NovelToon NovelToon
Love Mercenary Killer

Love Mercenary Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bgreen

Penculikan yang salah berujung pada malam panas. Lalu, wanita menghilang. Obsesi sang pembunuh bayaran dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bgreen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenapa aku di culik?

Jantung Maple berdetak kencang saat mendengar ancaman dari pria tampan itu, seperti genderang perang yang memekakkan telinga. Air matanya mengalir deras, membasahi pipinya yang pucat.

Rex yang melihat wanita itu menangis dan bergetar, tanpa ia sadari tangannya mulai ingin menghapus air mata yang membasahi pipi wanita tersebut. Ada dorongan aneh dalam dirinya untuk melindungi wanita ini, meskipun ia sendiri tidak mengerti mengapa.

Namun wanita itu memalingkan wajahnya, menghindari sentuhannya, dan terlihat wajahnya ketakutan. Matanya memancarkan ketakutan yang mendalam, seolah Rex adalah monster yang siap menerkamnya.

"Keluarlah, dan bersihkan tubuhmu di sungai. Aku tak ingin melanjutkan perjalanan dengan aroma busuk dari tubuhmu." Ucap Rex menarik kembali tangannya yang hendak menyentuh wajah wanita itu dan membuka borgol di tangan Maple. Ia berusaha menyembunyikan perasaan aneh yang berkecamuk dalam dirinya, kembali memasang wajah datarnya yang dingin.

Maple membuka kedua matanya yang sembab, lalu melihat ke arah pria itu. Pria itu tampak memandangi Maple dengan tatapan tajam, seakan menyuruhnya untuk cepat membersihkan dirinya. Ia bisa merasakan tatapan Rex membakar kulitnya, mengawasinya setiap gerakannya.

Maple pun perlahan keluar dari mobil, kakinya terasa lemas dan gemetar, dan berjalan menuju ke arah sungai. Pria itu tetap memandangi Maple untuk mengawasinya, memastikan ia tidak mencoba melarikan diri.

Maple yang melihat-lihat di sekitar tak ada jalan keluar baginya di hutan asing baginya akhirnya hanya bisa pasrah. Ia merasa seperti burung dalam sangkar, tidak ada harapan untuk terbang bebas.

Kakinya menyentuh air sungai yang dingin dan jernih, membuatnya sedikit tersentak karena kesegaran air tersebut. Air itu terasa seperti sengatan listrik yang membangunkannya dari mimpi buruk ini.

"Aaaah... Segarnya." Ucap Maple saat membasuh air tersebut ke wajahnya. Air itu membersihkan debu dan darah yang menempel di wajahnya, membuatnya merasa sedikit lebih baik.

Maple langsung membasuh air sungai itu ke tangan dan kakinya yang kotor, merasakan dinginnya air yang menusuk kulitnya.

Ia perlahan berjalan masuk ke dalam sungai yang dangkal itu, berniat merendam tubuhnya untuk membersihkan diri. Air jernih itu membelai kulitnya, memberikan sensasi menyegarkan yang sangat dibutuhkan.

Namun, semakin ia melangkah, kakinya malah terpeleset pada batu licin di dasar sungai. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan, dalam sekejap, ia terjerembap ke dalam air sungai yang lebih dalam.

Maple yang tak bisa berenang, panik. Tubuhnya limbung, tenggelam ke bawah permukaan air yang dingin. Ia mencoba menggapai apa pun, namun hanya air yang ia sentuh. Paru-parunya terasa sesak, kepalanya berdenyut. "AAAK.. T-tolong... To-long," ucap Maple, suaranya terputus-putus saat ia mencoba berada di permukaan agar bisa bernapas. Setiap tarikan napas terasa seperti perjuangan hidup dan mati.

Rex yang melihat hal itu, tanpa pikir panjang, langsung berlari. Ia menceburkan dirinya ke dalam sungai dengan suara deburan keras, air memercik ke mana-mana. Ia berenang dengan cepat, membelah air dengan gerakan kuat, hingga ia berhasil menangkap tubuh wanita itu yang hampir tenggelam. Tangan Rex mencengkeram erat lengannya, menariknya ke permukaan.

Maple yang panik akan mati tenggelam, saat merasakan seseorang memegangnya, seketika secara refleks memeluk pria itu dengan erat. Wajahnya tersembunyi di dada bidang Rex, mencari perlindungan dan kehangatan.

Kaki Maple bahkan melingkar kepinggang Rex dengan erat, instingnya mencari pijakan dan keamanan.

Seketika jantung Rex berdetak kencang, iramanya tak beraturan saat wanita itu memeluknya. Aroma tubuh Maple, bercampur dengan air sungai, memenuhi indra penciumannya. Ia pun terdiam beberapa saat, menikmati pelukan wanita tersebut, merasakan kehangatan tubuhnya yang menempel erat.

