NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

“Hati-hati nak, jaga kesehatan, jangan telat makan dan jangan tinggalkan ibadah,” ucap Raynand.

Pria paruh baya itu mengusap surai putrinya. Dadanya terasa sesak.

Kemarin ia, Kaluna, dan Rafanza juga sempat berziarah ke makam Kirana. Mereka meminta izin sekaligus restu untuk keberangkatan Kaluna ke Papua.

Meski hanya ditemani keheningan dan hamparan bunga di atas pusara, Kaluna merasa sang Mama pasti akan mendukung langkahnya.

Kaluna mengangguk, wanita itu terus tersenyum sebab tak ingin membuat Papanya bersedih. Walau sebenarnya air mata sudah terasa ingin tumpah.

“Papa jaga kesehatan ya, jangan capek-capek!” ucap Kaluna seraya memeluk Papanya.

Raynand menahan diri agar tak berkata apa pun. Karena jika ia kembali membuka suara, pastilah mereka akan menangis. Alhasil pria itu hanya mengusap kepala Kaluna dan menghujani pucuk kepalanya dengan kecupan.

Sementara Rafanza yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa menghela napas. Andai Mamanya masih ada, pasti Kirana akan sangat bangga melihat Kaluna berangkat menjalankan tugasnya.

Raynand melepaskan pelukannya. Pria itu menangkup wajah Kaluna, menatap bola mata indah putrinya yang sudah berkaca-kaca. Keduanya sama-sama tersenyum, senyum yang menyimpan kesedihan di dalamnya.

Raynand mengecup kening Kaluna dengan sayang, lalu membiarkan putrinya itu menghampiri adiknya, karena aba-aba keberangkatan mulai terdengar dari pengeras suara markas.

Rafanza dan Kaluna saling memeluk, keduanya saling menguatkan.

“Hati-hati Kak, semoga semuanya berjalan lancar. Dan inget pesan Papa, jangan pacaran sama Tentara,” bisik Rafanza di telinga kakaknya.

Sontak ucapan pemuda itu membuat Kaluna melepaskan pelukan mereka.

“Ck! Nyebelin banget sih!” kesal Kaluna. Suasana haru yang tadi ia rasakan seakan menguap mendengar candaan adiknya.

Rafanza langsung tertawa. “Kakak nih aneh Pah, disemangatin malah nggak terima,” adunya pada Raynand.

Kaluna menghela napas. Ia tahu jika saat ini Rafanza hanya ingin menghibur Papanya. Maka dari itu ia pun harus melakukan hal serupa.

“Kamu juga Dek, jaga diri dan jaga Papa ya! Ingat jangan pacaran,” sahut Kaluna.

Rafanza mencebik. “Apa sih, Kak! Orang udah dewasa juga. Udah sana berangkat, nanti ketinggalan bus, malah nangis lagi,” ledeknya.

Tidak jauh dari mereka terlihat Safira yang juga tengah berpamitan dengan keluarga serta kekasihnya. Wanita itu nampak menangis tersedu dalam pelukan seorang pria. Tentu mereka semua tahu jika pria itu adalah kekasih Safira.

“Pah, Luna pamit ya,” ucap Kaluna kembali memeluk Papa serta adiknya.

Ketiganya terdiam. Tak ada yang membuka suara, tak pula mereka menangis. Mereka hanya berusaha menguatkan diri masing-masing.

Kaluna melepaskan pelukan itu, menatap wajah Papanya yang mulai dihiasi garis-garis usia. Dengan lembut ia mengusap tangan sang Papa.

“Sehat-sehat ya, Pah. Supaya nanti bisa jemput Luna pulang lagi, supaya bisa lihat anak-anak Papa bahagia,” ucapnya yang mulai tak mampu menahan air mata.

Setelah itu Kaluna berlari menjauh menuju bus yang akan membawa mereka ke bandara. Safira serta beberapa Kowad lainnya segera menyusul.

Kaluna sama sekali enggan menoleh. Air matanya sudah mengalir deras. Jika ia kembali menatap Papa dan adiknya, ia yakin dirinya akan semakin sulit pergi.

Rafanza memeluk tubuh Papanya, mengusap punggung Raynand yang bergetar pelan. Sebagai anak laki-laki, tentu Rafanza merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menguatkan sang Papa.

“Jangan sedih, Pah. Kak Luna cuma sebentar kok. Nanti setelah ini dia bakal balik dan menikah seperti yang Papa harapkan,” ucap Rafanza lembut.

