novel baru lagi ,semoga pada suka ya....
Di dunia ini ,banyak yang bilang wajah kita ada yang mirip di beberapa negara dan saat ini hal itu terjadi.
Aulia harus menjadi pengganti untuk menikahi seorang pria yang buta, dia harus menjadi wanita lain dengan paksaan karena wanita itu tak ingin terkurung di dalam sangkar emas bersama pria cacat.
Walaupun Aulia menolak nya, tapi Delia mencari cara untuk menjebak nya sehingga Aulia hanya bisa menerima nya karena keperawanan dan kehidupan dia di negara itu sudah di genggam oleh Delia.
Tapi apa jadi nya kalau akhirnya pria kaya raya itu tidak benar benar buta ? Apa dia akan menjadikan Aulia istri nya selama nya? Atau hanya pengganti saja ?
Yuk.....mulai baca novel ku ,semoga pada suka ya. Makasih 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingkan-Rega (Perjanjian pernikahan)
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Perjanjian pernikahan
- Perjanjian akan berlangsung tanpa ada masa waktu ,kapan saja jika kedua nya sudah tak merasa nyaman maka bisa berpisah dan mengajukan gugatan perceraian.
- Tidak boleh bersentuhan atau berhubungan badan jika tanpa persetujuan dari kedua belah pihak ,jika salah satu melanggar nya maka perjanjian ini tidak akan berlaku lagi.
- Boleh bersikap mesra di hadapan pihak keluarga, jika memang di perlukan.
- Kedua pihak boleh berhubungan dengan lawan jenis yang mereka sukai kapan pun mereka mau
- Tidak boleh ada larangan dari kedua belah pihak mengenai urusan pribadi dan asmara mereka masing masing .
Tertanda pihak pertama : Rega
dan pihak kedua : Pingkan
Pingkan membubuhkan tanda tangan nya di atas kertas itu ,kemudian Rega pun ikut menandatangani nya. Walaupun sebenar nya dia merasa berat dengan keinginan Pingkan, dia ngak mau kalau Pingkan berhubungan dengan pria mana pun selain dia tapi jelas dia tak bisa menolak nya karena dia juga pasti akan berhubungan dengan Sonia.
"Sudah selesai kan ? Aku mau pulang, aku ingin mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah. Maaf kalau akan menghabiskan uang mu " ucap Pingkan dan Rega langsung berdiri, dia menarik tangan Pingkan yang ingin berjalan meninggalkan nya.
"Tunggu.....aku ingin membawa mu melihat restauran yang aku janji kan" ucap Rega membuat mood Pingkan kembali bangkit, tadi nya mood nya sudah sangat buruk sekali saat berhadapan dengan Sonia tapi kini dia merasa senang
"Sekarang ?" tanya Pingkan dengan kedua mata yang membulat sempurna dan bibir yang tersenyum
"Ya....sekarang karena mungkin aku ngak akan sempat lagi membawa mu kesana, mengingat pernikahan kita sudah sangat dekat " ucap Rega dan Pingkan pun mengangguk, dia melingkar kan tangan nya di lengan Rega tanpa canggung sedangkan tubuh Rega sudah menegang apalagi bagian bawah nya . Padahal Pingkan hanya memeluk lengan Rega, walaupun dada nya menempel pada lengan Rega sedikit dan Pingkan tak perduli
"Mas.....mau kemana ?" tanya sonia yang sudah keluar dari kamar dan merengek melihat Rega di gandeng oleh Pingkan, dia ingin mendorong tubuh Pingkan tapi hal itu tak mungkin dia lakukan di depan Rega karena dia ingin menjadi wanita yang baik dan polos di depan Rega
"Kami ada urusan sebentar, kamu tunggu di rumah ya " ucap Rega yang langsung berjalan meninggalkan sonia tanpa melihat ke arah sonia lagi, tapi Pingkan malah menoleh sambil tersenyum mengejek pada sonia yang membuat sonia kesal dan marah
Di mobil ,Pingkan terus tersenyum karena bisa mengejek sonia . Dia jadi ingin membuat Rega menjadi milik nya, dia yakin kalau Sonia bukan wanita yang baik makanya kedua orang tua Rega tidak merestui hubungan kedua nya.
Bukan karena Pingkan menyukai Rega, tapi dia ingin membuat sonia di abaikan dan Rega sadar siapa sonia . Pingkan tak tau bagaimana hubungan Rega dan sonia seperti apa dulu nya ,tapi dia yakin kalau hubungan mereka pasti ada sesuatu nya.
