NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Sakura dan Ultimatum Sang Iblis

​Keheningan di ruang keluarga utama kediaman Duke Wiraatmadja bukan lagi keheningan yang kaku, melainkan keheningan yang basah oleh air mata. Duchess Elena masih terisak di pundak suaminya, sementara Evelyn dan Celine saling berpelukan, meratapi betapa buta nya mereka selama ini terhadap penderitaan orang-orang di sekitar mereka. Martha masih bersujud di lantai, bahunya berguncang hebat. Gema batin Rosalind baru saja membukakan luka lama yang ia simpan rapat-rapat selama sepuluh tahun.

​Namun, Erika—sang agen Ghost Viper—tidak membiarkan suasana melankolis ini bertahan terlalu lama. Matanya yang ungu jernih mendadak berkilat dingin saat layar sistem Nana menunjukkan data terbaru yang jauh lebih mendesak.

​[PEMBERITAHUAN SISTEM: STATUS DARURAT!]

​Target Lokasi: Panti Asuhan Gema Harapan, pinggiran Desa Grier.

​Status Ancaman: Level Merah (Pemusnahan Infrastruktur).

​Waktu Tersisa: 14 Hari (Ultimatum Penggusuran).

​[ (Rosalind):]

​["Waduh, Nana! Ternyata drama sedih ini belum berakhir?! Lihat ini! Panti Asuhan Gema Harapan, tempat Lily bernaung, sekarang sedang di ujung tanduk? Siapa ini... Baron Malvin Sandro? Berani-beraninya dia mau menggusur panti asuhan cuma buat bangun resor mewah? Apa dia nggak punya hati nurani atau memang otaknya sudah diganti sama tumpukan koin emas murahan?!"]

​Layar sistem menampilkan sosok pria paruh baya dengan perut buncit dan kumis melengkung yang tampak sangat angkuh. Baron Malvin Sandro. Ia adalah bangsawan kelas rendah yang ambisius, yang baru saja mendapatkan izin pembangunan di wilayah utara lewat cara-cara yang sangat mencurigakan. Di layar itu, Rosalind bisa melihat Lily kecil sedang duduk di depan pintu gerbang panti asuhan yang sudah kusam. Tangannya yang mungil menggenggam selembar kertas yang sudah lecek—surat terakhir dari Martha.

​"Aku akan menjemputmu saat bunga sakura pertama mekar," itulah janji yang tertulis di sana. Namun, pohon sakura di depan panti itu kini tampak meranggas, seolah ikut merasakan ancaman dari buldozer dan pasukan sewaan sang Baron.

​[Sistem Peri Nana:]

​{"Nona, data ini mengalir semakin deras! Ada keterkaitan yang sangat mengerikan di sini. Baron Malvin Sandro ini ternyata memiliki hubungan gelap dengan asisten Paman Baskara, si Hans Jarwo Kliwon! Hans-lah yang memberikan informasi tentang celah hukum tanah panti itu agar bisa disita. Dan tujuannya jauh lebih licik, Nona... Hans berencana menggunakan posisi Martha yang terdesak untuk memaksa Martha memberikan racun pada Duchess Elena sebagai bayaran jika panti itu ingin diselamatkan!"}

​[ (Rosalind):]

​["KURANG AJAR! Jadi ini skema besarnya?! Mereka mau memanfaatkan kasih sayang seorang kakak pada adiknya untuk membunuh ibuku? Hans Jarwo Kliwon... namamu saja sudah terdengar seperti komedi, tapi kelakuanmu benar-benar setan alas! Ayah Lyon harus tahu ini sekarang juga sebelum panti itu rata dengan tanah dan Lily dalam bahaya!"]

​Rosalind tahu ia tidak bisa hanya diam membatin. Jika ia menunggu Xander sampai ke sana tanpa otoritas penuh, Baron Malvin mungkin sudah melakukan tindakan kekerasan. Ia harus memicu kemarahan Duke Lyon ke tingkat maksimal.

​Rosalind menarik napas pendek, lalu dengan gerakan yang sangat lemah, ia merayap turun dari sofa besarnya. Ia mengabaikan rasa pusing yang menyerang kepalanya. Duke Lyon yang melihat putrinya bergerak, segera berlutut untuk menahannya.

​"Rosalind? Nak, jangan bergerak dulu, tubuhmu masih lemah," ucap Lyon dengan suara yang sangat lembut.

​Namun, Rosalind tidak berhenti. Ia menarik kerah jubah kebesaran ayahnya, menarik wajah sang Duke mendekat ke telinganya. Dengan suara yang sangat tipis, nyaris menyerupai desiran angin, ia mulai berbisik.

​"Ayah... Ayah... Ayah..." bisik Rosalind, suaranya bergetar penuh ketakutan yang dibuat-buat namun mengandung informasi yang sangat nyata.

​Duke Lyon tersentak. Bau harum bunga mawar dari tubuh putrinya tercium kuat, namun kata-kata yang keluar dari bibir itu membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.

