NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:329.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Posisi riskan

Shanum masih menangkup dagunya di atas meja.

Naka benar-benar menjemputnya untuk pergi bersama, sesuai yang ia mau, seperti instruksinya, Naka menurunkan Shanum sebelum sekolah, meski sebelumnya mereka berdebat tentang titik penjemputan.

Ketika ia sampai ke sekolah dengan berjalan kaki, motor Naka memang sudah terparkir rapi sementara si empunya sudah sibuk entah di kelas atau berkeliaran di ruang OSIS.

Jemima masuk dan cukup terkejut melihat Shanum sudah di sekolah sebelum dirinya, biasanya jika tidak setelahnya mereka akan bersamaan, "widihhh jam berapa ke sekolah, tumben. Nginep ya?" kekehnya.

Shanum dan Jemima ikut menoleh saat Jihan datang ke kelas Shanum, "Num, sorry ganggu....kemaren hujan, aku lupa belum sempet ngeprint buat bahan rapat hari ini."

"Toko buku di depan sekolah belum buka." Keluhnya, "gimana ya?" ia bertanya.

"Oh ya udah, print-an punya sekolah aja, Ji..." Jemima mendorong kacamata sambil berucap santai.

Shanum tau ini tugas bersama sebagai sekertaris MPK, mau tak mau ia dan Jihan menyeru ruang tata usaha, ia membungkuk sopan ketika ijin pada guru tata usaha disana, menyampaikan maksud dan tujuannya, sampai dipersilahkan untuk menggunakan printer sekolah.

Kebiasaan Shanum yang memastikan terlebih dahulu sebelum melakukan, "Ji, udah Lo revisi kan salah kemaren?" tanya nya lagi saat berdiri setengah membungkuk di depan meja printer.

Diantara wanginya pinus ruangan tata usaha. Lemari loker dan rak-rak berisi berkas tertata rapi di sudut belakang memenuhi dinding ruangan berlater L. Bunyi suara kursi digeser, komputer menyala dan obrolan santai menjadi sapaan hangat ruang tata usaha.

"Revisi?" Jihan malah balik bertanya kebingungan.

"Kemaren gue suruh revisi poin ke 3, kan? Kata gue dihilangkan aja Ji...ganti sama OSIS memiliki agenda untuk mengundang beberapa organisasi sekolah lain untuk menjalin kerjasama..." Bahkan Shanum memperlihatkan ponselnya pada Jihan cukup berapi-api sebab gemas.

"Oh iya ya? Kok gue lupa kayanya, Num..." Jihan menggaruk kepalanya nyengir getir.

"Lah, Ji...gimana sih?" ada nada kecewa Shanum yang kemudian Jihan meminta maaf sebab kemarin ia cukup dibuat sibuk di rumah.

"Berarti mesti diganti dulu. Ruang MPK udah dibuka belum?"

Jihan menggeleng, "kunci di Canza sih yang pegang."

Shanum berdecak menekan keningnya, pagi-pagi sudah dibuat sibuk begini gara-gara kecerobohan Jihan.

"Kayanya Canza udah datang deh, tapi dia tuh seringnya nongkrong di ruang OSIS."

MPK periode 202X-202X

(Mala_Shanum) Nza, dimana?

(Canza) di hatimu, Num...😚

(Jemima Mima)dia sejenis penyakit hati, Num...soalnya nyempil di hati.

(Frizka freeze)kolesterol?

(Bayu Aji)😆 jin ivritts.

(Canza) ruang OSIS.

(Arjuna) kenapa cari Canza, Num?

(Mala Shanum) kunci ruang MPK Nza, ada yang mesti gue revisi, butuh laptop.

Namun tidak menunggu sampai Canza menyusul, sebab Shanum tau jika sudah nongkrong begitu Canza akan sulit sekali bergerak sementara ia dan Jihan sudah kepalang ijin di ruang TU.

Terpaksa, pagi-pagi ia sudah dibuat kesana kemari.

Ada Lutfi yang duduk bersila sambil mengerjakan PR, Canza dan Savero yang tengah duduk bersantai sambil makan nasi uduk. Siapa lagi tentu saja Naka yang melahap roti sandwich coklat sambil membaca beberapa lembar kertas.

Tidak hanya mereka, ada Jeevika dan Chika yang rupanya sedang mendiskusikan kertas di tangan Naka bersama ketos ini, "Num--num, ngapain?"

