NovelToon NovelToon
Rumah Ujung

Rumah Ujung

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Horor
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.

satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Menghantui

Suminah menuju sawah dengan tergesa-gesa karena hari ini dia mendapat pekerjaan dari sang suami, suami Suminah sendiri memang sedang sakit sehingga dia tidak bisa menjaga sawah mereka dari babi hutan, jadi mau tidak mau maka Suminah sendiri yang harus turun tangan untuk menjaga sawah mereka agar terbebas dari hama tersebut.

Sebab nanti di sana juga ada pondok sehingga tidak perlu takut ada apa saja di kebun itu, para babi juga tidak mungkin untuk menyerodok mereka yang sedang menunggu sawah tersebut, karena kebanyakan pondok mereka memiliki tiang yang begitu tinggi sehingga aman untuk hama yang datang ke tempat itu untuk menyerang.

Yang membuat Suminah merasa ngeri bukan karena sawah mereka tapi karena jalan yang harus mereka lewati untuk menuju sawah tersebut, takut kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan dan kabar tentang dari para warga itu memang benar bahwa arwah Sayuti akan gentayangan ke sana kemari setelah kematian sekeluarga itu begitu tragis.

Sawah mereka memang melewati rumah Sayuti juga sehingga mau tidak mau Suminah harus menahan rasa takut yang ada di dalam diri tersebut, mana dia juga membawa bocah kecil karena tidak mungkin ditinggal dengan suami dia di rumah itu, nanti yang ada anak mereka tidak akan terurus dengan baik sehingga Suminah memutuskan untuk membawa Nanang ke sawah juga.

Biar kalian untuk teman ngobrol karena bocah itu sangat dekat dengan ibu, namun karena membawa Nanang yang masih kecil maka perjalanan mereka terasa begitu sulit sekali karena Nanang melangkah sedikit demi sedikit dan tidak bisa berjalan dengan cepat walau saat ini rasa takut sudah menyelimuti hati Suminah.

"Ayo jalannya cepat dikit." Suminah sedikit mendorong sang anak agar mau berlari.

"Ih aku takut kalau mau berjalan cepat, Bu." Nanang juga merasakan sesuatu.

"Ini kalau jalan lambat seperti ini mau sampai kapan datang ke sawah kita, Nang!" desak Suminah sudah tidak sabar lagi.

"Kaki ku seperti ada yang memegang sehingga tidak bisa untuk melangkah lebih cepat." Nanang berkata apa adanya.

"Heh kau malah ngomong seperti itu, sudah tahu aku takut malah diomongkan pula hal yang tidak beres." Suminah tambah kesal dan dia segera berjalan tergesa-gesa.

"Ibu, tunggu aku jangan ditinggal." Nanang baru mau berlari.

Namun langkah bocah kecil ini mendadak saja tertahan karena dia melihat sesuatu dari dalam rumah milik keluarga Sayuti, jalan yang menuju sawah ini memang ada di sebelah rumah Sayuti tepat sehingga ketika mereka melintasi rumah tersebut maka bisa melihat apa saja yang ada di dalam rumah itu.

Keadaan dalam rumah itu memang lampu di nyalakan semua oleh Pak RT ketika mereka menemukan mayat Sayuti sekeluarga, tentu dengan niat agar rumah tidak terlalu seram dan orang yang melintas tidak merasakan takut yang luar biasa, tapi tetap saja rasa takut itu tidak bisa hilang di dalam hati mereka semua.

"Ibuuuu itu di dalam rumah ada orang yang sedang berdiri." Nanang berhenti dan menunjuk ke dalam rumah.

"Nang buruan gitu loh jalan!" Suminah terlihat emosi karena Nanang justru bertingkah.

"Tapi dia seperti ingin minta tolong pada kita, Bu." Nanang memang melihat sesuatu.

"Kamu kalau nggak berjalan sekarang tak tinggal beneran lho ya." ancam Suminah tidak main-main.

"Huhuhuuuu, Huhuhuuuuu."

Suminah baru saja memberi ancaman kepada Nanang dan saat itu juga dia mendengar suara orang yang sedang menangis dari arah dapur milik keluarga Sayuti, tentu saja wanita ini semakin gemetar tidak karuan karena dia sangat yakin bahwa keluarga ini memang menjadi hantu.

"Ya Allah itu suara apa?" Suminah gemetar ketakutan.

"Ibu orang itu bisa terbang di dalam rumah sana!" Nanang kembali berteriak dan kali ini dia berlari menghampiri Suminah.

"Ibu sudah bilang untuk segera pergi dari tadi, kau malah diam saja di sana!" Suminah sangat kesal dan segera menggendong Nanang pergi dari kawasan itu.

"Bu orang itu masih berdiri di sana dan menatap kita." Nanang menatap lurus.

"Jangan kau lihat lagi tentang orang itu, kita akan segera sampai pondok dan diam di dalam pondok sana." sergah Suminah dengan hati yang berdebar kencang.

"Dia seolah mau mengikuti kita, Bu." Nanang masih melihat orang tersebut.

Suminah sudah tidak peduli lagi karena menurut dia saat ini adalah lebih baik segera mencapai pondok dan menutup seluruh pintu pondok, punggung dia juga terasa begitu dingin karena suasana yang begitu seram dan suara menangis itu masih terngiang di telinga wanita ini, sungguh malam yang akan Suminah lewati terasa begitu panjang sekali.

