NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sinar matahari pagi menembus celah tirai jendela apartemen kecil di pinggiran Kota Awan Putih. Debu-debu halus terlihat melayang di udara.

Di ruang tengah yang sempit, seorang balita berusia tiga tahun sedang duduk diam di atas karpet busa bergambar alfabet. Rambut hitamnya lurus dan rapi. Wajahnya datar, tanpa ekspresi khas anak-anak pada umumnya. Dia adalah Xiao Yan.

Xiao Yan menatap tangan kanannya dengan sangat fokus. Jari-jari mungilnya perlahan bergerak mendekati sebuah gelas plastik berisi susu hangat di atas meja rendah. Jarak antara jarinya dan gelas itu tinggal satu sentimeter. Otaknya bekerja keras melakukan perhitungan matematis tentang distribusi tenaga.

"Kekuatan Fisik 9999. Berat gelas plastik 50 gram. Volume susu 150 mililiter. Jika aku menggunakan tekanan lebih dari 0,0001 persen... gelas ini akan hancur," batin Xiao Yan.

Dia menarik napas pelan.

"Hah..."

Xiao Yan menyentuh permukaan gelas itu. Ujung jarinya menempel dengan sangat hati-hati. Dia mengangkat gelas itu perlahan. Berhasil. Tidak ada suara retakan. Gelas itu tetap utuh.

"Fiuh," desah Xiao Yan pelan dari mulutnya.

Dia baru saja akan meminum susu itu ketika pintu dapur terbuka.

"Yan-er, kamu sudah bangun?"

Lin Mei, ibu Xiao Yan, berjalan keluar dari dapur sambil membawa piring berisi roti panggang. Wajahnya terlihat lelah, tetapi senyum lembut selalu muncul setiap kali dia melihat putranya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi di rumah sakit. Lin Mei kini membuka toko kelontong kecil di lantai dasar apartemen untuk menyambung hidup mereka berdua.

"Ya, Ibu," jawab Xiao Yan singkat dengan nada suara anak kecil yang cadel.

Dia meletakkan kembali gelas itu ke atas meja dengan gerakan lambat bak robot.

Tuk.

Lin Mei duduk di sebelah Xiao Yan. Dia mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang.

"Anak pintar. Kamu sudah bisa minum sendiri tanpa menumpahkannya," puji Lin Mei. "Ayo makan rotinya. Ibu harus segera turun untuk membuka toko."

"Um," gumam Xiao Yan sambil mengangguk kecil.

Dia mengambil sepotong roti panggang. Kali ini lebih mudah karena roti itu empuk. Dia mengunyah dalam diam.

Bagi orang lain, Xiao Yan mungkin terlihat seperti anak yang sangat penurut dan pendiam. Kenyataannya, hidup Xiao Yan setiap detik adalah simulasi menjinakkan bom waktu. Dengan status maksimal di semua atribut, berjalan saja bisa menjadi tantangan besar. Jika dia menginjak lantai terlalu keras, keramik akan pecah. Jika dia menutup pintu tanpa perhitungan, engsel pintu akan terlepas dan terbang ke luar angkasa.

Tiga tahun ini, Xiao Yan belajar mengunci kekuatannya dalam-dalam demi mempertahankan kehidupan yang damai ini.

Tiba-tiba, suara ketukan keras terdengar dari pintu depan.

Tok! Tok! Tok!

"Mei! Lin Mei! Kamu sudah bangun?" Suara cempreng seorang wanita paruh baya terdengar dari luar.

Lin Mei menghela napas panjang.

"Hah... Itu pasti Bibi Zhou," ucap Lin Mei sambil berdiri dari duduknya. Dia berjalan ke arah pintu dan membukanya.

Di luar berdiri Bibi Zhou, tetangga sebelah kamar mereka yang terkenal paling suka bergosip di seluruh gedung apartemen. Bibi Zhou membawa sekantong belanjaan dan wajahnya terlihat sangat antusias.

"Ada apa, Bibi Zhou? Pagi-pagi sekali," tanya Lin Mei.

"Aduh, Mei! Kamu belum menonton berita pagi ini?" Bibi Zhou langsung menerobos masuk ke dalam apartemen dan duduk di sofa seberang Xiao Yan. "Saluran Berita Kultivasi Kota Awan Putih sedang membahas insiden tiga tahun lalu!"

Xiao Yan menghentikan kunyahannya. Telinganya menajam.

Lin Mei menutup pintu dan berjalan mendekat.

"Insiden... rumah sakit itu?" tanya Lin Mei dengan nada suara yang sedikit bergetar. Tragedi itu adalah luka lama. Di sanalah dia kehilangan suaminya.

"Iya! Cepat nyalakan televisinya!" paksa Bibi Zhou.

Lin Mei mengambil remot dan menyalakan televisi tabung kecil di sudut ruangan. Layar menampilkan seorang pembawa acara berita sedang mewawancarai seorang pria berjanggut panjang yang mengenakan jubah kultivator tradisional.

"Pemirsa, hari ini bertepatan dengan peringatan tiga tahun Tragedi Garis Kematian," ucap pembawa acara berita itu. "Bersama kita saat ini adalah Tetua Li dari Asosiasi Kultivator Kota. Tetua Li, apakah sudah ada petunjuk baru tentang siapa 'Senior Misterius' yang menciptakan lubang sepanjang tiga kilometer malam itu?"

Di layar, Tetua Li mengelus jenggotnya dengan ekspresi serius.

"Sayangnya belum. Asosiasi kami telah melakukan investigasi mendalam. Energi Qi yang tersisa di parit tiga kilometer itu sangat murni dan padat. Kami menyimpulkan bahwa Senior Misterius ini setidaknya berada di ranah Dewa Ilahi tahap akhir. Beliau pasti seorang petapa suci yang kebetulan lewat dan merasa kasihan pada warga kota."

Bibi Zhou memukul pahanya sendiri dengan keras.

Plak!

"Tuh kan! Sudah kubilang!" seru Bibi Zhou bersemangat. "Senior Misterius itu pasti dewa pelindung kota kita! Mei, kamu sangat beruntung waktu itu. Kalau Senior itu tidak menembakkan jurusnya ke monster kera, kamu dan Xiao Yan pasti sudah tiada."

Lin Mei menatap layar televisi dengan pandangan kosong.

"Ya... kami sangat beruntung," gumam Lin Mei pelan. "Aku sangat berterima kasih padanya. Aku hanya berharap suamiku juga bisa diselamatkan hari itu."

Melihat wajah ibunya yang sedih, Xiao Yan menundukkan kepala.

"Maafkan aku, Ibu. Aku tidak bisa menyelamatkan Ayah karena aku baru sadar setelah semuanya terlambat. Dan soal Senior Misterius itu... tebakan mereka semakin lama semakin absurd," batin Xiao Yan.

"Ehh, ngomong-ngomong soal beruntung," Bibi Zhou tiba-tiba mengalihkan pembicaraan, menyadari perubahan suasana hati Lin Mei. Dia membuka kantong belanjaannya. "Aku baru saja dari pasar di bawah. Kudengar kamu mau memasak sup iga pedas untuk makan siang. Ini, aku belikan bubuk lada hitam kualitas terbaik dari daerah barat. Sangat pedas dan harum!"

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!