NovelToon NovelToon
Ajari Aku Percaya Cinta

Ajari Aku Percaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Dokter
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

IG & Tiktok : Tulisan_Nic
Naufal Adhitama (32), dokter anestesi yang hangat dan mudah bergaul, dikenal sebagai playboy karena sering dekat dengan banyak perempuan.
Meski begitu, ia percaya pernikahan harus berlandaskan cinta—bukan sekadar komitmen tanpa rasa.
Hingga ia bertemu Anin Ratri Maharani (27), perempuan dengan luka masa lalu dan trauma pada pria playboy akibat keluarga yang hancur.
Untuk pertama kalinya, Naufal ingin bertahan.
Namun saat cinta itu mulai tumbuh dan mereka ingin melangkah ke pernikahan, masa lalu dan rasa takut justru menjadi ujian terbesar.
Bisakah cinta mereka bertahan, atau justru hancur sebelum benar-benar dimulai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kini Anin, Deska dan Bara sudah berada di dalam sebuah club. Hingar bingar suara musik berdentang.

Anin yang sudah terbiasa karna pernah bekerja sebagai pelayan di sana, tahu persis minuman apa yang harus ia pesan untuk dirinya dan teman-temannya itu.

"Mojito, Easy on the rum tiga." ujar Anin pada seorang bartender.

Pria itu pun mengangguk paham. "Ada tambahan?" tanyanya memastikan.

"Ehm...lebih-in soda, sama mint-nya agak banyak."

Bartender itu menoleh lagi, alisnya sedikit terangkat.

"Oke!"

Tanpa banyak bicara pria itu menjatuhkan es batu ke dalam gelas, disusul daun mint yang diremas kuat hingga aromanya langsung tercium segar. Perasan jeruk nipis mengalir, lalu rum dituangkan—tidak banyak, hanya sekilas sebelum ditutup dengan soda.

"Eh ...kita duduk di sana yuk" Ajak Deska, seraya menunjuk sofa di dekat pojok ruangan yang belum terisi siapapun.

Anin dan Bara pun menuju tempat yang di tunjuk oleh Deska tadi, seraya menunggu pesanan mereka di siapkan.

Tak lama pelayan datang, menaruh gelas-gelas pesanan Anin dengan penuh kehati-hatian.

Dan siapa sangka, Deska menaruh kue tart bertuliskan ucapan "Selamat Bu Manajer" di atas permukaannya.

"Tara..."ucap Deska, seraya mengangkat kue itu di hadapan Anin.

Anin pun terkejut, dengan persiapan kue yang di siapkan Deska.

"Bar, buruan nyalain lilinnya." titah Deska pada Bara.

Bara pun langsung menurut, ia menyalakan korek hingga lilin di atas kue itu kini telah menyala.

"Selamat Bu Bos, harus banget nih sekarang manggilnya Bu Bos" ujar Deska sambil terkekeh.

"Tiup dulu dong lilinnya" titah Bara.

"Lebay banget sih kalian, jangan panggil Bu Bos dong. Berasa tua banget gue." timpal Anin seraya meniup lilin di kue tersebut.

Deska merangkul pundak Anin "Apapun itu, Lu tetep Bos kita kan sekarang. Jadi sudah waktunya sekarang lu biasa-in kita panggil Bu bos."

Bara mengangkat gelas minumannya "Cheers, buat Bu Bos kita yang baru!" ucapnya antusias. Deska dan Anin pun mengikuti, lantas Gelas-gelas itu bertemu di tengah—

ting!

Suara kecil yang hampir tenggelam, tapi cukup untuk membuat beberapa orang menoleh.

"Untuk Bu Manajer kita!" Bara berseru dengan sumringah

"Jangan galak-galak ya!" Deska menimpali, dengan wajah yang tak kalah sumringahnya dengan Bara.

"Oke, siap!" tutur Anin. Lantas tawa di antara mereka pun pecah.

Puas dengan perayaan kecil tadi, Bara dan Deska yang sejak tadi sudah terpancing dengan permainan DJ di sana sudah tidak sabar untuk turun ke lantai dansa.

Lampu berkelip cepat mengikuti irama musik yang makin menghentak. Di tengah lantai dansa, Bara sudah lebih dulu masuk ke keramaian, tangannya terangkat santai, tubuhnya bergerak lepas tanpa beban.

"Deska! Sini!" teriaknya, meski suaranya hampir tenggelam oleh dentuman bass.

Deska tertawa dari pinggir, kemudian menoleh pada Anin. "Yuk Nin?!" ajaknya.

Anin menggeleng, "Lu aja sama Bara, gue di sini." tolaknya.

