NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

“Kalau dari pengakuan Ria tentang kepindahan sekolah kembar, secara logika, seharusnya Bu Syafira menyekolahkan mereka di sekitar sini,” ucap anak buah Khale saat mereka melewati sebuah sekolah taman kanak-kanak.

Berdiri sejenak tak jauh dari sekolah, Khale memandangi keadaan sekolah yang bisa saja adalah sekolah kembar yang baru, mengingat sedari tadi baru sekarang ia melihat sebuah sekolah. Bangunannya tidak begitu buruk, tapi jika dibandingkan dengan sekolah kembar sebelumnya yang berada di Jakarta, jelas cukup jauh berbeda. Ia pun seketika membayangkan jika benar kembar sekolah di sana, pasti anak-anaknya tak merasa nyaman.

Setelahnya, Khale dan anak buahnya kembali melanjutkan berjalan kaki untuk mencari rumah orang tua Syafira berdasarkan arahan dari salah seorang warga. Namun, baru juga melangkahkan kaki, Khale tak sengaja melihat Khanza berlari keluar kelas dan memeluk seorang wanita yang ia lihat betul adalah Syafira. Sontak tak banyak pikir ia berlari menghampiri mereka.

Sementara itu, Syafira yang tengah kebingungan melihat Khanza berlari menemuinya sambil memegangi perut, panik seketika. Khanza merintih kesakitan dan memanggil-manggil namanya. “Bunda, sakit.”

Tak berselang lama, Khayra keluar kelas bersama seorang guru dan teman-temannya yang lain. Guru itu tampak menegur salah seorang teman kembar. Khayra lalu menunjuk temannya itu yang berbadan lebih besar dari mereka semua dan mengatakan bahwa dia telah menonjok perut Khanza begitu keras.

“Apa? Kenapa Anda bisa membiarkan anak-anak melakukan kekerasan seperti ini?” sahut Khale setibanya di area ruang kelas dan tak sengaja mendengar pengakuan Khayra yang tak mungkin berbohong.

Syafira semakin shock melihat kedatangan Khale, batinnya penuh tanya bagaimana bisa mantan suaminya itu bisa menemui dirinya.

Meminta maaf, guru tersebut mengaku lengah saat kejadian karena murid di sana tak hanya 1 2 anak saja. Ia juga menduga Khanza menangis hanya karena kaget karena tiba-tiba mendapat pukulan. Yang ia lihat, mereka awalnya saling bermain dan baik-baik saja. Guru tersebut juga menganggap jika ini adalah hal yang wajar dalam perkelahian anak laki-laki.

Semakin geram dengan penjelasan sang guru, Khale murka. “Hanya kaget? Wajar? Apa Anda tidak melihat anak saya kesakitan seperti ini? Itu karena kelalaian Anda sebagai guru. Kalau sampai ada apa-apa padanya, akan saya tuntut sekolah ini dan tentunya Anda!”

“Khale cukup,” lerai Syafira.

Berjongkok, Khale menatap Khanza penuh kekhawatiran dan iba. “Apa masih sakit? Kita ke rumah sakit sekarang, ya.”

“Om,” rengek Khanza lemas.

Tanpa persetujuan Syafira, Khale menggendong Khanza berlari menuju tempat mobilnya terparkir.

***

Menegur Darma yang tengah melamun, Bu Tatik mengingatkannya agar tak kerasukan.

Tersenyum manis, Darma menggeleng.

Dalam hatinya sedari tadi menyambungkan semua kejadian yang Syafira alami, dengan takdir hidupnya yang sampai saat ini masih sendiri. “Apa benar takdir yang membawamu kemari, Syaf? Dulu, seakan tak mungkin aku bisa bersamamu, tapi tiba-tiba kamu kembali ke sini. Apa itu artinya kamu memang untukku?”

“Eh, dibilangi jangan melamun malah sekarang senyum-senyum sendiri,” tutur Bu Tatik berlalu pergi meninggalkannya.

Sementara itu, Syafira terduduk lesu di samping Khayra menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Khanza.

“Khayra, Khayra lihat tadi Khanza dipukul? Bagaimana awalnya?” Khale menghampiri mereka berdua.

Khayra pun menceritakan dengan gaya anak kecil yang polos. "Dia tidak mau gantian dengan Khanza, maunya dia yang main puzzle terus, makanya langsung memukul perut Khanza. Bug, begitu."

Melihat Khale berada di dekatnya, Syafira menjauh. Hatinya campur aduk saat ini. Pikirannya pun kacau. Ada perasaan bersalah karena membawa kembar bersekolah di sana hingga ada insiden seperti ini. Selain itu juga tentang ucapan Khale yang terang-terangan di depan kembar mengatakan bahwa Khanza adalah anaknya.

“Syaf, kita perlu bicara,” kejar Khale menghampiri mantan istrinya.

“Tahu dari mana kamu kami di sini,” sinis Syafira.

