NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Empat pemuda setempat yang kini sekarat di bawah pisau bedah Dr. Emmeline Valerio adalah korban salah sasaran.

Mereka hanyalah warga biasa yang kebetulan sedang berkumpul di ujung gang saat tiga tim pembunuh bayaran Kartel Meksiko mulai menyisir wilayah kumuh Los Angeles Barat.

Para penjahat itu bergerak brutal demi memburu sang akuntan pelarian, Alejandro Gomez. Mereka tidak peduli pada hukum, mereka hanya ingin menumpahkan darah.

Namun, para pembunuh itu tidak tahu bahwa di dalam kegelapan gang yang sama, sepasang mata tajam milik seorang predator mematikan telah mengunci pergerakan mereka.

Kingdom Kyle Stone bergerak tanpa suara di balik bayang-bayang kontainer besi. Tubuh besarnya yang setinggi 190 sentimeter terbalut seragam taktis hitam tanpa logo.

Di belakangnya, Jaxx dan anggota tim inti bergerak lincah, mengepung musuh dari sudut mati.

"Alpha K, tiga target bergerak di sektor depan. Mereka memegang senjata berperedam. Ada tato di leher mereka. Fix, mereka adalah tim pembunuh dari Meksiko," bisik Jaxx lewat alat komunikasi di telinga.

Kyle tidak menjawab. Dia hanya mengetuk alat komunikasinya dua kali—sebuah kode mutlak untuk menghabisi musuh tanpa suara.

Aroma maskulin Kyle kini berganti dengan insting berburu yang murni. Di kepalanya, laporan tentang warga sipil yang ditembak tadi membuat kemarahan dinginnya memuncak.

Bajingan-bajingan kartel ini sudah berani membuat kekacauan di kota tempat wanita yang ia gilai tinggal. Bagi Kyle, itu adalah vonis mati bagi mereka.

Dari arah gang sempit di depan, tiga orang pria berjalan dengan waspada sambil memegang pistol berperedam.

Tepat ketika orang pertama melangkah melewati tikungan gang, lengan kekar Kyle melesat keluar bagai kilat.

Tangan kirinya membekap mulut pria itu erat-erat agar tidak ada suara yang lolos, sementara tangan kanannya mengayunkan pisau taktis langsung ke arah leher target.

Jleb.

Gerakan itu begitu bersih. Pria Meksiko itu tewas seketika bahkan sebelum sempat berkedip. Dengan kekuatan fisiknya, Kyle menahan tubuh pria itu agar tidak jatuh menghantam lantai dan menimbulkan bunyi.

Dua rekan di belakangnya mulai curiga karena teman mereka mendadak berhenti. Namun, sebelum mereka sempat mengangkat senjata, Jaxx melompat dari pipa lantai dua.

Jaxx langsung melilit leher orang kedua dengan tali baja dalam sekali sentak.

Krek.

Pria ketiga ketakutan dan mencoba berbalik untuk menembak. Namun, Kyle sudah berdiri di depannya. Kyle menendang pergelangan tangan pria itu hingga pistolnya terlempar, mencengkeram kerah bajunya, lalu menghantamkan wajah pria itu ke dinding beton dengan keras.

Brak!

Darah segar menyembur ke dinding. Pria ketiga itu langsung ambruk pingsan dengan rahang hancur.

"Area bawah bersih. Tiga kecoak habis," bisik Jaxx sambil membersihkan sisa darah di talinya.

"Bergerak ke apartemen pusat. Laporkan posisi Alejandro," perintah Kyle dingin.

"Alpha K, tim pembunuh utama sudah berhasil mendobrak pintu belakang tempat persembunyian Alejandro Gomez di lantai tiga. Mereka membawa senapan otomatis. Situasi gawat!" suara anggota tim lain dari seberang jalur membuat rahang kokoh Kyle mengeras.

"Tahan posisi. Aku akan masuk," sahut Kyle datar.

Kyle memberi isyarat kepada Jaxx untuk mempercepat gerakan. Memegang pistol berperedam suara, Kyle memimpin timnya berlari menembus kegelapan lobi apartemen tua yang pengap.

Di koridor lantai tiga, suasana sangat mencekam. Lampu langit-langit berkedip-kedip redup.

Empat orang pembunuh bayaran sedang berusaha mendobrak sebuah pintu kamar di ujung koridor, sementara dua orang lainnya berjaga di dekat tangga.

Mereka mendengar langkah kaki mendekat, namun mengira itu adalah teman mereka sendiri.

"Siapa itu?" salah satu penjaga berteriak pelan dalam bahasa Spanyol, mencoba mengintip ke arah tangga.

Jawaban yang dia terima adalah sebutir peluru yang menembus tepat di antara kedua matanya.

Dor

Suara tembakan Kyle terdengar sangat halus. Pria itu langsung tumbang. Penjaga kedua yang panik mencoba berteriak, namun Jaxx melepaskan dua tembakan cepat tepat di dadanya.

Empat orang pembunuh di depan pintu kamar Alejandro tersentak melihat teman mereka tumbang begitu cepat. Sadar mereka berhadapan dengan pasukan khusus, mereka langsung berbalik dan menembak membabi buta.

DOR! DOR! DOR!!

Suara tembakan bergemuruh keras di koridor sempit, menghancurkan dinding dan membuat debu putih pekat berhamburan. Peluru-peluru tajam memantul liar di dinding beton.

