NovelToon NovelToon
GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

GAJAH MADA Sang Penakluk Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:922
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

GAJAH MADA – Perjalanan Sang Penakluk Dunia
Darah jelata, didikan sang penguasa, takdir sang penakluk samudra.
Selamat dari pembantaian faksi hitam Mahapati berkat mukjizat perisai emas gaib, bayi kasta rendah bernama Mada diasuh secara rahasia oleh Rama Sidacerma—nama samaran Patih Nambi, Mahapatih Pertama Majapahit yang memalsukan kematiannya.
Di bawah didikan brutal sang mantan perdana menteri, Mada tumbuh menjadi kesatria berotot baja. Ia terlahir dengan takdir tertinggi: sepasang mata sakral Niti Sastra yang mampu memprediksi masa depan, dan Khodam Senopati Zirah Emas —entitas raksasa pelindung serupa dewa perang.
Demi menuntaskan dendam dan membersihkan Majapahit dari pengkhianat, ia merantau ke Trowulan sebagai Gajah Mada. Merangkak dari prajurit kasta terbawah, ia bangkit memimpin Pasukan Bhayangkara hingga mengumandangkan Sumpah Palapa yang menyatukan Nusantara.
Namun, di puncak kejayaannya, sebuah konspirasi mistis luar logika telah menantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. Nama yang Terlupakan

Sinar matahari pagi yang tertutup oleh arak-arakan awan hitam dari arah utara Trowulan kian menambah kesan suram di dalam ruang kerja utama kediaman Mahapati. Setelah kepergian ningsun dari ruangan tersebut, aroma asap kemenyan hitam dari tungku perunggu raksasa berbentuk kepala macan gaib terasa semakin pekat menyengat dinding-dinding papan kayu jati. Mahapati masih berdiri tegak di depan meja kayu panjangnya, memandangi bidak-bidak kayu yang melambangkan jajaran perwira garnisun Barat Majapahit dengan pandangan mata yang dipenuhi kelicikan politik tingkat tinggi.

Meskipun laporan akhir dari pelacak elitnya menyatakan bahwa prajurit nomor nol empat puluh tujuh bersih dari silsilah pengkhianat masa lalu, sepasang mata manipulatif Mahapati tetap tidak bisa sepenuhnya melepaskan rasa tidak nyaman yang tiba-tiba tumbuh di dalam batin spiritualnya. Kemampuan bawaan Teror Sukma dari Khodam Singo Barong miliknya yang biasanya mampu menenangkan gejolak ambisinya, kali ini justru terus bergetar tipis di dalam sukmanya, seolah memberikan pertanda tersembunyi bahwa ada sebuah ancaman tak kasat mata yang sedang merayap mendekati gerbang kekuasaannya.

(Ningsun mungkin benar bahwa anak jangkung bernama Mada itu hanyalah seorang kuli desa yang bodoh dan penakut. Namun, mengapa nama Hutan Tarik harus muncul kembali ke permukaan pelataran tepat di saat aku sedang mempersiapkan bidak-bidak Dharmaputra untuk mengguncang takhta Jayanegara? Kebetulan seperti ini terlalu tipis jika tidak ada benih masa lalu yang sedang mencoba menyelinap masuk.)

Mahapati membalikkan tubuh kurusnya secara teratur, melangkah lambat menuju ke arah deretan lemari kayu jati kuno yang terletak di sudut paling gelap ruangan kerjanya. Lemari tersebut tidak memiliki ukiran relief seperti lemari arsip birokrasi istana lainnya; permukaannya polos, dilapisi oleh anyaman serat rotan hitam yang telah diberi jampi-jampi pengunci ghaib agar tidak bisa disentuh oleh indra peraba hawa murni orang luar.

Ia meraba sebuah kantung kain kecil di balik lipatan jubah sutra hitamnya, mengeluarkan sebilah kunci besi kecil berkepala logo kepala singa. Saat kunci logam tersebut dimasukkan ke dalam lubangnya, suara klik yang berat bergaung pelan, diikuti oleh terbukanya pintu lemari yang mengeluarkan bau apek kertas perkamen tua yang sudah puluhan tahun tidak pernah terkena sapuan udara luar.

Di dalam lemari tersebut, tersimpan puluhan gulungan kain mori kuno dan perkamen lontar berlumur lilin hitam yang berisi seluruh catatan operasi pembunuhan rahasia, fitnah politik, serta nama-nama tokoh penting Majapahit yang telah dijatuhkan oleh kelihaian strategi Mahapati sejak masa pemerintahan Raden Wijaya. Ini adalah lemari kuburan bagi sejarah yang dilupakan oleh publik; tempat di mana seluruh dosa besar pembentukan fondasi kerajaan disimpan dengan rapi di bawah kendali sang antagonis utama.