"Hay, sorry ganggu...mau ke Canza."

Canza sudah hampir merogoh isian tasnya disana, "masuk dulu Sha, Ji..." pinta Naka.

"Ngga apa-apa, thanks..." jawab Shanum.

"Cieee yang dari taman safari!" goda Chika menjeda kegiatannya bersama Naka dan Jeevika demi menyambut Shanum di gawang pintu.

"Ngapain ke taman safari sih, Num. Kaya anak TK...ngga ngajak lagi!" Chika justru sudah menarik tangan Shanum untuk masuk.

"lagi pengen ngunjungi eyang aja." Jawabnya membuat Savero tersedak nasi. Canza dan Lutfi tertawa sementara Naka diam.

Shanum melambai pada Jihan untuk ikut masuk.

"Lo nyari apaan sih Nza?" tanya Vero, "dalem banget dirogohnya."

"Ada ngga, Nza?" tanya Jihan.

"Bentar. Kemaren gue taro di tas kok." jawab Canza.

"Apaan?" tanya Chika.

"Kunci ruang MPK. Awas ilang Canza... anak-anak MPK mau masuk lewat mana ntar?" jawab dan tanya Shanum ikut melongokan isian tas Canza.

"Lewat jendela kaya ninja."

"Ninja apa maling?"

"Isi tas Lo apa sih, Nza? Dosa ya? Pake diubek-ubek segala begitu?" lagi Shanum sudah mencibir Canza.

"Mau ngapain sih, emangnya Num?" tanya Canza jadi hectic dan kesal sendiri hingga akhirnya ia menumpahkan seluruh isian tasnya.

Ada buku, alat tulis tanpa tempat pensil, tutup pulpen tanpa pulpennya, penggaris patah, kain slayer paskibra, beberapa lembar kertas folio yang telah terlipat dan kusut, ada juga Al Qur'an dan, parfum buku LKS serta topi paskibra.

Chika tertawa, "dekil banget anjirrr topinya. Belum Lo cuci berapa lama, Nza?"

"Dari pertama beli." Jawabnya ngasal membuat para perempuan bergidik termasuk Shanum.

Naka mendekat tanpa Shanum sadari.

"Ada butuh apa pagi-pagi ke ruang MPK, ngambil barang?" oceh Canza lagi.

"Gue mau revisi sih dibilangin, budeg ya?!"

"Disini aja kalo gitu, Sha. Butuh laptop kan? Pake aja punya OSIS dulu...biar Canza nyari barang ngga di buru-buru, kalo panik malah jadi ngga ketemu."

Shanum menoleh ke sumber suara sedikit terkejut sebab Naka telah ada di dekatnya.

"Lagian bukan dari kemaren-kemaren. Lo sibuk ngapain sih, Num?!"

"Gue yang salah sih, sorry...Shanum udah minta tolong gue, gue-nya lupa..." akui Jihan.

"Elah Ji...sibuk ngapain sih weekend sampe lupa?"

"Sibuk lah, namanya weekend ngga inget nugas, yang ada nyuci seragam, sepatu... saking sibuknya lupa tugas." Jawab Jihan.

"Lah, nyuci berapa jam sih paling..." Canza kembali bersuara sumbang.

"Positif aja kali Nza, Jihan nyuci seragam sama sepatu orang se-rt ya Ji?" tanya Lutfi membuat Chika dan Jeevika menghadiahinya dengan lemparan kertas gulung.

"Gimana Num, mau pake laptop OSIS aja?" tanya Jihan.

Savero mengangguk, "pake aja Num... Naka tuh ngga ngasih ijin kalo Arjuna yang pake, Lo mah sih ngga apa-apa, ya Ka?!"

Naka apresiasi kejujuran yang amat di luar nalar anak-anak OSIS ini.

Shanum menatap Naka yang telah bergerak mengambil laptopnya lalu menggiring Shanum untuk memakainya.

"Beneran ih? Baik banget kalian, makasih loh!"

Jeevika terkekeh, "ngga apa-apa kali, Num...emang pada dasarnya mah OSIS MPK baik-baik aja, cuma ketuanya aja yang kaya air dan minyak." akuinya tak membuat Naka bereaksi apapun, memang benar adanya. Sekali lagi para bawahannya adalah makhluk terjujur sedunia.

Shanum sudah mengambil duduk di depan meja rendah laptop, lalu memasukan flashdisk miliknya tadi.

