ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatir dan mulai terungkap
Satu minggu sudah Kinan ditinggal Victor ke Paris, urusan bisnis itu yang Kinan tahu tanpa dirinya tahu faktanya adalah Victor menemani Irene yang notabene istrinya juga liburan.
Sementara itu Kinan banyak menghabiskan waktunya dengan melukis, hobi yang sejak kecik ditekuni oleh Kinan selain itu Kakak Victor dan para sahabat selalu datang bergantian untuk menemani Kinan.
Bagi mereka Kinan adalah adik kecil mereka yang ingin mereka jaga selalu, meski tidak ada hubungan darah semuanya sangat menyayangi Kinan terutama Jinnie, Yoonji dan Suga mereka sangat menjaga Kinan.
Hari ini semua berkumpul, mereka menjemput Kinan untuk mau diajak ke villa yang baru saja dibeli Namjoon untuk istrinya Jinnie.
“Ayolah Kinan, kamu ikut ya", bujuk Yoonji.
“Tapi kak, Kinan belum izin kak Victor", ucap Kinan.
“Nanti aku yang akan menghubunginya", kata Suga cepat.
"Victor tidak pernah mengabarimu kah?” Tanya Yoonji dan Kinan pun menggeleng pelan.
"Mungkin kak Victor sibuk kak”, kata Kinan.
"Sibuk dengan mak lampir”, batin Jinnie kesal.
Sungguh jika disuruh memilih Jinnie lebih memilih Kinan sebagai adik ipar satu-satunya tapi apalah daya Victor terlalu dibutakan cintanya pada Irene dulu bahkan hingga menentang kedua orang tuanya demi Irene.
Setelah berbagai bujuk rayu akhirnya Kinan mau ikut ke villa dengan syarat hanya semalam.
Sepanjang perjalanan Kinan tertidur, entah kenapa tiba-tiba ditengah perjalanan dirinya merasa pusing dan perutnya mual.
Yoonji dan Suga yang satu mobil dengan Kinan sangat khawatir karena Kinan yang di tengah perjalanan tiba-tiba sakit.
Sore hari mereka tiba di villa, Kinan masih terlelap karena obat yang dirinya minum tadi sewaktu dalam perjalanan.
"Diangkat aza kak, kasihan kalau dibangunkan", kata Yoonji dan Suga pun mengangguk.
Mereka semua memasuki villa dengan Kinan di gendongan Suga.
“Ayo aku antar ke kamarnya, biar dia bisa istirahat", ajak Jinnie kepada Suga dan Yoonji.
Setelah merebahkan Kinan dan menyelimutinya semua orang bergegas ke ruang tamu meninggalkan Kinan untuk bisa beristirahat dengan baik lagi.
Di ruang tamu.
"Namjoonah bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan bukti yang cukup?” Tanya Jinnie.
"Belum sayang, sebentar lagi buktinya akan terkumpul”, jelas Jinnie.
"Bagaimana bisa dirinya mengabaikan Kinan? Katanya dia mencintai gadis itu”, kata Hoseok.
"Entahlah, pasti Irene yang melarang Victor menggunakan ponselnya”, kata Jisoo istri Hoseok.
"Aku benar-benar benci wanita itu, karena dia hubungan kedua orang tua kami dan Victor jadi renggang”, kata Jinnie kesal.
Sementara itu di Paris.
"Berikan ponselku Irene ssi” pinta Victor.
“Tidak, kamu janji akan menemaniku Vi, jadi aku tidak ingin diganggu", kata Irene cepat lalu menarik tangan Victor.
“Tapi Irene, bagaimana jika klienku menghubungiku", kata Victor
Sebenarnya itu hanya alasan, karena semua urusan kantor sudah di handle oleh Soobin dibantu Hoseok.
Victor ingin menghubungi Kinan, satu minggu tidak mendengar suaranya entah kenapa dia merasa ada yang kurang dan Victor merasa perasaannya tidak tenang saat ini. Raganya bersama Irene tapi pikiran dan jiwanya tertuju kepada Kinan.
"Victor”, panggil Irene sambil menggoyangkan lengan suaminya.
"Ah maaf, ada apa hmm?” Tanya Victor pelan.
"Kamu itu niat ga sih ngajakin aku liburan?”, kesal Irene lalu berlalu meninggalkan Victor.
Victor hanya menghela nafas pasrah menghadapi sifat Irene yang emosian sangat berbeda jauh dari Kinan.
Malam harinya Victor dan Irene baru saja kembali ke hotel.