Lantas Deska melangkah masuk. Rambutnya ikut bergoyang saat ia mulai mengikuti irama, awalnya kaku… lalu perlahan lebih lepas. Mereka tertawa tanpa alasan jelas. Langkah kaki kadang tidak seirama, tapi justru itu yang bikin mereka makin santai.

Anin duduk sendirian, ia merebahkan punggungnya di sandaran sofa. Mencoba untuk sedikit rileks, setelah menghadapi berbagai permasalahan yang tidak ada habisnya, ia mencoba untuk sejenak untuk santai dan tidak memikirkannya.

Namun pandangannya terpaku pada sosok pria yang baru saja masuk ke dalam club. Ia kenal sosok itu, bahkan sosok pria itu yang beberapa saat ini turut mengganggu pikirannya.

Pria itu duduk tidak jauh di mana Anin berada. Hanya saja suasana club yang sedikit remang dengan lampu warna-warni keunguan membuat pandangan tidak terlalu fokus. Jadi pria itu tidak mengenali Anin.

Anin berdiri, ingin menghampiri pria tersebut. Tapi langkahnya berhenti ketika seorang perempuan sudah duduk bersamanya. Dan mereka tampak akrab. Anin menelan ludah, "Buaya..." cibirnya.

Lantas ia pun kembali ke tempat duduknya. "Jadi ini kerjaannya. Setelah tadi ngejar-ngejar gue, dan sekarang dia asyik-asyik kan sama cewek lain. Emang cowok di mana-mana nggak bisa di percaya." desisnya.

Pria itu tidak lain adalah Naufal yang sedang bicara dengan Naomi, mantan pacarnya. Namun tak lama, karna Naomi hanya berniat menyapa.

Anin pun mulai merubah asumsinya, "Bisa aja kan, cewek itu cuma kenalan nya. Dan bermaksud menyapa. Mending aku tanya aja langsung sama dia, dari pada menduga-duga." gumamnya seraya kembali ingin mendekat.

Namun belum sampai ia di kursi yang di duduki Naufal, kembali ada seorang perempuan muda. Bahkan perempuan itu terlihat sedang berusaha menggodanya. Anin pun terdiam, menimbang-nimbang . Terus apa tidak? Maju atau mundur?

Dan dalam pertimbangannya itu ia mendengar percakapan Naufal. Percakapan yang membuat Anin meremang. Tidak menyangka ada remaja usia 16 tahun tapi kelakuannya seburuk itu. Ia pun membayangkan dirinya.

"Gue juga punya Bokap yang kelakuannya sama dengan apa yang cewek itu ceritakan. Beruntung gue nggak salah pergaulan. Kalau nggak, nasib gue mungkin sama kaya ABG itu." gumamnya pada diri sendiri.

Namun yang membuat Anin tertegun adalah sikap Naufal yang menolaknya. Anin jadi semakin yakin dan semakin bersimpati untuk mencoba membuka hatinya untuk pria tersebut. Terlebih saat ABG itu pergi, dan Anin mendengar bagaimana Naufal berbicara pada dirinya sendiri.

"Nggak! Aku harus berubah! Aku nggak mau gaya hidup aku nanti malah jadi bumerang sendiri buat aku kedepannya. Nggak mungkin kan aku hidup melajang seumur hidup? Suatu saat aku juga pasti menyusul Albie, punya anak dan menua bersama istri. Tapi siapa ya istri ku nanti?" gumam Naufal pada diri sendiri.

Anin yang mendengarnya kembali tertegun.

"Anin? Ck, dia aja nolak-nolak terus. Apa sih kurangnya aku ini? Tampan, kaya, dokter...masa iya dia nggak ada tertarik-tertariknya." bahkan Naufal kini terlihat sangat frustasi. Sedang Anin yang mendengarnya diam-diam menahan tawa.

"Anin...yuk nikah yuk, terus kita bikin anak yang banyak. Aku janji bakal setia dan jadi contoh bapak yang baik untuk anak-anak kita" teriaknya putus asa.

Tanpa banyak berfikir lagi, Anin mendekati Naufal

"Ayok nikah..." tuturnya dengan wajah penuh senyuman bahagia.

Naufal segera menoleh pada suara perempuan yang menjawab barusan. Siapa?

"Anin?!" serunya terkejut, sampai-sampai ia terlonjak dan berdiri. Wajahnya begitu antusias mendengar ajakan Anin tadi.

"Iya, aku disini." timpal Anin, senyum simpul terlukis di wajahnya.

Naufal spontan memegang tangan Anin. Memastikan bahwa sosok itu benar-benar Anin, gadis yang selama ini ia idam-idamkan.

"Ini aku nggak mabok kan? Perasaan tadi aku belum minum. Terus ini beneran Anin kan?!"

tuk!

