NovelToon NovelToon
KATAKAN CINTA

KATAKAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Orang bilang, cinta masa SMA itu, adalah cinta monyet? Aku rasa iya. Tapi ini berbeda, sejak mengenal gadis cantik bernama Cinta Alisya, disitulah aku sadar, kalau ini lebih dari sekedar cinta monyet. Aku Rangga 18th. Aku akan berjuang demi Cinta, untuk sebuah ungkapan... KATAKAN CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Belum Usai

Suara peluit melengking dari tiga orang sekuriti SMA Garuda Bangsa memecah ketegangan di taman belakang sekolah. Nicholas masih terduduk di tanah, memegangi rahangnya yang berdarah dengan tatapan mata yang dipenuhi dendam kesumat. Sementara itu, beberapa murid di koridor lantai dua mulai berteriak heboh, menunjuk-nunjuk ke arah taman bawah.

"Rangga, sekuriti datang! Kita harus pergi sekarang!" seru Cinta panik, suaranya bergetar hebat saat melihat tiga pria berbadan tegap berlari ke arah mereka.

Tanpa membuang waktu, Rangga mempererat genggaman tangannya pada jemari Cinta. "Ikut gue, Cin. Percaya sama gue!"

Mereka berdua berlari kencang memotong jalur taman, melewati koridor samping laboratorium, dan langsung menuju ke arah pagar kawat yang sempat renggang. Rangga membantu Cinta melewati celah pagar terlebih dahulu dengan hati-hati agar seragamnya tidak tersangkut, sebelum dia sendiri melompat keluar dengan tangkas. Begitu kaki mereka memijak aspal jalan luar sekolah, Rangga segera menuntun Cinta menuju tempat si Vega terparkir.

Rangga naik ke atas jok, memasukkan kunci kontak, dan menghentakkan kakinya ke tuas sela dengan satu gerakan mantap. Berkat servis total dari Mang Ojak hari Sabtu kemarin, si Vega langsung menderu keras dengan suara bass yang padat tanpa ada drama mogok sama sekali.

"Naik, Cin! Cepet!" perintah Rangga.

Cinta langsung naik ke jok belakang, tepat saat tiga sekuriti berlari keluar dari gerbang samping sekolah. Rangga langsung menarik tuas gas sedalam-dalamnya. Vega melesat kencang, meninggalkan kepulan asap tipis dan teriakan kesal para petugas keamanan yang tertinggal di belakang. Motor butut itu membelah jalanan Jakarta dengan kecepatan penuh, ber zig zag di antara himpitan mobil-mobil mewah yang memadati kawasan bisnis.

Setelah merasa situasi sudah cukup aman dan jauh dari area SMA Garuda Bangsa, Rangga perlahan menurunkan kecepatan motornya. Di atas motor yang sedang berjalan santai, suasana mendadak berubah menjadi sangat emosional. Keheningan di antara mereka pecah saat Rangga merasakan sepasang tangan lembut Cinta perlahan melingkar di pinggangnya, memeluknya dengan sangat erat dari belakang.

Bahunya perlahan terasa basah. Cinta menyandarkan kepalanya di punggung Rangga, meluapkan seluruh rasa takut, tekanan, dan kerinduan yang selama ini dia pendam sendirian di dalam dadanya. Isak tangis gadis itu terdengar lirih di sela-sela deru mesin Vega. Rangga tidak bersuara. Dia hanya bisa mengusap pelan tangan Cinta yang melingkar di perutnya dengan tangan kiri, mencoba menyalurkan rasa aman yang selama ini hilang dari hidup gadis itu.

Rangga membawa Cinta ke sebuah taman kota yang cukup sepi dan rimbun, tempat yang dulu sering mereka datangi sepulang sekolah saat masih bersama di SMA Bina Karya. Mereka duduk berdua di sebuah bangku panjang di bawah pohon soga yang rindang. Rangga menyerahkan sebotol air mineral yang baru dibelinya di warung seberang jalan kepada Cinta.

"Minum dulu, Cin. Biar agak tenang," ucap Rangga lembut.

Cinta menerima botol tersebut, meminumnya sedikit, lalu mengusap sisa air mata di pipinya. Dia menatap Rangga dengan pandangan yang dipenuhi rasa bersalah. "Rangga... maafin aku ya. Gara-gara aku, kamu jadi nekat datang ke sana dan mukul Nicholas. Aku bener-bener takut kamu kenapa-kenapa setelah ini."

Rangga tersenyum tipis, menatap lurus ke depan. "Gue yang harusnya minta maaf, Cin. Kemarin di kafe, gue sempat mikir kalau lu udah berubah karena masuk sekolah elite. Gue sempat egois dan mikir lu malu kenal sama gue. Padahal, lu lagi ngadepi masalah yang jauh lebih berat."