"Huhuhuhuuuuu sakit sekali tubuh ku ini." suara menangis kembali terdengar.

"Bu, ada yang sedang menangis itu." Nanang menatap ke sana kemari.

"Masuk, segera tutup pintu dan kita diam saja di dalam pondok ini." Suminah menurunkan Nanang dan mereka segera masuk ke dalam pondok.

"Cepat, Bu! aku tadi melihat dia juga ikut ke sini." ucap Nanang.

Suminah yang mendengar hal itu tentu saja menjadi tambah ketakutan dan dia segera menoleh apa memang benar ada yang mengikuti mereka dalam perjalanan ini, sekali bila nanti justru sekeluarga Sayuti datang ke pondok tersebut untuk menakuti mereka berdua yang sedang menunggu babi hutan.

Dreeeeekkkk.

"Bu, pondok kita bergetar keras seolah mau roboh!" teriak Nanang merasakan getaran itu.

"Ya Allah tolong lindungi kami dari segala macam marabahaya." Suminah berdoa dengan bersungguh-sungguh.

"Mereka pasti tidak punya teman sehingga ingin berteman dengan kita, tapi mereka kok berwajah seram semua ya?" Nanang bertanya dengan nada polos.

Ini kalau bukan anak dia sendiri maka sudah sejak tadi Suminah akan menjitak kepala Nanang, sudah tahu orang tua sedang ketakutan seperti ini namun bocah kecil itu masih saja banyak bertanya sehingga Suminah antara takut dan juga kesal bercampur menjadi satu di dalam hati ini, mana pondok memang bergetar keras seolah ada yang mengguncang dari bawah.

"Aku tidak pernah mengganggu kalian jadi tolong jangan mengganggu aku seperti ini." Suminah berkata dengan keras.

"Huhuhuuuuu...

"Alam kita sudah berbeda dan aku tidak pernah mengenal dirimu, selama ini aku tidak pernah bertegur sapa dengan keluarga kalian jadi tolong jangan ganggu aku." ujar Suminah kembali sambil memeluk Nanang.

Suara menangis itu perlahan menjauh sehingga Suminah yang ada di dalam pondok sedikit merasa tenang, tapi rasa takut masih bergelayut di dalam hati karena mereka akan berjaga sampai pagi di pondok tersebut, takut bila nanti mendadak justru arwah tersebut akan datang kembali dan membuat mereka semakin ketakutan.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Bu sry Devi
jangan d terima Mak uang nya sama Laila akan mati jga klo Mak ,lupa ngasih tumbal
nurul supiati
apakah akan ketahuan purnama
K & T K & T
klo iman ga kuat,,bisikan iblis gampang masuk😒
ρυтяσ✨
justru cepat mati nanti anak mu mak... apa lagi buat berobat dengan uang yang g halal😌😌
V3
skrg ja Suminah menyesali punya suami bgtu ,,,, dulu waktu sblm menikah mmg nya gak thu watak nya si Pardi ❓❓
kn seharusnya si Suminah tahu kalau watak nya si Pardi itu buruk 🤦🤦😡
ttp ja Suminah mlh menikah dg nya ,,, bodoooh 🤣
V3
trs siapa jg yg sdh mengancam si Pardi ,, apakah 2 orang laki bini itu ❓❓
V3
aku kira si Pardi dh mati ,, kok ternyata msh hidup sih dan skrg mlh pulang 🤦
tp gmn ceritanya yaa ❓❓
V3
knp Rais gak mo jujur kpd istri nya ,, kalau bgni kn mlh JD tersiksa sndri bgtu 🥺
seharusnya Rais jujur ke Melva ,, siapa tahu Melva punya solusi nya 🤗
V3
loooh ... mmg beneran pendek toh ,,, aku kira mmg aku yg baca nya kecepatan 🤣🤣🤦
Tri Lestari
lanjutkan kak
V3
Nolan mah mmg sllu bgtu ,, jarang bgt Nolan ikut mengurus Kasus ,, tp sxnya ikut membantu mlh di jadikan Tumbal 🤣🤣🤣
V3
waaah ... betul kt Arya tuh ,, hrs nya si Darius dan Angelina itu bertemu dengan Purnama ja ,,, psti makin seru nih JK mereka bertiga debat omongan 🤣🤣
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
uang memang mampu mengelapkan mata hati manusia dengan rayuan manis iblis akhirnya terbuai, kecuali mereka yang memiliki iman yang kuat.
Ela Jutek
kirain ketemu salah satu sodara Pur, ternyata merayu wanita tua untuk berbuat sesat
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
buset ada juga tetangga mu yang kena mangsa Pur
Laila Amalia
jangan mau mak...
nanti klau ketahuan bisa Di banting purnama lo mak...
Siti Sarifah
selamat malam kak author
makin bertambah cabangnya
Leni Nuraeni
biarin ajjalah orang kaya gto mh gk usah d cari biar tau rasa,
Betri Betmawati
rumah siapa ya yg didatangi darlius itu, makin seru aja
Betri Betmawati
datang ke kampung orang malah berlagak bnyk tingkah pula sidarlius ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!