Anin menjitak dahi Naufal cukup keras, hingga pria itu meringis kesakitan. "Jadi beneran?!"

"Ya beneran lah, kamu kira aku jin ifrit yang lagi menyerupai manusia?"

"Nggak, maksud aku bukan itu. Kamu Anin beneran. Eh tapi tunggu...tadi kamu bilang apa?"

"Bilang apa?"

"Kamu bilang, Ayok nikah kan?!"

Anin tidak menjawab, ia hanya tersenyum lebar.

"Bilang sekali lagi, Anin yuk kita nikah...!" ajak Naufal penuh harap. Bahkan kini wajahnya terlihat memelas.

Anin mengangguk "Iya, Ayo nikah"

Naufal segera ingin memeluk Anin, tapi Anin berkelit hingga membuatnya kecewa.

"Heh! Nikah dulu jangan main sosor aja!" bentak Anin

Naufal pun tersadar, namun senyumnya kini semakin lebar. Bahagia...betapa bahagianya hati Naufal.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis🤍

1
neny
maa syaa allaah,, baik bener mm nya naufal,,smg selama nya baik sm anin,,🤍
neny: sangat terhibur,,kadang ketwa sendiri,,nangis sendiri,,dan kesel sendiri😂😂
total 3 replies
neny
bicara ajh apa ada nya,,biasanya orang tua itu punya jalan keluar yg di luar fikiran kita,,apalagi bu regina sangat suka sm anin,,yo semangat naufal & anin,,semangat jg kak othor nya💪🤍
neny
iya emng susah klau jd anin,,apalagi ayah dan adik2 nya anin pd gk tau diri,,bs2 ke enakan nanti nya,,yg ada nanti jd perdebatan dlm rmh tangga mereka
neny
/Sob//Sob//Sob/bawang banget akak,,ngapa sih beli nya banyak banget,,pedih nih mata gk berenti/Sob//Sob/
neny: bener banget,,nyeuseuk2 gmn gtu
total 2 replies
neny
wkwkw,,sokoorrr,,emng enak jatuh gk ada yg nolongin,,caper banget sih jd cewe🤣🤣🤣
neny: hooh,,ku menangiiissss membayangkaaann betapa kejam nya dirimuu...🤣🤣🤣
total 2 replies
neny
kyk nya naufal mau main drum ya kak🤣🤣🤣,,cemburu akut ituu😂😂😂
neny
waah,,siapa kira2 ya,,apakah saingan nya naufal
neny
nah loh,,sesuai janji,klau naufal sm cwe maka anin pun akan sm,,ditunggu cowok mn yg akan anin ajak,,atau yg ngajak anin🤭🤭
neny
cihuyyy,,lampu ijo nih dr mmh naufal🤭🤭
neny
cerita nya bagus,konflik keluarga yg sangat rumot,keteguhan cinta yg dipertaruhkan,,menarik untuk di baca💪❤️
neny: sama2 kak😘
total 2 replies
neny
petanda apa anin,,positif thinking ajh dl,,mungkin dng jalan ini km bs diterima sm orang tua naufal,,,💪🤍
neny: hooh betul kak🤭
total 2 replies
neny
😂😂😂,,seneng klau anin bilang najis🤣🤣
neny
wkwkwk,,bos songot kali🤣🤣🤣
neny
matiin ajh tuh bapak nya anin kak,,kasian ibu nya,,setidak nya klau bapak nyaeninggal mah gk ada yg nyakitin,,adik2 nya anin mah bodo amat dah,,bingung jg sih sm keluarga nya anin,,stres aq ngebayangin nya😂😂
neny: wkwkwkwk,,,
total 4 replies
neny
bingung ya fal,,tp jalanin ajh dl,,tdk semua yg kita lihat buruk itu bakal jd buruk,dan jg tdk semua yg terlihat baik itu jg aka baik hasil nya,,inti nya jalanin ajh💪
neny: harus disemangatin kak💪
total 2 replies
neny
iya lah,,orang tuh pasti ada titik jenuh,,titik dmn iya ingin berubah,,berilah kesempatan buat naufal berubah,,
neny
nah kan,,mantan nya buanyak🤣🤣
neny
siap2 anin,,mantan hts naufal bertebaran🤭🤭
Tulisan_nic: Maasyaallah kak, terimakasih buat suportnya. Semoga karya ini bisa memenuhi standar KK sebagai pembaca ya💕🤍
total 1 replies
neny
ternyata beneran anin yg jawab,,semangat up akak😘
Tulisan_nic: oke siap kak, jadi semangat nih ada yang nyemangatin🔥🔥🔥🤭
total 1 replies
neny
apakah anin yg menjawab pernyataan naufal,,lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!