NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima

Jessy memaksa Ziang untuk duduk sambil menekan luka di perut dan dada nya. Luka tusukan yang dalam di perut kiri, lalu sayatan lebar di dada kanan. Jessy bahkan nyaris mual karena bau anyir darah yang menyengat.

“Tunggu di sini.” Jessy berlari cepat mencari tumbuhan obat, yang ada di pikirannya saat ini adalah daun petai cina.

Melihat kesana kemari, akhirnya Jessy menemukan tumbuhan petai cina. Dia memetik yang muda beberapa tangkai lalu kembali dengan cepat.

Sambil ngos-ngosan Jessy mengunyah daun petai cina itu dengan serius. Setelah itu melepeh nya dan membalur nya pada luka milik Ziang, Ziang hanya diam saja karena tidak memiliki tenaga untuk protes.

“Ini bisa menghentikan pendarahan sementara, tapi tetap saja harus segera di periksa dan diobati dengan benar.” Ucap Jessy sambil fokus mengobati luka.

Jessy merobek jubah nya untuk di jadikan kain perban, setelah luka Ziang tertutup kini Jessy bingung cara membuat Ziang untuk tetap sadar meskipun sudah kehilangan banyak darah.

Jessy terlihat berpikir lalu tiba-tiba berlari pergi, dia akan mencari buah bit dan sayur bayam sebagai suplemen penambah darah. Meskipun sedikit kesulitan mencari, tapi syukurlah Jessy berhasil menemukan buah bit, bayam dan cabai.

“Laper banget gila.” Gumam Jessy sambil terus berjalan.

tap

tap

tap

“Apa yang sedang kau bawa?.” Tanya Ziang saat melihat Jessy kembali membawa tanaman aneh.

“Ini, cepat makan buah ini. Meskipun rasa nya seperti besi tapi telan saja, makan tiga buah untuk menambah darah mu.” Ucap Jessy menyerahkan tiga buah bit.

Ziang tanpa banyak bicara memakan nya, rasa nya benar-benar tidak enak tapi tetap dia kunyah dan telan. Jessy hanya melihat sambil menelan ludah, jujur dia lapar.

“Kau lapar?.” Tanya Ziang.

“Ya, aku ingin merebus bayam lalu memakannya dengan cabai. Tapi sepertinya sulit memasaknya disini.” Jessy menggaruk pipi nya canggung.

Ziang tiba-tiba berdiri, wajahnya sudah tidak sepucat sebelumnya. Tapi luka nya pasti masih sakit, Jessy ingin melarang tapi ucapan Ziang membungkam mulutnya.

“Meskipun aku terluka, aku bisa berburu untuk makan malam. Lebih baik mati terluka daripada mati kelaparan, atau kau bisa berburu? jika bisa pergilah tangkap buruan untuk makan malam ku.” Ucap Ziang.

“Aku akan menunggu di sini dengan patuh.” Jessy duduk patuh sambil tersenyum manis.

Ziang hanya menghela nafas pelan lalu pergi. Jessy celingukan karena langit sudah mulai gelap, suara burung membuat suasana mencekam dan Jessy merasa takut.

Menunggu selama beberapa saat, akhirnya Ziang kembali membawa Kelinci yang cukup gemuk. Dia membuat api unggun dengan cepat, lalu membakar kelinci itu dengan gesit.

gluk

Jessy menelan ludah karena bau kelinci bakar terlalu menggugah selera. Meskipun tanpa bumbu tapi Jessy tau ini pasti lebih enak daripada bayam mentah, Jessy tidak sabar untuk memakannya.

Setelah Kelinci matang, Jessy memakannya dengan lahap. Bayam dan cabai yang dirinya petik tadi di jadikan lalapan dan itu ternyata cukup enak untuk penambah rasa.

“Uwerrghhh… wahh kenyang.” Jessy bersendawa tanpa malu.

“Jika sudah kenyang ayo pergi.” Ucap Ziang memadam kan api unggun.

“Kemana? kita akan lewat hutan malam-malam?.” Jessy was-was.

“Tidak, cepatlah.” Ziang berjalan lebih dulu.

Jessy mengikuti dan keduanya berjalan entah kemana, untuk saat ini Jessy akan percaya pada Ziang. Tapi pria itu sedang terluka, mungkin tinggal menunggu waktu sampai dia benar-benar tumbang.

Whosshh

Brukkkk

“Astaga Ziang!!.” Pekik Jessy saat melihat Ziang jatuh tidak sadarkan diri di depannya.

