NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Tamu dari Istana Matahari

Aroma kayu cendana yang mahal bercampur dengan uap teh kamomil yang menenangkan masih memenuhi ruang tamu utama Kediaman Duke Wiraatmadja. Namun, keharuman itu tidak mampu meredam gelombang emosi yang masih menggantung berat di udara. Atmosfer di ruangan itu terasa seperti cairan pekat yang menyesakkan paru-paru. Suasana pasca "pingsannya" Rosalind yang dramatis bukan lagi tegang oleh amarah, melainkan penuh dengan penyesalan yang begitu kental hingga rasanya bisa dipotong dengan pisau.

Duke Lyon masih duduk terdiam di kursi kebesarannya, matanya menatap kosong ke pola lantai marmer. Di sebelahnya, Duchess Elena masih menggenggam sapu tangan yang basah kuyup oleh air mata. Mereka berdua, bersama Evelyn, Celine, dan Lady Clara, seolah baru saja dipaksa melihat cermin retak yang memantulkan segala kegagalan mereka selama sepuluh tahun terakhir. Bayangan tentang penderitaan Maid Martha dan adiknya, Lily, masih menghantui pikiran mereka. Terlebih lagi fakta mengerikan tentang Hans Jarwo Kliwon, asisten kepercayaan Paman Baskara, yang ternyata adalah ular berbisa yang memberikan racun pada Rosalind dan Duchess Elena.

Keheningan yang menyakitkan itu bertahan selama beberapa menit, kemudian berganti menjadi beberapa jam yang penuh dengan kecemasan. Namun, ketenangan semu itu pecah seketika saat suara langkah kaki yang teratur dan tegas terdengar dari luar gerbang paviliun. Tak lama kemudian, sosok pengawal kekaisaran dengan zirah emas yang berkilau muncul di ambang pintu, membusungkan dada dan berteriak dengan nada tinggi yang menggetarkan ruangan.

"MENGHADAP! PUTRI KEKAISARAN, PUTRI MYTHA LESTARI, PUTRI PERTAMA DARI PERMAISURI AGUNG! DAN PUTRI KEDUA AMELIA LESTARI, PUTRI DARI SELIR AGUNG!"

Brak!

Pintu mahoni itu terbuka lebar. Dua sosok wanita muda dengan aura yang sanggup membungkam seisi ruangan melangkah masuk. Putri Mytha tampil dengan keanggunan yang tajam, mengenakan gaun sutra berwarna biru safir yang melambangkan statusnya sebagai anak kandung Permaisuri. Di sampingnya, Putri Amelia, yang hanya terpaut usia satu tahun lebih muda, tampak lebih lembut dengan gaun berwarna merah muda pucat namun memiliki sorot mata yang tak kalah cerdas.

Duke Lyon segera berdiri, diikuti oleh anggota keluarga lainnya. Ia berusaha keras menyingkirkan guncangan emosinya dan memasang topeng bangsawan yang kaku.

"Putri Mytha, Putri Amelia... suatu kehormatan yang luar biasa dan tidak terduga bagi kediaman Wiraatmadja," ucap Duke Lyon Wiraatmadja dengan suara berat yang dipaksakan tenang.

"Paman Duke Lyon, sahabat baik Ayahandaku," ucap Putri Mytha lestari dengan nada lembut namun sangat elegan. Ia melangkah maju, matanya yang tajam langsung memindai setiap sudut ruangan.

"Sepertinya kediamanmu sedang tidak dalam kondisi yang stabil untuk menerima tamu kenegaraan. Kenapa semua orang di sini tampak seperti baru saja meratapi kiamat? Dan siapa gadis kecil di meja makan itu? Apakah itu Rosalind?"

Putri Amelia, yang berdiri di samping kakaknya, tersenyum tipis. Matanya melirik tajam ke arah Evelyn dan Celine yang tampak gemetar di kursi mereka. "Kami awalnya datang untuk menjemput sahabat kami untuk minum teh sore, tapi sepertinya kami menemukan sesuatu yang jauh lebih 'berair' dan 'penuh drama' daripada sekadar teh hangat di sini. Duke, suasananya sangat... mencekam."

Putri Mytha lestari kemudian melangkah mendekat ke arah meja utama, ia tidak melepaskan pandangannya dari Duke Lyon, seolah-olah sedang menginterogasi seorang tersangka di medan perang.

