Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.
Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.
Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.
"Om, nikah yuk?"
"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."
Begitulah ketengilan Kania pada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Di Antar Pulang
Makan siang pun jadi sedikit canggung karena Bella sepertinya tidak suka dengan kehadirannya. Tapi Kania seperti tidak punya malu, dia tetap senang dan ikut mengobrol dengan Axel juga kedua orang tua Bella.
"Kania, Lo kapan pulang?" tanya Bella.
"Kenapa tanya begitu Bella? Dia sahabatku, kenapa kelihatannya kamu kok jadi ngga suka?" tanya mamanya heran.
"Iya, padahal kan hampir setiap hari kalian mani bareng," papanya menimpali.
Axel melihat keponakannya itu juga heran, namun begitu dia tetap diam.
"Yaa, bukan gitu pa, ma. Kita kan rencananya mau makan siang sekeluarga aja, tapi ke apa dia ikutan juga," jawab Bella melirik pada Kania.
Kali ini Kania menatap balik sahabatnya, dia kini merasa tersinggung dan malu.
"Aku pulang aja om, Tante. Ngga enak juga di sini orang lain sendiri," ucap Kania akhirnya.
Dia yang awalnya hanya ingin balas dendam pada Bella setelah nanti di kampus, namun sepertinya Bella benar-benar tidak menyukainya bersama keluarganya. Entah memang karena dia suka dengan Axel.
"Eh, jangan di anggap serius sayang. Bella emang suka gitu, ngga pakai hati kalau ngomong. Udah, jangan ngga enakan gitu. Nanti om anter pulang, ya kan Axel?"
Axel hanya mengangguk, Kania menatap Axel lalu menatap pada sahabatnya yang masih kesal padanya.
"Ngga usah om, Kania langsung pulang aja. Maaf merepotkan," ucap Kania bangkit dari duduknya.
Gadis itu berbalik dan melangkah pergi setelah pamit, mamanya Bella menatap tajam pada anaknya itu. Lalu menyuruh Axel untuk mengejar Kania dan mengantarnya pulang.
"Bella kok gitu sih sama sahabat sendiri? Kasihan lho Kania, dia salah apa sih sama kamu sampai kamu kesal gitu," tanya mamanya.
Bella diam, Axel langsung bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya dan mengejar Kania.
"Aku antar Kania pulang dulu mbak," ucap Axel.
"Om tunggu!" teriak Bella, Axel berhenti.
"Apa? Mau ikut antar Kania pulang?" tanya Axel.
Bella mengangguk, dia merasa bersalah pada sahabatnya itu.
"Kamu itu sudah bersalah membatalkan janji sama dia, malah sekarang lihatnya kok ngga suka begitu." ucap Axel.
"Iya om maaf, habisnya aku kesal aja sama dia. Ngga ada malu-malunya sedikit pun," jawab Bella.
"Memangnya dia melakukan apa sampai memalukan?"
"Dia itu suka orang yang sudah beristri om," jawab Bella.
"Apa?!"
"Ish, om ini. Dia itu suka sama oomm...," ucapan Bella berhenti, gadis itu menatap pamannya itu yang kaget.
"Aah, udah. Ngga usah tanya lagi, tuh anaknya lagi nunggu mobil. Om cepat ambil mobilnya, aku ke Kania dulu," kata Bella.
Axel masih diam, keponakannya itu langsung berlari menghampiri Kania.
"Kania!" teriak Bella.
Kania menoleh pada Bella, mendengus kesal lalu dia berjalan menjauh. Bella tak patah semangat, dia mengejar sahabatnya dan menarik tangannya agar tidak pergi lagi.
"Tunggu dong, om Axel lagi ambil mobil. Kenapa sih Lo marah sama gue," tanya Bella tanpa merasa bersalah dengan sikapnya tadi.
"Kenapa? Cih, dasar cewek ngga punya hati," ucap Kania dengan kesal.
"Iya sorry, habisnya Lo datang sama om gue. Lo ngerayu om Axel kan buat ikut makan sama keluarga gue?"
"Astaga Bella, yang batalin janji itu siapa? Lo kan, yang nyuruh om Axel cari buku ke toko buku itu juga siapa? Lo kan, jadi jangan tanya kenapa gue datang sama om Axel. Aneh deh gue, Lo yang salah kenapa juga Lo yang kesal sama gue," ucap Kania lagi.
Ia masih marah dengan sikap sinis dan tidak sukanya sewaktu di restoran tadi. Bella diam, menarik napas pelan. Tangannya menarik lagi tangan Kania.
"Udah dong, jangan marah lagi. Gue cuma ngga mau Lo suka sama om gue, dia itu masih punya istri dan anak. Lagian ya Lo itu ngga tahu malu, udah tahu om Axel itu suami orang," kata Bella.
Kania menoleh padanya lama, tak lama mobil Axel pun datang. Berhenti di pinggir jalan dan membuka kaca mobil.
"Ayo naik," ucap Axel.
Kania tersenyum kemudian mengangguk cepat, dia hendak membuka pintu depan tapi tangannya di tepis Bella. Kania menatap sahabatnya, Bella memberi isyarat untuk duduk di belakang. Kania cemberut, tapi kemudian dia menarik gagang pintu mobil di tengah dengan di iringi tatapan sinis Bella.
Axel yang melihat keponakannya itu menatap sinis pada Kania hanya menggeleng kepala saja.
"Persahabatan yang aneh sekali, kenapa bisa mereka bersahabat ya," gumam Axel.
Bella masuk ke mobil depan duduk di sebelah Axel, tatapan kesal Kania pada sahabatnya itu benar-benar tampak jelas di kaca spion yang terlihat oleh Axel.
"Udah nih, ngga kemana-mana lagi?" tanya Axel pada Bella dan melirik Kania dari kaca spion.
Mata Kania berbinar dia ingin mengatakan sesuatu tapi langsung di serobot Bella.
"Ngga om, langsung antar pulang aja. Aku capek pengen pulang," kata Bella, Axel menoleh padanya heran.
"Oke."
Axel menyalakan mesin, namun sebelum mobil melaju. Pandangannya pada spion menatap Kania yang sejak masuk diam saja, tampak sekali gadis itu kesal pada keponakannya.
"Benar-benar aneh sekali."
_
_
*****