Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
"Bi - bibi "teriak keandra.
"ada apa tuan"ucap pembantunya.
"tolong bawa koper Clara ke kamar ya Bi" ucap Keandra.
"baik tuan"ucap pembantunya.
lalu ia pun naik ke kamar dan membawa koper milik Clara.
Keandra yang sedari tadi berdiri itupun langsung duduk di sofa dan mengambil HPnya.
"jadi gimana sekolah kamu di sana"tanya ayah Kiandra.
"semuanya lancar ayah ,ayah tenang aja"ucap Clara.
"lihat badan kamu udah kurus banget"ucap ibunya.
"aku nggak kurus ma aku ini udah gemuk loh"ucap Clara.
"apa kamu tadi disusahin sama kakak kamu"tanya ayahnya.
"lah kok aku jadi kebawa-bawa sih"ucap Keandra.
"kan kalian dari dulu nggak pernah akur"ucap ayahnya.
"enggak kok ayah kakak baik kok , malahan tadi dia rela turun dari mobil hanya buat beliin aku gulali "ucap Clara.
"baguslah kalau kayak gitu"ucap ibunya.
"Kamu pasti capek banget, pergi ke kamar mandi terus istirahat"ucap ibunya.
"Oke mah"ucap Clara.
lalu ia pun pergi ke kamar , setelah Clara pergi ke kamar ayahnya pun berbicara kepada Keandra.
"ayah harap kalian bisa hidup rukun Keandra"ucap ayahnya
"ayah tenang aja aku nggak bakal ganggu dia kok"ucap Keandra.
"ya udah kalau gitu mending kamu ke kamar terus istirahat, kamu juga pasti capek kan dari tadi nyetir mobil"ucap ibunya.
lalu Keandra pun menuruti perintah ibunya ia pergi ke kamar dan beristirahat. sesampainya Keandra di kamar ia langsung membuka HPnya dan menghubungi Nara.
Nara yang sedang belajar di meja belajarnya pun kaget karena hp-nya tiba-tiba berbunyi.
"siapa yang menelpon"batinnya
"oh mungkin saja itu Sisil"ucapnya.
betapa kagetnya Nara saat melihat bahwa yang menelponnya bukanlah Sisil tetapi Keandra.
"kenapa tumben Keandra menelponku"ucap Nara.
lalu Nara langsung mengangkat telepon itu.
"halo Keandra ada apa"ucap Nara.
"besok pulang sekolah, aku ajak kamu ketemu sama adik aku"ucap Keandra.
"emang adik kamu sudah pulang dari luar negeri"tanya Nara.
"iya, baru tadi aku jemput ke bandara"ucap Keandra andra.
"ya udah, tapi emangnya adik kamu mau ketemu sama aku, aku takut nanti malah ngerepotin dia lagi"ucap Nara.
"tenang aja Clara bukan orang yang punya pikiran sempit, dia juga orangnya ramah kok"ucap Keandra.
"ya udah aku cuman mau ngasih tahuin itu aja, maaf kalau udah ganggu waktu belajar kamu"ucap Keandra.
"iya nggak papa, sebenarnya aku yang minta maaf karena udah ngerepotin kamu"ucap Nara.
"ya udah aku tutup dulu teleponnya"ucap Keandra.
"oke"ucap Nara.
lalu Keandra pun langsung menutup telepon, setelah ia menutup telepon tangannya langsung gemetar dan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.
"ada apa denganku kenapa saat aku berbicara ditelepon dengannya tanganku sampai gemetar dan jantungku berdebar kencang"batinnya.
karena Keandra tidak mengerti dengan perasaannya ,ia pun langsung tidur tanpa memikirkan hal itu.
di sisi lain Nara yang masih duduk di meja belajar, tanpa ia sadari wajahnya memerah. saat Nara ingin tidur ia pergi ke depan meja rias. saat Nara berkaca iya kaget.
"ada apa dengan wajahku, kenapa wajahku memerah, apa jangan-jangan Karena tadi aku berbicara dengan Keandra"ucap Nara.
"Nara ayolah tahan perasaan mu, kamu tidak boleh menyukainya Nara"ucap Nara.
berbeda dengan Nara, ia iya sudah tahu tentang perasaannya bahwa ia menyukai Keandra. sedangkan Keandra tidak pernah mengakui perasaannya bahwa ia menyukai Nara. Keandra hanya menganggap bahwa semua kebaikannya kepada Nara bukan atas dasar suka ,tetapi karena Nara dulu pernah menyelamatkannya. hal inilah yang membuat hubungan mereka tidak pernah maju. Nara sendiri selalu merasa tidak pantas untuk Keandra.
tiba-tiba saja ponsel Nara berbunyi lagi.
