NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rekaman

Membeku di tempat, saking banyaknya kejutan hari ini, membuat Sera seolah siap mati berdiri, tapi sayang oksigen dan otaknya masih baik-baik saja.

Ini sungguh gila, sepuluh persen Rudolf Company menguasai saham di proyek ini, dan itu cukup membuat Graven bisa berbuat seenaknya bukan?

"Mungkin sedikit informasi lagi Nona Sera" Mega kembali membuka suara.

"Apalagi sekarang Mega?" Sera bersiap mendengarkan.

"Untuk setiap kegiatan yang berhubungan dengan proyek ini_, akan di Rekam"

"Aku tidak peduli, memangnya kegiatan apa yang akan mereka rekam?"

"Semuanya"

"Maksudnya" Sera kembali merasakan ketidak beresan.

"Seperti saat ini, saat anda membuka laptop dari tadi, dan saat itulah Rekaman dimulai"

Terkejut tak percaya, Sera kini tertawa, mungkin sedang mentertawakan dirinya sendiri.

"REKAM?"

"Ya Nona Sera"

"Saat ini?"

"Seperti yang sudah saya jelaskan" jawab Mega masih tenang.

"Maksudnya setelah layar laptop aku buka dan sudah mulai tadi aku ngomel bahkan mengumpat berkali-kali?"

"Begitulah Nona"

"APA?!" barulah kini Sera panik seketika.

Dengan cepat tangannya menutup laptop tanpa basa basi. Nafasnya terengah tiba-tiba, rasanya dada terasa sesak saat ini juga.

Sera merasa stress berkali-kali, bagaiman tidak, sesaat sadar penampilannya seperti apa, setelah piyama tidur kembang-kembang yang dipakai nya, rambut tak beraturan bentuknya dan tanpa makeup yang menempel di wajahnya sama sekali.

"Demi Tuhan!, malu!" teriaknya dalam hati yang paling dalam.

Namun Sera segera sadar diri, bukan saatnya untuk memikirkan hal itu saat ini, tangannya kembali meraih beberapa catatan penuh, membaca kilat dengan konsentrasi tingkat tinggi, walau mulutnya sesekali ngedumel.

"Dasar Graven sialan!, aku benci dia, aku benar-benar membencinya, kenapa tuhan setidak adil ini, kenapa Tuhan menciptakan iblis setampan itu!" umpatnya, namun hanya dalam hati saja, tak berani di terbuka dalam realita.

"Ehem, sekali lagi saya mengingatkan Nona, kamera laptop itu otomatis menyala"

"Diam!"

Brak!

Kesal juga Sera saat ini, dengan cepat menutup laptop dengan cukup keras sekali, mungkin harapannya benda itu seketika pecah dan mati.

"Anda tidak apa-apa Nona?" Mega nampak khawatir akan keadaan Sera.

"Lenyapkan!"

"Maksudnya?" Mega makin waspada.

"Benda ini, buang!" teriak Sera.

"Tapi kemana saya harus_"

"Terserah, buang ke laut, ke luar angkasa atau di telan bumi sekalian, aku gak peduli, yang penting enyah dari hadapanku sekarang juga!"

Jelas Mega seketika panik.

"Maaf Nona, tapi semua ringkasan dokumen yang anda minta ada di sana"

"What?!"

Mega mengangguk saat Sera melotot ke arahnya.

Sera memejamkan mata sejenak, sementara Mega berdoa semoga wanita yang menjadi atasannya itu tidak semakin gila, namun pada akhirnya _

"Bagus, buang laptop ini, ganti yang baru, yang belum pernah ada setan manapun memegangnya, hanya aku yang pertama, biar dia tau, biar Graven Rudolf itu mengerti, bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mengendalikan ku kecuali aku sendiri"

Tidak bisa di selamatkan lagi, Mega hanya menarik nafas panjangnya, terpaksa dia harus kerja dua kali, mengcopy semua data yang ada sebelum benar-benar membuang laptop canggih yang harganya di pastikan sangat mahal sekali, sayang sekali, batinnya.

*

*

Saatnya Sera menuju ke ruang meeting perusahaannya sendiri, melangkah masuk, dengan kepala tegak walau diragukan akan seimbang dengan outfit yang di pakainya kini.

