NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:385
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecakapan Otot Dan Tulang Black Iron

Episode 32

Debu kristal ungu berhamburan ke udara menciptakan kabut tipis yang berkilauan di sekitar tempatku berdiri. Mahluk monyet duri pertama yang tadi ku hantam dengan tinju kiri Black Iron ku masih terkapar diam di bawah reruntuhan pohon tulang. Aku bisa melihat aliran esensi biru miliknya mulai merembes keluar dari retakan kepalanya membasahi permukaan kristal di bawahnya. Namun aku tidak memiliki waktu untuk memeriksa kondisinya karena dua mahluk Frost Scavengers lainnya kini sudah berada dalam posisi menyerang yang sangat agresif. Mereka mengeluarkan suara geraman yang terdengar seperti gesekan dua bilah gergaji besi yang berkarat.

Dug... dug... dug...

Jantung esensi ku memompa energi dengan ritme yang lebih cepat seiring dengan meningkatnya konsentrasi jiwaku. Aku merasakan bagaimana otot otot di lenganku menegang memberikan tekanan yang sangat stabil pada struktur tulang Black Iron di dalamnya. Sebagai seorang pendaki aku belajar bahwa setiap gerakan harus dilakukan dengan efisiensi maksimal agar tidak membuang tenaga yang sia sia. Aku menapakkan kaki kananku lebih dalam ke atas tanah kristal mencari tumpuan yang paling kokoh agar aku tidak tergelincir saat melakukan manuver berikutnya.

"Hati hati Goma! Mahluk di sebelah kananmu sedang mempersiapkan duri kalsiumnya untuk ditembakkan!" teriak Kharis yang kini melayang menjauh untuk memberikan ruang gerak bagiku.

Aku segera memfokuskan Eyes of the Abyss milik ku ke arah mahluk yang dimaksud Kharis. Benar saja aku melihat adanya penumpukan energi esensi pada bagian bahu mahluk tersebut. Duri duri kalsium yang mencuat dari kulitnya mulai bergetar hebat mengeluarkan suara berdengung yang sangat nyaring. Ini adalah serangan jarak jauh yang sangat berbahaya jika aku tidak siap mengantisipasinya.

[ SISTEM: ANALISIS SERANGAN LAWAN ]

[ SISTEM: TIPE SERANGAN: PROYEKTIL TULANG (BONE SHARDS) ]

[ SISTEM: KECEPATAN ESTIMASI: 120 METER PER DETIK ]

[ SISTEM: REKOMENDASI: GUNAKAN LENGAN KIRI SEBAGAI PERISAI DAN LAKUKAN PENDEKATAN CEPAT ]

Aku tidak menunggu sampai duri itu ditembakkan. Aku justru melesat maju menggunakan kekuatan otot paha murni ku. Aku tidak ingin membuang energi esensi untuk kemampuan Burst Dash jika otot murni ku masih mampu melakukannya. Aku berlari dengan posisi tubuh yang sangat rendah hampir menyentuh tanah guna mengurangi profil target tubuhku.

Wusss! Wusss! Wusss!

Tiga buah duri kalsium melesat melewati kepalaku menghantam batang pohon tulang di belakangku hingga hancur berkeping keping. Aku merasakan hembusan angin tajam saat proyektil itu lewat namun aku tetap fokus pada target di depanku. Saat jarakku hanya tinggal tiga meter mahluk monyet duri itu mencoba melompat ke belakang untuk menjaga jarak.

"Kau tidak akan bisa lari!"

Aku melompat ke depan dengan satu sentakan kaki yang sangat kuat. Aku menggunakan tangan kiriku yang sudah dilapisi logam Black Iron untuk menangkap salah satu kaki panjang mahluk tersebut. Genggamanku sangat kuat hingga aku merasakan struktur tulang mahluk itu mulai retak di bawah tekanan jari jariku.

Krak!

Mahluk itu menjerit kesakitan serta mencoba mencakar wajahku menggunakan tangan kanannya yang penuh duri. Aku segera mengangkat lengan kananku yang sudah berotot padat untuk menangkis serangan cakaran tersebut. Kulit metalik ku mengeluarkan suara denting saat kuku tajam mahluk itu bergesekan dengannya namun tidak ada luka yang berarti pada kulitku. Aku menarik kaki mahluk itu dengan sekuat tenaga kemudian membanting tubuhnya ke arah mahluk ketiga yang baru saja akan menerjang ku.