“Papa takut, Raf. Papa takut umur Papa nggak panjang. Papa takut nggak bisa menemani dan menyaksikan kalian menikah,” ujar Raynand lirih, suaranya bergetar menahan emosi.

Rafanza terdiam sejenak, dadanya ikut sesak mendengar itu.

“Pah, jangan ngomong gitu dong. Rafa yakin Papa masih sehat sampai nanti Papa punya cicit,” sahutnya cepat, seolah ingin mengusir pikiran buruk itu.

Raynand menarik napas panjang. Matanya tampak berkaca-kaca, namun ia berusaha keras menahan tangisnya tidak pecah.

Beberapa detik kemudian, ia mengusap cepat sudut matanya saat melihat keberadaan Letkol Rangga di sana.

“Selamat pagi, Pak Raynand,” sapa Letkol Rangga ramah.

“Selamat pagi, Letkol Rangga,” sahut Raynand sambil menjabat tangan Letkol Rangga.

Mereka terlibat perbincangan singkat. Rangga sengaja menghampiri karena melihat Raynand sedang tidak sepenuhnya baik-baik saja. Ia paham, pria itu sedang berjuang melawan rasa takut dan ingatan tentang almarhumah istrinya, Kirana.

Maka dari itu, setelah menghantarkan para prajuritnya, Letkol Rangga mendekati Raynand dan Rafanza.

Kaluna hanya bisa memandangi Papa dan adiknya dari balik jendela bus. Wanita itu sedikit bernapas lega saat melihat komandannya berbicara dengan sang Papa.

Terkadang Kaluna bertanya-tanya, apakah ia terlalu egois? Apakah ia terlalu tega meninggalkan Papanya hanya demi mengejar impiannya?

Namun kembali lagi, Kaluna tak ingin menyerah. Apa yang pernah Mama dan Papanya ajarkan harus ia wujudkan.

“Padahal cuma enam bulan, tapi sedihnya kayak mau pisah seumur hidup aja,” ucap Safira sambil melambaikan tangan ke arah kekasihnya.

Kaluna tak menanggapi perkataan sahabatnya itu. Ia masih fokus melihat Papa dan adiknya yang terus melambaikan tangan saat bus mulai bergerak meninggalkan markas menuju bandara.

Tiba-tiba saja bayangan Mamanya melintas dalam benak Kaluna. Kirana tersenyum hangat berdiri di samping Raynand, seolah ikut melepas kepergiannya.

Seketika tangis Kaluna kembali pecah hingga membuat beberapa Kowad langsung menoleh.

“Lun, kamu kenapa? Kok malah nangis sampai kayak gini?” tanya Safira cemas.

Safira mengusap bahu Kaluna perlahan. Walau ia sendiri tengah bersedih, melihat Kaluna menangis lebih keras dari sebelumnya membuatnya ikut terdiam.

“Lun, jangan nangis kenceng-kenceng. Nggak enak dilihatin Kowad lain,” ucap Safira lirih.

“Aku kangen Mama, Fir,” sahut Kaluna dengan suara bergetar.

Sontak Safira tak bisa berkata-kata lagi. Tentu ia sangat tahu luka yang masih tersimpan di hati Kaluna.

Mereka sudah berteman sejak SMA. Kepergian Kirana sebelas tahun lalu masih meninggalkan kehilangan yang begitu besar bagi keluarga Wijaya.

“Sabar ya, Lun. Tante Kirana wanita yang hebat. Beliau sudah berada di tempat terbaik. Aku yakin beliau juga nggak mau lihat kamu sedih terus,” ucap Safira menghibur Kaluna.

Kaluna mendongak. Ia menghela napas panjang lalu menghapus air matanya.

“Kamu bener, Fir. Aku udah janji nggak bakal nangis kayak gini lagi. Tapi nggak tahu kenapa, tadi aku ngerasa Mama ada di samping Papa,” sahutnya sendu.

“Mungkin itu cuma perasaan kamu. Tapi anggap aja itu sebagai bentuk restu Tante Kirana buat kamu,” ujar Safira.

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada merindukan seseorang yang tak mungkin lagi ditemui. Karena itulah setiap kenangan bersama Kirana selalu menjadi bagian paling berharga dalam hidup Kaluna.

Kini tugasnya hanya satu, menyelesaikan apa yang telah ia mulai, pulang dengan selamat, dan membuat Papa serta mendiang Mamanya bangga.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!