NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Tiga hari berlalu, Sarah absen dari bangku kuliah. Sengaja menengangkan diri dan pikirannya.Mencoba mengembalikan rasa percaya dirinya yang hampir terkikis kabut kegelapan, walau jelas sekarang keadaan dirinya tak lagi sama.

“ jangan menangis,tolong hari ini jangan menangis,hari ini kamu harus masuk Sarah, kamu pasti bisa,” batin gadi itu menyemangati dirinya sendiri.Bertemu dengan teman-temannya pasti jauh lebih menyenangkan dari pada menjadi penghuni kamar dalam kegelapan.

Hidup terus berlanjut,berjalan dinamis sesuai apa yang mereka tebar. Biarlah dia yang melakukan kecurangan menemui karma atas perbuatannya.

Seperti biasa,gadis itu akan memesan ojol untuk mengantarnya ke kampus,atau sengaja menunggu angkutan umum.Saat berjalan melewari gerbang rumahnya,saat itu pula seseorang yang telah membuat hidupnya hancur melewatinya.

Sudah biasa anak dari majikan ibunya itu terlihat dingin dan irit bicara. Namun, entah mengapa kali ini ia begitu benci melihatnya. Bila mungkin, ingin berlari ke hadapannya, lalu mencekik lehernya hingga pria itu kesulitan bernapas.

Sepasang netral hazelnya beradu tatap dalam diam, sebelum akhirnya Lingga melajukan motornya begitu saja tanpa menyapa. Tidak mengapa, karna hanya mendengar suaranya saja tak sudi rasanya. Orang kaya sesongong itu ternyata. Berbeda sekali dengan kedua orang tuanya yang begitu baik dan penuh adab.

Tak ingin mengingat-ingat lagi wajahnya yang terlihat menyebalkan. Sarah menepis dengan gelengan lalu berjalan.

Sampai di kampus, gadis itu langsung menuju kelasnya. Kelas yang selalu ramai dengan sambutan teman-temannya.

“Sar, udah sembuh?” Tanya Maya girang. Sahabatnya akhirnya masuk juga setelah dua hari absen.

“Iya,” sahut gadis itu menempati kursinya.

Sarah melewati hari itu begitu sulit, walau berusaha melupakan bayangan kelam mengerikan itu, tetap saja ia susah berkonsentrasi. Sembilan puluh menit rasanya berjam-jam.

Usai makul yang terakhir,Sarah tidak langsung pulang, ia lebih dulu menghabiskan waktunya di maskam setelah menunaikan empat rakaat ashar.

“Astagfirullah….,” batinnya sesak. Memilih berdiam menyendiri, rasanya tidak minat untuk pulang. Seakan dunia tak lagi bersahabat dengannya. Ia pun sedikit tak peduli jika sore ini terlambat sampai rumah.

“ Ayo naik! Kita perlu bicara!” Tiba-tiba seorang pria menghentikan motornya tepat di samping Sarah berjalan.

Gadis itu hanya menatap dingin,lalu kembali berjalan mengabaikan Lingga yang jelas-jelas mengajaknya bicara. Muak sekali melihat wajahnya.

Lingga menghadangnya, lalu sengaja turun dari motor agar gadis itu mau mengikutinya.

“ Aku tidak suka basa-basi, ini soal kemarin, kita perlu bicara,”ujarnya dengan nada songong. Seolah tak pernah melakulan kesalahan apapun.

“Pergi, jangan berbicara padaku,” tolak Sarah menatap muak. Tak ada segan lagi untuk orang yang tak punya adab. Sebelumnya Sarah tidak pernh tidak menghormati orang lain, tetapi keli ini ia seakan melenyapkan dari ingatan.

Sarah berjalan cepat menghindarinya, begitu pula dengan Lingga yang terus mengekor untuk mengutarakan pernyataan dirinya.

“Aku tidak sengaja, tapi jangan khawatir, aku akan membayar kompensasi atas apa yang terjadi padamu. Berapa harga keperawananmu?” tandas pria itu seolah enteng menanyakan hal itu.

Mendengar itu semua,rasanya Sarah begitu muak. Dia bukan hanya pria tsundere tetapi lebih tak punya akhlak.

Apa katanya? Dia pikir semua hal bisa di beli dengan uang. Bahkan sebanyak apapun yang Lingga punya tidak akan mampu membayar hancur hati dan hidup Sarah atas perlakuan bejatnya.

Gadis itu terdiam,memberanikan diri tatapan dingin pada netranya yang selalu ia tundukan di hadapannya. Ada banyak kemarahan disana, andai Lingga paham itu. Ia berjalan cepat menghindarinya, tetapi lagi-lagi pria itu menghadangnya.menyebalkan sekali.

“Kenapa diam? Aku tidak ingin di kemudian hari ada sengketa dia antara kita. Jadi, mari kita berdamai. Kamu ingin berapa? Sebut saja nominalnya?” Ujar pria itu tanpa rasa berdosa.

“Minggir!” desis Sarah menekan sabar. Sakit sekali hatinya mendengar itu semua.Ia tidak pernah menyangka, dibalik sikapnya yang dingin, ternyata beraura iblis yang menjijikan.

“Ayolah….. aku tidak ingin kamu mengambil keuntungan lain hanya karna kamu dekat dengan mama, mari kita bicara baik-baik.”

Sarah memejam mendengan celotehannya yang seakan picik. Selama ini dekat karna Bu Alice begitu baik, apa yang di maksud Lingga benar-benar membuatnya makin tak respect. Dia pikir keuntungan apa, dan apa maksudnya.

“Jangan kelamaan mikirnya, mari kita bicara baik-baik,” ulang pria jtu dengan santainya.

“Baik-baik kamu bilang! Bahkan semua yang kamu punya tidak akan pernah bisa menebus apa yang terjadi kepadaku. Aku tidak butuh uang mu, brengsek!” murka Sarah mendorong tubuh Lingga yang menghadangnya dengan kesal.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!