Pingkan bisa memberikan kebaikan pada semua orang ,apalagi nanti nya Rega akan menjadi suami nya. Paling ngak dia akan tinggal bareng dengan Rega dan mungkin mereka bisa menjadi teman yang baik jika perpisahan terjadi ,kini dia terus memikirkan cara untuk membuat Rega sadar siapa sonia .
Pingkan yang sibuk dengan pikiran nya sambil senyum senyum, sedangkan Rega yang sedang menjalankan mobil nya sesekali melirik ke arah Pingkan yang sedari tadi tersenyum. Memperhatikan setiap detail bagian wajah Pingkan yang terlihat begitu menarik ,dia baru menyadari kalau Pingkan ternyata lebih cantik dari sonia .
"Harus nya aku ngak membuat perjanjian pernikahan itu " batin Rega, dia menyesal membuat perjanjian yang merugikan nya .
Mata nya tak lepas dari wajah Pingkan yang cantik, bahkan bibir Pingkan yang sedari tadi tersenyum begitu menggoda nya . Ingin sekali Rega mencium nya, mellumat habis bibir lembut berwarna pink itu. Tapi hal itu tak mungkin dia lakukan, mengingat perjanjian pernikahan yang baru saja dia buat .
"Awaaaass paaaak" teriak Pingkan dengan keras saat mobil Rega hampir saja menabrak mobil yang berhenti didepan nya karena saat ini sedang lampu merah di persimpangan jalan
Untung nya Rega cepat menginjak rem nya,hingga mobil berhenti beberapa centimeter dari mobil didepan nya. Jantung kedua nya sudah berdebar tak menentu, Rega terkejut mendengar suara teriakan dari Pingkan
Braaak
"Aaaaauuuu "
Suara nyaring terdengar jelas di bagian dalam mobil ,kepala Pingkan terjedut dashboard hingga dia berteriak dan meringis karena kening nya yang sakit dan merah . Atau mungkin benjol, tapi kemudian Pingkan memegangi kening nya dengan salah satu tangan nya.
Kedua mata nya melotot melihat darah di tangan nya ,tangan itu yang mengusap kening nya yang tadi kejedut dashboard dan ternyata kening nya terkena ujung kunci nya hingga terluka dan berdarah. Air mata Pingkan mengalir di pipi nya, dia menangis karena merasa perih di kening nya.
Walaupun luka itu kecil, tapi rasa sakit dan perih nya jelas terasa . Rega ikut terkejut, dia pun memberikan tisu pada Pingkan untuk menghapus darah yang keluar dari kening nya untuk sementara.
"Tahan sebentar ya ,ini sudah jalan. Nanti aku obati" ucap Rega dengan pelan dan lembut, dia pun mulai menjalankan mobil nya karena lampu sudah kembali hijau .
Pingkan pun mengambil tisu dari tangan Rega dengan tatapan mata marah nya, bibir nya cemberut membuat Rega tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Pingkan karena dia merasa wajah Pingkan lucu dan membuat nya makin suka .
Tak lama mobil berhenti di pinggir jalan yang tak jauh dari persimpangan tadi ,kemudian dia mendekati Pingkan dan mengambil kotak obat yang ada di dalam dashboard yang di tabrak oleh kening Pingkan.
"Sini aku bersihin dulu darah nya ,kita kasih alkohol lebih dulu ya " ucap Rega dengan pelan ,dia mulai membasahi tisu dengan air alkohol yang ada di dalam botol kemudian menempelkan nya di kening Pingkan membuat Pingkan meringis semakin kuat karena perih.
"Ssshhh......sssttttt....sakit pak ,pelan pelan dong " bentak Pingkan membuat Rega tertawa lepas ,Pingkan langsung melotot dengan cepat karena di tertawa kan
"Bapak pikir ini ngak sakit hah? Malah tertawa ,sini biar aku buat kulit bapak luka . Aku gigit sini sini " ucap Pingkan yang sudah mendekatkan wajah nya semakin dekat dengan wajah Rega, dia ingin menggigit pipi atau hidung Rega sampai luka dan berdarah kemudian dia akan memberikan alkohol seperti yang di lakukan oleh Rega pada nya tapi Rega malah tersenyum dan dengan santai nya mendekatkan wajah nya semakin dekat hingga......
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