Kyle berguling di atas lantai dengan sangat lincah, lalu berlindung di balik tiang beton yang tebal.

"Jaxx! Granat kejut!" teriak Kyle di balik gemuruh tembakan.

Jaxx dengan cepat melempar granat itu menuju posisi musuh.

BLAAAM!

Ledakan cahaya putih yang menyilaukan dan suara dentuman keras seketika memenuhi koridor. Keempat pembunuh Meksiko itu berteriak kesakitan, mata mereka mendadak buta dan telinga mereka berdenging hebat. Tembakan mereka menjadi kacau ke arah langit-langit.

"Habisi mereka," perintah Kyle.

Kyle bangkit dari balik tiang bagai dewa kematian dari balik kabut debu. Sambil memegang senapan serbunya, dia melangkah maju dengan tenang namun pasti.

DOR. DOR. DOR.

Tiga tembakan cepat dilepaskan Kyle. Tiga orang pembunuh tumbang seketika dengan lubang peluru di dada mereka. Pria keempat, yang merupakan pemimpin tim, mencoba merangkak mundur dengan tangan gemetar. Matanya menatap ketakutan pada tubuh raksasa Kyle yang berdiri di depannya.

Kyle berhenti tepat di depan pria itu, lalu mengarahkan laras senjatanya langsung ke dahi sang pembunuh.

"Siapa... siapa kau?" bisik pria Meksiko itu dengan sangat ketakutan. Dia tidak percaya seluruh tim elitenya habis dalam waktu kurang dari lima menit.

Kyle menatapnya dengan mata yang dingin tanpa belas kasihan. "Aku adalah akhir dari hidupmu."

Dor!

Satu tembakan terakhir menutup Hari berdarah di koridor tersebut. Tubuh pria itu lemas di atas lantai, menambah genangan darah yang mengalir.

Suasana koridor kembali sunyi, hanya menyisakan kepulan asap senjata.

Jaxx memeriksa setiap tubuh untuk memastikan semua musuh sudah mati. Hasilnya bersih, tim Kyle menang mutlak tanpa ada satu pun dari mereka yang terluka.

Kyle mendekati pintu besi apartemen yang sudah rusak. Dengan satu tendangan keras dari kaki kuatnya, pintu itu jebol terbuka.

Di dalam ruangan yang gelap, seorang pria paruh baya berkacamata tampak meringkuk ketakutan di balik meja dapur yang terbalik.

Alejandro Gomez memegang sebuah flashdisk hitam erat-erat di dadanya, mengira dia akan dibunuh.

Kyle melangkah masuk, membuat tubuh raksasanya menutupi pria itu. Dia menurunkan senjatanya dan menatap sang akuntan.

"Alejandro Gomez," suara Kyle terdengar berat dan berwibawa. "Pakai jaketmu. Kau aman sekarang. Kami yang akan membawamu keluar hidup-hidup dari kota ini."

Alejandro mendongak. Melihat enam pembunuh bayaran yang paling ditakutinya sudah menjadi mayat di luar pintu, dia menelan ludah.

Dia tahu pria di depannya ini adalah penyelamat sekaligus sosok yang mengendalikan hidup dan matinya sekarang.

"Jaxx, siapkan jalur evakuasi di atap. Bawa dia ke helikopter sekarang," perintah Kyle sambil berjalan menuju jendela apartemen yang pecah, menatap pemandangan kota Los Angeles.

Di kejauhan, sayup-sayup suara raungan sirene ambulans dan polisi mulai terdengar memekakkan telinga.

Dari ketinggian lantai tiga, mata tajam Kyle memperhatikan lampu merah-biru yang berkedip-kedip, bergerak terburu-buru membelah jalanan utama menuju ke arah timur.

Kyle tahu persis ke mana arah ambulans-ambulans itu pergi.

Di distrik barat ini, hanya ada satu rumah sakit rujukan utama yang memiliki fasilitas bedah trauma terbaik untuk korban luka tembak: Rumah Sakit Pusat Los Angeles.

Tempat di mana Dr. Emmeline Valerio bekerja.

Kyle menghentikan langkahnya sejenak di ambang jendela. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang penuh arti.

Tanpa perlu alat pelacak atau ponsel khusus, instingnya langsung bisa menebak situasi yang akan terjadi.

Ambulans itu membawa para korban warga sipil yang ditembak oleh bajingan kartel tadi, dan subuh ini, Emmeline pasti sedang memegang pisau bedah di bawah lampu operasi, berjuang menyelamatkan nyawa mereka.

Di kota yang sebesar ini, tanpa Emmeline sadari, mereka berdua kembali terhubung oleh malam yang berdarah.

Kerja bagus, Dokter, batin Kyle hangat, sangat kontras dengan kekejaman yang baru saja dia lakukan di koridor apartemen ini.

Bertahanlah dengan suamimu yang bodoh itu untuk beberapa minggu lagi. Setelah urusanku dengan kartel ini selesai, aku akan kembali untuk anak kita Di masa Depan.

Kyle membalikkan badan, lalu melompat naik menuju atap tempat helikopter mereka sudah menunggu. siap membawa mereka pergi dan meninggalkan distrik yang kini sudah bersih dari para pembunuh.

1
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!