Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.
Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.
Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.
"Om, nikah yuk?"
"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."
Begitulah ketengilan Kania pada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05. Bertemu Axel
Kania mengambil ponselnya untuk menghubungi Bella, hari Minggu ini dia sudah janjian dengan sahabatnya itu untuk pergi ke toko buku di kota. Mencari buku materi sesuai perintah dosen.
Sebenarnya tidak membeli buku juga tidak masalah, namun Kania tetap ingin membeli buku.
Tangannya memencet tombol layar dan menekan tanda panggil pada nomor sahabatnya.
Tuut.
"Halo?"
"Jadi kan kita ke toko buku?" tanya Kania.
"Ih, sorry Kania. Mama gue ngajak jalan sama papa juga, mau makan siang bareng di luar, jadi gue ngga jadi ikut," ucap Bella di seberang sana.
"Ya elah, Lo kok ngga bilang-bilang sih? Gue udah siap jalan ini," kata Kania lagi, sedikit kecewa.
"Iya sorry, ini juga ngajaknya dadakan. Ngga tahu tuh katanya mau ketemu orang juga."
"Ck, terus gue jalan sama siapa dong?"
"Ya terserah Lo, pokoknya gue hari ini ngga bisa."
"Haish, Lo itu ya. Bikin kesal aja."
"Heheh, sorry. Udah dulu ya, gue mau cabut nih. By Kania."
"By juga."
Klik!
Kania menutup sambungan teleponnya dengan sahabatnya, dia bingung apakah harus di lanjutnya rencana pergi ke toko buku atau hanya jalan-jalan saja di mall. Padahal toko buku yang dia tuju juga di dalam mall, sengaja dia mencari buku di toko buku dalam mall.
Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Kania pun pergi juga ke toko buku meski sendirian itu jarang dia lakukan.
"Sayang, mau kemana?" tanya mamanya ketika melihat Kania turun tangga dengan pakaian rapi.
"Mau ketoko buku ma, cari buku buat materi makalah," jawab Kania yang sudah berada di bawah.
"Sama Bella?" tanya mamanya lagi.
"Ngga jadi, dia ada urusan sama keluarganya. Sebel banget," jawab Kania dengan wajah kesal.
"Ya udah, di antar sama mama mau?"
"Ah, aku bukan anak kecil lagi ma. Lagian ya, aku lagi suka sama seseorang."
"Seseorang? Siapa?"
"Eh, ngga kok ma. Udah ah, Kania berangkat dulu. Makan juga nanti di mall ma, ngga usah nunggu Kania pulang," ucap Kania.
"Waah, jadi anak mama udah besar ya."
"Ish, emang aku udah besar ma. Udah kuliah juga."
Mamanya tersenyum kecil sambil menggeleng kepala, perempuan berusia empat puluh sembilan itu mensejajari langkah anaknya sampai di depan pintu.
"Naik motor?" tanya mamanya.
"Ngga, ojek online aja. males nyetir." jawab Kania.
"Ya udah, hati-hati ya. Pulang sore, jangan malam-malam."
"Iya ma."
Tak lama ojek online datang di depan rumah besar yang berpagar itu, Kania segera menghampiri tukang ojek tersebut. mengambil helm yang di serahkan tukang ojek.
"Ke mall Citra ya?"
"Iya."
"Siap."
Motor melaju cepat sesuai tujuan Kania ke mall Citra, gadis itu cukup senang meski sedikit kecewa karena Bella tidak jadi ikut.
Hanya butuh hampir satu jam, ojek yang di pesan Kania akhirnya sampai juga di mall Citra. Kania pun turun menyerahkan helmnya dan juga tarif sesuai di aplikasi.
"Makasih mbak."
"Jangan mbak dong, kesannya kok mbak-mbak pelayan," ucap Kania.
"Heheh, maaf neng."
Tukang ojek pun pergi, Kania melangkah menuju mall yang cukup ramai di hari Minggu ini. Antara malas dan juga ingin masuk, akhirnya gadis itu pun melangkah juga.
Sepanjang jalan menuju mall, Kania melihat banyak sekali gadis dan laki-laki seusianya pergi ke mall. Mereka seperti sepasang kekasih, dan ada juga yang masih usia remaja berpasangan juga.