Cinta menunduk, jemarinya memilin botol plastik di pangkuannya. "Nicholas itu licik, Rangga. Perusahaan Papanya adalah investor tunggal buat proyek baru Papa aku. Nicholas tahu kalau aku selalu dapet tekanan dari Papa untuk bersikap baik sama dia. Makanya, di sekolah baru, dia selalu manfaatin hal itu buat maksa aku nuruti kemauannya. Kalau aku nolak, dia ngancam bakal bikin Papa aku bangkrut."

"Terus, kenapa dia bawa-bawa nama SMA Bina Karya kemarin?" tanya Rangga, rahangnya kembali mengeras saat mengingat ucapan Nicholas.

"Nicholas tahu cerita tentang kita dari data sekolah lama aku. Dia sengaja ngancam kalau aku masih berhubungan sama kamu atau anak-anak Bina Karya, dia bisa pakai pengaruh Papanya yang kenal sama orang dinas pendidikan untuk mempersulit izin akreditasi sekolah kita yang lama. Aku gak mau egois, Ngga. Aku gak mau masa depan teman-teman kita hancur cuma karena aku," jelas Cinta dengan suara yang kembali bergetar.

Mendengar hal itu, Rangga akhirnya paham sepenuhnya. Cinta bersikap dingin kemarin bukan karena silau akan harta, melainkan demi melindungi dirinya dan nama baik sekolah mereka. Rasa kagum dan sayang Rangga kepada gadis di sampingnya ini justru semakin bertambah berkali-kali lipat.

"Cin, dengerin gue," kata Rangga, memutar tubuhnya agar bisa menatap mata Cinta secara langsung. "Mulai hari ini, lu jangan pernah ngerasa sendirian lagi. Tembok kasta mereka mungkin tinggi, tapi nyali gue jauh lebih besar dari itu. Gue gak akan biarkan Nicholas atau siapa pun gunain cara kotor ini lagi buat nekan lu."

Cinta menatap mata Rangga yang memancarkan keteguhan luar biasa. Secercah harapan yang sempat mati di dalam hatinya kini perlahan menyala kembali. Namun, momen haru itu tidak bertahan lama karena hari sudah beranjak sore, dan Cinta harus segera pulang sebelum Papanya curiga.

Setelah mengantar Cinta sampai di gang dekat rumahnya secara sembunyi-sembunyi, Rangga mengendarai Vega menuju warung kopi Mak Iyoh. Dia berniat untuk menenangkan pikirannya. Namun, begitu motornya baru saja berhenti di depan warung, dia dikejutkan oleh kehadiran Aldi yang sudah berdiri di pinggir jalan dengan wajah yang sangat panik—sebuah ekspresi yang sangat langka berada di wajah sahabat badungnya itu.

"Rangga! Celaka, Ngga! Lu dari mana aja sih baru kelihatan?!" teriak Aldi langsung menyambar kaos seragam Rangga bahkan sebelum Rangga sempat turun dari motor.

"Santai, Al! Ada apa sih? Muka lu kayak habis dikejar denda motor," sahut Rangga heran.

"Ini lebih parah dari denda motor, Bego! Lu buka grup WhatsApp sekolah sekarang juga! Cepat!" desak Aldi dengan tangan gemetar.

Rangga mengerutkan dahi, merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya. Begitu dia membuka aplikasi pesan singkat, ribuan notifikasi langsung membanjiri layarnya. Di grup angkatan SMA Bina Karya, sebuah kiriman video menjadi pusat perhatian utama. Rangga menekan tombol putar pada video tersebut.

Jantung Rangga seketika berhenti berdetak sejenak. Video itu adalah rekaman kejadian di taman belakang SMA Garuda Bangsa siang tadi. Di dalam video berdurasi tiga puluh detik itu, terlihat sangat jelas adegan di mana Rangga yang mengenakan seragam SMA Bina Karya menarik kerah baju Nicholas dan melayangkan pukulan telak hingga Nicholas tersungkur. Video itu diambil dari sudut lantai dua dan kini sudah ditonton oleh ratusan siswa, bahkan sudah menyebar ke platform media sosial luar dengan judul yang sangat menyudutkan: *'Anak Sekolah Pinggiran Lakukan Penganiayaan di Lingkungan SMA Garuda Bangsa'*.

"Video ini udah viral, Ngga. Anak-anak Garuda Bangsa gak terima ketua OSIS mereka dipukul. Mereka nge-framing lu sebagai pelaku kriminal yang menyusup ke sekolah orang," kata Aldi dengan nada suara yang merendah, dipenuhi rasa khawatir.

Belum sempat Rangga mencerna keterkejutannya atas video tersebut, ponsel di tangannya mendadak bergetar hebat. Sebuah panggilan telepon masuk dari nomor yang sangat formal. Layarnya menampilkan nama: Wali Kelas - Bu Lastri.

