NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata panda

Malam yang hening itu mendadak terasa begitu mencekam bagi Arjuna. Peluh membasahi keningnya, sementara jantungnya berdegup kencang seperti genderang perang. Di dalam dekapannya, Dita masih memejamkan mata, namun perlahan gerakan kakinya mulai mencari posisi yang lebih stabil.

Saat kaki kanan Dita bergeser sedikit untuk mencari sandaran yang lebih nyaman, ia merasakan sesuatu yang keras dan panas menekan pangkal pahanya. Rasa tidak nyaman itu menembus alam bawah sadarnya, hingga perlahan kelopak mata Dita terbuka.

Dita mengerjapkan mata beberapa kali. Hal pertama yang ia sadari adalah aroma parfum maskulin yang sangat kuat. Ia mendongak dan menyadari bahwa kepalanya tidak sedang berada di atas bantal, melainkan di atas dada bidang Arjuna yang naik turun dengan tidak teratur.

"M... Mas?" gumam Dita dengan suara serak khas bangun tidur.

Arjuna tersentak, ia mematung seperti patung lilin. "D... Dita... kamu sudah bangun?" jawabnya dengan suara yang pecah dan parau.

Dita mencoba menggerakkan kakinya untuk menjauh, namun saat itulah ia benar-benar menyadari benda apa yang sejak tadi mengganjal di pahanya. Matanya membelalak sempurna. Kesadarannya pulih seratus persen dalam sekejap.

"Mas Juna! Apa... apa yang sedang Mas lakukan?!" pekik Dita tertahan, wajahnya seketika merah padam sampai ke telinga. Ia buru-buru menarik kakinya dan berguling menjauh ke tepi ranjang, menyelimuti dirinya hingga ke leher.

Suasana di kamar itu mendadak menjadi sangat canggung hingga oksigen seolah menipis. Arjuna segera duduk tegak, ia mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menyembunyikan rasa malu sekaligus "ketegangan" yang masih sangat nyata di balik selimutnya.

"Aku... aku tadi cuma ingin memindahkan mu agar tidak jatuh, Dita. Tapi kamu malah memelukku seperti boneka," bela Arjuna membela diri dengan suara yang masih bergetar. "Kaki kamu... kamu yang menindih ku duluan!"

Dita terdiam, ia teringat mimpinya memeluk Pikachu raksasa tadi. Wajahnya semakin terasa panas seperti disiram minyak mendidih. "T...tapi kenapa... kenapa benda itu bisa... bisa sekeras itu?!" tanya Dita tanpa sengaja, lalu ia langsung menggigit bibirnya sendiri karena merutuki pertanyaannya yang terlalu jujur.

Arjuna menelan ludah dengan susah payah, ia memalingkan wajahnya ke arah jendela yang gelap. "Dita, aku ini laki-laki normal. Dan kamu itu istriku. Disentuh seperti itu... ya tentu saja ada reaksi alami tubuh yang tidak bisa aku kontrol."

Keheningan kembali menyergap. Dita meringkuk membelakangi Arjuna, meremas ujung selimutnya dengan jantung yang masih berpacu liar. Sementara Arjuna hanya bisa menarik napas panjang berkali-kali, mencoba memadamkan api yang masih berkobar di dalam dirinya.

"Maaf... tidurlah lagi. Aku tidak akan menyentuhmu," ucap Arjuna lirih sambil perlahan beranjak dari atas ranjang, memilih untuk pergi ke kamar mandi demi mengguyur kepalanya dengan air dingin sebelum ia benar-benar kehilangan akal sehatnya malam itu

Suasana kamar menjadi hening seketika setelah Arjuna melangkah masuk ke kamar mandi. Di atas ranjang, Dita meremas ujung selimutnya, jantungnya masih berdegup kencang. Ada rasa sesak dan bersalah yang menghinggap di dadanya.

"Apa aku keterlaluan? Dia kan suamiku," gumam Dita lirih sembari mengusap dadanya yang berpacu tak karuan.

Lima belas menit berlalu, Arjuna keluar dengan rambut basah dan wajah yang tampak lebih tenang meski gurat lelah tak bisa disembunyikan. Ia mendapati Dita masih duduk bersandar di head board tempat tidur, menatapnya dengan tatapan bersalah. Tanpa suara, Arjuna melangkah menuju sofa, berniat menghabiskan sisa malam di sana.

"Mas... biar aku saja yang tidur di sofa, Mas Juna di kasur saja," ucap Dita tiba-tiba, ia beranjak dan menghampiri Arjuna.

"Tidak usah, Dita. Kamu kembali ke tempat tidur, aku tidak apa-apa di sini," jawab Arjuna pelan tanpa menatap mata istrinya.

Entah dorongan apa, Dita meraih pergelangan tangan Arjuna, menahannya kuat-kuat. "Ini adalah perintah, dan aku ingin Mas Juna mengikuti perintahku!"

Arjuna mengernyitkan keningnya, menatap tangan kecil yang mencengkeramnya. "Kau itu... sudah sana tidur!" balas Arjuna sembari balas menggenggam tangan Dita, mencoba melepaskannya dengan lembut.

Namun, tepat saat Dita hendak kembali ke ranjang, tiba-tiba lampu padam total. Kegelapan pekat menyergap. Karena refleks ketakutan, Dita membalikkan tubuh dan langsung menghambur ke pelukan Arjuna.

