Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.
namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.
shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.
kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.
terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.
𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 7
Tiara bangun dari tidur nya, dia terkejut melihat kenan tidak ada di samping nya. Tiara langsung bangun dari tidur nya dan mencari kenan di sekeliling rumah.
"Kenan kamu dimana! Keluar dong jangan sembunyi dari kak tiara" teriak tiara tapi kenan tidak muncul juga.
Tiara semakin khawatir, apa kenan keluar rumah saat dia tidur.
Gadis itu pun langsung berlari ke luar rumah.
Ceklek..
"Nona tiara ngapain keluar" tanya anak buah prof. Teguh.
"Apa kalian melihat kenan keluar rumah" tanya balik tiara.
"Tidak nona, dari tadi kami di sini tidak melihat anak kecil itu keluar" jawab mereka.
"Lalu kemana kenan.. Kalian cari dia sebelum kak shila dan kak gibran balik " suruh tiara.
"Baik nona" mereka pun pergi menelusuri hutan . Mereka tidak takut sama sekali dengan para zombie karena sudah di berikan ramuan yang tidak bikin para zombie menyadari kalau mereka manusia.
"Kenan harus ketemu sebelum kak shila pulang, dan bisa-bisa papi marah juga sama aku" Tiara mondar-mandir di dalam rumah.
Sudah 2 jam keliling tapi mereka tidak menemukan kenan dimana-mana.
"Mana mungkin anak umur 1 tahun bisa keluar rumah seorang diri, apalagi ini hutan".
" betul itu, ayok kita balik saja".
"Dasar zombie sialan, kalian gak capek jalan terus apa" kedua orang itu langsung menendang para zombie yang berpapasan dengan mereka di jalan..
Tok tok!!
"Nona tiara buka pintu nya".
"Gimana?? Apa kenan sudah ketemu".
"Tidak nona, kami sudah keliling hutan tapi anak itu tidak ada".
"Gimana ini, apa yang harus kita bilang sama papi ku" jawab tiara. Pasti papinya marah dan kembali tidak perduli dengan nya..
Sementara itu, shila dan gibran terus berjalan menyelusuri hutan. Mereka tidak tahu harus kemana lagi, sebisa mungkin mereka tidak bertemu dengan para zombie.
"Gib kita istirahat sebentar dulu, kaki gue pegel" pinta shila.
Gimana dia tidak capek, badan mungil nya menggendong adik nya yang gemoy dari semalam.. Gibran memberikan shila sebotol air putih..
"Kita harus kemana gibran, gak mungkin kita terus berada di hutan kan.. Apalagi kita bersama anak kecil" shila menatap adiknya yang masih tidur dengan perasaan campur aduk..
"Nanti kita cari rumah di sekitar sini, siapa tahu ada yang kosong" ujar gibran..
Mata shila terbelalak melihat berapa zombie menuju tempat mereka istirahat.. Shila dengan sigap kembali menggendong adiknya dan mempersiapkan senjata nya.
"Gibran bersiap-siap, lihat ada segerombolan zombie menuju sini.. Siapkan senjata lo untuk membunuh mereka. Tembak kepala nya" kata shila.
Sebelum menembak para zombie, shila tidak lupa memasang earphone pada sang adik supaya tidak terganggu.
"Lo sudah siap gibran" tanya shila.
"Sudah shila, ayok kita basmi para zombie ini" mereka tidak takut sama sekali.
Untung pistol mereka tidak mengeluarkan suara tembakan yang besar jadi zombie yang lain tidak bisa mengepung mereka.
Butuh 10 menit, zombie itu pun benar-benar mati karena kepala yang shila dan gibran tembak.
"Sebenernya gue kasihan sama kalian tapi mau gimana lagi dari pada gue kalian makan mending gue bunuh kalian" oceh shila.
"Gini amat nasib kita ya shila, selain di buru sama zombie kita juga di buru sama orang yang membuat virus ini" kata gibran..
"Lo gak berniat nyusul bokap dan abang lo keluar negeri gitu gib".
