NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tipu daya setan

Hutan pinus yang seharusnya jadi tempat yang tenang dan tempat hidup makhluk hutan kini tak lagi seindah yang diceritakan.

Hutan ini sungguh memiliki cerita yang teramat sangat mengerikan.

Banyak d*rah, jeritan, ketakutan dan airmata.

Jauh di dalam hutan, kini satu nyawa terus berharap sebuah pertolongan.

Setiap detik, setiap menit dia terus memohon keselamatan dan ampunan dari Sang Pemilik Hidup.

Setiap saat dia terus dihantui oleh rasa bersalah dalam dirinya.

Namun penyesalan itu tetaplah datangnya diakhir.

Ini adalah buah dari kejahatan-kejahatan yang pernah Andre lakukan sebelumnya.

Semua persiapan hampir rampung.

Sesajen juga telah di siapkan.

Meja persembahan sudah tertata ditengah pemujaan.

Hanya menunggu 10 jam lagi maka Andre hanyalah tinggal nama.

Tanpa ucapan perpisahan dari keluarga, tanpa makam dan tanpa kata.

Kejam.

Ya, itulah konsekuensinya.

Maharani harus menyiapkan hadiahnya kepada penguasa alam ghaib jika dirinya ingin terus tetap hidup dan bernafas.

Tak ada lagi cinta dimata Rani.

Tak ada lagi belas kasih dihatinya.

Yang tersisa hanyalah amarah, dendam dan kebencian yang terus mengalir disetiap aliran darahnya.

Andre terus meminta ampun dan memohon maaf pada perempuan itu namun hanya decihan dan tatap sinis yang ia terima dari perempuan manis yang dulu ia sakiti.

Laki-laki itu pasrah namun tetap berharap pada sebuah keajaiban yang akan menolongnya walaupun harapan itu hanyalah sebuah mimpi.

Bagai fatamorgana dipadang pasir yang tandus.

Mustahil!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Eyang.... Bagaimana ini? Malam sebentar lagi akan tiba, tapi kita bahkan belum melakukan apapun" resah Tio.

Eyang Darsih masih duduk bersimpuh diatas tikar.

Dihadapannya ada tempayan yang berisi kemenyan yang baru saja dibakar.

Aromanya sungguh menusuk hidung.

Eyang terus komat kamit memanggil leluhur untuk meminta bantuan.

"Kita pergi ke hutan pinus... Ayo...!"ajak eyang tiba-tiba.

Tanpa bantahan, tanpa bertanya lebih jauh, Tio beserta orangtua Rani dan juga Bagas menaiki mobil Tio menunju tempat yang eyang Darsih perintahkan.

Entah baik, entah kabar buruk yang berlaku, namun mereka tetap mengupayakan pertolongan dan pencegahan itu.

Tak disangka, ditengah jalan mobil mereka dicegat oleh mobil pak Herman bersama orang-orangnya.

Mereka memaksa ikut dan pada akhirnya eyang mengizinkan.

Ada Ujang dan Hasan juga mengekor dari belakang menggunakan sepeda motornya.

Perjalanan menuju hutan pinus tidaklah semudah yang mereka kira.

Bahkan ditengah jalan, badai kencang menerpa mereka.

Badai disertai hujan lebat dan petir yang saling sambar menyambar. Padahal sebelumnya matahari bertengger dengan gagahnya dilangit.

"Pelan-pelan saja Tio... Sepertinya, ini upaya mereka untuk mencegah kita untuk datang" tutur eyang Darsih.

"Pak.... ibu takut...." lirih bu Sukma menggenggam tangan suaminya.

Bagas juga memeluk ibunya karena dia baru saja melihat sesuatu yang amat mengerikan.

"Tetap tenang dan jangan pernah menoleh kemana-mana. Pandangan kalian tetap fokus kedepan" titah eyang Darsih tanpa menoleh kebelakang.

Tio yang sudah terbiasa melihat makhluk tak kasat mata dari yang berwujud wajar hingga tak wajar sehingga dia bisa mengabaikan mereka semua dan tetap fokus menatap jalanan yang licin karena hujan deras.

"Eyang... Ada kabut tebal didepan" tunjuk Tio.

"Tetap fokus !" titah eyang tak terpengaruh.

"Pak Tio... itu ada mbak Rani... jangan tabrak!" teriak Bagas yang rupanya melihat sosok Maharani berdiri ditengah jalan.

"Jangan perdulikan... Tetap jalan Tio....!" lagi eyang Darsih memerintah.

Tio melirik dengan ujung mata kepada eyang yang menatap dingin kedepan.

