NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31. rencana licik

Namun di tempat lain, suasana terasa jauh lebih gelap dan menegangkan. Begitu mendengar kabar bahwa Reza telah menyerahkan seluruh bukti dan keterangan ke polisi, Pak Hartono meledak dalam amarah yang tak terbendung. Wajahnya memerah, tangannya mengepal kuat hingga urat-urat di lehernya terlihat menonjol. Ia tidak menyangka anak kandungnya justru berbalik melawan dan menghancurkan semua yang telah ia bangun selama ini.

Di ruang kerjanya yang mewah, Reza berdiri tegak di hadapan ayahnya, meski dalam hatinya ia merasa sedikit gentar.

“Dasar anak tidak tahu diuntung!” bentak Pak Hartono dengan suara menggelegar. “Sudah saya lindungi, sudah saya berikan segalanya, tapi kamu malah berkhianat dan menghancurkan nama baik keluarga kita! Apa yang kamu harapkan dengan melakukan ini? Pujian? Atau kamu pikir kamu akan terlihat hebat di mata orang itu?”

Reza mengangkat wajahnya, menatap ayahnya dengan pandangan yang tidak lagi gemetar. “Ini bukan soal nama baik, Yah. Ini soal kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Selama lima tahun, aku hidup dalam ketakutan dan rasa bersalah. aku nggak mau terus-terusan hidup dalam kebohongan yang ayah bangun. Kalau ayah bersalah, terimalah konsekuensinya, sama seperti aku yang siap terima hukuman atas kelalaian aku malam itu.”

Mendengar jawaban tegas itu, amarah Pak Hartono semakin memuncak. Ia menggebrak meja keras hingga barang-barang di atasnya bergetar. “Baiklah! Kalau kamu sudah memilih jalan ini, jangan harap saya akan diam saja. saya punya banyak cara untuk memutarbalikkan fakta, dan kalau perlu, saya akan pastikan tidak ada satu pun dari kalian yang bisa hidup tenang!”

Setelah mengusir Reza keluar, Pak Hartono duduk kembali, matanya menyala penuh kebencian. Ia tidak akan membiarkan usahanya gagal begitu saja. Di benaknya, mulai terbentuk rencana licik untuk membalas perbuatan Leon dan anaknya sendiri.

Sementara itu, di sisi lain, tersembunyi satu rahasia yang tidak disadari oleh siapa pun. Di antara teman-teman dekat Leon, ada Bimo yang ternyata menyimpan hasrat dan keinginan terpendam yang gelap. Sejak pertama kali melihat buku catatan Leon dan mendengar sedikit demi sedikit tentang dunia cerita yang begitu indah, penuh keajaiban, dan bebas dari aturan dunia nyata, hati Bimo dipenuhi rasa iri yang membara.

Ia merasa tidak adil kalau hanya Leon yang bisa memiliki tempat seistimewa itu. Ia juga ingin merasakan kekuatan, petualangan, dan kehidupan yang tidak terbatas seperti yang diceritakan temannya itu.

Beberapa hari terakhir, Bimo diam-diam mengamati gerak-gerik Leon. Ia mencuri kesempatan untuk membolak-balik halaman buku catatan itu saat Leon lengah, bahkan sempat melihat kilatan cahaya samar yang memancar dari lembaran kertasnya.

Di dalam kamar kostnya, Bimo mengeluarkan catatan-catatan kecil yang ia tulis secara diam-diam. Wajahnya berubah dingin, matanya bersinar penuh ambisi yang tidak sehat.

“Kenapa cuma dia yang bisa ke sana?” gumamnya pelan. “Dunia itu juga gue bisa miliki. Gue akan cari caranya, gue akan masuk ke sana, dan siapa tahu… gue bisa jadi orang yang lebih berkuasa di sana daripada Leon.”