Jangan di tanya Auranya seperti apa, Ada wajah CEO nya memang, tapi lebih kearah wanita dengan korban tindak kekerasan dan wanita calon pembuat masalah bagi Graven Rudolf.

Sambutan di berikan oleh Graven dengan tatapan tajam dari arah tempat duduknya yang berada di seberang sana, dan yang terakhir dilakukan menatap Sera dari ujung kepala sampai kaki, dengan alis sebelah kiri terangkat sedikit.

"Telat lima menit" ucapnya penuh penekanan hingga membuat Sera tertekan.

"Sudah untung aku mau datang" jawabnya pelan, Sera segera duduk di kursinya.

Graven yang tepat ada di depannya, kini mencondongkan badan, memberi instruksi yang mirip sebuah peringatan tanda bahaya.

"Waktu mu lima menit untuk ganti pakaian"

Sera membalasnya, dengan aura kekesalan yang nyata.

"Kau gila, waktu lima menit mana cukup untuk cewek bersiap diri membuat penampilannya rapi, minimal 15 menit aku bisa melakukan"

"Okey, silahkan kalau kamu pengen tampil seperti Zombi"

Sera mengumpat dalam hati, kini ikut mencondongkan tubuhnya dekat ke Grevan yang masih bertahan di posisinya.

"Matamu buta?, perhatikan baik-baik, wajah secantik ini, gak ada yang menandingi kamu bilang mirip zombie?" ucap Sera.

Terkesiap, kali ini begitu dekat, Graven melihat dengan jelas mata hitam berpadu dengan warna kebiruan terang, sungguh indah dan bisa di bilang langka, dia baru melihat itu semua, wajah cantik sempurna walau tanpa riasan apapun yang menempel disana.

Sejenak, Graven tersedot ke dalamnya, beruntung suara Harry sekretarisnya menyadarkannya.

"Tuan Graven?"

"Shit!!" Graven segera menarik tubuhnya, kembali dalam posisi normal seperti sebelumya.

Sedangkan Sera, tersenyum tipis di sana, "Kena kau!" batinnya.

"Kau akan menjadi orang terdekat di proyek ini, bersanding dengan ku tentunya, dan aku tidak suka kekonyolan, sebaiknya ganti baju mu segera, dan pakai ideku biar cepat, bertukar dengan pakaian asisten mu mungkin?"

"What?!, ide sesat!" jelas Sera tak mau terima, dia bahkan dari bayi tak pernah tukar pakaian dengan siapapun kecuali satu orang wanita yang berada jauh di bawah umurnya, yaitu adik sepupunya sendiri.

Sera merapikan rambutnya dengan tangannya, di depan Graven yang masih menatapnya, dan sial, cukup mudah wanita di depannya itu tampil lebih menarik hanya dengan sentuhan tangan saja.

"Lihat, aku sudah rapi kan?, soal baju tidak usah di jadikan masalah, aku akan tampil dengan layar penuh, cukup wajah cantikku ini yang akan mempesona banyak mata" ucap Sera.

Graven terdiam, hatinya tak bisa menolak kebenaran, bahwa wanita di depannya ini memang se mempesona itu, semua natural, alami tapi_, bikin merusak otaknya.

Bersandar lagi di kursinya, postur tetap santai, namun rahang Grevan mengeras, rupanya wanita satu ini memang sangat langka, tidak mudah di taklukkan begitu saja, keras kepala dengan ego yang setinggi langit tentunya, memang cukup pantas sebenarnya, mengingat dia lahir dari kalangan keluarga Nugraha.

"Satu hal lagi yang perlu anda tau, Tuan Graven, bahwa aku sudah membuang laptop mu, aku tidak suka di awasi tanpa ijin, dan itu sangat menganggu, lagi pula tidak adil jika hanya aku yang berada di posisi itu"

Graven menghela nafas pelan, entah kenapa matanya kini menikmati bibir Sera yang terus berbicara, seolah Graven benar-benar tak tahan untuk menyentuhnya, SIALAN!

"Jadi_, kau mau mengawasi ku juga_ SERA?"

"Apa?!"

Sera terkejut karena perkataan Graven lebih mirip rayuan dari pada sebuah pertanyaan.

Waktunya VOTE ya, jangan lupa.

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!