NovelToon NovelToon
Resep Cinta Om Dokter

Resep Cinta Om Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).

Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.

====

"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."

"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"

------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love

Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Nasib Oh Nasib

Bab 33

 

Makan siang kali ini terasa berbeda, lebih nikmat meski di kamar saja. Memang menunya lengkap tersaji di meja sofa, yang berbeda adalah ada istri yang melayaninya. Malah Edward mengusulkan satu piring saja dan saling su4p. tidak bisa berlama memulai adegan romantis bak orang berpacaran, MUA sudah siap untuk merubah dandanan Aya. Ia pun sudah melepas beskap, hanya dengan kimono saja menunggu dipakaikan busana adat.

Sejak tadi memperhatikan Aya, ia beranjak dan menghampiri.

“Sebentar, mbak,” ujarnya membuat dua orang MUA menghentikan pekerjaannya sedang memoles wajah dan menata rambut Aya. Edward Menyentuh dagu dan menatap sambil mengernyit, melihat area di bawah mata. “Vitaminmu diminum rutin?”

Aya menggeleng. Edward menghela pelan lalu menghubungi Andin. Tidak lama wanita itu datang lalu menanyakan pada Mbok Yem dimana kantong obat yang diberikan.

“Jangankan minum obat dok, makan juga nggak. Untungnya nggak pingsan ini anak,” seru Andin menerima kantung obat dan mengeluarkan beberapa butir dari botol dan sachet. Mbok Yem sigap dengan memberikan segelas air. “Minum dulu!” titah Aya.

“Ada pusing atau berputar?” tanya Edward saat Aya menyerahkan gelas pada mbok Yem.

Awalnya hanya diam, lalu ….

“Sedikit.”

“Ya ampun, Aya. Kenapa nggak bilang, Gimana ini dok?”

“Tapi nggak lemes kok, nggak sesak juga,” rengek Aya. “Aku sehat ya Om,” ucap Aya memegang tangan Edward.

“Semoga di pelaminan nanti kamu nggak drop.”

“Mbak, jangan gitu dong.”

“Kita lihat nanti, kalau tidak kondusif aku izin sama Romo untuk bawa kamu istirahat.”

***

Pesta itu berlangsung dengan aturan dan adat istiadat setempat, termasuk busana pengantin. Di atas pelaminan yang di dekorasi dengan gebyok kayu jati ukiran, Edward dan Aya berperan layaknya raja dan ratu sehari. Setiap tamu yang datang bukan sekedar menyalami, ada pula yang membungkuk dan bersuara lirih saat mengucapkan selamat.

“Ay, baru dua jam, aku sudah pegel. Kelamaan bisa kram ini. Kerabat dan keluargamu banyak sekali,” bisik Edward saat tamu berikutnya baru melangkah menaiki undakan pelamin.

“Sabar ya. Apalagi besok, makin ramai.”

Edward menggeleng pelan, tidak bisa membayangkan ia harus melangsungkan pesta berhari-hari.

“Hitung-hitung bikin Romo senang. Aku nggak nyangka kalau beliau malah menikahkan kita.” Aya tersenyum dan mengangguk, menyapa kakak sepupunya.

“Lagipula ini sudah paling simple loh. Banyak yang di skip. Karena nggak ada persiapan dan gladi.”

“Kamu gimana, pusing? Duduk dulu,” seru Edward mengarahkan Aya duduk. Menerima minum dari Mbok Yem untuk istrinya lalu menyeka pelan kening yang berkeringat.

Interaksi pengantin baru itu disaksikan oleh Wira. “Mereka sangat serasi,” bisik Diah.

“Serasi dari mana. Yang satu turunan k0mpeni yang satu pribumi.”

“Tapi bukan penjahat seperti Aditya.” Wira menatap istrinya dan berdecak.

Asoka sibuk menikmati hidangan yang tersaji. menu-menu yang dihidangkan menggugah selera, khususnya kue dan lauk khas wilayah setempat.

“Ka, lo balik kapan?” tanya Anji mengekor Asoka menuju kursi kosong.

“Besok. Udah pesen tiketnya besok siang. Mau ikut?”

“Nggaklah. Gue masih ada cuti. Ngawal si vampir dulu sampe jalan menuju kenikmatan sudah benar, mana tahu tersesat.”

“Otak kamu yang sesat,” ejek Asoka.

Video keributan tadi sudah diupload di grup geng pria terkutuk, begitu pun dengan video saat Edward dan Aya ijab qabul. Foto dan video ijab qabul Edward menjadi pembaruan status pria terkutuk dan pencari kitab suci seraya ucapan selamat. Juga foto Asoka dan Anji bersama kedua mempelai itu. Para nakes perempuan yang mungkin tertarik atau ada hati dengan dokter duda ini harus rela patah hati, apalagi saingannya bukan orang sembarangan.

 

***

Acara hari ini cukup melelahkan. Perjalanan pagi dari Jakarta, keributan yang menguras emosi meski akhirnya berakhir dengan akad nikah dan pesta yang akan dilanjut esok hari. Edward sudah berada di kamar Aya, sedang membersihkan diri. Tidak ada drama ia lupa bawa handuk atau pakaian ganti. Handuk sudah tersedia di toilet, keluar dari sana dengan setelan santai. Celana training dan kaos. Sedangkan Aya sedang dilepas semua printilan hiasan di rambut serta sanggul dan menghapus make up.

“Mas Edward, ditunggu tuan besar di depan,” seru mbok Yem.

“Iya, mbok,” ucap Edward lalu mengantongi ponsel. “Ay, aku temui romo ya.”

“Iya, om.”