Tanpa diketahui siapa pun, di balik senyum dan sikap akrabnya selama ini, Bimo mulai menyusun rencana sendiri. Ia bertekad untuk menemukan cara membuka pintu menuju dunia cerita itu, meski harus menggunakan cara apa pun bahkan jika itu berarti mengambil alih tempat Leon atau mengganggu keseimbangan yang telah terjaga selama ini.

Dua rencana jahat kini mulai bergerak secara terpisah, satu dari Pak Hartono yang ingin membalas dendam lewat jalur hukum dan kekuasaan, dan satu lagi dari dalam lingkaran terdekat Leon sendiri, yang mengincar pintu menuju dunia yang selama ini dianggap hanya milik penulisnya.

1
Sarah
Nah, lebih baik tentang masa mempelajari ilmu gaib dan sihir itu ditunjukkan, gimana asal-muasalnya dia tahu tentang hal itu, prosesnya gimana, pas dia masukin leon ke dunia ceritanya itu gimana... soalnya kalau gak ada flashback kerasa kurang aja dan sulit dibayangkan. Aku berharap author mempertimbangkan saranku ini.
Sarah
Ughh, dalem banget lagi pertanyaannya...
Sarah
Wah... rupanya dia masih memiliki seseorang di dunia asal. Ini pasti jadi akhir arc 1 nih. 😮
Sarah
Aku rasa... aku sepemikiran tentang, “Menciptakan dunia yang cukup kuat untuk terus bercerita meski pena sudah diletakkan”
Di real life... kalau kita baca cerita, ceritanya bagus. Tokohnya hidup. Pokoknya bagus lah. Itu pasti pas udah ada kata “Tamat/End/Selesai” itu sebagai pembaca kita masih bisa membayangkan kehidupan mereka setelah itu. Itu ’kan definisi sebenarnya dari “Menciptakan dunia yang cukup kuat untuk terus bercerita meski pena sudah diletakkan”. Karena penulis udah gak lanjutin ceritanya lagi, tapi kita bisa membayangkan kalau gimana kehidupan tokoh-tokoh di cerita yang kita baca setelah itu. Makanya ceritanya gak pernah benar-benar berakhir meskipun ceritanya dah ada label “Tamat”.
Ya enggak? Karena kita gak mungkin masuk novel kayak Leon dan membebaskan aturan dunia cerita itu kan makanya ceritanya tidak pernah benar-benar berakhir. Wkwkwk. 😁
Sarah
Aku sering penasaran, apa dia gak punya siapa-siapa dan hidupnya hampa atau tersiksa banget yah di dunia modern sampai bisa gampang banget bilang iya untuk tinggal di sana tanpa pikir panjang.
Sarah
Udah mulai gak inget dunia modern kah?
Rafi Hafizh
bagus ceritanya 👍
Ananda Anggit
🤭🤭
Ananda Anggit
siap ka, terimakasih saran nya 😁🙏
Sarah
Ya kalau dateng... kalau gak ada yang dateng? Basi dong. /Sweat/
Sarah
Aku juga sudah menduganya. 😂
Sarah
Aduhhh, Leon dipuji mulu tiap bab sama heroine nya ini. 😁
Sarah
Ceritanya lucu banget. 😁
Sarah
Kalau nama awalannya harus huruf kapital yah, “Leon”
Sarah
Ketika catatan penulis yang biasa ada di dalam kurung di tengah-tengah cerita jalan... beneran masuk ke cerita. 😂
Sarah
Bagus, cuma... ini pov orang ketiga (narator) sama pov orang pertama (Leon alias MC) yang konsisten yah. Kalau mau ganti pov tandain dulu. Biar gak bikin bingung. Atau tandain kata kayak “Pikirnya”, “Batinnya”, “Ucapnya dalam hati” untuk nunjukkin apa yang ada di otak Leon.
Ananda Anggit: iya sekali lagi makasih ya kak 😁
total 3 replies
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author 😍
Ananda Anggit
🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!