NovelToon NovelToon
Ketulusan Suami Pengganti

Ketulusan Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: nur danovar

Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.

Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.

Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6 Satu Atap Lain Kamar

"Semangat my son! taklukkan hati Aurora dapatkan cintanya" kata papa Gunanto.

"Pa jangan berekspektasi berlebihan soal pernikahanku dan Rora"

"Cinta itu ada karena biasa Max" tambah mama.

"Tapi nyatanya selama ini meski terbiasa dengan ku tapi Rora tidak mencintaiku ma"

"Pesimis sekali kakak ku ini! tenang nanti pasti Aurora jatuh cinta pada kakak ku yang tampan mirip aktor drama China ini!" kata Catherine sembari menahan tawa.

Maxime mencubit pipi adiknya dengan gemas . ia senang mendapat support dari semua anggota keluarganya untuk memulai rumah tangga dengan Aurora.

"Jemput dia Max ajak baik-baik ke rumah baru kalian" kata papa.

"Oke pa" Maxime bangkit dari duduknya ia melangkah menuju mobil.

Entah kenapa Maxime sedikit nervous, dulu ia sering datang ke rumah keluarga Antoro karena bersahabat dengan Aurora dan sekarang ia datang sebagai suami Aurora. takdir memang aneh sesuatu yang tidak terduga justru datang menghampiri tanpa di upayakan. melihat Aurora akan menikah dengan Andre, Max pikir ia sudah tidak mungkin punya kesempatan tapi nyatanya justru dirinyalah yang duduk bersanding di pelaminan dengan Aurora.

Mobil Max tiba di halaman rumah orang tua Aurora. ia berjala penuh percaya diri menghampiri orang tua Aurora yang sekarang menjadi mertuanya.

"Siang om tante"

"Kok masih om tante, papa dan mama dong" kata om Antoro sembari merangkul bahu maxime.

Maxime tersenyum malu-malu ia mengangguk dan mengulangi panggilan pada orang tua Aurora.

"Papa dan mama selamat siang"

Semua tertawa rupanya bukan hanya Max yang merasa lucu. papa dan mama Antoro juga geli sendiri.

"Aurora ada di kamarnya sedang berkemas coba kau lihat" kata papa.

"Iya pa, saya permisi dulu ya"

Maxime menaiki anak tangga menuju kamar Aurora. pintu kamar terbuka lebar terlihat koper besar berjajar di dekat ranjang. kamar Aurora juga sudah nyaris kosong. barang-barang kesayangannya dan barang keperluan sehari-hari susah masuk kedalam koper.

"Hai" Maxime melangkah mendekati Aurora mengusap lembut kepala Aurora seperti yang selalu ia lakukan selama menjadi sahabat Aurora.

"Hai, aku sudah berkemas" kata Aurora yang berusaha ceria di hadapan Maxime.

"Iya aku tahu, Rora apa kau siap tinggal satu atap dengan ku? jika kau perlu waktu maka aku tidak memaksa mu asal kau nyaman. aku tidak masalah setiap hari kemari melihat mu"

Aurora tersenyum ia melingkarkan lengannya di pinggang Maxime. aroma parfum Maxime yang selalu Aurora suka. ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Maxime yang tertutup kemeja putih dan jas hitam.

"Aku akan ikut dengan mu" kata Rora mantab.

Maxime tersenyum senang, setidaknya ia sudah melihat jika Aurora juga berusaha menghargai pernikahan mereka.

"Baiklah aku akan angkat kopernya ke mobil"

Aurora mengangguk, sebelum pergi ia menatap kamarnya lebih dulu. fotonya dengan Andre sudah ia bereskan dan buang. meski rasanya sakit di hati tapi Aurora akan belajar melupakan Andre. hanya saja ia masih tidak menyangka kenapa Andre tega kepadanya.

Aurora berjalan mengikuti Maxime. keduanya berpamitan pada papa dan mama Antoro lalu pergi ke rumah baru yang sudah Maxime beli untuk mereka tinggal berdua.

Dalam perjalan menuju rumah baru keduanya hanya saling diam. tidak tahu harus bicara atau mengobrol apa. tidak segacor biasanya jika bertemu sebagai sahabat, mereka akan membahas urusan A sampai Z tanpa henti. tertawa terbahak, saling ejek satu sama lain tak jarang Aurora cemberut ketika mendengar Maxime jalan dengan wanita baru lagi.

Saat ini mobil serasa sepi keduanya belum tertarik untuk memulai obrolan lagi.

Rumah baru yang di beli Maxime sungguh mewah dan luas. pagarnya mengelilingi rumah tinggi menjulang dan ada pos kemananan khusus di bagian depan. halamannya luas ada yang masih kosong sepertinya Max sengaja menyediakannya untuk Aurora berkebun. Rora hobi berkebun, menanam bunga atau tanaman buah-buahan.

"Indah sekali rumah ini Max?" tanya Rora.

"Kau suka?"

"Sangat suka"

Rora memandang Maxime lalu tersenyum. mereka melangkah bersisian memasuki rumah.

"Oh ya kamar kita bersebelahan ada di lantai dua, itu dapur bersih dan dapur kotor terpisah aku tahu kau hobi memasak" kata Maxime.

Aurora terdiam ia sedang berpikir rupanya Maxime belum bisa menerimanya karena buktinya kamar mereka terpisah.

"Aku setuju, oh ya apa ada Asisten rumah tangga?"

"Tentu saja ada Wisnu sedang cari yang tepat"

"Rora aku harus kembali ke kantor jangan cemas Catherine akan kemari menemani mu dulu sembari beberes"

Lebih tepatnya Maxime mencoba menghindari Aurora. entah kenapa sekarang saat dekat dengan Rora jantungnya mulai berdebar tidak karuan. ia juga jadi malu-malu seperti orang bodoh.

1
StAr 1086
mampir... kayaknya seru cinta segitiga...
Dew666
💄💄💄💄
Dew666
💝💝💝
Dew666
☀️☀️☀️
Dew666
😍😍😍😍
Dew666
💃💃💃
Dew666
💄💄💄
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!