NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Wira membawa Dinda menyusuri jalan menuju vila tempat dia dan teman-temannya menginap dengan motornya. Seandainya Dinda tahu, motor sport yang ditumpanginya saat ini adalah hadiah dari Arlo untuk Wira. Wira rela menukar Dinda pada saat itu.

Tanpa Wira sadari, Bima membuntuti dari belakang. Bima terus menjaga jarak. Bima tidak ingin gerak geriknya ketahuan Wira yang akan membahayakan Dinda.

Wira memarkirkan motornya di depan vila. Dinda turun dari motor dan memandangi vila yang sepi. Wira bilang dia akan mengambil tasnya. Wira juga mengajak Dinda masuk ke dalam. Dinda masuk ke dalam vila dan duduk di ruang tamu.

Dinda membisukan volume ponselnya yang ada di dalam tas. Dinda menghubungi Bima. Dinda membiarkan ponselnya di dalam tas menyala. Bima yang menunggu di luar vila, waspada.

Wira keluar dari sebuah kamar dengan membawa tas ransel. Wira meminta Dinda menunggu sebentar karena Wira sedang menunggu teman-temannya.

Wira kemudian masuk lagi ke dalam dan keluar membawa minuman dingin dan juga cemilan. Wira menaruhnya di atas meja.

Untuk memecahkan kecanggungan, Dinda sengaja bertanya kepada Wira apa yang terjadi kepada Dinda sebelumnya. Dinda berasal dari mana.

Sebelum Wira menjawab, Wira balik bertanya. Apa yang membuat Dinda tidak mengingatnya. Apakah Dinda mengalami sesuatu.

Dinda hanya menjawab dia ditemukan di laut oleh para nelayan. Sejak saat itu Dinda kehilangan memori ingatannya.

Wira menghela napas lega. Wira ingat pada saat kejadian, ombak di sungai sangat tinggi, arus sungai juga sangat deras. Wira yakin Dinda tidak akan selamat. Suatu keberuntungan Dinda sekarang masih hidup.

Wira mulai merangkai sebuah kebohongan. Wira bilang, Dinda yang mereka kenal sebagai Rani tinggal bersama mereka di kota Agate. Dinda anak yatim piatu. Sejak kedua orang tuanya meninggal, Dinda tinggal bersama orang tuanya.

Mereka memperlakukan Dinda seperti anak kandung sendiri, begitu juga dengan Wira menganggapnya sebagai adik kesayangan.

Dinda kemudian berubah setelah mengenal seseorang dan menjalin hubungan cinta dengan seorang cowok. Cowok itu membuat Dinda suka keluyuran. Dinda yang dulunya patuh, pintar kini suka memberontak.

Dinda suka keluar malam. Dinda bahkan mencuri uang. Kedua orang tua Wira khawatir jika Dinda salah pergaulan. Mereka memanggil Dinda dan dengan perlahan menasihati Dinda agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Bukannya berterima kasih karena kedua orang tuanya perhatian, Dinda malah menuduh mereka mengekang kebebasannya. Sejak hari itu, Dinda pergi dari rumah.

Entah apa yang terjadi, Dinda tidak kunjung pulang. Wira dan kedua orang tuanya terus mencari Dinda. Dinda hilang bak ditelan bumi. Mereka juga melaporkan kehilangan Dinda ke kantor polisi.

Karena hilangnya Dinda, kedua orang tuanya kini sakit-sakitan. Wira bingung memikirkan biaya pengobatan kedua orang tuanya. Dinda membawa lari uang dan perhiasan ibunya.

Wira yang tadinya ramah dan sopan, kini wajahnya berubah menjadi merah. Wira dengan penuh emosi menatap Dinda. Dia menghampiri Dinda dan mencengkram kerah baju Dinda.

"Gara-gara lu! Semua gara-gara lu!" Wira mendekatkan wajahnya.

Dinda memejamkan mata dan mencoba berontak. Tanpa Dinda duga, Wira dengan kejamnya melayangkan tamparan ke wajah Dinda. Dinda berteriak minta tolong.

Wira membungkam mulut Dinda. Wira mulai kehilangan akal sehat. Wira mengeluarkan kata-kata kasar dan teriak di depan wajah Dinda. Wira tidak ingin lagi bertemu dengan Dinda. Wira memukul kepala Dinda dengan vas bunga yang ada di atas meja.

Dinda kekurangan oksigen karena begitu kuatnya bekapan Wira. Dinda juga merasakan kepalanya perih dan berlumuran darah. Sebelum tidak sadarkan diri, Dinda melihat Wira yang tersenyum menyeringai menatapnya.

Bima yang mendengar Wira berteriak, langsung menuju vila. Bima juga mendengar teriakan minta tolong Dinda. Setelah sampai di depan vila, Bima langsung masuk ke dalam vila.

