NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Taring Sang Penjual Bakso

​"Siapa yang memberimu izin masuk ke ruangan ini, Tukang Bakso?"

​Suara menggelegar Tuan Rubyjane memecah keheningan ruang rapat yang seketika mencekam. Ia menggebrak meja jati di depannya, menatap Nata dengan kebencian yang nyata. Di sampingnya, Shena tampak membuang muka seolah-olah kehadiran Nata membawa bau amis ke dalam ruangan steril itu.

​Nata tidak bergeming. Ia justru menarik kursi kosong di sebelah Airine dengan santai, lalu duduk sambil menyandarkan punggungnya. Gerakannya sangat rileks, seolah ia sedang duduk di warungnya sendiri, bukan di depan dewan direksi perusahaan bernilai triliunan.

​"Pintunya tidak dikunci, Tuan. Dan setahu saya, seorang suami punya hak untuk mendampingi istrinya yang sedang dikeroyok oleh keluarganya sendiri," jawab Nata dengan nada bicara yang sopan namun sarat akan provokasi.

​Airine menoleh ke arah Nata, matanya membelalak. Apa yang dia lakukan? Dia akan membuat Ayah semakin murka! bisik batinnya. Namun, ada bagian dari dirinya yang merasa lega karena tidak lagi berdiri sendirian di ruangan dingin ini.

​"Berani sekali kamu bicara begitu!" Reo menyambar, wajahnya memerah menahan malu karena merasa dilangkahi. "Kamu tahu siapa pria di depanmu ini? Beliau adalah pemilik tunggal RS ini sebelum kamu datang merusaknya dengan pernikahan palsumu!"

​Nata menoleh perlahan ke arah Reo. "Pernikahan palsu? Kami punya surat sah dari KUA. Jika Anda keberatan, silakan tuntut negara, jangan teriak-teriak di depan wanita."

​"Kamu!" Reo hendak berdiri, namun Tuan Rubyjane mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Reo diam.

​Tuan Rubyjane menatap Nata dengan mata menyipit. "Berapa? Katakan saja berapa Airine membayarmu untuk sandiwara ini. Sepuluh juta? Seratus juta? Aku akan memberimu dua kali lipat sekarang juga, asalkan kamu pergi dari sini dan tanda tangani surat cerai ini."

​Shena ikut menimpali dengan suara lembut yang berbisa. "Benar, Nak Nata. Kamu pasti orang susah, kan? Bayangkan apa yang bisa kamu lakukan dengan uang ratusan juta. Kamu bisa buka cabang bakso di seluruh kota. Jangan hancurkan masa depan putri kami hanya karena keserakahanmu."

​Airine merasakan dadanya sesak. Ia mencengkeram ujung jas dokternya, bersiap untuk mendengar Nata menerima tawaran itu. Siapa yang tidak akan tergoda? Nata hanyalah pria yang hidup dari mangkuk ke mangkuk.

​Nata terdiam sejenak. Ia menunduk, seolah sedang menimbang-nimbang jumlah nol di dalam cek yang mungkin akan ditulis Tuan Rubyjane.

​"Ratusan juta ya?" gumam Nata pelan.

​"Bagaimana? Setuju?" tanya Tuan Rubyjane dengan senyum kemenangan yang mulai mengembang.

​Nata mendongak. Bukannya senyum serakah, yang muncul justru tawa kecil yang terdengar sangat meremehkan. "Maaf, Tuan Rubyjane. Tapi sepertinya Anda salah menilai saya. Bakso saya memang murah, tapi harga diri saya tidak bisa dibeli dengan recehan Anda."

​"Recehan kamu bilang?!" Tuan Rubyjane nyaris berteriak.

​"Bagi Anda, ini mungkin soal uang dan warisan. Tapi bagi saya, Airine adalah istri saya sekarang. Dan saya tidak terbiasa menjual apa yang sudah menjadi milik saya," Nata meraih tangan Airine di bawah meja, menggenggamnya dengan kuat. Tangan Nata terasa hangat dan kasar, memberikan kekuatan yang tidak pernah Airine duga sebelumnya.

​Renata, yang sejak tadi hanya menonton, tiba-tiba berdiri sambil melemparkan sebuah map ke tengah meja. "Cukup omong kosongnya! Papa, jangan buang waktu. Pengacara kita sudah menyiapkan draf pencabutan hak kelola Airine karena dia dianggap melakukan tindakan yang merugikan citra perusahaan dengan menikahi pria berlatar belakang kriminal!"

​Airine terkesiap. "Kriminal? Apa maksudmu, Renata?"