"Jangan...! Jangan tabrak putri ku" kali ini bu Sukma yang berbicara yang ternyata juga dinampakkan hal serupa dengan Bagas.

Bahkan dia mengguncang bahu Tio agar tidak menabrak sosok yang mirip Maharani.

"Diamlah Sukma! Dia bukan Maharani! Dia siluman yang menyerupai putri kalian!" hardik eyang Darsih.

"Ibu... jangan tabrak Rani... Bantu Rani bu..." suara makhluk terus mencoba mempengaruhi bu Sukma.

"Jangan pak Tio... tolong hentikan mobilnya..." rintih bu Sukma memohon.

"Bu... jangan bu... Tidak ada siapa-siapa disana..." pak Rahman mulai menyadari keanehan sekitar.

"Itu Maharani pak...... Lihat dia.. Putrimu mu sangat menderita..." isak bu Sukma.

"Tio... jangan berhenti... Tetap fokus!" lagi eyang memperingatkan cucunya.

"Tidakkkkk.... !!!! Maharani...!!! Kalian menabraknya!Kalian membun*hnya....! Kalian kejam....!!" teriak bu Sukma hingga wanita paruh baya itu tak sadarkan diri.

"Bu... bangun bu... Ini bapak bu..."

"Ibu salah lihat... Tidak ada Rani disana bu... buka matanya bu..."

Pak Rahman berusaha menyadarkan istrinya.

"Bagas! Oles ini di bawah hidung bu Sukma dan kamu pakai ini supaya tidak terpengaruh!"

Eyang Darsih memberikan sebotol minyak angin agar mempercepat kesadaran bu Sukma dan sebuah jimat kepada Bagas.

Remaja itu menurut walau dia masih terisak.

Mobil Tio telah melewati tipuan yang dibuat oleh para siluman dan penunggu hutan pinus.

Lain lagi dengan rombongan pak Herman.

Mereka terus digoda oleh seorang perempuan cantik sehingga orang-orang pak Herman berakhir tragis seperti korban-korban sebelumnya.

Pak Herman dan istrinya yang bisa lolos berjalan tertatih memasuki hutan.

Ujang dan Hasan pun sama namun mereka karena sudah dibekali jimat oleh eyang Darsih, sehingga mereka bisa melewati rintangan yang mengganggu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Darsih dan cucunya lolos dari tipuan kita" bisik mbah Djani kepada Maharani.

Mata Maharani terbuka lebar.

"Cegah mereka untuk sampai kemari! Aku tidak ingin upacara ini gagal karena sekumpulan para manusia b*doh itu!" titah Maharani.

Para makhluk yang haus akan d*rah terus mendesis dan mengeram seperti hewan buas.

Andre yang dibaringkan diatas meja persembahan melirik kesana kemari guna mencari tahu apa yang sedang berlaku.

Kedua tangan dan kakinya masing-masing diikat pada ujung meja.

Setitik harapan muncul dibenaknya.

"Jangan senang dulu...! Walaupun mereka mencoba untuk membantu mu tapi mereka tidak akan sampai ketempat ini... Jangan pernah berharap orangtuamu bisa menyelamatkan mu dar hukuman ku!" bisik Rani tepat disisi telinga Andre.

Maharani menengadah menatap langit yang mulai gelap.

Bulan purnama telah muncul sebagain.

Perempuan itu mulai melakukan ritual.

"WAHAI RAJA IBLIS... MALAM INI AKU PERSEMBAHANKAN TUMBAL YANG CUKUP SPESIAL PADAMU. TERIMALAH DAN BERI AKU KEKUATAN PENUH AGAR AKU TETAP BISA MENGABDI PADAMU, TUANKU..."

Angin berhembus kencang.

Mengusik dedaunan yang lebat.

Semua makhluk bersiap, membungkuk demi menyambut tuan mereka.

Rani memicingkan mata.

Menengadahkan kepala sambil terus membaca mantra.

Andre menggigil.

Ini lebih mengerikan dari yang selama ini dia alami.

Kuduknya merinding.

Badannya gemetar ketakutan.

Dia yakin, sosok yang sedang dipanggil oleh Rani adalah yang paling kuat dan yang paling menyeramkan.

Andre berusaha melepaskan diri.

Meronta agar ikatan itu terlepas.

Namun bukan ikatan yang terlepas justru pergelangan tangan dan kakinya yang semakin sakit hingga mengeluarkan setitik darah.

Para makhluk yang berada disekitar Andre semakin mendesis karena aroma d*rah segar.

Mereka haus tapi juga tak berani mendahului tuannya.

Mereka takut dimusnahkan oleh tuan mereka.

"Andreee...."

bersambung...

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!