NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Tunanganku di sini

**Kediaman Keluarga Sinclair**

Mobil sedan hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan teras kediaman utama keluarga Sinclair. Alistair turun terlebih dahulu, diikuti oleh Eleanor. Begitu pintu depan dibuka, Kepala Pelayan menyambut mereka dengan bungkukan hormat.

"Selamat datang kembali, Tuan Muda Alistair, Nona Eleanor," sapa Kepala Pelayan. "Saya ingin menginformasikan bahwa Tuan Muda Liam Parker sudah berada di dalam."

Alistair segera menghentikan langkahnya. Ia menoleh, memandangi wajah adiknya dengan saksama untuk melihat bagaimana reaksi gadis itu. Di novel aslinya, Eleanor biasanya akan langsung merapikan rambut dengan panik atau berteriak histeris kegirangan jika mendengar nama Liam disebut.

Namun, Eleanor berdiri diam tanpa ekspresi tampak sibuk dengan lamunannya sendiri tapi mata yang berbinar penuh rasa ingin tahu. "Ah, tokoh utama pria ada di sini? Apa ini hari dimana dia akan membatalkan pertunangan kami?" batin Eleanor. "Aku sangat penasaran sesempurna apa laki-laki ini sampai Eleanor yang asli cinta mati padanya. Mari kita lihat apakah dia setampan deskripsi di novel."

Tanpa memedulikan Alistair yang masih berdiri menunggunya, Eleanor langsung berlari masuk ke dalam rumah. Ia melewati koridor panjang menuju ruang keluarga yang luas. Begitu sampai di ambang pintu ruang keluarga, langkah Eleanor terhenti seketika.

Di sana, di sofa kulit berwarna putih, duduk seorang pria muda dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku. Dia adalah Liam Parker. Di sampingnya, kedua orang tua kandung Eleanor, Gideon dan Evangeline, sedang duduk sambil menyesap teh sore mereka.

Eleanor terpaku. Matanya menyisir sosok Liam dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Ah, jadi ini tunanganku... OMG, lihatlah wajahnya yang tampan itu... Matanya tajam, alisnya tebal, garis rahangnya tegas, dan bibirnya seksi... Tubuhnya... Bahunya yang lebar, tangannya yang besar, jarinya yang panjang, kakinya juga tampak kuat... Aku yakin perutnya pasti six pack, atau jangan-jangan eight pack? Kakiku rasanya lemas. Melihatnya saja bisa membuatku hamil..." pikir Eleanor sambil tanpa sadar menggigit bibir bawahnya.

"Pft!!!"

Bunyi semburan air terdengar serentak. Gideon, Evangeline, dan Liam seketika menyemburkan teh yang baru saja masuk ke mulut mereka. Gideon tersedak hingga wajahnya memerah, begitu juga Evangeline yang hampir menjatuhkan cangkir porselen mahalnya. Liam sendiri mematung dengan sisa teh yang menetes dari bibirnya, matanya menatap Eleanor dengan tatapan yang sulit di artikan. Walaupun ekspresi Liam tetap tampak dingin tapi pipi dan telinganya tampak memerah.

"Suara siapa itu? Bukankah itu suara Eleanor?" pikir Gideon sambil terbatuk-batuk. "Tapi aku tidak melihatnya membuka mulut sama sekali! Apa yang terjadi? Apa suara itu dihasilkan oleh suara perutnya?"

"Suara apa barusan itu? Apa aku sudah gila? Apa aku berhalusinasi?" pikir Evangeline sambil mengelap teh di sekitar mulutnya.

Alistair, yang baru saja tiba di belakang Eleanor, menyaksikan pemandangan kacau itu dengan kebingungan. Ia melihat reaksi ayah, ibu, dan Liam yang identik. "Apa yang baru saja terjadi di sini? Apa Eleanor mengatakan hal yang tidak baik? Atau jangan-jangan mereka juga bisa mendengar suara hati Eleanor sampai terlalu terkejut?" batin Alistair kalut.

Suasana di ruang keluarga mendadak hening dan sangat canggung. Eleanor menoleh ke kiri dan ke kanan, merasa bingung melihat semua orang menatapnya seolah ia baru saja menumbuhkan kepala kedua.

"Kenapa mereka semua diam saja?" Eleanor kembali membatin, membuat semua orang di ruangan itu kembali tersentak. "Bukankah Liam datang kemari karena ingin membatalkan pertunangan? Apa mereka tidak perlu mengucapkan sesuatu padaku? Atau aku yang harus melakukan sesuatu untuk memulai dramanya?"

Gideon tiba-tiba menggebrak meja kayu di depannya dengan keras.

Brak!

"Apa?" teriak Gideon sambil menoleh tajam ke arah Liam. "Apa kamu ingin membatalkan pertunangan dengan putriku?!"

Liam tersentak. Sebenarnya, ia memang memiliki niat untuk membahas pembatalan itu suatu saat nanti, karena dia tidak menyukai Eleanor. Namun, ia tidak berencana melakukannya sekarang karena neneknya, Margot sedang tidak sehat dan bisa jatuh pingsan jika mendengar berita tersebut. Kedatangannya sore ini murni untuk urusan bisnis proyek kerja sama dengan Alistair.

Meskipun baru delapan belas tahun, Liam sudah ikut serta dalam urusan perusahaan Parker Group karena dia akan mewarisi perusahaan yang telah dibesarkan mendiang ayahnya itu. Tentunya hal ini tidak mudah karena ada pamannya yang siap menjegalnya kapan saja.

"Tidak! Tidak, Paman!" sahut Liam cepat sambil mengusap bibirnya dengan tisu. "Saya ke sini untuk urusan bisnis seperti yang sudah saya jelaskan pada kalian tadi. Sama sekali tidak ada niat membahas hal lain."

Liam melirik Alistair seolah meminta bantuan.

"Eh, benarkah?" batin Eleanor lagi. "Bukan untuk pembatalan pertunangan? Hm... Apa aku harus bertindak sesuatu sekarang? Aku kan harus membuatnya membenciku! Pembatalan pertunangan tentunya salah satu tanda dia membenciku kan?"

1
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!