"Tadi di persimpangan jalan menuju kemari, aku bertemu dengan Xander dan sepupumu, Julian. Mereka bergerak dengan pasukan lengkap seolah mau menyerbu kerajaan tetangga. Katanya ada urusan penggusuran Panti Asuhan Gema Harapan di Desa Grier?" Putri Mytha lestari menaikkan satu alisnya, ekspresinya penuh selidik.

"Dan bukan hanya ksatria Wiraatmadja. Kakakku, Pangeran Pertama Riski Pratama, juga ada di sana. Bersama Arga Wicaksana, Liandra Dirgantara, dan si berisik Yanuar Mahesa. Mereka semua ikut ke Utara. Sebenarnya ada konspirasi apa yang melibatkan kakakku sampai dia mau ikut campur urusan panti asuhan kecil?"

Duke Lyon Wiraatmadja menarik napas panjang. Ia tahu ia tidak bisa menyembunyikan semuanya dari mata tajam kekaisaran. Dengan suara rendah,Duke Lyon Wiraatmadja menceritakan semuanya—tentang pengkhianatan Ferdyan Santo, tentang Hans Jarwo Kliwon, dan tentang ancaman terhadap Panti Asuhan Gema Harapan. Namun, saat Putri Mytha Lestari bertanya bagaimana dia bisa mengetahui semua detail itu begitu cepat, Duke Lyon hanya bisa berbohong demi melindungi rahasia putrinya.

"Intelijen pribadiku, Putri. Saya telah menanam mata-mata di setiap sudut yang mencurigakan," ucap duke Lyon kaku. Padahal dalam hatinya, ia hanya ingin berteriak bahwa semua ini karena suara batin putri bungsunya yang bar-bar.

Di Sisi Lain Meja: Ritual Puding Rosalind

Sementara Duke Lyon Wiraatmadja sedang berhadapan dengan tekanan diplomatik Putri Mytha lestari, Sementara sang "pemeran utama" kita sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Rosalind yang baru saja "bangkit" dari pingsannya Yang Pura pura, kini duduk dengan tenang sambil memegang sendok kecil.

[(Batin Rosalind)]

["Ah, ah, ah... akhirnya! Setelah drama air mata yang bikin dehidrasi, akhirnya aku bisa makan puding karamel yang enak ini. Teksturnya lembut banget, saus karamelnya juga nggak terlalu manis. Ini terbuat dari apa ya? Apa koki di sini pake susu sapi yang tiap pagi dipijat?"]

Rosalind menyuap puding itu dengan wajah tanpa dosa, sama sekali tidak peduli bahwa dua orang paling berkuasa di kekaisaran sedang menatap ayahnya seolah ingin membelah kepalanya. Namun, perhatian Rosalind teralihkan saat ia menatap kedua tamu agung itu.

[(Batin Rosalind)]

["Wow! Nana, lihat ini! Bidadari-bidadari kekaisaran beneran turun ke bumi! Lihat Putri Mytha Lestari, anak permaisuri yang cantik, baik hati, tidak sombong, dan auranya beneran kayak pemimpin masa depan. Dan itu adiknya yang beda satu tahun, Putri Amelia, anak selir agung yang juga cantik banget, baik hati, dan sepertinya lebih kalem. Mereka berdua beneran definisi visual yang memanjakan mata, jauh lebih bening daripada air di paviliun lamaku yang berlumut!"]

[Sistem Peri Nana:]

{“Nona, fokus! Jangan cuma liat visual! Mereka berdua punya insting yang sangat kuat. Jangan sampai batinmu yang berisik itu membocorkan rahasia kita!”}

Suasana yang Menjadi Ganjil

Tiba-tiba, Duke Lyon, Duchess Elena, Evelyn, Celine, Lady Clara, Paman Baskara, dan Bibi Ratna secara serempak membeku. Mata mereka membelalak menatap kedua putri itu. Mengapa? Karena mereka menyadari sesuatu yang sangat mengerikan.

Putri Mytha dan Putri Amelia tiba-tiba berhenti berbicara. Mereka berdua memiringkan kepala secara bersamaan, mata mereka berkedip-kedip bingung. Mereka mulai mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, menatap pilar, menatap langit-langit, dan menatap satu sama lain dengan ekspresi yang sangat ganjil.

"Suara itu..." gumam Putri Amelia pelan, matanya menyipit. "Kak Mytha, apakah kau mendengarnya? Suara wanita yang menyebut kita bidadari?"

