NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 5 Izin, Khawatir, dan Kasih Sayang

[Ruang Kelas Alvaro - Pukul 15.00 WIB]

Bel pulang sekolah pun berbunyi

Kringggg!

Kringgg kringggg

"Ok anak-anak jam pulang sudah berbunyi kalian bisa membereskan peralatan belajar sekarang, sekolah selesai langsung pulang ya anak-anak dan jangan lupa pekerjaan rumahnya di kerjakan untuk pembelajaran besok" ucap guru tersebut karena sudah waktunya untuk pulang.

"Baik bu" jawab mereka semua serentak

"Aduh akhirnya selesai juga" ujar Arvin.

"Iya akhirnya selesai juga capek aku tuh" jawab Elena.

"Sama Len apalagi otakku dah gak berfungsi lagi ini beku udahan" ucap Arvin lagi.

"Iya males banget di tambah capek juga" jawab Clara dengan nada yang sangat lemas dan letih

"Ayo Var ke parkiran mesti udah di tunggu sama Elvano sama yang lain" ujar Alan.

"Oh iya aku hampir lupa, ayo guys kalian bawa montor?" tanya Alvaro

"Iya Var kita bawa montor" jawab Ervon dan di angguki oleh yang lain.

Setelah pembicaraan yang cukup panjang tersebut itu, mereka pun berjalan menuju ke arah parkiran sekolah yang sudah ada Elvano dan teman-temannya.

"Kok lama sih Var udah mulai sore gini loh" ucap dengan nada khawatirnya Elvano.

"Ya maaf Van kitakan keasikan ngobrol" jawab Alvaro.

"Iya Van sorry kita keasikan ngobrol tadi" ujar Ervon.

"Ok kali ini aku maafin, tapi jangan ulangi lagi aku khawatir sama kalian semua terutama Varo, apalagi kita terutama gw belum tau siapa yang mau ngincar Varo apalagi gw juga gak tau di berbahaya atau enggak dan juga karena kejadian tadi siang jugakan" jelas Elvano.

"Kita paham Van, sekali lagi sorry ya Van" ucap Alan.

"Sudah-sudah ayo kita pulang keburu kesorean ini nanti sampai rumah dan sekolah juga sudah mulai sepi ini" ujar Vian.

Dan semuanya pun mengangguk dan menaiki kendaraannya masing-masing.

Sore itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, dua belas orang dengan kepribadian yang berbeda-beda mulai dari yang dingin seperti Elvano, cuek seperti Darren, hingga yang ceria seperti Ervon dan Alvaro berjalan bersama keluar gerbang sekolah. Mereka bukan sekadar teman satu sekolah, melainkan sebuah keluarga yang akan saling menjaga satu sama lain dan tak akan pernah terpisahkan.

Setelah mereka semua keluar dari gerbang sekolah ada seseorang yang dari tadi melihat pembicaraan mereka dari arah koridor sekolah, tetapi orang tersebut hanya tertuju kepada satu orang yaitu Alvaro Zaidan Alexander dengan senyum menyeringainya dan dengan tangan yang tergenggam erat sampai kuku-kuku di tangannya mulai memutih, ia kesal karena tidak mudah akan untuk membawa Alvaro karena mereka semua selalu ada di sekeliling Alvaro untuk menjaganya.

15 menit kemudian

Mereka berdua pun sudah sampai di area mansion Alexander yang sangat amat luas dan megah itu.

"Assalamualaikum semuanya kami pulang" ujar Alvaro dengan suara yang cukup keras dan tidak lupa dengan senyum cerianya dan Elvani yang berada di belakangnya pun cuma bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah kakak kembarnya.

"Walaikumsalam" ujar mereka yang ada di dalam mansion Alexander terutama sang papah yang baru saja pulang dan kedua abang kembarnya.

"Hey boy jangan teriak nanti tenggorokanmu sakit" peringat sang papah dan Alvaro hanya bisa mengangguk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

"Oh iya uncle Sam kemana kok gak kelihatan" ucap Alvaro.

