NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zidan Tengil

Malam semakin larut di kediaman keluarga Ardiansyah. Suara jangkrik di luar jendela kamar terdengar bersahut-sahutan dengan deru halus pendingin ruangan. Shakira, yang baru saja menyelesaikan revisi bab tiganya yang menguras otak, mencoba melakukan ritual relaksasi. Ia duduk bersandar pada headboard ranjang, mengenakan piyama satin panjang, dengan masker wajah clay mask berwarna abu-abu yang menutupi seluruh wajahnya kecuali mata dan bibir.

Ia sedang asyik menggulir layar ponselnya, mencari inspirasi resep pastry untuk ujian praktiknya bulan depan, saat suara pintu kamar mandi terbuka dengan bunyi klik yang nyaring.

Shakira menoleh pelan, dan seketika itu juga, matanya melotot lebar di balik masker wajahnya yang mulai mengeras.

Di ambang pintu, Zidan berdiri dengan santainya. Rambutnya yang hitam berantakan masih basah kuyup, meneteskan sisa air ke bahunya. Namun, yang membuat jantung Shakira seolah melompat ke tenggorokan adalah fakta bahwa Zidan benar-benar bertelanjang dada. Hanya selembar handuk putih yang melilit pinggangnya, menutupi bagian bawah tubuhnya, memamerkan perut ratanya yang ternyata memiliki garis otot yang cukup terbentuk—mungkin hasil dari mengangkat ban-ban besar dan mesin motor setiap hari.

"ZIDAN! Pake baju nggak!" teriak Shakira refleks, tangannya otomatis meraba-raba mencari apa saja untuk menutupi pandangannya.

Zidan sama sekali tidak terkejut. Ia justru mengusap rambutnya dengan handuk kecil yang ia sampirkan di bahu, lalu berjalan masuk dengan langkah yang dibuat-buat gagah.

"Apa sih, Sayang? Suara kamu kedengeran sampai luar, tahu. Aku kan baru selesai mandi," jawab Zidan dengan nada santai tanpa dosa.

"Pake baju kamu sekarang! Nggak sopan banget telanjang-telanjang kayak gitu di depan orang!" bentak Shakira, wajahnya yang tertutup masker terasa memanas.

Zidan berhenti di tengah ruangan, lalu berkacak pinggang, membuat otot lengannya semakin terlihat jelas. "Loh, nggak sopan gimana sih, Sayang? Aku kan suami kamu. Masa di kamar sendiri, depan istri sendiri, nggak boleh begini? Lagian gerah, AC-nya belum dingin."

"Tetap aja nggak sopan! Kita kan... kita kan belum sejauh itu! Pake baju sekarang atau aku tidur di kamar tamu!" ancam Shakira, suaranya naik satu oktav.

Bukannya menuju lemari pakaian untuk mengambil kaos, Zidan malah menunjukkan seringai tengilnya. Ia justru melangkah mendekat ke arah ranjang dengan langkah pelan yang provokatif.

Panik, Shakira langsung menyambar guling "Garis Khatulistiwa" yang sejak tadi tergeletak rapi di tengah kasur. Ia memeluk guling itu erat-erat di depan dadanya, seolah guling itu adalah perisai pelindung dari serangan musuh.

"Zidan! Berhenti di situ! Aku teriak nih ya!" ancam Shakira lagi, tubuhnya semakin mepet ke sandaran ranjang.

Zidan berhenti tepat di sisi ranjang tempat Shakira duduk. Ia membungkukkan badannya sedikit, mendekatkan wajahnya ke arah Shakira yang tertutup masker. Aroma sabun mandi yang segar dan maskulin menyeruak masuk ke indra penciuman Shakira, membuatnya semakin gugup.

"Teriak aja, Sayang," bisik Zidan dengan suara rendah yang serak. "Paling entar dikira Papa atau Mama kita lagi... yah, kamu tahu lah, melakukan kewajiban pengantin baru. Mau mereka masuk terus liat kita begini?"