Hari sudah gelap, suami nya terluka, dia sedang berada di pinggir jalanan sepi yang entah berada di mana. Jessy hanya bisa menangis karena bingung dan takut, dia harus bagaimana? dia harus berlari kemana untuk meminta bantuan?.

“Hiks.. bangun lah Ziang ku mohon.” Jessy terisak sambil memangku kepala Ziang karena bingung.

Kratakk

tap

Deg.

Jessy tersentak dan menoleh ke belakang dengan waspada, suara langkah kaki yang menginjak ranting kering. Apa ada seseorang di sekitar sana? apa itu musuh?.

“Siapa disana?!.” Ucap Jessy dengan was-was.

Krasakkk

“Keluar lah! siapa kau.” Jessy semakin ketakutan.

tap

tap

tap

Akhirnya muncul sebuah lentera dari balik semak-semak. Bayangan seseorang mendekat, Jessy menahan nafas karena bingung harus melakukan apa jika tiba-tiba dia di serang.

Semakin dekat, akhirnya Jessy bisa melihat dengan jelas. Sosok yang datang adalah seorang anak remaja yang sepertinya baru pulang berburu, Jessy menghela nafas lega.

“Apa anda baik-baik saja? saya pikir anda hantu.” Ucap remaja itu.

“Aku manusia, suamiku terluka dan aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa. Bisa kah kau menolong ku? aku benar-benar membutuhkan pertolongan.” Ucap Jessy penuh harap.

“Tapi bagaimana anda bisa sampai disini?.” Tanya remaja itu heran.

“Apa maksud mu? memang nya aneh jika ada manusia lewat sini? apa ini daerah khusus hantu?.” Heran Jessy.

“Bukan begitu, tapi lokasi tempat ini sangat terpencil apa anda tersesat? dan bagaimana suami anda bisa sampai terluka.” Ucap remaja itu.

“Aduhh tanya nanti saja, suamiku bisa mati kalau tidak segera di tolong.” Jessy kesal.

Remaja di depannya terlihat diam berpikir, lalu kemudian membantu Jessy memapah Ziang yang tinggi besar menuju rumah nya. Sebenarnya Jessy merasa sedikit curiga karena merasa tidak ada rumah di dekat sini.

Berjalan cukup jauh sambil menyeret Ziang yang berat, akhirnya mereka sampai di sebuh rumah reot di tengah hutan. Jessy jadi teringat film horor, apa remaja yang menolongnya ini hantu atau manusia.

Ziang di rebahkan di sebuah dipan. Karena tubuhnya terlalu tinggi, kaki nya harus di topang kursi. Jessy membuka perban yang darahnya sudah merembes, dia benar-benar bingung harus bagaimana untuk mengobati nya.

“Bagaimana ini? apa di sekitar sini ada tabib?.” Ucap Jessy dengan cemas.

“Luka nya dalam, dia akan mati.” Ucap remaja itu dengan wajah polos.

“Bicara apa kau ini.” Kesal Jessy.

“Kenapa tidak percaya? dia akan mati.” Remaja itu mengulang ucapannya.

“SEBENARNYA KAU MAU MENOLONG ATAU TIDAK!!! KAU HANTU ATAU MANUSIA?!!! APA KAU TIDAK BISA SEDIKIT MEMBERIKAN SARAN!??.” Jessy berteriak karena merasa putus asa.

“Kenapa aku harus membantu? memang nya kalian siapa?.” Remaja itu bicara lirih.

“Apa?.” Jessy langsung terdiam.

“Selama ini aku hidup sendirian tanpa ada yang menolong. Terkadang aku merasa akan mati, tapi ternyata aku berhasil hidup sampai sekarang.” Lirihnya lagi.

“Apa yang kau katakan? apa kau hidup sendirian?.” Jessy terkejut.

“Apa ada orang lain disini?.” Remaja itu balik bertanya.

“Huftthhh… apa yang harus aku lakukan agar kau mau menolong ku?.” Jessy berusaha sabar.

“Dia siapa? dan kenapa dia mendapatkan luka pedang?.” Tanya remaja itu menunjuk Ziang.

“Dia suamiku Mo Ziang. Pangeran ke dua Kekaisaran Mo yang merupakan Paman dari Kaisar saat ini, kami kabur saat hendak diasingkan. Singkatnya seperti itu, apa kau bisa menolongku sakarang?.” Ucap Jessy.

“Ikut.” Ucap remaja itu.

“Hah?.” Jessy frustasi.

“Ibu.” Ucap remaja itu semakin ngawur.

“Sialan, tidak waras ternyata.” Batin Jessy frustasi.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!