“Aku sudah menemanimu seminggu ini tanpa memegang ponsel, jadi untuk malam ini berikan ponselku karena aku ingin menghubungi Soobin", kata Victor.
Irene pun memberikan ponsel Victor dan setelahnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Victor keluar kamar dengan alasan membeli sesuatu kepada Irene.
Sementara itu di villa.
Kinan yang merasa sudah lebih baik keluar kamar, dia ingin membantu Jinnie dan Yoonji serta Jisoo menyiapkan makan malam.
"Ada yang bisa Kinan bantu kak?” Tanya Kinan begitu memasuki area dapur.
"Tidak sayang, sudah kamu duduk saja bersama mereka”, ucap Jisoo sambil menunjuk para pria yang sedang duduk santai di ruang tengah.
"Tapi kak, Kinan ingin membantu kalian”, kata Kinan pelan.
"Kesini Kinan, duduk sama kakak”, panggil Suga sambil menepuk sofa disebelahnya.
"Kesanalah, nanti kak Suga marah loo kalau marah nyeremin”, bisik Yoonji.
Akhirnya dengan terpaksa Kinan duduk di ruang tengah bersama para pria di sana sambil menunggu makan malams selesai.
“Masih pusingkah?" Tanya Suga dan Kinan pun menggeleng.
“Sudah lebih baik kak, terima kasih kalian semua selalu menjagaku", ucap Kinan tulus.
“Kami adalah kakakmu, jadi sudah sepatutnya seorang kakak menjaga adiknya" ucap Namjoon.
Disaat mereka asyik mengobrol tiba-tiba ponsel Suga berdering.
“Ya ada apa?" Sapa Suga langsung saat mengetahui siapa yang menghubunginya.
“Kak, Kinan bersama kalian kah? Aku menghubungi ponselnya tapi tidak diangkat”, tanya Victor dari seberang
“Dia ada bersama kami, kamu ingat kalau disini punya istri?" Tanya Suga sinis.
“Maaf kak, Irene menyita ponselku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa", kata Victor.
“Kamu terlalu melindungi wanita itu, suatu saat kamu akan tahu kebenarannya", ucap Suga.
“Maksud kakak?" Tanya Victor.
“Lupakan, kamu tadi katanya mau bicara dengan Kinan kebetulan dia baru saja terbangun setelah minum obat tadi", jelas Suga.
“Kinan kenapa kak?" Tanya Victor panik.
“Hanya pusing, tunggu sebentar aku akan memberikan ponselnya pada Kinan", ucap Suga lalu menyerahkannya pada Kinan.
“Suamimu", bisik Suga saat melihat wajah penuh tanya dari Kinan.
Kinan mengangguk dan mengambil alih ponsel tersebut.
"Halo kak”, sapa Kinan pelan.
"Kamu sakit ya sayang, sudan ke dokter? Sudah diperiksa? Bagaimana kondisimu sekarang?” Tanya Victor bertubi tubi dengan nada panik
"Aku sudah baik-baik saja kak, kakak tidak perlu khawatir", ucap Kinan sambil tertawa.
“Kenapa tertawa eoh? Aku khawatir sayang, aku sekarang jauh jadi tidak bisa mengurusmu saat ini", kata Victor sendu.
Mendengar nada sedih dari suaminya Kinan pun jadi merasa tidak enak.
“Kinan sudah baik-baik saja kak, semuanya menjaga Kinan dengan baik".
Setelah mengobrol beberapa saat Victor pun menyudahi panggilannya.
Saat dirinya ingin memasukkan ponselnya kedalam saku, sebuah pesan video masuk dan Victor pun buru-buru membukanya dan dalam hitungan detik wajahnya berubah menjadi dingin.
Sebuah pesan ikut masuk setelah pesan video tersebut masuk
Kamu simpan baik-baik bukti ini, karena aku masih punya banyak bukti lain
^^^0812xxxxxx^^^
Setelah membacanya Victor mengirim video tersebut ke emailnya dan setelahnya menghapusnya dari ponselnya.
victor memasuki kamar hotel dengan aura dingin tapi itu tidak disadari oleh Irene.
"Besok pagi kita kembali”, kata Victor tiba-tiba.
"Aku tidak mau, kamu janji akan menemaniku selama 2 minggu tapi ini baru satu minggu”, tolak Irene tegas.
“Jika kamu ingin disini silahkan, karena aku akan kembali besok" kata Victor tegas tanpa ingin dibantah.