NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Liga terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Tetapi kondisinya sudah jauh lebih baik. Perlahan kedua matanya terbuka. Dia menemukan Haru yang ada di sisi tempat tidurnya tengah meletakan segelas air putih dan semangkuk bubur sumsum.

Haru yang merasa ada yang sedang menatapnya, menoleh. Haru terkejut dan merasa senang karena melihat keadaan tuan Liga sudah siuman.

"Tuan, kamu sudah sadar?" sambil menatap seluruh tubuh Liga. "Apa kamu merasa kesakitan?"

Liga menghela napas pelan, mengangguk. "Leher ku sakit banget Haru. Aku nggak nyangka kalau Vair sebegitu kuatnya mencekik aku." nadanya terdengar lirih tapi terselip akan kekesalan.

Bukan hanya kesal. Tapi Liga juga merasa sangat malu luar biasa. Entah apa yang akan dia katakan nanti jika Mafia datang dan mengintrogasinya. Memang ya si Vair wanita sialan.

Awas saja, besok aku pasti akan membalasnya!

"Kamu cerita apa sama Mafia?" tanya Liga menatap Haru sambil berusaha duduk dan bersandar di bed tempat tidur.

Haru menggeleng. "Nggak cerita apa apa. Cuma ngasih tahu kalau kamu pingsan di dalam sel saja,"

"Hah?!" Liga terkejut. "Ma-maksud kamu. Mafia liat langsung aku di dalam sel barusan?" panik seketika menguasai dirinya.

Haru mengangguk. "Memangnya apa yang terjadi tuan? Kenapa kamu ada di dalam sana dan sampai di cekik oleh wanita itu?" Haru cukup penasaran sejak tadi dan sudah tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.

"Eee, itu, anu..." Liga merasa terpojokan. "Heh, nggak usah banyak nge bac0t ya kamu. Itu bukan urusan kamu!" kilahnya berusaha menutupi kesalahannya.

Haru mengerut kening. Merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tuan Liga itu. Haru menelisik wajah dan gerak gerik tuan Liga. Haru merasa ada sesuatu yang memang di sembunyikan olehnya. Tiba tiba senyum jahat muncul di bibir Haru.

"Oke-oke. Aku tahu sekarang. Vair itu cantik tuan Liga. Bukan hanya cantik saja tapi juga hebat ya. Dia hampir membuat tangan kanan seorang tuan Mafia meregang nyawa--pfff--" Haru menutup mulutnya menahan tawa. Sengaja memancing amarah tuan Liga. Dan benar saja saat itu juga Liga melotot ke arahnya dengan gigi yang mengetat.

"Kamu jangan coba coba meledek ku Haru! Kamu juga sama kaya aku. Nggak bisa bela diri!" sungutnya, Liga merasa di permalukan. Jujur saja Liga tidak terima, walau, itu memang faktanya.

"Lagi pula, kenapa juga si Vair itu jual mahal banget sama aku."

"Jual mahal?" Haru mengerut kening. "Jual mahal gimana maksudnya?"

"Ya itu. Orang aku cuma pegang pantatnya dikit doang, ya masa dia langsung main cekik gitu aja. Dasar, dianya aja yang galak!" sungutnya merasa tidak terima di perlakukan sekejam itu oleh Vair.

Haru terbelalak kaget mendengar pengakuan dari tuan Liga. Apa katanya? Pegang dikit? Wah, ya wajar kalau dia di cekik, orang dia melakukan pele-cehan kok.

"Menurut aku, yang di lakukan Vair itu sudah benar tuan Liga. Vair hanya melakukan pembelaan pada dirinya sendiri."

"Apa maksud mu?"

"Ya itu, wanita manapun akan melakukan hal yang sama seperti Vair jika ada seseorang yang me-lllecehkannya. Maksud ku melakukan pembelaan diri."