"Ini gue tanya sekali lagi ya guys, bener kan kalian tuh ngundang OSIS sekolah lain?" tanya Shanum diangguki Naka.

Shanum mengangguk, "begini bahasa ketikannya berarti Ji." Bukan Jihan, melainkan Naka yang telah mendekat, hampir tak berjarak dan menempel.

"Coba gue liat, jangan sampe bikin Juna salah paham sama OSIS, Sha..."

Posisinya...Jihan---Shanum lalu ada Naka di samping kiri Shanum, "coba Lo scroll ke bawah poin-poinnya.." pinta Naka. Tidak. Jelas.. ia tidak menyuruh Shanum sebab, Naka sudah beranjak, berdiri di atas karpet dengan lututnya. Badannya merapat dari belakang Shanum seolah memeluk dan mengungkung Shanum, begitupun dengan tangan kanannya yang menyentuh area kursor benar-benar menyentuh punggung tangan Shanum, mengarahkan.

Mungkin Jihan tak fokus pada adegan in tim tepat di sampingnya itu sebab ia ikut fokus pada layar yang direvisi. Namun penghuni ruangan OSIS lainnya disana----mereka langsung terhenyak melihat Naka begitu.

"Yang ini, bisa lebih diperjelas lagi ngga, biar ngga salah paham nantinya...katanya diganti jadi *mengajak*..." ucap Naka, bahkan jakun Naka itu menyentuh rambut Shanum.

"An jing..." Canza yang mengumpat dan menggonggong.

Chika turut dibuat speechless, kejadian langka bahkan baru kali ini terjadi itu nyata di depan matanya....

Langkah beberapa orang terdengar lewat berlalu lalang, tapi diantara langkah-langkah itu ada langkah Pandu yang langsung terkejut mendapati itu, "Num--num, Ka, Lo berdua lagi pada ngapain?!"

Mereka menoleh ke arah sumber suara di gawang pintu, Shanum langsung mendongak sementara Naka menunduk, "Naka..."

"Bantuin revisi, kan?" lirih Naka beralasan dengan polosnya.

Chika makin dibuat membelalakan matanya sebab, posisi keduanya yang begitu justru seperti orang sedang berciu man.

.

.

.

.

1
Elmaz
moga2 naka bisa kasih penjelasan yg bisa di mengerti kedua org tua... semangat broh 😔💪
Sri Wahyuni Abuzar
num num > sayang Ka...sayang pake bangeet malah....tapi....ayah....bunda....aaakkhhh 😭😭😭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ayah nya shanum geli mungkin ya denger kisah pacaran ala si reak itu ...makanya dia kecewa ke Naka ...Naka juga sok2an nyoba pacaran ke reak🤣
Nur Wakidah
sesi melow melow 😭😭😭😭
olip lip
rekomendasi buat d baca,,,
olip lip
lnjut thor
'Nchie
apa mungkin mereka putus dulu terus pacaran lagi pas kuliah ya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
ngapain ngajak ketemuan, kamu gak punya keluarga apa temen sih , Sampek ngajak ketemu cowok org
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
owh Kailani ini bundanya shanum ya
Ika Setyawati
buat naka berjuang agak kerass lah teh...
Priyatin
sayang bang nakaaaa.😭😭😭😭
makanya ayo kita berjuang bareng"
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
aku pikir hobi masak dan suka merangkai bunga tuh kalem, tapi gaul juga ternyata🤭
'Nchie
Ruwet kalo ortu tau gini..salah paham..tapi kata2 naka tadi yg bikin salah paham
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
tandai aja ro, mumpung belum ada yg punya, lumayan kan iparan sama naka😅
Bunda Idza
lebih baik kamu jujur kacang ijo Sha.... kesepakatan diawal hubungan dengan Naka....siapa tau para ortu paham dan memahami... semangat kalian berdua...
Nurs_tars
positif q dah over thinking ma rea Naka, gmn akhirnya shanum Naka, deg2an ,, restu ayah di ujung tanduk
'Nchie
waduh bp nya shanum nih kayanya nya
Tuty Ismail
bicara berdua..... semoga saja kedua keluarga mau memahami ini
Santi Seminar
kasihan Naka kak sinnn,Jan lama2 yah konfliknya
Wiyono Yhorie
ujian nya dari restu ortu langsung, berat ini Naka...
coba berguru dari papa ganesh 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!