Asoka sudah beristirahat di kamar tamu, sedangkan Anji masih berkeliaran. Terlihat sedang berbincang dengan Argo yang mengawasi pekerja mempersiapkan untuk acara besok.

“Romo panggil aku?”  Wira berada tidak jauh dari pelaminan. Meja di hadapannya tersaji beberapa piring kue tradisional, secangkir kopi dan sekotak cerutu.

“Hm, duduklah.” Wira memegang cerutu dan menghis4p serta menghembuskan asap dengan aroma pekat. Tatapannya mengawasi para pekerja. “Apa rencanamu setelah ini?”

“Saya akan bawa Aya ke Jakarta.”

Wira akhirnya menoleh, menatap menantunya itu. “Sekarang Cahaya memang istrimu, tapi dia masih putriku. Jangan pikir aku akan lepaskan begitu saja, kalian masih dalam pengawasanku.”

“Yang jelas saya akan pastikan Aya bahagia dengan pernikahan kami.”

Wira mendorong kotak cerutu ke tengah meja.

“Maaf Romo, saya tidak merokok,” ucap Edward. “Rencana saya akan adakan resepsi di Jakarta, kalau tidak keberatan Romo dan Ibu kami harap kehadirannya.”

“Hm, kabari saja kapan acaranya."

Kedua pria beda usia itu masih lanjut berbincang, cukup lama. Wira banyak tanya pekerjaan menantunya, memastikan kalau ia menyerahkan Cahaya pada pria yang tepat.

“Mas, kenapa menahan Edward di sini? Cahaya sudah menunggu di kamar, kamu ini,” seru Diah sudah berdiri di samping Wira. 

Edward berdehem, canggung dengan situasi itu.Sejak tadi ia ingin beranjak, tapi tidak enak. KAlimat Cahaya sudah menunggu, seolah menjelaskan ritual apa yang akan mereka lakukan. 

“Saya permisi,” ujarnya lalu beranjak meninggalkan pasangan itu berdebat kecil.

“Ward, tunggu woi.”

“Ngapain sih masih keluyuran. Udah malam Nji dan kamu tamu di sini.”

“Slow bos, si Argo aja nggak keberatan. Gue mau ajakin si Wira melek sampe pagi, tapi udah disamperin istrinya. Lo gimana, udah siap belah duren? Perlu jamu atau obat kuat, biar gue cariin.”

“Ngaco. Jangan bikin malu. Sana istirahat, temenin Asoka. Nggak perlu direkam apalagi streaming. Jomblo nggak usah ikut mikir apa yang pengantin baru lakukan, takut kepengen,” ejek Edward lalu terkekeh.

“Si4alan lo, ke diss track otak gue.”

Edward meninggalkan Anji bergegas ke kamar Cahaya. Sudah terbayang apa yang akan mereka lakukan. Malam indah yang akan mereka lewati, ia janji akan melakukannya dengan pelan dan lembut karena ini pertama kali bagi Aya.

“Ay,” panggilnya  saat memasuki kamar dan langsung mengunci pintu. Langkah dengan penuh semangat dan raut wajah bahagia perlahan pudar, mendapati Aya tertidur di ranjang pengantin mereka. “Ck, sampe Anji sama Rama tahu malam pertama malah ditinggal tidur, bisa dibully seumur hidup. Nasib, nasib.”

 

1
Nur Wakidah
Anji nggak pakeng NG mau jadi satpam sementara selama dirumah Aya Dok🤣🤣🤣 mau melek an sampek pagi 🤭🤭🤭
ini klo Rama bner2 ikut bisa2 main ular tangga berdua 😂😂😂
Lusi Hariyani
nasibmu dktr vampir🤣🤣
Nugroho
lgi ngeh kalo ada sopo disini...
kmrn2 kemana Aq ini...
syemangat kak😍😍😍😍😍😍
we love you
shabiru Al
dcancel dulu ya pak dokter malam pertamanya... kasian 🤭
Iccha Risa
🤣🤣🤣 kasihan om Edward ditinggal tidur yahh
mmh nengmuti
sabar ward🤭
mmh nengmuti
bukan kompeni dia romo tp vampire🤣🤣
Shee_👚
kasian kasian sabar ya om vampire 🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
cie vampire bisa pamer sekarang, setelah sekian lama akhirnya bisa ngebales juga😂
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
astaga naga romo itu menantu mu loh
dwi ka
Msh untung om dok cuma di tinggal tidur.
Lbh nyesek lg klo aya tiba2 palang merah auto buka puasanya semingguan 🫣🤣🤣
🎃
duda vampir 1 ini mana tahannn 🤣
sabar dok kan engga yg pertama² bgt yeekan 🤣
🎃
lah aya mrintah aya ini 🤣
hiro_yoshi74
gimana ngk tidur ward , tadi suruh minum obat & vitamin auto merem .🤭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bagus begitu Dok, kasihan kalo malam dikerjain, besok acaranya masih panjang🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Nah, itu dia🤣🤣
total 2 replies
𝙌𝙤𝙧𝙞𝙨𝙮𝙖
buka puasa nih pak duren🤭
mmh nengmuti
nah tinggal 1 lg yg blm halal ka tyas mau d gabungin apa punya cerita sendiri ni s anji
mmh nengmuti: ok lah siap gasken 💪💪💪
total 2 replies
Nur Wakidah
Pak Duda melespas masa Duda 🤣🤣🤣
Bang Anji lak mesti sibuk live steaming trussss dan yg pasti tukang kompor 🤣🤣🤣 ini untung Rama gk ikut , klo ada yg pasti hebohnya ngalah2i satu Rt 😂😂😂
Lia Kiftia Usman
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kaget anji .. pake beskap
Lia Kiftia Usman
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!