Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#06 Es Durian Kocok
Pagi hari di sambut dengan kicauan burung yang membangunkan sang bintang di sofa nyaman.
" huammmmm!! Baru kali ini aku benar-benar tidur nyenyak! " Ucap nya sambil meregangkan otot-otot nya.
" Sudah bangun? , Mandilah dulu setelah itu ikut kami sarapan. " Ucap Xiarui menggunakan celemek dan membawa soled masak.
Xiarui hari ini benar-benar excited untuk memasak, mungkin karena bayi nya juga senang ayahnya sedang bersama nya.
" Duduk dan makanlah, maaf makanan nya tidak semewah di rumahmu tapi aku jamin higienis karena aku masak sendiri. " Ucap Xiarui sembari meletakan semangkuk nasi di depan A Yan.
" Masakan kakak tidak ada duanya, bahkan restoran saja kalah. Kak A Yan harus coba. " Ucap gadis kecil dengan seragam SMA nya.
" Xiawei jangan berlebihan, masakan dimana pun enak jika dimasak menggunakan perasaan. " Ungkap nya, seketika pandangan A Yan tertuju pada Xiarui yang duduk di depannya.
" Kenapa? tidak enak? . Kalo tidak enak pulang saja beli makanan mu sendiri. " Ucap nya dengan kesal.
Tanpa menjawab A Yan melahap nasi di depan nya dan berganti lauk yang ada di depannya.
" Xiawei, lihat dia seperti Gelandangan yang kelaparan. " Bisik Xiarui.
" Tambah sedikit lagi nasinya, " Sembari menyodorkan mangkuk kecil di tangannya.
" Tuan muda, kau tidak boleh makan banyak karbo nanti tubuhmu gemuk bagaimana karier mu di panggung. " Ucap Xiarui dengan nada mengejek.
Kakak beradik itu tertawa lepas.
" Baiklah satu mangkuk lagi, setelah itu kau bisa pulang. " Sahut lagi Xiarui Sembari mengambilkan semangkuk nasi lagi.
" Aku antar Xiawei ke sekolah dulu, istirahat lah jika tubuhmu masing sakit jangan di paksa untuk mengabdi pada perusahaan kakak! " Ucap A Yan dengan nada dingin tapi sedikit perhatian di dalamnya.
" Baiklah, " Jawabnya sambil mengelus pelan perut nya.
" aku mungkin nanti akan merindukan perhatian mu seperti ini, " Gumam pelan sambil melambaikan tangan pada A Yan dan Xiawei.
...----------------...
2 minggu setelah pertemuan mereka di rumah Xiarui, kini mereka benar-benar tidak pernah bertemu karena kesibukan Masing-masing ya g tidak bisa di ragukan lagi.
Xiarui pun melakukan aktivitas kantor nya seperti biasa tanpa morning sickness bayi itu benar-benar tau jika ibunya tengah berjuang sendirian dan tak ingin menyusahkan nya.
" Fanglei, kau pulang dulu saja. Aku mau ada kegiatan lain Byee! " Ucap Xiarui sembari menaiki taksi.
" Lusa adalah pernikahan Kak Huajin dan Pak Chenghao aku tidak akan ada waktu lagi untuk periksa ke dokter kandungan, mending sekarang saja. " Ucap ny sambil menuju ke rumah sakit umum.
RUMAH SAKIT UMUM SHANGHAI
Dokter sedang mengoles cairan bening ke perutnya dan kemudian mengarahkan alat USG ke perutnya.
" Perkembangan nya sangat bagus, dengar kan detak jantungnya . " Ucap Dokter
Dug.. dug.. dug.. dug... suara detak jantung di layar monitor terdengar jelas. Hingga tanpa sadar Xiarui menitihkan air mata.
USG pun selesai, dokter memberikan sedikit saran dan vitamin untuk kesehatan kandungan Xiarui
" Usia kandungan sudah hampir 2 bulan, perhatikan nutrisi dengan benar, check up bulan selanjutnya . " Ucap dokter
Setelah berterima kasih , Xiarui kemudian pulang ke rumah untuk persiapan besok pergi kerumah besar mengantar Gaun pengantin yang sudah jadi.
...****************...
PAGI HARI NYA
Langkah Xiarui berhenti ketika melihat stand es durian kocok di tepi jalan .
" Ah, aku ingin sekali es durian itu. Aku tau pasti ini kamu yang minta ya nak. makan durian sedikit saja tidak apa apa kan? " Bertanya pada dirinya sendiri kemudian Xiarui tersenyum girang mengantri untuk mendapatkan es durian itu.