"Gini nih malesnya pergi ke mall, banyak banget orang pacaran ke mall juga. Memangnya mall itu tempat orang pacaran apa, gue juga pengen pergi ke mall tapi masih jomblo," gumam Kania melihat banyak sekali yang datang berkunjung ke mall di hari Minggu ini.
Setelah menaiki eskalator, Kania pun menuju toko buku yang terkenal di mall itu. Memang banyak juga yang datang ke toko buku tersebut, dia langsung menyimpan tasnya di penyimpanan penitipan barang, hanya mengambil dompetnya saja. Setelah selesai dia pergi menuju rak buku sesuai apa yang dia cari.
Beberapa buku di ambil dan di baca judul kemudian membuka sampulnya, lalu menaruhnya lagi ke tempat semula. Dia terus mencari buku yang di butuhkan, saat di pojok rak buku terdengar suara seseorang yang sedang menelepon.
"Memangnya buku apa yang kamu cari?"
"..."
"Om cari bekum ketemu, coba kamu kirim judulnya dan siapa pengarangnya. Nanti om tanya ke kasir," ucap sang laki-laki itu.
Kania menoleh pada laki-laki yang sedang menelepon, memperhatikan dengan seksama dan matanya melebar bibirnya terbuka lebar juga.
"Om Axel?!" teriak Kania.
Laki-laki yang di panggil Kania itu pun menoleh padanya, dan juga terkejut. Dia menyudahi sambungan teleponnya dan menatap Kania.
"Kamu cari buku juga?" tanya Axel pada Kania.
"Waah, kebetulan banget ketemu om Axel. Om Axel lagi cari buku juga?" tanya Kania, matanya sangat berbinar telah bertemu Axel.
Sesuatu yang awalnya dia sesalkan karena sahabatnya mendadak membatalkan rencana ke toko buku, namun kini gadis itu sangat beruntung.
"Iya nih, kebetulan ke mall dan Bella nitip belikan bulu di toko. Kania sendirian kesininya?" tanya Axel.
"Awalnya sih sendirian, tapi sekarang sama om Axel. Heheh," jawab Kania dengan tawa kecilnya.
Axel tersenyum sambil mengangguk kecil, tapi kemudian dia bertanya pada Kania lagi.
"Oh ya, Bella satu kampus kan sama kamu?" tanya Axel.
"Iya om."
"Oh, jadi kalian dapat tugas membuat makalah yang sama ya? Kebetulan, om juga lagi cari buku yang di pesan Bella. Bisa kita cari sama-sama," ucap Axel membuat Kania semakin senang.
"Boleh om, ayo."
Kania langsung mengajak Axel mencari buku yang di maksud, dia cukup senang menjelaskan buku yang di cari belum ketemu juga. Itu artinya dia akan jalan dengan Axel cukup lama.
Namun pikirannya kini jadi aneh, kenapa sikap Axel itu berbeda dengan yang di ceritakan sahabatnya Bella.
"Emm, om katanya pergi ke Jerman?" tanya Kania membuka pembicaraan dengan pelan.
"Minggu depan ke Jerman, Bella yang cerita ya.' jawab Axel.
"Oh, Minggu depan? Tapi Bella bilang kemarin itu..., aah sial dia bohong padaku," ucap Kania sedikit kesal.
"Kemarin?"
"Oh, ngga om. Heheh." jawab Kania.
Axel menggeleng kepala lagi, pandangannya pada buku yang cukup tebal. Tangannya mengulur mengambil buku tersebut dengan wajah senang.
"Ini dia bukunya, ternyata di pojokan tempatnya. Pantas susah di carinya," ucap Axel.
Kania menoleh pada Axel dan melihat buku yang di pegangnya, sedikit mendengus pelan lalu tersenyum pahit karena ternyata kebersamaannya akan segera berakhir.
"Oh iya, bukunya ketemu," ucap Kania.
"Om sudah ketemu bukunya, kamu mau beli buku yang sama kan? Ambil satu lagi," kata Axel.
"Emm, bukunya mending beda dong om. Kan untuk referensi aja, jadi bisa gantian pinjam buku. Heheh."
"Waah, benar. Ayo kita cari lagi, nanti om bantu Carikan."
"Benar om? Asyiik! Ayo cari lagi."
Kania berjalan di depan, Axel mengikuti sambil matanya menyapu rak buku mencari buku yang di maksud. Kania sangat senang, kini dia harus memanfaatkan keadaan untuk terus bersama Axel.
_
_
*****