Arjuna yang baru saja berhasil memadamkan "apinya" di bawah guyuran air dingin, seketika merasa tersiksa kembali. Tubuh mungil Dita yang mendekapnya erat membuat pertahanannya goyah.

'Dita... andai aku bisa menyentuhmu malam ini, betapa bahagianya aku,' batin Arjuna meronta, sementara Dita justru semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arjuna, tak mau dilepaskan dalam kegelapan itu.

*

*

Keesokan paginya, cahaya matahari yang mengintip dari celah jendela kamar telah membangunkan Dita. Ia terkejut saat mendongak dan melihat wajah suaminya. Mata panda Arjuna terlihat sangat nyata, kantung matanya menghitam dan wajahnya tampak kuyu.

"Mas... kamu tidak tidur semalaman?" tanya Dita cemas.

"Hemmmm... sudah, tidak usah dibahas. Aku mau mandi dan berangkat ke Mabes," jawab Arjuna singkat, segera beranjak dengan langkah gontai.

Dita hanya bisa terpaku, lagi-lagi rasa bersalah menghujam nya. Ia tahu semalam ia tidur sangat pulas dalam pelukan Arjuna, sementara suaminya itu bertarung melawan rasa kantuk dan hasrat sekaligus.

Setibanya di Mabes, suasana kantor yang biasanya tegang berubah menjadi penuh bisik-bisik. Rekan-rekan kerja Arjuna menahan tawa melihat sang Komandan yang biasanya rapi dan sigap, kini tampil sedikit berantakan dan terus-menerus menguap.

Tak lama, Bripka Bayu muncul dengan seringai usilnya. Ia mendekati meja Arjuna dengan gaya santai.

"Eh, Pak Juna... wah, tumben sekali Anda terlihat sangat mengantuk. Dan lihat, ada mata panda juga," goda Bayu sengaja mengeraskan suaranya. "Semalam habis berapa ronde, Ndan? Sampai lemas begitu kelihatannya?"

Seketika, rekan-rekan yang lain meledakkan tawa yang tertahan. Arjuna yang memang sedang dalam kondisi emosi tidak stabil karena kurang tidur, merasakan darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun.

"Bayu! Diam kau atau ku tambah jam piketmu sebulan penuh!" gertak Arjuna dengan suara parau yang menakutkan, membuat Bayu langsung bungkam namun tetap dengan wajah yang menahan tawa geli.

Bersambung...

1
Nar Sih
alhamdulilah ahir nya acara resepsi pernikahan nya lancar ya dita juga juna 👍☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Alhamdulillah kakak 😊
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
heh belalang maksud lo apa hah...situ mau blng situ yg terbaik? aduh ngaca deh kata gw, justru klu Juna pilih elu baru ngk baik mimpi buruk itu mah,ngaku nya orng berkelas eh tau nya doyan laki orng apa MURAH bgt tuh mbak? malu smaa hijab 🫠
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah betul sekali kak 😁
total 1 replies
Teh Euis Tea
dokter Fatma udah ga ada peluang buat pakpol Arjuna, AKBP Arjuna pawangnya melebihi harimau galaknya dok 🤭
Teh Euis Tea: 22nya thor🤣
total 4 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kompol Arjuna dan Dita 😄🙏 eh ngapain itu pelacur murahan diundang ? ga ada untungnya lagi ngundang si pelacur murahan itu, merusak suasana saja, apalagi sombongnya minta ampun
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sakit hati dia kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
neny
selamat ya buat kalian berdua,,dokter fatma nanti kak othor kasih jodoh buat bu dokter,,sono baik2 in kak othor nya😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 3 replies
vania larasati
lanjut kak
Teh Euis Tea
nah benar tuh souvenir nya pokemon lucu x ya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
neny
ulat bulu mah hrs dihempaskan dng cara elegan,,buang ajh sm pohon2 nya,pasti ulat nya ikut sm pohon nya😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Fatma, kenapa kamu bisa hadir di resepsi itu? kelas kamu jauh di bawah Dita, jadi jangan harap kamu jadi nyonya besar di rumah keluarga Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: karena Dosen di UPH di undang di acara tersebut kak
total 1 replies
Nar Sih
jdi ngk sbr nunggu resepsi prnikahan kalian juna dan dita ,☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
👍👍dita pengang terus tgn suami mu biar ngk di godain wanita lain
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya kak 😁
total 1 replies
Ema Swiri Ema Switi
haduuuh ngapain si ulat bulu mau cari perhatian Sama Juna ya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Teh Euis Tea
pak pol jurusan ranjang trs ach yg ada di otaknya, senggol ngacung kynya 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: namanya juga lama menduda kak, maklum 🤣🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
Fatma jgn bikin ulah ya tktnya km di permalukan Arjuna SM Dita cukup tau diri aj ga usah ganggu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap 🤣🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
ya ampun.pak.pol.menjurus kesana trus hihii
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Rusmini Mini
semoga aman dan lancar 🤲🤲
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Rusmini Mini
Emang Arjuna mo ngadain resepsi thor....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mau kak, kan ini pernikahan pertama kalinya untuk Dita 🤭
total 1 replies
neny
wkwkwk,,hati2 sm singa lapar dit,,senggol dikit,,bisa2 gk bs jalan🤣🤣
neny: /Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!