"Ooh uncle sedang latihan bela diri di belakang mansion" jawab Arlan.

"Aku kesan ya?" ujarnya lagi.

"Gak usah kesana habis ini juga uncle kesini kok karena jam latihannya sudah selesai" ujarnya lagi.

"Selagi kamu nunggu uncle lebih baik kalian ganti baju deh" ucap Erlan

"Ok/Y" jawab mereka berdua serempak.

20 menit kemudian

Mereka berdua pun selesai berganti pakaian pun turun lagi kebawah dan menuju keruang keluarga yang sudah ada sang papah, bang Arlan, kak Erlan dan uncle San yang berdiri di pojok ruang keluarga untuk menjaga sang tuan muda Alvaro.

"Mmm, uncle Sam ayo kekamar" ajak Alvaro.

"Kenala mau kekamar Alva?" tanya sang papah.

"Aku mau ngerjain tugas sekolah pah, tadi ada tugas dari guru pah" jawab Alvaro.

"Oh ya sudah, sana kerjain dulu itu tugasnya nanti malah lupa" ujar sang papah.

"Ayo uncle" ajaknya lagi.

"Ayo Varo, mari tuan besar dan tuan muda" ucap uncle Sam dan mereka hanya mengangguk.

Di kamar Alvaro

"Uncle aku kerjain tugasku dulu ya tapi uncle temenin di kamar" ucap Alvaro.

"Iya Alvaro uncle temenin" ujar uncle Sam.

40 menit kemudian

"Ok sudah selesai semua tugasku" batin Alvaro.

"Uncle Sam" panggil Alvaro.

"Kenapa Varo panggil uncle?" tanya uncle Sam

"Uncle nanti habis makan malam aku ajak ya pergi beli jajanan ringan di alfamart deket mansion" ajak Alvaro.

"Iya Varo nanti uncle temenin, tapi nanti bilang dulu ke tuan besar dan tuan muda" ucapnya.

"Huh harus ya" ujar Alvaro dengan nada malas.

"Iya dong Varo kalau Alva gak izin ke papah dan saudara Alva mereka bakal khawatir sama Alva dan kalau Alva kenapa-kenapa gimana apa lagikan Alva dalam bahaya akhir-akhir ini" jelas uncle Sam memberi pengertian kepada Alvaro.

"Jadi uncle Sam tau aku dalam bahaya alias di incar karena aku mirip mamah" ucapnya dan uncle Sam hanya bisa mengangguk.

"Huh maaf ya uncle karena aku semuanya jadi kayak gini dan aku sering banget ngerepotin yang lain" ujar Alvaro sedih.

"Enggak kok ini semua bukan salah kamu dan kamu itu gak ngerepotin jangan merasa bersalah gitu Alva jangan sedih ya nanti mamah di sana juga ikut sedih" ucap uncle Sam sambil memeluk Alvaro.

"Iya uncle aku sudah gak sedih lagi" ujarnya sambil menghapus air matanya.

"Nanti jadikan uncle temenin kamu buat beli jajanan ringan" ucap uncle Sam untuk mencairkan suasana.

"Iya jadi" jawabnya dengan senyum manisnya.

"Tapi izin dulu ok" ucap uncle Sam lagi.

"Iya nanti aku izin ke papah sama abang, kakak dan Vano supaya mereka mengizinkan ku" jawabnya lagi dan uncle Sam hanya bisa mengangguk dan senyum tipisnya.

Ia sangat tidak sabar untuk keluar dari mansion Alexander meskipun hanya sebentar dan di temani oleh uncle Sam, karena ia sangat jarang keluar dari mansion dan ia masih sangat berjaga-jaga jika ada seseorang yang cukup mencurigakan menurutnya pribadi.

Karena ia juga masih takut dengan kejadia pembullyan yang di lakukan Raka kepadanya meskipun teman-temannya sering melindungi nya dari para pembully itu, tapi bagai mana lagi ia juga tidak sekuat itu untuk melindungi dirinya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!