Memintanya untuk tak membahas hal itu saat ini, Khale seakan memojokkan Syafira atas kejadian Khanza pagi tadi. “Kalau kamu tidak selalu mengambil keputusan sendiri, semuanya akan baik-baik saja sampai detik ini.”

Tak terima dengan ucapan Khale yang memojokkannya, Syafira berganti menyalahkan mantan suaminya itu yang dinilai menjadi penyebab semua ini.

“Aku sudah meminta maaf dan ingin menjelaskan semuanya, tapi siapa yang kepala batu? Kamu mengorbankan anak-anak demi egomu,” lanjut Khale.

Semakin geram terhadap ucapan mantan suaminya, Syafira mendaratkan sebuah tamparan di pipinya. Ia meminta Khale untuk tidak semena-mena padanya hanya karena lelaki itu menjadi pahwalan atas insiden Khanza. Ia juga kembali menyatakan bahwa dirinya tak butuh sosok Khale yang justru menjadi penghancur hidupnya.

“Aku menyesal menikah denganmu! Harusnya kamu intropeksi diri, ini semua berawal dari kesalahanmu, bukan egoku tapi egomu! Kamu yang lebih mementingkan orang lain dari pada keluargamu sendiri! Makin kesini aku jadi semakin yakin dengan keputusanku dulu untuk bercerai darimu!” Berlalu pergi, Syafira menarik tangan Khayra dan mengajaknya menjauh dari tempat Khale berdiri.

“Bunda, kenapa Om tadi bilang kalau Khanza anaknya? Memang dia siapa?” tanya Khayra membuat Syafira semakin sakit kepala.

Hingga ia berpapasan dengan Darma yang tiba-tiba menemuinya di puskesmas.

“Darma, kenapa kamu bisa di sini?” Syafira terkejut Darma mendatanginya.

Dengan raut wajah penuh kekhawatiran, Darma menjelaskan apa yang ia dengar dari tetangganya terkait kejadian yang menimpa Khanza, karena guru yang berurusan dengan Khale tak lain adalah salah seorang warga di kampung orang tua Syafira.

Melihat kedatangan seorang lelaki menemui mantan istrinya, tatapan Khale begitu sinis namun penuh keingintahuan.

...****************...

1
sunaryati jarum
Darma kamu jangan bodoh seperti Khale yang langsung percaya sama Karina
sunaryati jarum
Karina itu ular berbisa Khale sangat bodoh berhubungan hampir lima tahun kok.tidak tahu watak aslinya bahkan pernah pacaran lama, sungguh sangat bodoh
sunaryati jarum
Karina masih mengganggu dan memantau Syafira rupanya,atau bukti foto Khale seperti sedang berbuat intim dengan Karina.Itu bukan murni kesalahan Karena itu juga karena kebodohan kamu Khale,kau selalu ada untuk Karina,tidak menolak ciuman dan pelukannya,juga makanan buatannya, siapapun akan percaya Karina wanita selingkuhan kamu.
falea sezi
skip aja ujungnya balik guna nya apa cerai kabur muter doank g jelas
falea sezi
jangan buat balik ma kale g rela laki oon plin plan bekas jalang najis amat kayak g ada laki lain aje
falea sezi
laki bloon moga aja g balik
falea sezi
masih ngurus anak orang laki. menjijikkan
Maemanah
penasaran apa yg ditemukan khel ...
thor double up donk 🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️
sunaryati jarum
Jika Syafira kembali pada Khale itu bagus tapi setidaknya harus melalui perjuangan yang berat, karena kebodohannya yang telah diakuinya.Emak saja benci dan geram apalagi Syafira. Apalagi saat pergi malah masih menjalin sangat baik dengan mantan dan anaknya, malah mengabaikan istri yang sedang hamil
sunaryati jarum
Karina menunggu Putra, untuk kerja samanya menghancurkan hubungan Khale dan mantan istri serta kembar
sunaryati jarum
Ini berawal dari kebodohan dan kebohongan kamu Khale,kamu izin menemui klien ternyata menemui Karina, seharusnya kamu minta maaf, bahkan selama hampir lima tahun menjalin hubungan dengan Karin membantu dan memberikan perhatian pada anaknya
sunaryati jarum
Benarkan putra bekerja sama dengan Karina untuk memisahkan Khale si suami bodoh Syafira
sunaryati jarum
Benar kan Putra tidak mencintaimu hanya terobsesi
sunaryati jarum
Syafira Putra tidak cocok sebagai ayah sambung putra putri mu,juga pembohong sepertinya kerja sama dengan Karina
sunaryati jarum
Bodohmu makin bertambah dan Pak Putra caramu menjauhkan Syafira dengan cara berbohong itu salah
sunaryati jarum
Khale semakin bodoh dan Karina semakin ingin menguasai Khale
sunaryati jarum
Tabiat Karina buruk, sedangkan Khale bodoh masih bersama dan berhubungan dengan Karina
sunaryati jarum
Emak baru mampir
sunaryati jarum
Sudah ikhlaskan Syafira dan kembalilah pada Karina
sunaryati jarum
Biarkan Khale , Syafira ujung - ujungnya hanya menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!