REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kembali Menyukainya
Semakin malam suasana pasar malam semakin ramai. Rendy dan Linda menikmati kencan mereka, salah satunya mencoba aneka macam kuliner yang di jual. Setelah cukup lama berkeliling Linda dan Rendy memilih duduk di pinggir, di kursi panjang yang tersedia disana.
"Lin aku ke toilet sebentar ya. Kamu gak apa kan aku tinggal disini dulu?" tanya Rendy menatap Linda yang tengah menikmati permen kapas yang dia beli.
"Memangnya aku anak kecil yang nangis kalau ditinggal pergi." jawab Linda tanpa menatap Rendy.
Rendy tersenyum tipis. "Iya sih. Jangan kemana - mana ya." ucap Rendy bangun dan menuju kamar mandi umum yang ada di sekitar sana.
......................
Linda duduk sendiri menunggu Rendy. Masih setia berada di tempat tadi. Permen kapasnya sudah habis, ia melirik jam di tangannya.
"Sudah lima belas menit, kenapa dia lama sekali? Apa toiletnya jauh?" gumam Linda bangun melirik kanan kiri berharap dia melihat Rendy datang.
Bruk !!
"Ah maaf nona, anda tidak apa - apa?" tanya seseorang yang tidak sengaja menabrak Linda. Namun suaranya sangat familiar di telinga Linda.
Tidak mungkin dia, aku pasti salah dengar. Kami belum bertemu seharusnya. Ucap Linda dalam hati dan terdiam mematung.
"Nona? Apa ada yang sakit? Mari saya bantu. Saya benar - benar minta maaf."
Orang tersebut mengulurkan tangannya hendak membantu Linda berdiri, dengan keberanian Linda menatap orang itu dan sesuai dugaannya dia adalah Darren William, suaminya dimasa depan. Orang yang berpura - pura mencintainya tapi dia menyukai Diana Angkasa.
Mata Linda memanas, hatinya sakit. Bahkan suami yang berjanji di hadapan Tuhan pun mengkhianatinya.
"Ah.. Kenapa anda menangis? Apa ada yang sakit? Saya benar - benar minta maaf. Saya bantu anda kerumah sakit ya nona." Tawar Darren yang bingung, pasalnya dia tidak sengaja menabraknya. Apa itu sakit sekali? Tapi jatuhnya gak terlalu parah kan?
Linda menolak uluran tangan tersebut. Dia berdiri sendiri dan kembali duduk di kursi panjang tadi. Ia menangis bukan karena kakinya yang sakit. Tapi hatinya.
"Nona saya minta-"
"Tidak apa. Saya baik - baik saja. Saya sedang menunggu seseorang disini. Anda bisa pergi. Terimakasih sudah khawatir." jawab Linda sedikit terisak. Kenapa aku gak bisa berhenti nangis. Kumohon pergilah, sialan aku gak bisa stop air mata ini.
Darren bersimpuh di depannya, "Nona nama saya Darren William. Siapa nama anda? Saya tidak bisa pergi kalau anda menangis seperti ini." ucap Darren dengan nada bersalah.
Linda membulatkan matanya menatap rupa Darren, mengingatkan dia akan Vira anak gadisnya yang memiliki rupa sangat mirip dengan Darren.
Linda dan Darren menikah dan mereka melakukan hubungan suami istri pada umumnya. Namun terkadang Darren memanggil nama Diana saat melakukannya bersama Linda. Hatinya sakit. Namun keluarga mereka menganut sistem pantang bercerai setelah menikah. Jadi Linda hanya bisa menerima keadaan dimana orang lain begitu mendambakan suaminya yang sangat mencintai Linda tanpa tau bagaimana kisah yang sebenarnya.
Hati Linda berdenyut sakit. Hingga ia melihat tubuh Darren oleng ke belakang dan tubuhnya Linda di tarik bangun lalu di dekap oleh seseorang.
"Linda maaf aku lama. Ada apa? Kenapa nangis? Siapa dia?" tanya Rendy dengan panik dan berulang kali meminta maaf karena meninggalkan Linda dalam waktu yang lama.
"Rendy, aku mau pulang. Ayo pulang." ucap Linda berlinang air mata memohon kepada Rendy.
"Linda-"
"Rendy aku mohon." ucap Linda memelas.
Banyak orang kini melihat mereka, "Mohon maaf saya tidak sengaja menabraknya tetapi kekasih anda entah kenapa menangis, saya sudah menawarinya ke rumah sakit. Jika ada yang-"
"Saya permisi." potong Rendy mengangkat tubuh Linda dan membawanya pergi meninggalkan Darren yang hanya bisa melihat kepergian mereka.
-Villa Chandra-
Linda duduk dipangkuan Rendy. Balkon kamar yang ada di villa milik keluarga Chandra menampilkan pemandangan langit malam yang cerah dengan beribu kerlap kerlip berlian. Rendy tidak membawa Linda kembali kerumahnya, karena wajah Linda sangat berantakan. Dia tidak mau orang tua Linda menuduhnya yang bukan - bukan. Jadi Rendy menghubungi Jhon, seseorang yang mengurus salah satu Villa milik keluarga Chandra yang di tempuh kurang lebih dua jam dari tempat pasar malam tadi. Dia akan datang untuk menginap, membuat Jhon harus segera menyiapkan satu kamar untuk mereka.
