NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 26

"hmm, masih" jawab Or ji oh sambil duduk ditempat tidur dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan ibu tirinya, ia bahkan tidak protes saat ibu tirinya mengeluarkan beberapa pakaian yang masih sangat bagus, hanya saja ia sudah cukup sering mengenakannya. "berikan pakaian ini pada siapa pun pelayan yang mau!" kata nyonya Ma berbicara kepada Seol sambil menyerahkan lima pakaian lama Or ji oh kepada Seol, karena menurutnya hanya lima pakaian itu yang sudah terlalu sering di pakaian Or ji oh dan sudah sepatutnya diganti.

Sementara Seol hanya menerima pakaian itu tanpa menjawab apa-apa dan tetap berdiri disana, lalu setelah berbicara kepada Seol, ia pun kembali berbicara kepada Or ji oh, "lalu bagaimana dengan makanan mu? apakah kau makan dengan benar?" ia bertanya sambil menyusun pakaian baru Or ji oh kedalam lemari, "lagi pula apa gunanya punya uang banyak jika kau kelaparan sepanjang hari!" lanjutnya mengomeli kebiasaan tidak baik Or ji oh dulu, tanpa melihat kearah Or ji oh dan tetap sibuk dengan pekerjaannya.

Dia memang sangat perhatian pada Or ji oh dan itu membuat Or ji oh tidak nyaman.

"aku bukan anak kecil hingga kau harus terus mengurusi ku sedetail itu! dan lagi nyonya Ma! kenapa semakin hari kau semakin bertambah cerewet saja?" ujar Or ji oh terlihat kesal, karena di perhatikan seperti anak kecil dan itu sangat menggangunya. "satu lagi kau hanya perlu membahagiakan ayah ku, tidak perlu mengambil hatiku!" ujar Or ji oh tidak peduli apakah nyonya Ma akan tersinggung dengan kata-katanya, yang jelas ia sangat terganggu dengan perhatian ibu tirinya tersebut.

"bagaimana mungkin?! Jika suatu hari nanti ayah mu tiada, bukankah aku hanya punya diri mu." kata nyonya Ma tidak setuju dengan perkataan Or ji oh, tanpa melihat Or ji oh, "selain itu apakah kau lupa bagaimana kau dilarikan kerumah sakit terakhir kali?" lanjutnya mengingatkan Or ji oh sambil melihat kearah Or ji oh, bagaimana lima tahun lalu Or ji oh dilarikan kerumah sakit dan harus dirawat selama seminggu karena kebiasaan makan yang tidak teratur, alias diet yang terlalu berlebihan.

"hmm" gumam Or ji oh tak lagi berdebat, ia sedikit tersentuh dengan kata-kata ibu tirinya itu. Dan hanya diam memperhatikan ibu tirinya yang kini telah selesai menyusun pakaiannya. "aku sudah selesai disini" kata ibu tiri Or ji oh kembali berbicara sambil melihat kearah Or ji oh, karena Or ji oh hanya diam saja. "lalu?" jawab Or ji oh dingin sebagaimana biasanya.

"bawa aku kembali kebawah!" ujarnya pada Or ji oh, dan bersiap akan turun. Mendengar itu Or ji oh tidak menjawab namun ia bergegas mengikuti dibelakang. "jangan lupa berikan semua itu kepada pelayan." katanya kembali mengingatkan Seol saat mereka bertiga menuruni tangga, namun Seol tidak menjawab, ia belum berani melakukan itu kalau bukan Or ji oh sendiri yang memerintahkannya.

Mengingat harga setiap pakaian itu yang masing-masing cukup mahal, bahkan yang paling murah saja harganya lebih dari dua bulan gajinya, yaitu dua puluh empat juta, belum lagi yang lainnya, sementara gaji Seol sebulan saja hanya sepuluh juta. Bagaimana mungkin ia bisa memberikan semua itu pada pelayan tanpa izin dari pemilik aslinya.

Saat tiba dibawah Nyonya Ma langsung bergegas menghampirinya ibu pimpinan dan juga Yin, ia ingin berpamitan pada semua orang yang ada disana, "ibu pimpinan, nyonya Yin, semuanya, saya rasa sudah saatnya saya untuk pulang, maaf karena sebelumnya saya datang tambah memberi kabar, lain kali saya pasti tidak akan seperti ini, saya pasti akan memberi kabar terlebih dahulu." katanya pada ibu pimpinan dan semua orang memohon pengertian, dan menyadari bahwa ia telah tidak sopan sebelumnya.

