NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Jarak yang tak terlihat

Beberapa hari telah berlalu sejak percakapan singkat antara dia dan Zidan . Tapi setelah itu mereka tidak ada berkomunikasi lagi. Dan Alya kembali sibuk menjalani hari-harinya seperti biasa, yaitu kuliah, belajar, dan menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya untuk mendengarkan kajian mingguan di masjid dekat rumahnya.

Dari luar, tidak ada yang berubah. Namun di dalam hatinya… semuanya sudah terasa berbeda.

Ia masih menyimpan percakapan itu. Masih mengingat setiap kata. Bahkan, sesekali membacanya kembali.

Namun, sejak malam itu.......

tidak ada lagi pesan dari Zidan. Tidak ada kabar.

Tidak ada lanjutan. Seolah percakapan itu… selesai begitu saja.

Kemudian, Alya menghela napasnya pelan.

" Memang seperti ini, ya…” gumamnya dalam hati.

Ia mencoba memahami. Mungkin memang seperti itu cara Zidan. Singkat. Tanpa banyak kata.

Namun tetap saja…ada rasa yang sulit untuk dijelaskan. Bahkan dia tidak tahu rasa apa yang sebenarnya dia rasakan

Sementara itu , di sisi lain, Zidan justru sedang duduk santai di teras rumahnya. Melihat ponsel yang ada di tangannya, namun layar hanya menampilkan percakapan terakhir dengan Alya.

Ia membaca ulang, lalu mengunci layar. Setelah itu, beberapa detik kemudian… membukanya lagi.

Zidan mengerutkan kening.

" Aneh…” gumamnya pelan.

Ia sendiri tidak mengerti kenapa ia masih memikirkan hal itu.

Biasanya, semua terasa mudah baginya.

Tidak ada yang perlu dipikirkan terlalu dalam.

Tapi sekarang…..ia justru diam.

Tidak menghubungi. Tapi juga tidak bisa benar-benar mengabaikan.

Dan pada Malam harinya, Zidan kembali melihat ponsel yang berada di tangannya.

Ia membuka kontak Alya dan menatapnya cukup lama. Jarinya sempat bergerak, seolah ingin mengetik sesuatu.Namun… terhenti.

Lalu, Zidan menghela napas panjang.

“ Ngapain sih…” gumamnya pelan.

Ia meletakkan ponselnya begitu saja.

Namun pikirannya tetap tertuju pada satu nama, yaitu " Alya ". Dia sebenarnya agak lumayan penasaran sama Alya ini.

Sementara itu, di kamarnya, Alya sedak duduk di atas sajadahnya. Ia baru saja menyelesaikan salat malamnya.

Kedua tangannya terangkat, berdoa dengan khusyuk.

“ Ya Allah… Sebenarnya hamba-mu ini merasa bingung dengan semua yang ada ini. Apa dia benar benar jodoh hamba atau cuman persinggahan hati menuju jodoh yang sebenarnya ? . Ya Allah tunjukkanlah kepada hamba , apa yang benar dan yang salah ! . Jika dia memang jodoh terbaik untukku, dekatkanlah kami dalam kebaikan Ya Allah, bukan dalam hal keburukan…”

“ Namun jika tidak… jauhkanlah dengan cara yang paling terbaik…”

Air matanya jatuh perlahan.

Namun kali ini, bukan karena takut.

Melainkan karena… ia mulai belajar ikhlas.

Dan sebenarnya hati mereka berdua sedang berada di jalan yang sama. Namun terasa… sangat jauh. Bahkan tidak ada pertengkaran atau masalah besar yang terjadi diantara mereka.

Hanya..… jarak antara mereka yang sebenarnya tak terlihat. Karena perasaan mereka yang belum menemukan arah.

Kemudian angin malam berhembus pelan dari jendela kamar Alya yang tak sengaja terbuka, membawa ketenangan yang perlahan meresap ke dalam hati Alya.

Ia menurunkan tangannya dari doa, lalu mengusap wajahnya dengan lembut.

Dalam diam, Alya mencoba menerima semuanya.

Tentang Zidan yang masih terasa jauh.

Tentang perasaan yang belum menemukan arah.

Namun satu hal yang pasti ! ia tidak ingin terburu-buru.

“ Semua pasti ada waktunya…” gumamnya pelan.

Alya tersenyum tipis.

Ia memilih untuk tetap berjalan untuk selalu memperbaiki diri. Dan menyerahkan sisanya kepada Allah.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!