Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.Memenuhi kontrak pernikahan 3.
Natalia tidak sama seperti Mery.
Natalia berteman baik dengan Emili,mendiang istrinya.
Mereka adalah dua wanita yang cerdas dan pintar.Walaupun perbedaan latar belakang keluarga mereka sangat jauh berbeda,Natalia yang berasal dari keluarga terpandang,sedangkan Emili berasal dari keluarga petani kaya.Namun mampu menjalin pertemanan begitu dekat,artinya kedua wanita ini bukanlah wanita yang bisa diremehkan.Sayangnya,surga begitu iri dengan kecantikan.Emili harus mengalami pendarahan hebat saat melahirkan putri bungsu mereka,sehingga hal itulah yang merenggut nyawanya.
Setelah putri mereka lahir,Bone sama sekali enggan untuk merawatnya.Semuanya dilakukan oleh pengasuh,hingga Jane berusia lima tahun.Dibawah perangkap madu dari gadis muda,Bone bahkan rela membuang putri kandungnya yang masih kecil ke desa yang bahkan dia sendiripun enggan kesana.
Dan Bone bahkan melupakan anak ini.Lalu sekarang,Bone berharap anak ini tidak akan menuntut balas kepadanya,jika tidak....
Bone menatap Natalia yang masih seanggun dan secerdas dulu,tidak dipungkiri jika dia sangat mengagumi wanita ini.
"Dia ada didalam.Dia sedikit nakal,aku harap kau tidak akan kecewa."
Dengan gestur mempersilahkan,Bone mengajak Natalia untuk masuk kedalam rumah.
Natali mengangguk dengan tenang.
Lalu,dia dibantu oleh kepala pelayan yang mengikutinya untuk masuk kedalam kediaman Alexander.
Mereka memasuki ruang keluarga yang hangat dan mewah.Mery mencoba berbincang akrab dengan Natalia,namun hanya ditanggapi dengan acuh tak acuh.Mery menjadi malu,lalu memilih menutup mulut.
Bone yang melihat hal itu sama sekali tidak marah.Dia sangat memahami karakter Natalia dengan baik.Natalia berasal dari keluarga terhormat,dan juga hidup dengan aturan yang terhormat.Tentu saja dia tidak akan pernah menyukai wanita kedua,seperti Mery.Namun,untuk memusuhinya secara terang-terangan,tidak akan pernah dilakukan oleh Natalia.Biar bagaimanapun juga,posisi Mery yang sekarang berbeda dengan posisi Mery yang dulu.
Ada hal-hal dimasa lalu yang mereka para orang tua seperti mereka,enggan untuk menceritakannya kepada kaum muda.Sehingga,baik Natalia,Mery,maupun Bone memilih untuk diam.
"Silahkan duduk dan buat dirimu nyaman.Aku akan memanggilkan anak itu kemari." Bone mempersilahkan Natalia untuk duduk.
Lalu dia melangkah sendiri menuju gudang tempat Jane tinggal.
Tentu saja,ada hal-hal yang harus Bone tekankan kepada Jane sebelum membawanya menemui Natalia.
"Tuan Besar." Pelayan wanita yang diutus untuk 'melayani' Jane,segera menyambut Bone,begitu mereka melihatnya.
Hem.
"Dimana Nona..?" Tanya Bone dengan suara berat.
"Nona masih berada didalam,Tuan." Jawab pelayan muda itu dengan sopan.Namun,jika diperhatikan dengan cermat,tangan kedua pelayan itu mengepal karena gugup.
Bone langsung masuk kedalam gudang yang sudah disulap menjadi kamar tidur itu.Begitu dia masuk,penyakit jantungnya nyaris saja kumat.
Bagaimana tidak...?
Jane yang dikira tengah berdandan rupanya sedang berbaring dengan nyaman,sembari dipijat oleh seorang pelayan muda lainnya.
Tentu saja tindakannya ini berhasil membuat amarah yang tadinya sudah sirna,kini kembali membara.
"Apa yang sedang kau lakukan...?" Tanya Bone dengan suara mendesis.
Kedua matanya menatap tajam Jane dan pelayan muda itu.
Pelayan muda itu begitu ketakutan.Dia langsung melompat dari kasur,dan buru-buru menunduk hormat kepada Bone.
Jane juga memilih untuk duduk.