Mahapati mengulurkan tangannya yang kurus, menyusuri deretan gulungan kain tersebut hingga jemarinya berhenti pada selembar perkamen kulit menjangan yang warnanya sudah menguning kusam. Di bagian luar perkamen itu, tertulis sebaris nama menggunakan aksara Jawa kuno yang goresannya sengaja disamarkan menggunakan tinta darah kering: Rama Sidacerma.

Ia menarik perkamen tua tersebut keluar dari tempat persemayamannya, membentangkannya di atas meja jati di bawah pendaran kuning redup lampu minyak kelapa harian. (Rama Sidacerma. Nama samaran yang sangat rapi untuk menyembunyikan identitas asli dari seorang pria yang dahulu memegang kekuasaan militer terbesar kedua di seluruh jagat Nusantara. Patih Nambi.)

Mahapati mengusap barisan aksara di atas kulit menjangan tersebut, membiarkan kilas balik peristiwa dua puluh tahun lalu kembali berputar di dalam ingatan taktisnya. Di dalam catatan rahasia itu, terurai dengan sangat mendalam bagaimana skema fitnah politik yang dirancang Mahapati berhasil meyakinkan mendiang Raden Wijaya bahwa Patih Nambi sedang mengumpulkan pasukan pemberontak di daerah timur. Peristiwa penghancuran benteng timur yang berujung pada gugurnya Nambi sebenarnya tidak menyisakan satu pun saksi hidup dari silsilah keluarga inti sang Mahapatih pertama.

Namun, di lembar bagian belakang perkamen tersebut, terdapat sebaris catatan tambahan yang ditulis sendiri oleh Mahapati menggunakan tinta lilin hitam setelah operasi pembantaian selesai dilakukan oleh jaringan Singo Barong. Catatan tambahan itu berbunyi: Seorang bayi laki-laki dari garis keturunan jauh keluarga pengrajin besi pelindung Nambi dikabarkan berhasil dibawa lari oleh seorang pengawal tua berpangkat rendah menuju ke arah pedalaman Hutan Tarik di malam pertempuran benteng runtuh.

(Bayi laki-laki dari silsilah keturunan Empu Gandring yang dilindungi oleh sisa-sisa pelayan Nambi. Selama dua puluh tahun ini, aku mengira anak haram itu telah mati membusuk karena kelaparan di dalam kerasnya ekosistem Hutan Tarik, atau setidaknya dia tumbuh menjadi seorang pemburu liar yang tidak akan pernah mengenal bagaimana cara memegang senjata besi kerajaan. Tapi sekarang, seorang pemuda jangkung dari Tarik mendadak muncul di barak Tamtama dengan membawa nama Sidacerma sebagai silsilah ayahnya.)

Mahapati mengepalkan tinjunya yang kurus hingga persendian jarinya mengeluarkan suara derit yang patah. Sepasang matanya yang manipulatif berkilat tajam memancarkan kebencian yang mendalam terhadap setiap nama yang memiliki hubungan dengan Patih Nambi. Ia menyadari bahwa meskipun ningsun telah menyatakan Mada bersih dari hawa murni, kemungkinan adanya konspirasi tersembunyi yang sedang dirancang oleh Senopati Kudamerta tetap tidak bisa diabaikan begitu saja.

(Kudamerta adalah salah satu dari sedikit perwira tua yang dahulu menolak menandatangani surat perkamen eksekusi Nambi di sidang dewan tetua istana. Jika jenderal sepuh itu berhasil menemukan keberadaan anak dari Hutan Tarik ini dan sengaja melindunginya di bawah nomor registrasi nol empat puluh tujuh, maka seluruh skema penyamaran konyol si anak desa tadi siang adalah bagian dari strategi memancing yang dirancang untuk menguji batas kesabaran jaringan Singo Barong milikku.)

Mahapati melangkah mendekati pintu kerja, memukulkan tongkat jatinya ke lantai papan sebanyak dua kali berturut-turut. Hitungan tiga pulsa nadi kemudian, seorang bintara tinggi tegap dengan pakaian kain kelat bahu hitam berlogo singa barong menyelinap masuk dari arah bayangan koridor luar, berlutut bersujud tanpa berani menatap langsung ke arah wajah sang penguasa bayangan.

"Gusti Mahapati, hamba siap menerima titah," ucap bintara tersebut dengan suara yang sangat rendah.