"Tidak shila, gue tidak terlalu dekat sama bokap gue dan dari dulu dia lebih sayang sama abang gue juga.. Dari pada gue makan hati tinggal dengan mereka. Gue lebih ikhlas hidup seperti ini aja" ungkap gibran..
Kedua anak muda itu harus hidup sebatang kara jadi mereka harus saling dukung dan menguatkan satu sama lain.. gibran akan selalu berada di samping shila dan tidak akan pernah meninggalkan nya.
*******
Dewi terus melamun di kamarnya, dia khawatir dengan shila.. gimana keadaan sahabat nya itu sekarang dan apakah tinggal nyaman seperti dirinya sekarang.
Dewi ingin sekali mencari keberadaan shila tapi dia tidak berani keluar rumah, karena hampir semua kota sudah di penuhi dengan para zombie. selain memikirkan shila dewi khawatir dengan aira juga..
dewi berniat minta izin sama orang tuanya untuk keluar rumah sebentar tapi dia mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.
"mas yakin kalau rumah shila terbakar tidak tersisa terus siapa yang membakar nya" tanya lily.
"sebenarnya yang membakar nya adalah prof. teguh sayang selain itu dia membunuh satria dan istri nya dulu.. jadi mayat mereka ikut terpanggang" cerita hendro.
"astaga kenapa prof. teguh membunuh mereka mas" tanya balik lily.
"karena mereka tidak mau kembali ke Laboratorium lagi, prof. teguh membutuhkan mereka dalam membuat obat dari wabah zombie ini" hendro menceritakan semuanya.
"lalu di mana shila dan adiknya tinggal".
" mereka tinggal di rumah hutan milik satria tapi prof. teguh mengirim anaknya diam-diam ke rumah itu untuk memantau mereka.. prof yang serakah itu ingin kedua anak itu sebagai pengganti orang tuanya bekerja di Laboratorium " hendro tidak menceritakan tentang dirinya yang juga membunuh dokter Ningrum, dia takut kelakuan bejat nya terbongkar..
Shila memutuskan melanjutkan perjalanan setelah adiknya bangun bangun tidur aja. Kenan pun bangun, anak itu tidak pernah menangis atau mencari mamanya dan papanya kalau bangun tidur.
"Adik sudah bangun, ini minum susu nya dulu" shila memberikan adiknya sebotol susu.
Kenan mengambil nya dan langsung tersenyum sama kakak cantik nya itu.. Gibran juga ikut tersenyum..
"Kenan seolah mengerti, anak kecil ini tidak pernah tantrum mencari orang tuanya dan tidak pernah menyusahkan kakaknya" batin gibran.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan setelah kenan makan dan minum susu dengan kenyang.. Kenan tidak mau di gendong sama shila dan gibran. Dia mau jalan saja.
Shila menggandeng tangan kecil sang adik, gibran di belakang untuk melindungi mereka.. Sekali-kali terdengar suara tawa kenan yang di ajak bercanda sama shila dan gibran.
"Shila itu ada super market di seberang jalan, sebelum kita lanjut perjalanan kita kesana dulu" ajak gibran.
"Boleh deh gibran, itu juga ada toko baju untuk anak kecil.. Gue mau mandikan kenan dan ganti baju dia dulu".
"Oke, gue ambil makanan dan lo mandikan kenan. Kita ketemu di depan toko".
"Jangan lupa ambil kan kenan susu berapa kotak dan cemilan juga.. Ini bawa tas gue untuk keperluan kenan" suruh shila.
Gibran menyemprotkan parfum ke shila dan kenan supaya zombie-zombie itu tidak mendekati mereka..
Sampai di toko tersebut shila takjub bukan baju anak saja baju untuk dirinya dan gibran pun ada.
Shila memandikan kenan di kamar mandi toko itu dan tidak lupa mengambil kan baju baru untuk adiknya itu.. Toko itu seperti milik shila sendiri. Tidak ada orang di sana cuma dia dan kenan.
Gibran pun begitu. Dia langsung mengambil makanan tanpa harus memikirkan harga.. Apa yang dia mau langsung di masukin kedalam tas nya.