Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Papa ingin membahas tentang Perusahaan Monaco denganmu. Papa dengar perusahaan itu sangat berminat untuk manjadi investor utama di perusahaan ini. Lebih baik kamu segera menyetujuinya, Devina," ucap Robert dengan tegas.
Devina nampak keberatan. "Kita gak bisa sembarangan menerima orang asing menjadi investor di perusahaan kita, Pa. Apalagi aku belum tahu perusahaan Monaco seperti apa."
Namun, Robert tetap bersikukuh pada pendiriannya. "Papa sudah mencari tahu tentang perusahaan itu. Perusahaan Monaco adalah perusahaan yang berpusat di Singapore, memiliki banyak anak perusahaan, salah satunya di Indonesia. Perusahaan itu sangat besar. Jadi, apa yang perlu kamu pertimbangkan?"
Kemungkinan Robert menatap tajam pada Devina. "Dari awal Papa sudah bilang sama kamu. Papa cuma minta kamu untuk menikah dengan Abian hanya untuk sementara, Devina. Sampai perusahaan ini benar-benar aman. Setelah kita mendapatkan investor baru, kamu harus tinggalkan Abian."
Robert pun memperingatkan dengan tegas. "Perusahaan Monaco memberikan waktu satu minggu pada kita untuk mengambil keputusan. Jika dalam waktu satu minggu kamu belum mengambil keputusan juga. Papa yang akan bertindak sendirian."
"Tapi Pa..."
Robert tak ingin mendengarkan penjelasan dari Devina, dia segera pergi dari sana.
Devina hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Sampai kini dia pun tidak paham, mengapa dia masih mempertahankan Abian sebagai investor utama di Perusahaan Buana.
...****************...
Saat Devina tiba di basement kantor, dia melihat Eliano yang sedang berdiri di depan mobilnya. Sepertinya dia sengaja menunggu kedatangannya.
"Devina, kita harus bicara," pinta Eliano dengan nada lembut.
Devina menjawab dengan ketus, sambil berjalan melewati Eliano, hendak membuka pintu mobilnya. "Lain kali saja. Aku harus segera pulang."
Devina memang sedang terburu-buru ingin pulang. Dia harus tiba di mansion lebih cepat dari Abian, karena dia harus memenuhi janjinya akan memasak makanan untuk pria itu.
Melihat Devina yang hendak pergi begitu saja, Eliano dengan cepat melangkah maju dan menghalangi jalan wanita itu, mencegahnya membuka pintu mobil.
"Aku tahu kamu masih marah sama aku, karena aku tadi gak belain kamu. Tapi kamu harus mengerti posisi aku. Aku gak mungkin berani menentang keputusan papa kamu, Devina. Aku tidak punya kuasa apa-apa."
Devina menatap dingin pada Eliano. "Itu artinya kamu mau mencari aman untuk dirimu sendiri. Padahal kamu tahu aku sedang diposisi terpojok, Papa kandungku sendiri lebih berpihak pada Jihan. Tapi kamu hanya diam saja. Justru Abian, seseorang yang selalu aku anggap musuh, malah datang untuk membelaku."
Eliano sangat kesal saat mendengar perkataan Devina yang seolah-olah sedangkan memuji Abian. Hatinya terbakar rasa cemburu. "Kamu salah jika kamu bilang dia datang kesini untuk membela kamu. Dia hanya mempedulikan sahamnya. Karena dia tahu posisi CFO sangat krusial, yang bisa berimbas pada keamanan sahamnya. Bukan karena kamu."
Eliano menambahkan. "Aku sudah tiga tahun pernah satu sekolah dengannya, aku tahu dia seperti apa. Bahkan aku mendengar dia memang gak pernah bisa move on dari cinta pertamanya, jadi sampai kapanpun dia gak akan peduli sama kamu. Dia hanya mempedulikan keuntungannya sendiri."
Devina nampak terdiam. Dia tahu cinta pertamanya Abian yang Eliano maksud adalah Fanny.
Meskipun dia tahu Fanny sudah meninggal, tapi entah mengapa dia merasa iri, ada seorang pria yang cintanya begitu besar, sampai harus memendam perasaannya dari SMA. Dia merasa, Fanny sangat beruntung dicintai secara ugal-ugalan seperti itu.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