"tidak apa-apa besan, sekarang kita adalah keluarga jadi tidak perlu sungkan." ujar Yin menjawab perkataan ibu tiri Or ji oh mewakili ibu pimpinan. "kalau begitu saya permisi sekarang." katanya kepada semua orang, "silahkan" jawab ibu pimpinan dan Yin sopan dan ingin mengantarkan ibu tiri Or ji oh sampai keluar, namun sebelum pergi nyonya Ma kembali melihat kearah Or ji oh, dan menghampiri Or ji oh yang kini sudah duduk didepan meja santai, dan masih diruang yang sama, yaitu ruang keluarga.

"hmm" tanya Or ji oh tanpa bicara hanya dengan mengangkat sebelah alisnya, saat melihat nyonya Ma kembali mendekatinya. Karena seharusnya sudah tidak ada lagi yang tertinggal.

"Aku yakin kadar gula darah mu pasti sedang turun! Karena itu kau terus saja berkata ketus sejak tadi" kata ibu tiri Or ji oh setelah berdiri didepan Or ji oh dengan tangan kanan terlihat sibuk membuka tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, padahal gula darah Or ji oh normal-normal saja. Ini bahkan belum seberapa mengingat dulu Or ji oh bahkan tidak menyukainya, sama seperti anak tiri pada umumnya, Or ji oh sempat merasa terancam dan berpikir bahwa kedudukan ibunya di hati ayahnya akan tergantikan oleh kehadiran nyonya Ma, ia juga merasa ayahnya telah mengkhianati mendiang ibunya.

Ditambah lagi usia nyonya Ma juga sangat muda lebih pantas menjadi kakak Or ji oh dari pada ibu tirinya, selain itu dulu Or ji oh juga berpikir nyonya Ma mendekati ayahnya pasti demi uang, jika tidak! Tidak mungkin wanita yang lebih cocok menjadi kakaknya itu mau menikah dengan pria yang sudah tua, karena itu dulu Or ji oh sangat menentang pernikahan ayah, ia bahkan memutus komunikasi dan mendiami ayahnya hampir lebih dua tahun lamanya, dan selalu bersikap dingin bahkan kasar setiap kali nyonya Ma mencoba mengambil hatinya dengan mendatanginya setiap akhir pekan.

Bahkan dulu Or ji oh selalu membuang makanan apapun yang dibeli oleh nyonya Ma untuknya, ia tidak pernah mencoba dan selalu membuangnya tepat dihadapan nyonya Ma. Jika diingat lagi Or ji oh bahkan baru berbaikan dengan ayahnya setelah ayahnya terkena stroke dan koma. "sebelum kemari aku sengaja membeli ini" kata nyonya Ma lagi sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan meletakkannya didepan Or ji oh, dan Or ji oh hanya diam memperhatikannya.

"yang Itu kacang kedelai dan yang ini almond." lanjutnya setelah meletakkan dua macam dessert yang dibungkus cantik dengan cap kecil yang imut, dan mendekatkannya ke Or ji oh. Melihat itu seketika kening Or ji oh terlihat mengkerut, ia tidak menyangka ternyata sejak tadi ibu tirinya menyimpan makanan didalam tasnya. Namun Or ji oh tidak mengatakan apa-apa dan hanya diam membuka penutup cap tersebut, lalu perlahan mencicipi isinya yang terlihat begitu manis dan cantik. "hmm" gumam Or ji oh mengangguk pelan saat sesendok kecil dessert yang terbuat dari kacang kedelai itu masuk ke mulutnya.

Ia menyukainya, rasa manis, gurih dan begitu lembut, sekilas mirip dengan puding namun lebih lembut. "enak" katanya sambil membuka cap yang satunya dan juga mencicipi isinya. "hmm, yang ini juga lebih enak" ujarnya sambil menunjuk ke dessert yang almond setelah mencoba rasanya dan memberikan penilaian kepada keduanya. "hmm, kalau begitu habiskan!" kata nyonya Ma dengan sedikit tersenyum karena Or ji oh menyukai dessert yang ia beli, lalu kemudian ia pun pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!