"Hey! Kamu menuduh ku melakukan pelecehan?! Kurang ajar sekali kamu Haru!" Liga tersulut amarah, bisa bisanya dia di tuduh melakukan pelecehan.

"Aku nggak nuduh. Tapi itu kesimpulan yang aku dapat dari pengakuan tuan Liga barusan."

Deg

Liga seketika menegang. Apa dia baru saja keceplosan? Wah, bahaya ini. Dasar, mulut tidak bisa di ajak kerjasama. Kurang ajar. Liga merutuki dirinya sendiri yang bisa bisanya malah keceplosan.

"Eee, Haru. Kamu jangan nuduh yang enggak enggak ya! Aku nggak bilang begitu. Kupingmu saja yang hanya salah dengar! Awas saja kalau kamu cerita sama Mafia. Aku patahkan kedua tangan dan kakimu!" ancamnya dengan harapan Haru takut dan tidak mengatakan yang sebenarnya pada Mafia.

Tidak bohong, jika Liga merasa ketakutan saat ini. Disini dirinya jelas salah. Dirinya duluan yang memulai sehingga Vair hampir saja membuatnya hilang nyawa.

Dasar wanita tidak tahu diri, awas saja kamu

"Maaf tuan Liga. Aku harus memberitahu tuan Mafia kalau kamu sudah siuman. Permisi,"

Liga terkejut, wajahnya seketika memucat. "Hey! Haru! Awas saja! Ja--- arghhhh...!" Liga menjambak rambutnya ketika melihat Haru sudah menghilang dibalik tembok sana, dia tidak menghiraukan teriakannya sama sekali. Sebenarnya Liga hanya takut jika Haru membongkar kesalahannya dan Mafia akan memberikan hukuman untuknya.

Liga tak bisa tenang sebelum melihat reaksi Mafia ketika melihatnya sudah siuman. Sambil menunggu Mafia datang, Liga mengira ngira sekiranya apa yang akan Mafia tanyakan padanya.

Semoga saja si Haru jelek itu nggak ember mulutnya. Awas saja kalau dia berani ember. Aku pastikan, dia akan dikeluarkan dari pekerjaannya yang sekarang yang hanya sekedar bawahannya si Mafia.

"Liga, kamu sudah sadar?"

Liga terlonjak mendengar suara yang sangat dia hafal. Liga menoleh dan mendapati Mafia datang seorang diri kepadanya.

Dimana Haru?

"Apa yang kamu rasakan sekarang? Apa ada bagian yang perlu diperiksa ulang?" tanya Mafia lagi, terlihat begitu peduli. Mafia menatap leher Liga yang terdapat bekas memerah akibat cekikan Vair begitu dia disisi tempat tidur Liga.

"Sudah jauh lebih baik, Ma. Tapi..."

"Tapi apa?" Mafia menatap bingung pada Liga yang menggantung ucapannya yang mendadak terlihat sedih.

"Aku sudah membuatmu malu Mafia. Aku hampir mati ditangan seorang wanita." Liga menunduk dalam. "Pasti diluar sana akan ada kabar tangan kanan tuan Mafia yang terkenal kejam hampir meregang nyawa ditangan wanita cantik, itu sungguh terdengar memalukan. Dan aku yakin kamu pasti mau memarahi aku kan?" Liga menatap Mafia dengan tatapan bersalah, membuat Mafia langsung menatap kelain arah.

Mafia tidak sanggup melihat tatapan mata sahabatnya yang seperti itu. Ya walaupun Mafia memang kesal dan di buat bingung oleh kelakuan si Liga itu.

"Memangnya apa yang kamu lakukan ke Vair sampai-sampai dia hampir membuat mu mati?"

Deg

Liga terperangah mendengar tanya yang sangat dia hindari. Bahkan dia rela berakting supaya tanya itu tidak keluar dari mulut Mafia. Tapi, gagal. Aktingnya gagal dan tanya itu tetap terucap dari mulut Mafia.

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!