"Perintahkan dua orang pemburu bayaran terbaik dari satuan elit Singo Barong yang berada di daerah perbatasan timur untuk segera menyusup masuk ke dalam wilayah Hutan Tarik dalam fajar senin esok," perintah Mahapati, suaranya terdengar datar namun mengandung dinginnya es yang menuntut kepatuhan mutlak. "Cari sisa-sisa gubuk tua milik pria bernama Sidacerma di dalam pedalaman hutan tersebut. Aku ingin kalian menemukan saksi lama, entah itu kepala desa pikun yang memberikan cap atau para pencari kayu bakar kuno, yang bisa memastikan apakah Sidacerma yang mati kemarau lalu benar-benar hanya seorang pemelihara kambing hutan atau seorang pelayan tua yang menyimpan rahasia silsilah garis darah Empu Gandring!"

"Siap, Gusti! Perintah segera dilaksanakan fajar esok!" jawab bintara pemburu tersebut sambil menjura hormat sedalam-dalamnya, lalu segera melenyapkan tubuhnya kembali ke dalam kegelapan koridor luar dengan gerakan yang sangat halus.

Mahapati kembali memandangi perkamen kulit menjangan di atas mejanya, sebelum akhirnya membakarnya di atas api lampu minyak kelapa hingga perkamen kuno itu hangus menjadi abu hitam yang beterbangan di udara ruangan kerja. (Nama yang telah terlupakan selama dua puluh tahun ini tidak boleh dibiarkan mengusik ketenangan takhta Majapahit yang sedang kususun. Jika hasil investigasi di Hutan Tarik membuktikan adanya hubungan darah itu, maka tidak peduli seberapa kuat perlindungan politik yang diberikan oleh Kudamerta di kompleks Barat, aku sendiri yang akan memastikan prajurit nomor nol empat puluh tujuh itu mati membusuk di dalam saluran pembuangan air istana sebelum dia sempat melihat gerbang Akademi Ksatria pilihan pusat dibuka.)

Sementara itu, di waktu yang sama di atas birai tembok batu luar kompleks militer Barat, Mada yang sedang menyelesaikan tugas jaga malam terakhirnya bersama Wiranata mendadak menghentikan sikat gosok perisainya sejenak. Angin malam yang dingin berembus kencang, menggoyang ujung poni rambut panjangnya yang berantakan.

Mada mengaktifkan mata sakral Niti Sastra tingkat dua miliknya setipis helai rambut di balik pelupuk matanya, menatap lurus ke arah langit timur tempat berdirinya kompleks kediaman Mahapati di pusat kota Trowulan. Di dalam peta penglihatan batin spiritualnya, ia bisa merasakan adanya distorsi hawa jampi-jampi hitam yang baru saja melesat pergi menuju ke arah timur luar kota, sebuah indikasi taktis bahwa sang antagonis utama telah mulai menggerakkan pemburu masa lalunya untuk menggali kembali sisa gubuk tuanya di Hutan Tarik.

(Kamu akhirnya mulai membuka lemari kuburan lamamu itu, Mahapati. Ketakutanmu terhadap nama Rama Sidacerma dan silsilah Hutan Tarik adalah bukti nyata bahwa cengkeraman Teror Sukma milikmu mulai mengalami keretakan taktis di depan bayangan masa lalu yang kauhancurkan sendiri.)

Mada menurunkan kembali pandangan matanya ke arah permukaan tanah liat kering di bawah tembok, menyembunyikan seulas senyuman tipis yang sangat dingin dan penuh kepastian di sudut bibirnya yang pucat. (Pergilah menyelidik ke dalam Hutan Tarik sesukamu, para pemburu Singo Barong. Kuburan palsu yang disiapkan oleh mendiang gurunya di sana justru akan menjadi labirin mati yang akan menenggelamkan sisa-sisa kewaspadaan Mahapati, memberikan waktu yang sangat luas bagiku untuk menapakkan kaki pertamaku di atas lantai batu pualam Akademi Ksatria pilihan pusat senin esok fajar.)

Mada mengembuskan napas panjang secara teratur, merapikan kembali posisi perisai bambunya di lengan kiri sebelum Wiranata menyadari adanya perubahan ketebalan otot alaminya. Ia kembali berjalan dengan langkah jangkungnya yang membungkuk canggung, menyusuri birai tembok bersama kelompok Regu Serigala di bawah siraman sisa cahaya obor dinding yang mulai meredup, siap menyambut datangnya fajar senin yang akan membuka pintu gerbang karier militer tingkat lanjutnya di jantung kekuasaan terbesar tanah Nusantara.

1
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
nina hariah
cerita nya seru dan menarik
nina hariah
semangat terus updatenya author
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
nina hariah
semangat terus updatenya author
nina hariah
next author
EunHwa
kak mampir donk kak ke kara saya🙏
nina hariah
next author
nina hariah: semangat terus updatenya
total 1 replies
nina hariah
semangat terus updatenya 👍
Argo Sujendro: sudah diupdate, tinggal menunggu disetujui, semoga menikmati ya kak
total 1 replies
nina hariah
next author
Argo Sujendro: oke gasss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!