NovelToon NovelToon
CINTA YANG TAK SEPADAN

CINTA YANG TAK SEPADAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepergian kekasihnya membuat Naya menyadari akan kehilangan yang begitu mendalam. Luka yang ditawarkannya pun begitu hebat hingga membuat Naya harus benar-benar pulih dari rasa sakit hati.

Dan seiring berjalannya waktu, Zaki datang dan mengubah kehidupannya yang dulu begitu terasa hampa penuh luka tersebut kini penuh kebahagiaan yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Namun sayangnya, kebahagiaan itu harus mereka perjuangkan bersama agar tetap bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKHAWATIRAN

​Sebuah mobil sedan berwarna legam akhirnya terparkir dengan apik di halaman rumah Naya. Deru halus mesin kendaraan itu perlahan meredup saat Reno memutar kunci dan mematikan mesinnya seutuhnya, meninggalkan keheningan yang mendadak terasa pekat di dalam kabin mobil.

​Reno mengembuskan napas pendek, lalu menoleh ke samping. Di kursi penumpang, Hana tampak masih terdiam, memandangi pagar rumah Naya yang tertutup rapat dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada gurat kecemasan dan kelelahan yang samar di wajah wanita itu setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras emosi.

​"Kita sudah sampai," ucap Reno memecah kesunyian, suaranya terdengar rendah dan menenangkan.

​Hana mengerjapkan mata, seolah baru saja ditarik paksa dari lamunannya sendiri. Ia mengangguk pelan, lalu jemarinya bergerak melepas sabuk pengaman yang melintang di dadanya.

​Tanpa banyak bicara lagi, keduanya membuka pintu mobil secara bersamaan dan melangkah turun. Begitu kaki mereka menapak di atas semen halaman, atmosfer hangat menjelang siang langsung menyergap. Hana merapikan sedikit pakaiannya, sementara Reno berjalan memutari kap mobil untuk berdiri di sisi sang istri.

​Belum sempat kaki mereka melangkah lebih jauh menuju teras rumah, gerakan Reno dan Hana mendadak terpaku di tempat. Keheningan siang itu tiba-tiba dipecah oleh suara deru halus mesin sepeda motor yang perlahan membelok, memasuki area pekarangan rumah Naya yang pagarnya memang sedikit terbuka.

​Kedua pasang mata itu spontan tertuju pada kendaraan roda dua yang kini mulai mengurangi kecepatannya. Hana menahan napas sejenak, matanya membelalak kecil saat mengenali sosok wanita yang duduk di jok belakang.

​"Nay..." gumam Hana lirih, suaranya sarat akan keterkejutan yang nyata.

Ia hampir tidak mempercayai penglihatannya sendiri saat mendapati sahabatnya itu pulang dibonceng oleh seorang lelaki.

Bunyi mesin motor yang tadinya menderu halus kini mati seketika, menyisakan keheningan yang cukup canggung di pekarangan rumah Naya.

Tanpa membuang waktu, Naya segera melepas helm full-face yang dikenakannya. Saat helm itu terangkat, rambut Naya yang sedikit berantakan akibat embusan angin tampak jelas, begitu pula dengan sisa-sisa guratan lelah di matanya yang masih terlihat sembap.

Sementara itu, Zaki, dengan gerakan yang tenang dan sigap, langsung menangkap helm satunya begitu Naya menyodorkannya. Gerakan itu terasa begitu alami, sebuah interaksi yang menunjukkan kedekatan yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh siapa pun yang melihat mereka saat ini, termasuk Hana dan Reno yang sesekali saling pandang tanpa suara.

​Naya lalu turun dari motor dengan kaki yang sedikit gemetar—bukan karena lelah, melainkan karena ia baru menyadari kehadiran dua sosok yang sedang mematung di depan rumahnya. Jantungnya berdegup kencang. Ia belum siap menjelaskan siapa Zaki, atau mengapa ia bisa pulang bersama muridnya itu dalam kondisi yang tampak begitu kacau.

"Ha-Hana, Reno." Sapa Naya gelagapan.

Hana tak membuang waktu. Ia segera mendekat, menarik lengan Naya sedikit menjauh, hingga mereka bersembunyi di balik pilar koridor yang sepi. Mata Hana menyipit, menatap punggung Zaki yang kian menjauh dengan tatapan menyelidik.

​"Nay, jujur sama aku. Cowok itu siapa?" tanya Hana, suaranya sarat dengan nada curiga. "Kenapa kamu bisa di bonceng motor sama dia? Dan... dilihat dari penampilan, kayak masih anak sekolahan."

Reno, yang sedari tadi hanya diam di samping Hana, ikut memasang wajah tak percaya.

Naya menarik napas panjang, menatap lurus ke depan dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dia murid aku di sekolah, Han."