​"Oh, Airine sayang... apa kamu tidak selidiki siapa suamimu ini?" Renata tersenyum licik. "Kami sudah mencari tahu. Nata ini sering terlibat perkelahian jalanan. Dia punya catatan di kepolisian setempat karena menghajar orang sampai masuk rumah sakit. Pria kasar seperti ini tidak pantas ada di lingkungan medis kita!"

​Nata sedikit tertegun. Mereka benar-benar menggali latar belakang buatanku, pikirnya. Memang, dalam identitas penyamarannya, Nata sengaja dibuat memiliki catatan berkelahi agar ia punya alasan kenapa ia jago bertarung tanpa harus menyebutkan "pelatihan intelijen".

​"Itu namanya pertahanan diri, Nona," sahut Nata tenang. "Di pasar, kalau kita tidak keras, orang akan menginjak-nginjak kita. Sama seperti yang sedang kalian lakukan pada Airine sekarang."

​"Diam kamu!" bentak Tuan Rubyjane. "Airine, tanda tangani surat pelepasan aset ini sekarang, atau aku akan melaporkan suamimu ini ke polisi atas tuduhan penipuan identitas!"

​Airine menatap surat itu dengan mata berkaca-kaca. Tekanannya terlalu besar. Ia merasa dunianya runtuh. Namun, sebelum ia bisa meraih pulpen, Nata sudah lebih dulu mengambil map itu dan menutupnya dengan kasar.

​"Dia tidak akan menandatangani apa pun hari ini," ucap Nata. Suaranya kini tidak lagi santai, melainkan dingin dan penuh otoritas yang membuat bulu kuduk Airine berdiri. "Dan soal rumah sakit ini... bukankah kalian harus lebih khawatir soal audit obat-obatan yang akan dilakukan kementerian kesehatan minggu depan?"

​Seluruh ruangan mendadak hening. Wajah Tuan Rubyjane berubah pucat pasi dalam sekejap. Begitu juga dengan Reo yang tiba-tiba gelisah di kursinya.

​"A-apa maksudmu? Audit apa?" tanya Reo dengan suara yang sedikit bergetar.

​Nata berdiri, masih menggenggam tangan Airine. "Hanya desas-desus di pangkalan bakso saya. Katanya, banyak obat ilegal yang masuk lewat jalur distribusi farmasi keluarga ini. Mungkin saya hanya tukang bakso, tapi telinga saya ada di mana-mana."

​Nata menatap Tuan Rubyjane tepat di matanya. "Jika saya jadi Anda, saya akan membiarkan Airine bekerja dengan tenang sebagai direktur medis yang baru. Karena jika dia jatuh, mungkin rahasia di gudang farmasi itu juga akan ikut terbongkar."

​Nata menarik Airine untuk berdiri. "Ayo, Sayang. Kita punya banyak pekerjaan. Dan Tuan Rubyjane... terima kasih atas tawarannya, tapi saya lebih suka hasil jualan bakso saya sendiri."

​Nata menuntun Airine keluar dari ruang rapat, meninggalkan para petinggi perusahaan itu dalam keadaan syok dan ketakutan. Begitu pintu tertutup, Airine langsung melepaskan pegangan tangan Nata.

​"Nata! Dari mana kamu tahu soal audit itu?" tanya Airine dengan napas memburu. "Itu rahasia internal tingkat tinggi!"

​Nata kembali memasang wajah "Bang Nata"-nya yang cuek. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Eh? Itu... tadi aku cuma gertak sambal saja, Dok. Biasanya orang kaya kan takut kalau disebut-sebut soal audit atau polisi. Ternyata kena juga ya?"

​Airine memicingkan matanya. "Gertak sambal? Tapi wajah Ayah tadi... dia ketakutan setengah mati."

​"Mungkin dia memang punya dosa, makanya takut," Nata terkekeh, lalu berjalan mendahului Airine menuju lift. "Sudahlah, yang penting posisi Dokter aman untuk sekarang. Oh ya, nanti sore jangan lupa makan ya. Aku buatkan bakso urat spesial, gratis untuk istriku."

​Airine memperhatikan punggung tegap Nata dari belakang. Gertak sambal? Tidak mungkin. Ada sesuatu yang pria ini sembunyikan dariku, batinnya. Namun untuk saat ini, ia memilih untuk mengikuti pria misterius itu.

​Tanpa Airine sadari, Nata menyentuh jam tangannya dua kali. Di dalam telinganya, suara radio kembali terdengar.

​"Komandan, gertakan Anda berhasil. Target panik dan mulai melakukan panggilan darurat ke pihak sindikat. Kami sedang melacak koordinatnya sekarang."

​"Bagus," bisik Nata nyaris tak terdengar. "Terus awasi mereka. Permainan baru saja dimulai."

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!