Di bawah terik matahari, Xiarui masih menunggu giliran es duriannya di buatkan oleh sang penjual.
Mobil yang tak asing berhenti di depan Xiarui.
" hhhh dia lagi..! " memutar malas bola matanya.
" Sedang apa disini? bukannya kak Huajin menyuruh mu ke rumah besar? " Tanya pria tinggi yang berpakaian serba hitam dan dan menggunakan kacamata yang selaras.
" Tadinya perjalanan kerumah besar tapi sepertinya aku sangat ingin es ini makanya aku mengantre. " Sahutnya dengan santai.
" Kau ini seperti Orang hamil saja. " seketika kedua bola mata Xiarui menatap tajam A Yan.
A Yan terkejut ketika ucapannya menimbulkan reaksi yang berlebih terhadap perempuan di depannya itu.
"Mba, Es nya.. " Memberikan sekantong kresek berisi cup Es Durian kocok.
" Wahhh terimakasih, " Sembari menyodorkan uang pas pada penjual tersebut.
" Pulang bersamaku, di sini sedang panas sekali, " Ucap nya sambil menunjuk pandangan ke arah langit.
" Sejak kapan tuan muda kedua peduli dengan karyawan , " Xiarui mendengus kesal.
" Cepat masuk mobil! " Menyeret pelan tubuh mungil Xiarui. Tentu saja tubuh mungilnya akan kalah jika berhadapan dengan tubuh tinggi semampai.
" Dasar suka pemaksaan! " Xiarui tak memperdulikan manusia di sampingnya dia terfokus pada es durian yang di beli nya.
Slurrrrpppp... Emmmmm!
" Enak sekali, ... " Ungkap nya dengan senyum manis ketika menatap durian kocok di tangannya .
" Apa enak sekali? " A Yan melirik sekilas.
" Orang kaya mana tau minuman seperti ini! " Ucap nya dengan nada merendahkan.
Dengan sigap mulut A Yan Menyedot habis es durian yang tinggal setengah itu.
" Lumayan enak juga, " Sambil tersenyum penuh kemenangan berhasil meledek Xiarui.
Xiarui menatap gelas cup nya yang sudah kosong tinggal es batu yang tersisa.
" Hikss.. hikss.. " Terdengar isak kecil , A Yan langsung menghentikan mobil nya.
" Kenapa menangis? Maaf, nanti ku belikan lagi sebanyak yang kau mau, " Ucap A Yan sembari menenangkan Xiarui.
" Sudah tidak mau lagi,! " Kesal nya dengan raut wajah yang cemberut.
" Apa perempuan semuanya seperti ini? " Gumam nya dalam hati
...----------------...
Sesampainya di rumah Besar Keluarga Liu.
Nanzhe yang melihat A Yan datang bersama Xiarui pun bergegas menghampiri mereka dengan wajah penuh kekesalan.
" A Yan, kau tadi ku suruh jemput tidak mau, malah berangkat bersama wanita penggoda ini! " A Yan memutar kedua bola matanya malas menanggapi ocehan Nanzhe.
" Siapa yang kau sebut wanita penggoda itu! " Xiarui yang tak terima pun angkat bicara.
" Memangnya aku tidak tau, Kau selalu ingin dekat dengan A Yan Ku, ku peringatkan kau pertama dan terakhir kali nya jangan dekati A Yan lagi kau bukan levelnya, kau itu ibarat tanah dan A Yan adalah bintang di langit, tidak akan bisa kau gapai. " Ucap Nanzhe dengan kata-kata yang sinis dan merendahkan.
" Nona Nanzhe yang terhormat, sekali lagi saya tergaskan saya tidak tertarik dengan pria mu itu, Dan ya, tentang status sosial saya cukup mengerti tidak usah kau ingatkan lagi. Permisi, " Dengan wajah kesal Xiarui meninggalkan mereka berdua.
" A Yan lihat kelakuan pekerja itu sangat tidak menghormati keluarga mu, bagaimana orang seperti itu Kak Chenghao Terima di perusahaan sampai di beri kepercayaan segala. " Nanzhe masih mengoceh dan merendahkan Xiarui.
" Kau yang cari masalah sendiri, pertama aku hanya berpapasan dengannya di jalan, dan tujuan kita sama yaitu ke rumah ini. oh iya ,tentang status sosial menantu keluarga ini adalah harus orang yang rendah hati bukan merendahkan status orang. Mengerti! " Ucapan A Yan benar-benar akhir dari pembicaraan mereka di halaman.
...----------------...
BERSAMBUNG