NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Satu per satu anak-anak di kelas maju ke depan. Sebagian besar mendapatkan warna putih terang atau kuning redup. Hanya ada dua orang lagi yang mendapatkan warna biru selain Wang Meng. Tidak ada satu pun yang mendapatkan warna ungu.

"Baiklah, tinggal satu orang lagi," kata Guru Chen sambil melihat daftar namanya. "Xiao Yan? Silakan maju."

Xiao Yan menatap batu bundar di depan sana. Otaknya langsung bekerja melakukan perhitungan matematis yang rumit.

"Batu itu terbuat dari Kristal Penampung Qi tingkat rendah. Batas toleransi maksimalnya adalah energi dari kultivator tingkat inti emas awal. Jika melebihi itu, batunya akan retak. Jika tekanannya seratus kali lipat dari itu, batunya akan meledak," analisis Xiao Yan di dalam kepalanya.

Dia menunduk melihat telapak tangannya sendiri.

"Kapasitas MP-ku adalah 9999. Itu melampaui batas dewa tertinggi di dunia ini. Jika aku mengalirkan 1 persen saja, sekolah ini akan rata dengan tanah. Aku harus menekan pengeluaranku menjadi 0,0000001 persen. Kurang dari setetes air di lautan," batinnya.

Xiao Yan berdiri dan berjalan pelan ke depan kelas. Langkahnya sengaja dibuat sedikit ragu-ragu agar terlihat seperti anak kecil biasa yang gugup.

"Tidak usah takut, Xiao Yan," bujuk Guru Chen dengan suara lembut. "Letakkan saja tanganmu perlahan, lalu tarik napas panjang."

"Um," jawab Xiao Yan pelan.

Xiao Yan berdiri di depan batu tersebut. Dia mengangkat kedua tangannya. Tepat sebelum telapak tangannya menyentuh permukaan batu, dia mengunci total saluran meridian di kedua lengannya. Dia membangun ribuan dinding pembatas di dalam tubuhnya untuk memblokir aliran energi Qi miliknya sendiri.

Tap.

Tangan Xiao Yan menempel di batu itu.

"Ugh..." Xiao Yan mengeluarkan suara rintihan pelan dari mulutnya.

Bukan karena dia kesulitan mengeluarkan energi, tetapi karena dia kesulitan menahannya agar tidak keluar. Sensasinya seperti mencoba menahan air bah dari bendungan yang jebol hanya dengan menggunakan sumbat botol gabus. Keringat dingin mulai muncul di dahi Xiao Yan.

Batu pengukur itu diam selama lima detik pertama. Tidak ada reaksi apa pun.

Guru Chen mengerutkan kening. "Xiao Yan? Apakah kamu sudah mencoba mengalirkan tenagamu?"

"Hah..." Xiao Yan menghela napas. Dia melonggarkan sedikit saja pembatas di jarinya, seukuran ujung jarum.

Bzzzt!

Dalam sepersekian detik, bagian dalam batu abu-abu itu bergetar sangat hebat. Retakan sekecil rambut nyaris muncul di dasar batu, namun Xiao Yan langsung menyadari kesalahannya dan segera menarik kembali energinya dengan kecepatan cahaya.

Pergeseran energi yang sangat cepat itu menghasilkan pendaran cahaya lemah di permukaan batu.

Cahaya putih redup muncul. Perlahan, warna putih itu berubah menjadi kuning yang sangat pucat. Cahayanya nyaris tidak terlihat jika ruangan itu tidak sedikit gelap.

"Ah," ucap Guru Chen sambil membenarkan letak kacamatanya. "Warna kuning redup. Atribut netral tanpa elemen yang menonjol."

Guru Chen menatap Xiao Yan dengan tatapan sedikit kasihan. Di dunia kultivasi, memiliki bakat kuning redup tanpa elemen berarti anak itu kemungkinan besar hanya bisa menjadi warga sipil biasa yang sedikit lebih sehat dari manusia tanpa energi roh sama sekali. Anak itu tidak akan pernah bisa menerbangkan pedang dengan lancar atau bertarung melawan monster.

"Tidak apa-apa, Xiao Yan," kata Guru Chen, mencoba menghibur. Dia menepuk bahu Xiao Yan. "Kuning sudah cukup bagus. Kamu bisa kembali ke tempat dudukmu."

"Ya, Guru," jawab Xiao Yan. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak terlihat sedih. Sebaliknya, saat dia berbalik badan untuk berjalan kembali ke kursinya, ujung bibirnya hampir sedikit terangkat.

"Sempurna," batin Xiao Yan dengan sangat puas. "Warna kuning redup. Tidak terlalu rendah sampai membuat orang curiga, dan tidak terlalu tinggi untuk menarik perhatian. Benar-benar posisi rata-rata yang sangat aman."

Begitu Xiao Yan duduk kembali di bantalnya, Wang Meng langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Xiao Yan.

"Hah..." Wang Meng menghela napas panjang dan menepuk paha Xiao Yan. "Kasihan sekali kamu, Xiao Yan. Bakatmu cuma kuning redup. Berarti kamu tidak akan bisa masuk kelas pertarungan saat kita SMA nanti."

"Tidak apa-apa," jawab Xiao Yan datar.

"Tenang saja!" Wang Meng memukul dadanya sendiri dengan bangga. "Karena kita duduk bersebelahan, mulai hari ini aku, Wang Meng si Jenius Biru, akan melindungimu! Kalau ada yang mengganggumu, bilang saja padaku."

"Um," respons Xiao Yan singkat, sama sekali tidak merasa terganggu dengan kesombongan anak itu.

"Baiklah anak-anak," suara Guru Chen kembali mengambil alih perhatian kelas. "Sekarang kalian sudah tahu bakat kalian. Waktunya kita berlatih cara bermeditasi dasar. Duduklah dengan posisi menyilang, letakkan tangan di atas lutut, dan pejamkan mata kalian."

Seluruh anak di kelas langsung menuruti perintah tersebut. Wang Meng segera duduk tegak dengan mata tertutup rapat, wajahnya terlihat sangat serius berusaha menangkap energi alam dari udara.

Xiao Yan juga menuruti perintah itu. Dia menyilangkan kakinya, meletakkan tangannya di atas lutut, dan memejamkan matanya. Namun, berbeda dengan yang lain yang mencoba menyerap energi, Xiao Yan langsung memutus semua koneksi sensoriknya dengan dunia luar. Denyut jantungnya melambat hingga ke titik istirahat maksimal.

"Satu masalah selesai," pikir Xiao Yan di dalam kegelapan matanya. 'Sekarang, saatnya tidur siang.'

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, Xiao Yan sudah tertidur pulas dengan posisi duduk tegak, menikmati kedamaian masa kecilnya yang sangat dia usahakan, sementara teman-temannya di sekitarnya sibuk mengejan mencoba merasakan setitik energi udara yang tidak ada artinya bagi seorang pemilik MP 9999.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!