"Kamu... kamu bener-bener mesum ya!" maki Shakira, suaranya bergetar.

Zidan tertawa kecil, matanya menatap nakal ke arah tangan Shakira yang memeluk guling dengan kencang. "Kamu kalau pengen pegang bilang aja, Ra. Nggak usah malu-malu gitu meluk gulingnya. Mau pegang perut aku? Atau..." Zidan melirik ke arah handuknya sendiri dengan tatapan jahil yang luar biasa. "Mau pegang yang bawah juga?"

Bugh!

Tanpa pikir panjang, Shakira menghantamkan guling di tangannya tepat ke arah wajah Zidan. Hantaman itu cukup keras sampai Zidan terhuyung ke belakang sambil tertawa terbahak-bahak.

"Nggak usah mesum! Pergi sana!" teriak Shakira. Dengan gerakan kilat, ia menarik selimut tebalnya dan menenggelamkan seluruh tubuhnya sampai ke ujung kepala, bersembunyi di balik kegelapan kain sprei.

Suara tawa Zidan masih terdengar memenuhi kamar. "Aduh, galak banget sih istrinya Zidan. Sakit tahu, Ra, kena hidung."

"Bodo amat! Pake baju!" teriak Shakira dari dalam selimut.

Terdengar suara langkah kaki Zidan menjauh, lalu bunyi pintu lemari yang dibuka dan ditutup. Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Shakira masih tidak berani membuka selimutnya, jantungnya masih berdegup kencang. Sialan, dia baru menyadari kalau Zidan punya bentuk tubuh yang... cukup bagus untuk ukuran tukang bengkel.

"Sayang, keluar dong. Udah pake baju nih. Nanti kamu sesek napas di dalem situ," panggil Zidan.

Shakira menurunkan selimutnya sedikit, hanya sampai matanya terlihat. Benar saja, Zidan sudah mengenakan kaos oblong hitam polos dan celana pendek santai. Zidan sekarang sudah berbaring di sisi kasurnya sendiri, tapi ada satu hal yang salah.

"Mana gulingnya?" tanya Shakira ketus.

Zidan menunjuk ke lantai di bawah kaki ranjang dengan jempolnya. "Tadi kan kamu lempar ke aku, terus jatuh ke bawah. Males ah ngambilnya, capek."

"Ambil! Itu pembatas kita!"

"Nggak mau. Lagian lantai kamar kan habis dipel, nanti gulingnya kotor," alasan Zidan yang sangat tidak masuk akal. Ia malah menepuk-nepuk sisi kasur yang kosong di tengah mereka. "Jadi malam ini gulingnya nggak ada di tengah ya. Kan udah kamu buang sendiri tadi."

Shakira bangkit duduk dengan gusar, masker wajahnya yang sudah kering mulai retak-retak di bagian pipi. "Balikin lagi gulingnya, Zidan Ardiansyah! Awas aja kamu kalau cari kesempatan pas aku tidur!"

"Siapa yang cari kesempatan? Aku cuma mau tidur dengan tenang tanpa ada penghalang antara aku dan kamu," ucap Zidan sambil menarik selimutnya sendiri sampai sebatas dada. Ia memposisikan dirinya menghadap Shakira, menatap istrinya dengan tatapan yang—untuk sekali ini—terlihat sangat tulus dan tidak tengil.

"Ra," panggilnya lembut.

"Apa lagi?"

"Masker kamu pecah-pecah tuh kalau kamu marah-marah terus. Sana cuci muka dulu, nanti gulingnya aku ambil deh. Tapi jangan lama-lama ya, aku nggak suka tidur sendirian."

Shakira mendengus, merasa kalah lagi oleh perintah halus Zidan. Ia turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi dengan langkah menghentak. Begitu sampai di depan cermin, ia melihat wajahnya sendiri. Masker abu-abu itu memang retak-retak di sekitar mulutnya, persis seperti tanah yang kering.