BRAKK!

Kedua mahluk itu bertabrakan dengan sangat keras hingga mereka berdua terkapar di atas tumpukan kristal ungu. Aku tidak membiarkan mereka memiliki waktu untuk bernapas kembali. Aku melesat mendekati mereka kemudian menghujamkan tinju kananku ke arah dada mahluk yang berada di atas.

Bugh!

Pukulan ku menembus lapisan kulit durinya yang tebal serta langsung menghancurkan tulang rusuknya yang rapuh. Aku bisa merasakan bagaimana jantung esensi mahluk itu pecah di bawah tekanan tinjuku. Esensi biru yang hangat menyembur keluar membasahi tangan dan dadaku.

[ SISTEM: TARGET KEDUA DIELIMINASI ]

[ SISTEM: MENGEKSTRAKSI ESENSI FROST SCAVENGER ]

[ SISTEM: KUALITAS ESENSI: RENDAH MENUJU MENENGAH ]

Mahluk ketiga yang masih tertindih mencoba merangkak keluar dengan gerakan yang sangat panik. Ia menyadari bahwa lawan yang dihadapinya bukanlah mahluk liar biasa melainkan predator yang jauh lebih kuat dari mereka semua. Namun aku sudah lebih dulu mengunci lehernya menggunakan pitingan lengan kiriku. Aku mengerahkan kekuatan logam Black Iron untuk meremukkan saluran napas esensinya.

"Diam lah. Jiwamu akan berguna untuk perjalananku ke selatan," ucapku dengan suara yang sangat dingin.

Dengan satu tarikan paksa aku mematahkan leher mahluk terakhir tersebut. Suasana di Hutan Rusuk kembali menjadi sunyi hanya menyisakan suara hembusan angin badai yang masih terdengar dari kejauhan. Aku berdiri di tengah tiga bangkai Frost Scavengers tersebut sambil mengatur kembali ritme detak jantungku. Aku merasakan rasa lapar yang sangat hebat mulai menyerang rongga perutku yang baru saja terbentuk sempurna.

"Goma kau benar benar tidak memberi mereka ampun ya. Kau membunuh mereka semua dalam waktu kurang dari lima menit," ucap Kharis sambil terbang mendekat dengan wajah yang tampak lega.

"Di dunia ini hanya ada dua pilihan Kharis Memangsa atau dimangsa. Jika aku membiarkan salah satu dari mereka pergi maka mereka akan membawa kawanan yang lebih besar untuk memburuku nanti. Aku tidak ingin ada gangguan saat aku melakukan perjalanan menuju Lembah Api Abadi."

Aku mulai berlutut di samping bangkai mahluk yang paling besar. Aku menggunakan kuku kuku hitamku untuk merobek kulit durinya yang sangat keras. Di bawah lapisan kulit tersebut terdapat tumpukan otot yang sangat kenyal serta penuh dengan energi dingin hasil dari konsumsi kristal esensi. Aku mulai memakan daging mahluk tersebut dengan sangat rakus.

[ SISTEM: MENGONSUMSI ESENSI FROST SCAVENGER ]

[ SISTEM: MEMULAI PROSES PENGERASAN LAPISAN DERMIS EKSTERNAL ]

[ SISTEM: ENERGI DINGIN DISERAP UNTUK MENYEIMBANGKAN SUHU INTI JANTUNG ]

Rasanya sangat menyegarkan seolah olah aku sedang meminum air pegunungan yang sangat dingin setelah mendaki selama berjam jam di bawah terik matahari. Aku merasakan bagaimana suhu tubuhku yang tadinya panas akibat adrenalin kini mulai turun menjadi stabil. Jaringan otot di bahuku yang tadi terkena cakaran mulai menutup kembali dengan sangat cepat seolah olah diberikan obat penyembuh yang sangat kuat.

Slurp.

Aku menghisap esensi dari sumsum tulang mahluk tersebut sampai benar benar kering. Aku merasakan tulang tulangku menjadi sedikit lebih berat dan padat. Proses evolusi kali ini tidak memberikan perubahan fisik yang mencolok namun ia memperkuat pondasi pertahanan tubuhku secara keseluruhan.