Jhon seorang pengurus Villa ini yang berusia lebih dari lima puluh tahun tersentak kaget akan kedatangan Tuan Muda Kedua yang menggendong seorang gadis. Dia yakin gadis yang ada di gendongannya adalah tunangannya.
Rendy meminta Jhon untuk tidak banyak bertanya dan jangan mengganggunya sebelum dia yang memanggil. Dan dengan patuh Jhon menuruti permintaan putra kedua keluarga Chandra tersebut.
Linda sedikit bangun, wajahnya sembab jejak air mata masih ada di sekitar wajahnya, terlihat sangat berantakan. "Rendy maaf aku buat kamu-"
Rendy mengunci bibirnya Linda, sedikit menekan kepala belakang Linda dan memperdalam ciumannya. Linda yang tersentak kaget, menutup matanya dan mengalungkan tangannya di leher Rendy, meremas mahkota hitam pendek itu saat Rendy menggigit bibir bawahnya.
"Linda.. Aku gak tau apa yang buat kamu menangis hingga ber jam - jam seperti ini. Maaf aku gak bawa kamu pulang, wajah kamu terlihat sangat berantakan seperti ini. Jadi aku membawa kamu ke Villa milik Ayahku. Tapi kamu tenang aja, aku bisa tidur di kamar sebelah. Jhon sedang menyiapkan kamarku. Untuk hari ini aku tidak akan bertanya apa pun, kapan kamu siap bercerita , kamu bisa cerita sama aku. Jadi berhenti nangisnya ya." kata Rendy tersenyum lembut mengelap bibir Linda yang basah karena ulahnya.
Desiran hangat mengalir di tubuh Linda. Seperti inikah rasanya dicintai oleh seseorang? Entah nanti Rendy akan berpaling ke Diana atau tidak namun saat ini pemuda ini bersamanya dan masih menjadi tunangannya. Netra elang yang dulu menatapnya dingin kini menatap hangat dan penuh cinta. Wajahnya yang tampan, jika Rendy di lepas sendiri pasti sudah banyak wanita yang menjerit menempel padanya. Terlebih lagi dia putra dari keluarga Chandra yang sangat disegani oleh orang - orang.
Apakah kisah ini akan berbeda dari masa lalu? Hatiku selalu berdebar - debar saat bersamanya. Bohong jika aku bilang, aku tidak menyukainya lagi. Atau aku yang cepat jatuh cinta? Ucap Linda dalam hati yang masih menatap Rendy yang mulai salah tingkah.
"Linda.. Jangan menatapku seperti itu.."
"Rendy.. Kenapa kita berada di kamar yang berbeda?" tanya Linda mengelus pipi Rendy yang samar - samar mulai muncul warna merah.
"Apa maksudnya? Linda. Aku tidak akan bisa menahan diri kalau kita satu kamar, aku ini laki - laki. Kamu paham kan?" jawab Rendy menelan ludah tatkala jemari ramping itu mulai turun ke lehernya. Ada apa ini? Tadi nangis sekarang begini. Ini sangat bahaya.
"Apa aku tidak semenarik itu?" tanya Linda yang tangannya kembali merangkul leher Rendy.
"Sayang.. Kamu ini kenapa? Kenapa tanya seperti itu?" tanya Rendy menahan nafasnya.
"Apa Diana lebih cantik dan menarik Rendy? Apa aku tidak cantik sampai kamu pun gak mau tidur sama aku." ujar Linda dengan nada sendu.
"Eh? Linda kamu sangat cantik dimataku." kata Rendy dengan nada serius.
"Lalu kenapa kamu gak sentuh aku? Aku tau Diana jauh lebih menarik kan daripada aku yang biasa ini." ucap Linda menarik turun blazzernya menampilkan bahunya yang mulus.
Rendy menarik kembali blazzer itu menutup bahu Linda yang terekpos. "Linda aku mohon jangan begini, jangan memancingku seperti ini. Kalau aku memakan umpannya, aku gak akan bisa berhenti walau kamu tiba - tiba menolak." kata Rendy berusaha menahan diri untuk tidak membawa gadis ini ke ranjang.
Linda tersenyum sangat manis, "Kalau begitu makan umpannya dan jangan berhenti, Rendy."
Rendy menghela nafasnya, dia berusaha menahan diri namun Linda sangat menggoda akal sehatnya. Dia menutup mata sejenak dan membukanya lagi. Rendy sedikit bangun menarik pinggang ramping Linda agar tubuh itu menempel padanya.
"Kamu yakin dengan ini?" tanya Rendy menatap dalam irish caramel di hadapannya.
Linda memiringkan kepalanya, mengunci bibir Rendy sebagai jawaban. Pemuda itu bangun mengangkat tubuh Linda tanpa melepas ciuman mereka. Menutup pintu balkon, dan melempar halus tubuh gadis itu di atas ranjang yang empuk tanpa melepasnya.
Rendy melepas ciuman mereka. Dia menindih tubuh Linda dan berkata sekali lagi, "Linda.. Kamu yakin? Aku gak akan berhenti walau kamu menangis nanti." ucap Rendy menatap irish caramel gadisnya.
"Rendy...please..."
"Oh.. Shit !!"