Hana mengangguk-angguk kecil, bibirnya membentuk huruf 'O' yang sempurna. "Oh... pantesan. Aku kira kamu lagi kepincut brondong yang nggak jelas asal-usulnya. Tapi tunggu, tetap aja, dia muridmu, Nay!"

​Naya merapatkan tubuhnya ke arah Hana, lalu dengan gerakan cepat, ia membisikkan sesuatu tepat di telinga sahabatnya itu.

"Bukan cuma murid. Dia... calon pacar aku, mungkin."

​Dunia seakan berhenti berputar bagi Hana. Matanya membelalak lebar, napasnya tercekat di tenggorokan.

​"WHAAAAAT?" teriak Hana, saking kagetnya ia sampai lupa di mana mereka berada.

​Sadar suaranya baru saja memecah keheningan, ia segera membenam mulut dan berbisik di telinga sahabatnya itu. "Nay, aku tahu kamu frustasi karena Tian. Tapi tolong, Nay. Jangan keterlaluan!"

"Aku serius, Han." Balas Naya lagi dengan bisikan.

​Hana menggelengkan kepalanya kuat-kuat, seolah berusaha mengusir bayangan gila yang baru saja didengarnya. Ia berbalik tajam, menatap Reno yang sejak tadi berdiri mematung dengan telinga yang sengaja dipasang lebar-lebar. Rupanya, bukan hanya mereka yang terusik, Zaki, yang merasakan aura intimidasi dari kedua teman Naya, mendadak salah tingkah.

​Zaki berdeham pelan, mencoba menetralisir suasana yang tiba-tiba tegang. Ia menatap Naya dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa hormat, namun terselip binar remaja yang tulus. ​"Bu, saya pamit pulang dulu ya," ucapnya sopan, seraya membungkukkan setengah tubuhnya dengan takzim. Kali ini, ia tak melakukan kesalahan seperti saat mereka baru bertemu tadi. Gestur itu tegas dan sopan, sebuah upaya untuk kembali menarik garis batas yang sempat kabur.

​"Iya, Zaki. Kamu hati-hati di jalan ya. Makasih banyak sudah antar aku sampai sini," balas Naya lembut. Senyumnya begitu tulus, nyaris tanpa beban, membuat Hana dan Reno yang menyaksikan itu hanya bisa saling lempar pandang dengan alis bertaut.

​"Aku?" gumam Hana lirih, bibirnya bergetar menahan tanya. Reno di sampingnya hanya mampu mengangkat bahu, sama bingungnya dengan Hana.

​Begitu Zaki menaiki motornya dan suara knalpot menjauh, Naya masih terpaku. Tatapannya terus mengejar punggung Zaki hingga sosok itu benar-benar lenyap ditelan tikungan jalan. Ada binar bahagia yang tak bisa ia sembunyikan di wajahnya.

Lalu, ​Naya berbalik, wajahnya kini berseri-seri menatap kedua sahabatnya. "Kalian mau masuk? Ayo, aku tunggu di dalam," ajaknya riang, lalu melenggang masuk ke dalam rumah lebih dulu, meninggalkan Hana dan Reno yang mematung di teras.

​"Tadi... aku nggak salah dengar, kan? Naya bilang dia 'calon pacar'?" tanya Reno dengan suara tercekat begitu Naya sudah tak terlihat di balik pintu.

​Hana hanya mengangguk pelan tanpa suara.

​"Ini gawat, Mas..." desis Reno lagi. "... dia itu guru, laki-laki itu muridnya. Dan dia bilang gitu ke kita seolah itu hal yang normal?"

"Kayaknya kita harus bawa Naya ke psikiater, sayang." Lirih Reno, suaranya nyaris bergetar. "Ini bukan sekadar cinta monyet atau baper sesaat. Naya udah kehilangan kompas moralnya. Kalau dia terus begini, bukan cuma karier yang hancur, tapi kewarasannya juga."

​Hana membuang napas panjang, menatap pintu yang baru saja ditutup Naya dengan tatapan cemas. "Biar aku yang bicara sama Naya dulu sebentar."

****

1
Rahmi Mamimima
Typo ini.. Harusnya aku yg pduli sm kamu
Rahmi Mamimima
Kasian, naya udah g punya sahabat baik lagi

Kinan jug ksian krna uda g punya orang tua
Rahmi Mamimima
Wadduuhh gimana si kecil? Apa dy ikut dlm kcelakaan itu?
Rahmi Mamimima
Ah masa iya stlh obrolan itu tdk ad obrolan lgi ntara nya dan zaki
Mlah nay tu dr grup sekolahan, bkn dr zaki sendiri
Rahmi Mamimima
🤣🤣🤣😄Org lagi jatuh cinta kok malah mau d bw k psikiater
Rahmi Mamimima
Jatuh cinta beneran si naya sm muridnya
Rahmi Mamimima
Ibunya sdh mninggl? Apa krna anaknya g jdi mnikah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!