"Dasar tukang bengkel nyebelin," gumamnya sambil mulai membasuh wajahnya dengan air hangat.

Sekeluarnya dari kamar mandi dengan wajah yang sudah bersih dan segar, Shakira mendapati guling itu memang sudah kembali ke tempatnya. Namun, posisinya tidak lagi di tengah-tengah. Zidan sengaja meletakkannya sangat mepet ke arah sisi ranjang Shakira, sehingga ruang untuk Zidan menjadi lebih luas.

"Zidan! Ini kok jadi begini posisinya?"

Zidan yang sudah memejamkan mata hanya menjawab dengan suara gumaman malas. "Udah, tidur aja. Itu gulingnya udah balik kan? Aku udah ngantuk banget, Ra. Besok harus buka bengkel pagi-pagi karena ada borongan servis."

Shakira menatap punggung Zidan yang membelakanginya. Ia ingin memindahkan guling itu lagi ke tengah, tapi ia juga merasa lelah. Akhirnya, ia pun merebahkan diri di sisi ranjangnya, memeluk guling pembatas itu seerat mungkin.

"Selamat tidur, Ra. Makasih pecel lelenya tadi," suara Zidan terdengar lirih sebelum ia benar-benar terlelap.

Shakira tidak menjawab. Ia hanya menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berkecamuk. Satu hari lagi telah terlewati. Ternyata, hidup bersama Zidan bukan hanya soal berdebat soal pakaian atau jemputan kampus, tapi juga soal belajar menoleransi ketidaksopanan yang dibungkus dengan perhatian-perhatian kecil yang mulai sulit ia benci.

Ia memejamkan mata, membiarkan rasa kantuk menjemputnya di balik barikade guling yang ia sebut Garis Khatulistiwa, sementara di sebelahnya, sang penguasa bengkel sudah berkelana jauh di alam mimpi.

1
apiii
novel yg selalu bikin senyum" sendiri🤭
Nurminah
jarang2 makan favorit di novel pempek Palembang kapal selam pulok asli ini bibik ni wong palembang
tinggal daerah mano nyo Thor
di palembang jugo soalnyo
Nurminah: si ajudan kan sdh baca
total 8 replies
apiii
suka bngt sama dua bucin mas karat ini❤️
Rita Rita
bener bener si mas suami kejar setoran 🤭🤣🤣🤣
apiii
eps yg bikin senyum" sendiri 🤭
Rita Rita
apakah mas karatan dan istri sedang bikin adonan debay 🤔🤭🤣
apiii
aduh mas karatan🤣
Rita Rita
semangat boss,,, terus dapet asupan wkwkwk 🤭🤣🤣
apiii
wkwkwk
apiii
wah bisa bisa besok pagi di bengkel gimna ya
Rita Rita
akhirnya si mas karatan go' unboxing kalo go public udah 🤭🤣 asyik, guling udah kadaluarsa,,,
apiii
Lucu bngt pasangan baut karatan ini wkwk btw bisa kali thor triple up🤭
Nadhira Ramadhani: menyala otakku nanti kalo triple haha
total 1 replies
Rita Rita
si mas suami udah ada visual nya,, kasih visual kuntilanak cantik dong Thor,,,
Nadhira Ramadhani: ada saran?
total 1 replies
apiii
kiw kiww ada yg mulai bucin nih🤣
Rita Rita
cieee yg mau kencan 🤭🤣🤣 mas karatan dengan mbak Kunti cantik,, semoga lancar ya,,
apiii
doain ya aku lolos bab 1 bimbingan skripsi
Rita Rita
sangat contrast pasutri muda dengan panggilan sayang,,, mas karatan dan kuntilanak cantik 🤭🤣😍
Nadhira Ramadhani: POV: genz kalo nikah kak🤣
total 1 replies
apiii
semangat up nya thor aki tunggu tiap hari thor semangattt❤️
apiii
lucu bangt pasangan ini asli❤️
Rita Rita
sabar si mas suami jadi membawa bahagia,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!