Bianca. Barra seketika beralih mendengarkan Aza bahkan memandangnya. Aza sangat kesal tetapi dia tetap menahannya, jangan sampai Barra tahu kalau dia tidak menyukai Bianca.

Barra dengan polosnya menceritakan kepada Aza kalau Dinda, sahabat Bianca, akan membantunya menemui Bianca besok. Aza sontak kaget mendengar perkataan Barra, tapi dia tetap berusaha tenang dan santai seolah mendukung Barra.

Aza akan berusaha menggagalkan agar Barra dan Bianca tidak bertemu. Setelah Barra selesai menceritakan soal rencananya dan Dinda, Aza buru-buru pergi dari rumah Barra dengan memberi alasan yang masuk akal kepada orang tuanya dan Aza bilang mau ke rumah Leo karena mereka juga dekat dengan keluarga Leo, orang tuanya mengizinkan.

Setelah jauh dari rumah Barra, Aza merencanakan sesuatu untuk membuat Bianca tidak masuk kuliah besok. Aza membuka ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membuat Bianca cidera atau apa saja yang bisa membuat dia tidak datang ke kampus.

Di sisi lain Bianca bersiap-siap untuk pulang ke rumah dengan sepeda listriknya. Bianca tidak mau merepotkan Leo terus-menerus dengan mengantar-jemput dirinya jadi Bianca mengirim pesan kepada Leo supaya tidak perlu menjemputnya. Bianca pulang menyusuri jalan dengan sepedanya sambil bernyanyi kecil.

Tak lama setelah itu tiba-tiba saja sebuah mobil melaju kencang ke arah Bianca. Bianca kaget dan terserempet mobil itu, Bianca pun jatuh, kaki dan tangannya terluka, mobil yang menyerempet Bianca langsung pergi.

Tapi Bianca masih bisa berdiri dan melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah walau di tubuhnya penuh luka.

Sesampainya di rumah, Bianca mengobati lukanya sendiri karena kalau dibawa ke rumah sakit akan memakan banyak biaya.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!