Rangga menelan ludah, lalu menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Halo, Assalamualaikum, Bu..."

"Rangga! Kamu ada di mana sekarang?!" suara Bu Lastri dari seberang telepon tidak lagi melengking galak seperti biasanya, melainkan terdengar sangat panik dan dipenuhi tekanan berat. "Besok pagi-pagi sekali, jam tujuh tepat, kamu dan orang tua kamu harus datang ke ruang Kepala Sekolah!"

"Ada apa ya, Bu?" tanya Rangga, mencoba tetap tenang meski keringat dingin mulai keluar di tengkuknya.

"Pihak keluarga Nicholas dan kuasa hukum dari SMA Garuda Bangsa baru saja mengirimkan tuntutan resmi ke sekolah kita! Mereka menuntut kamu dikeluarkan secara tidak hormat dari sekolah atas tindakan penganiayaan berat! Kalau sekolah tidak mengambil tindakan tegas memecat kamu besok pagi, mereka mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum dan melaporkan kamu ke polsek malam ini juga! Kepala Sekolah sangat tertekan, Rangga!" cerocos Bu Lastri panjang lebar sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon.

Tangan Rangga perlahan turun, menggenggam ponselnya dengan lemas. Kamar kepala sekolah besok pagi akan menjadi medan penghakiman baginya. Tembok kekuasaan Nicholas kini benar-benar runtuh menimpa dirinya, mengancam masa depannya, dan mempertaruhkan statusnya sebagai siswa.

Aldi yang mendengarkan percakapan itu dari dekat langsung menepuk pundak Rangga dengan keras. "Gimana, Ngga? Apa kata Bu Lastri? Lu mau di-DO?"

Rangga terdiam beberapa detik, menatap seragam putih-abu-abunya yang kini sedikit kotor terkena noda minyak dan keringat setelah pertarungan siang tadi. Alih-alih ketakutan, seulas senyuman tipis yang penuh dengan keteguhan justru muncul di wajahnya. Rasa takutnya kalah telak oleh rasa puas karena telah berhasil melindungi kehormatan Cinta Alisya.

Rangga mendongak, menatap mata Aldi dengan pandangan yang tajam dan tidak goyah sedikit pun. "Mereka pikir mereka bisa hancurin gue cuma pakai secarik surat tuntutan dan kekuasaan uang, Al. Gue gak nyesal sedikit pun udah mukul Nicholas siang tadi. Kalau waktunya diputar ulang, gue bakal pukul dia lebih keras lagi."

Rangga menghidupkan kembali mesin Vega-nya, deru suaranya yang gahar seolah ikut membakar semangatnya yang sempat meredup. "Gue bakal datang besok pagi ke ruang kepala sekolah. Gue bakal hadapi badai ini dengan kepala tegak. Kalau mereka mau main kotor, gue bakal tunjukin gimana cara anak Bina Karya bertahan di tengah badai!"

Tepat saat Rangga mengucapkan kalimat itu, sebuah pesan teks singkat kembali masuk ke ponselnya dari nomor tidak dikenal. Namun, kali ini isinya bukan dari Cinta, melainkan dari nomor asing yang mengirimkan sebuah kalimat ancaman yang sangat dingin.

+62813-9988-xxxx:**

Datang besok pagi ke sekolah lu dengan baju bebas, Rangga. Karena itu bakal jadi hari terakhir lu punya status sebagai pelajar. Nikmati sisa malam ini sebelum lu berakhir di sel tahanan.

Rangga menatap pesan itu tanpa ekspresi, lalu memasukkan ponselnya kembali ke kantong. Skenario terburuk kini sudah berada tepat di depan matanya. Masa depannya di ujung tanduk, hukum dan kekuasaan uang siap melumatnya besok pagi. Namun, perang ini sudah terlanjur basah, dan Rangga tidak akan pernah berjalan mundur lagi demi kata cinta yang sesungguhnya.

1
Kam1la
kabur, Rangga!
Kam1la
berjiwa besar. si Tasya ya...
Kam1la
keren aksinya Cinta👍😍
Kam1la
👍👍
Kam1la
aksi penyelamatan yang keren...
Kam1la
nah, kan ada pernyataan maaf
Kam1la
keren...💪 tetap semangat Rangga, meski diremehkan
Kam1la
Aldi, ada selera humor juga
Kam1la: siap...👍
total 2 replies
Kam1la
seru....! Pernikahan 2 Rahasia, hadir kak....
Lalat Mu
Ceritanya seru kak, semangat nulisnya ya! /Good/
Raden Saleh: Terimakasih atas partisipasinya, semoga terhibur, dan aku semangat lagi menulis, insya Allah lebih seru lagi 😍
total 1 replies
Kim Borahae
ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen.. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Hey//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!