Putri Mytha mengerutkan keningnya, tangannya tanpa sadar memegang hulu belati di pinggangnya.

"Aku mendengarnya. Sangat jernih. Tapi tidak ada satu pun orang di ruangan ini yang membuka mulut."

Duchess Elena hampir jatuh dari kursinya. Mampus! batinnya. Ternyata radio batin Rosalind benar-benar bocor ke semua orang!

Keluarga Duke, Duchess, Evelyn, Celine, Clara, Paman, dan Bibi kini sedang dalam kondisi Siaga Satu. Mereka mengamati kedua putri itu dengan jantung yang berdegup kencang. Mereka saling pandang, mencoba memastikan apakah kecurigaan mereka benar.

Dua putri itu kemudian memalingkan wajah mereka secara serentak ke arah Rosalind. Mereka menatap Rosalind yang sedang asyik menjilat sendok pudingnya dengan tatapan lapar. Rosalind tidak berbicara. Bibirnya tertutup rapat. Namun, di dalam kepala semua orang di ruangan itu, suara Rosalind masih bergema dengan sangat riang.

[(Batin Rosalind):]

["Lho, kok bidadari-bidadari ini pada diem? Terus kenapa mereka ngeliatin aku kayak lagi liat martabak diskonan? Apa wajahku ada sisa puding karamel? Nana, apa lipstik Rosalind kurang rapi? Tapi beneran deh, kalau Putri Mytha itu jadi ratu, aku pasti dukung di garda terdepan. Auranya beneran 'Girl Boss' banget!"]

Putri Mytha dan Putri Amelia saling pandang dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Mereka menatap keluarga Duke, lalu kembali ke Rosalind. Mereka seperti sedang berkomunikasi lewat mata: "Apakah kau juga mendengar suara di dalam kepalamu?"

Melihat hal itu, batin keluarga Wiraatmadja meledak dalam kepanikan kolektif.

[(Batin Duke Lyon):]

"Anak ku Rosalind! Berhenti! Demi Dewa Perang, jangan katakan hal-hal yang aneh! Jika mereka tahu kau bisa bicara lewat batin, kita semua akan dianggap penyihir terkutuk!"

[(Batin Duchess Elena):]

"Rosalind, Putriku sayang, tolong tutup batinmu sebentar! Jangan katakan kata-kata bar-bar atau menyebut mereka bening! Mereka itu putri kekaisaran, bukan air mineral!"

[(Batin Evelyn & Celine):]

"Adek, tolong ya... jangan sampe mereka tersinggung. Kalau mereka marah, kediaman ini bisa diratakan dengan tanah cuma pake satu dekrit! Jaga mulut batinmu!"

[(Batin Lady Clara):]

"Rosalind, tolong fokus saja pada pudingmu. Jangan puji kecantikan mereka berlebihan, itu terdengar sangat mencurigakan di dalam kepala!"

Ruang tamu itu kini dipenuhi oleh "keributan batin" yang luar biasa. Para anggota keluarga Duke berusaha mempertahankan wajah datar mereka, namun dahi mereka bercucuran keringat dingin. Mereka semua sedang berdoa agar Rosalind tidak mengeluarkan kata-kata "ajaib" lainnya yang bisa memicu perang saudara atau hukuman mati.

Putri Mytha melangkah mendekati Rosalind, membungkuk sedikit hingga wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Rosalind. Ia menatap mata ungu Rosalind dengan intensitas yang sanggup melubangi tembok.

"Lady Rosalind Wiraatmadja..." ucap Mytha dengan nada suara yang penuh misteri. "Apakah kau baru saja... memuji gaun dan kecantikanku di dalam hatimu?"

Rosalind membeku. Sendok pudingnya jatuh ke piring dengan bunyi ting yang nyaring.

[(Batin Rosalind):]

["WADUH! NANA! DIA BISA DENGER! FIX INI SIARANNYA BOCOR SAMPAI KE PUSAT! MODYAAAARRRRR!!!!"]

Seluruh keluarga Duke di ruangan itu serentak menutup mata mereka, memasrahkan diri pada takdir yang akan terjadi selanjutnya. Drama keluarga Wiraatmadja baru saja naik ke level internasional.

1
acep maulana
hari ini author izin tidak tayang mungkin jam 9 malam tayangan nya hehe
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!