hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. tentang pernikahan
Setelah di tenangkan kakak iparku mama kembali keruangannya,
Dan kebetulannya li zhan di bawa ke RS terbesar di ibukota tempat mama dan juga kakak ku bekerja,
Setelah mama pergi aku menghampiri Lusi asistan sekaligus candy balapnya li zhan selama ini,
Becca sedang duduk di sampingnya begitupula felix yang kini sedang berdiri tak jauh dari sana bersama yanqi,
" kau tak apa²?,,," tanya becca yang melihat amarah mamaku meledak2 tadi,
"i'm okay,,, jadi sebenarnya apa yang terjadi?" tanyaku penasaran,
Li zhan bukan sembarang orang yang bisa membuat mobilnya terbalik seprti itu,
"sebenarnya beberapa hari lalu dia di jumpai seseorang tapi entah dia tidak bilang siapa itu,dan sore harinya dia begitu khawatir lalu menelpon becca" jelas lusi,
"ya beberapa hari lalu dia nelpon, dan dia mastiin ke aku kalau sarang benar² sudah menikah" jelas becca,
"apa hubungannya sama aku dan pernikahan ku" ujarku tak habis pikir mengapa li zhan mencari tau hubungan pernikahan ku,
"setelah tau kau menikah dia murung 2 hari ini bahkan tak makan dan tidur dengan benar, siang tadi dia di ajak balap wu yan,,, " penjelasan lusi terpotong oleh wu yan yang tiba² datang,
Wu yan seniorku di studio live, aku mulai berkarir di negri ini di bantu olehnya dan dia orangnya cukup jadi kakak yang baik untukku,
"dia menemuiku karna aku tau banyak hal tentang sarang, dan dia cukup menyesal karna sempat jadi gay dan membuat sarang kecewa" jelas nya membuatku mengangkat bahu tak mengerti,
"dia ke sini karna ingin mengejarmu kembali, tapi siapa sangka kau menikah tiba²" lanjut wu yan sembari duduk tepat di sampingku tanpa memedulikan yanqi yang ada di sana,
"apa dia gila,,, kita benar² sudah selesai, apalagi yang dia inginkan"kesalku dan becca mengusap punggungku seolah dia tau apa yang ku rasakan saat ini,
Sekitar 2 jam penanganan kak saga dokter penanggung jawab IGD keluar dan dia tak jauh seperti mama ketika mendapati ku seolah ingin menerkamku hidup²,
" sedang apa kau di sini?" tanya melihat keberadaanku,
"kak bagaimana keadaannya,,," tanya yang membuat suasana semakin keruh sepertinya,
Karna aku sadar kini ucapanku seolah benar² mengkhawatirkan li zhan, ya aku khawatir tapi hanya sebatas teman tidak lebih dari itu,
"dia baik2 saja kau pulang saja" ujar kak saga ketus ke arah ku,
"dia akan segera sembuh total dalam beberapa hari kecuali pikirannya" lanjut saga dengan sinis sambil melihat ke arah lusi,
ya apa yang kini ku lakukan mungkin akan tampak serba salah, bila aku peduli mungkin mereka berpikir aku masih punya perasaan padanya,
Sedangkan bila aku tidak peduli sama sekali bagai mana bila ini akhir dari hidupnya apakah aku akan begitu tampak picik,
Yaudah terserah lah seprtinya aku harus mengutaman diriku untuk istirahat dan pulang,
"ayo pulang, di sini masih ada lusi,,," ajakku pada becca yang di angguki lusi,
"baiklah kita akan datang lagi setelah dia sadar" ujar becca mungkin karna bagaimanapun kita bertiga pernah benar² seperti bestai sungguhan,
di parkirang tampak terlihat yanqi dan felix sedang berbincang lantas becca menghentikan langkahnya ,
"apa kau belum bisa melupakannya?,,," tanya becca,
"kau gila, sudah hampir 2 tahun lalu,,, aku benar² sudah tidak ingat hal menjijikan itu" kesalku menimpali ucapan becca.