"siapa yang nelpon "ucap Nara.
"Sisil, kenapa tumben Sisil nelpon aku"ucap Nara.
lalu Nara langsung mengangkat telepon dari sisil.
"ada apa Sisil ,kenapa tumben kamu nelpon aku"ucap Nara.
"Nara aku mau curhat sama kamu"ucap Sisil.
"curhat apa Sisil"tanya Nara.
"kayaknya aku suka sama Fernando deh"ucap Sisil.
"haaaa , ucap Nara kaget dengan ucapan Sisil.
"kamu nggak bercanda kan"tanya Nara.
"aku udah sadar sama perasaan aku, aku beneran suka sama dia Nara terus gimana dong sekarang"ucap Sisil.
"ya mana aku tahu, aku aja nggak pernah pacaran. kamu malah nanya sama aku"ucap Nara.
"kan kamu tahu aku selama ini nggak pernah suka sama cowok, sekarang malah suka sama yang fiksi. haeeeeee"ucap Sisil sambil merengek.
"berarti Fernando ini cinta pertama kamu"tanya Nara.
"bisa dibilang kayak gitu "ucap Sisil.
"tapi aku salut sih sama kamu"ucap Nara.
"salut kenapa"tanya Sisil.
"salut karena kamu berani cerita sama aku tentang perasaan kamu. kamu suka sama Fernando"jawab Nara.
"apanya yang patut disalutin Nara ini kan cuma curhat doang"ucap Sisil.
"tapi beda aku nggak seberani kamu"batin Nara.
"tapi kelihatannya Fernando juga suka tuh sama kamu, buktinya dia milih kamu buat jadi pasangannya buat ke pesta nanti"ucap Nara.
"pasti dia ngelakuin itu karena dia nggak mau diganggu sama Tasya, bukan karena dia suka sama aku"ucap Sisil.
"ada benernya juga sih, tapi kan kita nggak tahu apa isi hati nya Fernando, jadi mungkin aja Fernando ada perasaan sedikit sama kamu"ucap Nara menenangkan Sisil.
"kalau nggak gitu, cari aja pasangan baru buat ke pesta , setidaknya hal itu bisa mengurangi perasaan kamu sama dia"saran nara.
"tapi selain Dia nggak ada lagi cowok di kelas kita, kamu nggak ingat ya ,Tasya aja hampir nggak dapat pasangan. untung waktu itu Dirga belum punya pasangan ,itu pun Tasya terpaksa jadi pasangan nya Dirga"ucap Sisil.
"oh iya aku lupa"ucap Nara.
"udah kamu tidur aja ,mungkin lama kelamaan perasaan kamu sama dia nanti hilang dengan sendiri nya"ucap Nara.
"iya mudah-mudahan aja perasaan aku sama Fernando cepat deh hilang nya, malu banget kalau sampai ada yang tahu kalau aku suka sama dia. pasti aku dibilang halu"ucap Sisil.
"hai kenapa sih cinta harus ada di dunia ini"ucap Sisil.
"kalau nggak ada cinta di dunia ini mana mungkin kamu nanti bisa nikah. emangnya kamu mau nikah karena terpaksa gitu"ucap Nara
"iya juga sih"ucap Sisil.
"udah nggak usah dipikirin mending kamu tidur sekarang juga Karena aku udah ngantuk banget, jangan sampai besok kamu telat cuman gara-gara mikirin Fernando"ucap Nara.
"bener apa kamu daripada aku mikirin perasaan aku sama dia lebih bagus aku tidur. karena kalau besok aku terlambat pasti Bu tiara nghukum aku lagi. dan hukumannya Bu tiara tuh nggak main-main"ucap Sisil.
"nah itu kamu tahu udah tidur sana"ucap Nara.
"Oke dah"ucap Sisil.
lalu Nara langsung menutup telepon nya dan langsung menyimpan hp-nya di atas meja. lalu setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan setelah itu ia tidur.
sebelum ia tidur Nara berpikir"andaikan aku kayak Sisil ,bisa curhat semua isi hati aku ke dia. pasti enak tapi sayangnya aku nggak pede buat ngelakuin itu"ucap Nara lalu ia tidur.