Dia meregangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.Setelah merasa nyaman,barulah dia menatap Bone yang tengah marah.
"Apalagi yang bisa kulakukan..? Aku tidur dikasur yang begitu keras,seluruh tubuh ku terasa sakit.Jadi, aku meminta dia..." Telunjuknya mengarah kearah pelayan muda yang tadinya memijat punggungnya. " Untuk membantu memijat ku."
Jawab Jane dengan tenang.
Dia sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam Bone.
"Bagus..sangat bagus.Aku meminta mu untuk berdandan,akan tetapi kau malah bermain pijat-pijatan.Aku benar-benar meremeh kan mu." Kata Bone dengan gigi terkatup.
Jika bukan karena tujuannya yang belum tercapai,Bone sudah pasti memukuli putrinya yang tidak berbakti ini dengan keras.
"Tunggu apalagi....? Cepat dandani Nona Muda." Bone berteriak dengan keras,yang berhasil mengejutkan para pelayan yang malang itu.
"Baik,Tuan Besar."
Jawab mereka dengan serentak.
Jane yang diabaikan hanya bisa pasrah menuruti arahan para pelayan.Dia bekerja sama dengan baik,saat ketiga pelayan itu mendandaninya.
"Kita akan bertemu dengan calon ibu mertua mu.Aku mau kau bersikap baik sepanjang seluruh pembicaraan.Jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri mu sendiri.Jika aku bisa membakar seluruh harta peninggalan nenek mu itu,maka aku juga bisa meratakan pemakaman ibu mu." Suara Bone tajam penuh peringatan.
Dia tidak akan mengizinkan Jane mengacaukan rencana yang telah disusun matang.Pernikahan ini adalah awal dari jalan panjang menuju kejayaan keluarga Alexander.Dan Jane adalah kunci dari semua itu.Oleh karena itu,Bone tidak segan-segan untuk mengancam Jane dengan pemakaman milik ib kandungnya.
Dan benar saja,raut wajah Jane segera berubah menjadi garang ketika mendengar ancaman Bone.
Bone mengangguk puas.
"Patuh lah,maka semuanya akan aman."Katanya dengan senyum penuh kemenangan.
Dia bahkan menepuk bahu Jane dengan penuh kepuasan.
....
Jane sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupnya setelah pertemuan ini.Namun, satu hal yang pasti,kebebasannya akan hilang mulai dari sekarang.Dan yang menjadi pertanyaannya adalah apakah Jane bersedia melepaskan gaya hidupnya yang riang,lalu menjadi alat untuk mereka yang memiliki ikatan darah dengannya..?
Jane sama sekali tidak memiliki jawabannya untuk saat ini.
Dibawah tatapan tajam Bone,Jane akhirnya memasuki ruang keluarga,yang dimana kehadirannya telah ditunggu sejak tadi.
Begitu Jane masuk,dia langsung bertatapan dengan seorang wanita paruh baya yang cantik dan anggun.Wanita itu menatapnya dengan penuh penilaian.
Jane tentu saja merasa sangat kesal.Akan tetapi,mengingat ancaman dari Bone,dia memilih menutup mulutnya rapat-rapat.
"Maaf membuat mu menunggu,Natalia.Ini adalah Jane,putri ku." Bone memecah kecanggungan yang sempat tercipta akibat perang tatapan diantara Natalia dan Jane.
"Cantik." Satu kata yang terlontar dari mulut Natalia.
Suasana kemudian menjadi canggung.Bahkan untuk pria berkulit tebal seperti Bone,juga kehabisan ide untuk ini.
Natalia hanya mengucapkan kata "cantik" begitu melihat Jane.Padahal,jika mengingat hubungannya dengan Emili,dan betapa dekatnya mereka sewaktu muda,seharusnya Natalia akan merasa senang sekaligus terharu ketika melihat Jane.Dia akan datang dan merangkul Jane,mengenang betapa dekatnya dirinya dan Emili.Dengan begitu,barulah pembicaraan selanjutnya bisa dilanjutkan.
Namun,siapa sangka Natalia tidak bermain sesuai dengan aturan.
Sekarang, dia bahkan mengabaikan mereka sepenuhnya.Dia tetap tenang menikmati teh mahal yang telah dituang oleh pelayan yang mengikutinya.