Betapa terkejutnya Bima saat melihat Dinda sudah tidak sadarkan diri. Bima juga melihat darah yang mengucur di kening Dinda.

Bima menarik lengan Wira dan menendangnya. Wira jatuh terjengkang.

Bima duduk di atas perut Wira dan bertubi-tubi menghujani wajah Wira dengan pukulan. Wira tidak berdaya. Wira belum siap mendapatkan serangan. Wira berhasil ditaklukkan Bima.

Bima mengingat Dinda. Bima berdiri meninggalkan Wira yang sudah tidak ada pergerakan. Bima menyibak rambut Dinda dan memanggil namanya. Tidak ada respon.

Bima melihat ada selendang yang tergantung di belakang pintu vila. Bima mengambilnya. Bima kemudian mengangkat Dinda buru-buru keluar dari vila Wira.

Perlahan Bima mendudukkan Dinda di atas motor. Dinda dalam posisi tidak sadarkan diri, kepalanya bersandar di pundak Bima.

Bima menahan agar Dinda tidak terjatuh dari motor. Bima kemudian memasang selendang itu ke pinggang Dinda dan mengikatnya ke pinggang Bima.

Bima melaju menuju rumah sakit. Bima sambil memegangi Dinda dengan satu tangannya. Bima berharap luka di kening Dinda tidak parah.

Tibalah Bima di depan rumah sakit. Bima perlahan membuka ikatan selendang dan mengangkat Dinda ke ruangan UGD. Bima menunggu di depan ruangan UGD. Bima menelpon Dokter Ardalan.

Om Ardalan tidak menjawab telepon, Bima sendiri menunggu Dinda di depan ruangan UGD. Seorang perawat memanggil Bima untuk ke ruangan administrasi.

Dinda perlahan membuka mata. Dinda melihat dokter yang berdiri di sampingnya. Dinda bingung mengapa dia bisa berada di rumah sakit.

"Halo, saya Dokter Irwan. Kepalanya kenapa Dek?" tanya Dokter.

"Hmmm, saya lupa Dok," jawab Dinda sambil memegangi kepalanya.

"Untung lukanya tidak terlalu parah. Lain kali lebih berhati-hati. Saya sudah meresepkan obat, minum sesuai anjuran," kata Dokter.

Dinda mengucapkan terima kasih. Dinda duduk di tempat tidur. Dinda mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.

"Dinda, bagaimana keadaanmu?" Bima datang membawa bungkusan obat.

"Kamu yang membawaku?" tanya Dinda.

Bima mengangguk. Bima mendengar semua yang Wira ucapkan dari telepon. Untung Dinda saat itu menghubunginya. Bima sudah membuat perhitungan pada Wira. Wira babak belur sampai pingsan.

Dinda meneteskan air mata. Dari cerita Wira, Dinda dapat mengambil kesimpulan. Dinda orang yang jahat. Dinda orang yang tidak bisa balas budi. Karena Dinda, orang tua Wira masuk rumah sakit. Wira tidak salah sepenuhnya.

"Kata Wira, aku berubah gara-gara cowok. Apa itu kamu?" Dinda memandangi wajah Bima.

"Bukan aku orangnya," jawab Bima.

Bima memberitahu Dinda bagaimana pertemuan mereka. Saat bertemu dengan Dinda, kondisi Dinda pada saat itu seperti orang mabuk. Dinda meminta tolong agar dibawa pergi.

Dan pada saat itu Bima melihat dua orang cowok mengejar Dinda. Salah seorang dari cowok itu mengejar mereka. Bima masih ingat wajah cowok itu. Dia bukan Wira.

"Dinda, kamu jangan sepenuhnya percaya apa yang dikatakan Wira. Yang pasti, kamu sekarang dalam bahaya. Untuk sementara, kamu harus menghindari Wira," ucap Bima.

Untuk saat ini, Dinda tidak tahu harus percaya sama siapa. Dinda harus berusaha agar memori ingatannya kembali. Dan yang paling penting, Dinda harus menghindari Wira.

Bima dan Dinda meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan Dinda hanya diam. Bima sesekali melirik Dinda dari balik kaca spion. Perhatian Bima kini teralihkan pada mobil sport yang ada di belakangnya.

"Dinda, gawat. Kita dalam bahaya!" Teriak Bima dari balik helmnya.

Dinda kaget, sontak melihat ke sekelilingnya. Dinda memperhatikan mobil sport yang ada di belakang mereka. Dinda memperhatikan penumpang yang ada di sana. Dan salah satunya adalah Wira.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
Al!f
pilih lari
Al!f
waduh 😱
Na!
kok bisa ingat ya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!