"Lagi... aku butuh lebih banyak energi..." gumamku sambil berpindah ke bangkai mahluk berikutnya.

Kharis hanya diam memperhatikan dari kejauhan. Ia sepertinya mulai terbiasa dengan sifat rakus ku dalam hal mengumpulkan kekuatan. Setelah menghabiskan seluruh bagian daging dan esensi dari ketiga mahluk tersebut aku berdiri kembali. Aku melihat ke arah tanganku. Sekarang pola hitam pada kulit abu abuku terlihat lebih kontras dan tajam memberikan kesan yang sangat gahar.

[ SISTEM: PROSES ASIMILASI SELESAI ]

[ SISTEM: KEKUATAN PERTAHANAN KULIT: MENINGKAT 15 % ]

[ SISTEM: SINKRONISASI JIWA: 58 % ]

[ SISTEM: STATUS TUBUH: SANGAT PRIMA ]

Aku melakukan satu gerakan lari di tempat untuk memastikan sendi pergelangan kakiku tidak kaku. Hasilnya sangat memuaskan. Aku merasa kaki kakiku sekarang jauh lebih stabil saat menapak di permukaan yang licin seperti kristal ungu ini. Aku menoleh ke arah selatan ke arah di mana Lembah Api Abadi berada.

"Kharis ayo kita berangkat sekarang. Aku ingin mencapai jalur bawah tanah hutan ini sebelum periode dingin pasca badai ini berakhir."

"Tunggu Goma! Kau tidak ingin mengambil duri kalsium dari mahluk ini untuk dijadikan senjata jarak jauh? Kau tadi sempat kesulitan saat mereka menembaki mu dari jauh bukan," saran Kharis sambil menunjuk ke arah tumpukan duri yang masih menempel di bangkai mahluk.

Aku berpikir sejenak. Kharis benar. Memiliki senjata jarak jauh akan sangat membantuku saat aku harus menghadapi musuh yang memiliki sayap atau musuh yang berada di posisi yang sulit dijangkau. Aku menggunakan belati kristal ku yang sudah mulai tumpul untuk mencongkel sepuluh duri kalsium yang paling panjang dan tajam.

Aku mengikat duri duri tersebut menggunakan jalinan urat nadi mahluk Stilt Walker yang tadi ku setorkan di pinggangku. Aku menciptakan semacam sarung senjata sederhana di bagian paha kananku. Sekarang aku merasa jauh lebih siap untuk segala macam situasi pertempuran.

Ibu Widya selangkah demi selangkah aku membangun diriku menjadi sebuah senjata hidup. Aku akan memastikan bahwa tidak ada satu pun mahluk yang bisa menghalangi pendakian pulang ini.

Aku mulai berlari kembali menyusuri Hutan Rusuk menuju ke arah jalur bawah tanah. Kecepatan ku sekarang sangat stabil serta aku tidak lagi merasa cepat lelah karena jantung esensi ku mampu mendistribusikan nutrisi dengan sangat efisien ke seluruh ujung ototku. Aku melompati batang batang pohon tulang yang tumbang dengan kelincahan seorang atlet profesional.

[ SISTEM: NAVIGASI: PINTU MASUK JALUR BAWAH TANAH TERDETEKSI PADA JARAK 1 KILOMETER ]

[ SISTEM: LOKASI TERSEBUT TERSEMBUNYI DI BALIK AKAR TULANG RAKSASA SEKTOR SELATAN ]

Setiap langkah yang kuambil sekarang adalah janji pada diriku sendiri untuk tidak pernah menoleh ke belakang lagi. Masa laluku sebagai pendaki manusia yang lemah sudah berakhir di puncak gunung es itu. Kini yang ada hanyalah Goma yang baru mahluk yang akan mendaki dari dasar neraka untuk merobek tirai langit.

"Bersiaplah Gehenna karena aku baru saja mulai merasa lapar yang sesungguhnya," ucapku sambil tersenyum tipis yang memperlihatkan deretan gigi tajam ku yang kini berkilau putih bersih.

Aku melesat masuk lebih dalam ke jantung hutan meninggalkan jejak jejak kehancuran di atas tanah kristal ungu yang perlahan lahan mulai mencair kembali menjadi abu. Perjalananku menuju selatan baru saja dimulai serta aku tidak akan berhenti sampai aku menemukan api yang abadi.

1
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!