Sentuhan itu, keintiman yang tak terduga, membuat gairah Rex mulai bereaksi, membangunkan sesuatu yang telah lama tertidur dalam dirinya.

"Shit," batin Rex, mengutuk dirinya sendiri.

Rex mulai berenang ke tepi, membawa wanita itu dalam pelukannya, berusaha menghilangkan pikiran kotornya yang tiba-tiba muncul.

Setelah berada di tepi sungai, Rex lalu melepaskan pelukan wanita itu, meskipun ada sedikit penyesalan yang menyelinap. Ia berdiri dan berjalan kembali ke mobil, meninggalkan Maple yang masih terengah-engah.

Maple sedikit lega, karena dirinya tak jadi mati tenggelam. Ia menoleh ke pria tadi yang langsung berjalan menuju ke mobil, tanpa menoleh sedikit pun ke arahnya.

Dengan perlahan Maple bangun, tubuhnya masih gemetar. Ia berjalan menuju ke mobil juga, karena ia tak ingin melanjutkan membersihkan tubuhnya, takut ia akan tenggelam di sungai itu lagi. Trauma itu masih membekas.

"Pakai ini." Ucap pria itu, suaranya datar, melempar sehelai pakaian bersih ke arah Maple. Maple menangkapnya secara refleks.

Pria itu tampak dengan santai membuka pakaiannya di depan Maple, tanpa rasa canggung sedikit pun. Otot-ototnya yang terbentuk sempurna terpampang jelas di bawah sinar matahari pagi. Ia mengganti baju dengan yang baru, seolah Maple tidak ada di sana.

Maple langsung refleks berbalik, pipinya memerah karena malu. Ia merasa gugup, tak ingin dikira mesum melihat pria itu sedang berganti pakaian, meskipun pandangannya sempat mencuri pandang.

"Kenapa kau hanya diam saja? Kau ingin aku yang menggantikan pakaianmu?" ucap pria itu, suaranya sedikit mengejek, setelah ia selesai berpakaian.

Maple tidak menjawab, ia hanya berjalan sedikit menjauh untuk membuka pakaiannya yang basah dan mengganti dengan pakaian baru yang diberikan Rex. Ia mencoba mencari sedikit privasi di balik semak-semak.

Rex masuk ke dalam mobil dan menunggu di sana. Sembari menghidupkan rokoknya, matanya masih bisa melihat posisi wanita itu sedang membuka pakaiannya. Sekilas, siluet tubuh polos wanita itu terlihat, meskipun tidak terlihat semua.

"Shit, ada apa denganku." gumam Rex, asap rokok mengepul dari bibirnya. Hal itu membangkitkan gairah kotornya yang selama ini sudah tak pernah ia rasakan, sebuah hasrat yang membara dan sulit dikendalikan.

*

Maple yang sudah memakai pakaiannya, meskipun ukurannya kebesaran dan membuatnya terlihat lucu, langsung berjalan menuju ke mobil. Ia membuka pintu dan duduk di kursi samping pengemudi, berusaha menjauhkan diri dari Rex sebisa mungkin. Aroma rokok dan maskulin Rex memenuhi kabin mobil, membuatnya merasa tidak nyaman.

Rex pun menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan tempat tersebut, membelah jalanan hutan yang sepi. Suara mesin mobil memecah keheningan, hanya itu yang terdengar.

"Kau akan membawaku ke mana?" Tanya Maple setelah beberapa lama dalam perjalanan, suaranya bergetar. Ia memberanikan diri untuk bertanya, meskipun takut akan jawaban yang akan ia terima.

Pria itu hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Maple dan fokus dengan menyetir. Wajahnya datar, tanpa ekspresi, seolah Maple tidak ada di sana.

"Hei... Kenapa kau menculikku? Jika kau butuh uang, kau sudah salah menculikku. Aku tak punya uang untuk diberikan padamu. Apa aku berbuat salah padamu hingga kau ingin membunuhku?" Ucap Maple, suaranya semakin meninggi. Ia merasa frustrasi dan putus asa. Ia ingin tahu alasan di balik semua ini, mengapa ia menjadi korban.

Apa hubungan dirinya dengan pria ini, dan apa kesalahannya sehingga pria ini ingin membunuhnya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, membuatnya semakin bingung dan takut.

"Tolong jawablah. Setidaknya aku tahu kenapa aku harus mati di tanganmu," ucap Maple dengan air mata yang mengalir deras, membasahi pipinya. Ia mulai menangis tersedu-sedu di dalam mobil, hatinya hancur berkeping-keping. Ia merasa tidak berdaya, menunggu ajal menjemput.

1
perahu kertas
😯😯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!