​"Panti asuhan Gema Harapan... Lily... dia dalam bahaya, Ayah," bisik Rosalind lagi, matanya menatap langsung ke mata Lyon. "Baron Malvin... dia mau meratakan rumah Lily dalam dua minggu... Ayah, tolong Lily... Jangan biarkan sakura itu tumbang sebelum Martha sampai..."

​Lyon mematung. Matanya membelalak lebar. Bagaimana bisa Rosalind tahu tentang nama Baron Malvin? Bagaimana bisa dia tahu tentang lokasi spesifik panti itu?

​"Ayah... ada orang jahat bernama Hans Jarwo... dia yang mengatur semuanya," bisik Rosalind terakhir kalinya sebelum ia menyandarkan kepalanya ke pundak Lyon, berpura-pura pingsan karena kelelahan.

​[ (Rosalind):]

[​"Ayo, Singa Perbatasan! Ngamuk sekarang! Keluarin itu aura membunuhmu yang katanya bisa bikin awan mendung pecah! Hajar si Baron buncit itu dan seret si Hans Jarwo ke tiang gantungan! Kalau Ayah nggak gerak sekarang, aku bakal nyanyi lagu 'Sakitnya Tuh di Sini' versi kerso-kerso nonstop di dalem kepalamu!"]

​Duke Lyon merasakan amarah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan amarah karena perang, tapi amarah seorang ayah yang merasa martabat keluarganya dan orang-orang yang mereka lindungi sedang diinjak-injak oleh cacing tanah.

​Lyon berdiri perlahan. Auranya mendadak berubah. Ruangan yang tadi penuh dengan isak tangis, kini mendadak sunyi senyap seolah-olah semua suara terserap oleh kemurkaan sang Duke. Kaca-kaca jendela di paviliun itu bergetar hebat.

​"Xander!" Lyon memanggil putranya dengan suara yang menggelegar layaknya guntur.

​"Siap, Ayah!" Xander berdiri tegak, tangannya sudah berada di gagang pedang.

​"Bawa satu resimen ksatria elit bersamamu. Pergi ke panti asuhan Gema Harapan di Desa Grier SEKARANG JUGA! Gunakan kuda tercepat! Jika kau melihat Baron Malvin atau anak buahnya menyentuh sehelai rambut anak-anak di sana, atau merusak satu kayu pun dari bangunan itu... eksekusi mereka di tempat atas namaku!"

​Lyon menoleh ke arah Paman Baskara yang wajahnya sudah pucat pasi mendengar nama "Hans Jarwo".

​"Baskara! Bawa Hans Jarwo Kliwon ke ruang bawah tanah SEKARANG! Jangan sampai dia bunuh diri! Aku ingin dia merasakan setiap inci kulitnya dikuliti sebelum dia mati!"

​Duchess Elena mendekat, memeluk Rosalind yang "pingsan" dengan erat. Air matanya terus mengalir. "Terima kasih, Rosalind... Terima kasih telah menyelamatkan kita semua dari dosa besar ini."

​Martha, yang mendengar semua percakapan itu, menangis meraung di lantai. "Terima kasih, Nona Muda... Terima kasih, Tuan Duke... Lily... adikku..."

​Di sisi lain ruangan, Julian dan Lady Clara saling berpegangan tangan. Clara menatap Rosalind dengan pandangan yang penuh dengan rasa syukur dan kekaguman. Bagi Clara, Rosalind bukan lagi gadis penyakitan, melainkan seorang dewi pelindung yang dikirim untuk membersihkan segala kebusukan di kediaman Wiraatmadja.

​[FLASHBACK: SUDUT PANTI ASUHAN GEMA HARAPAN]

​Di sebuah sudut bangunan kayu yang sudah mulai lapuk, Lily kecil sedang duduk di bawah pohon sakura yang belum berbunga. Ia memandangi rombongan pria berpakaian hitam yang sedang mengukur tanah dengan kasar. Salah satu dari mereka, seorang pria bertubuh tambun dengan pakaian mewah, meludah ke arah kaki Lily.

​"Minggir, bocah bau! Dua minggu lagi, tempat kumuh ini akan berubah jadi kasino dan resor paling mewah di utara! Kau dan teman-temanmu lebih baik pergi mengemis ke kota lain sebelum aku meratakan tempat ini dengan kalian di dalamnya!" Baron Malvin tertawa terbahak-bahak, tawanya terdengar sangat menjijikkan bagi siapa pun yang mendengarnya.

​Lily tidak lari. Ia justru berdiri, meskipun kakinya gemetar hebat. Ia menggenggam surat Martha erat-erat di dadanya.

​"Kakakku... akan datang," ucap Lily dengan suara yang lirih namun penuh keyakinan. "Dia berjanji... saat sakura mekar... dia akan menjemput ku. Dan Kakakku bekerja di rumah orang yang sangat kuat!"

​Baron Malvin tertawa semakin keras hingga perutnya berguncang. "Rumah orang kuat? Kau pikir siapa kakakmu? Pelayan di istana Duke? Hahaha! Duke Lyon tidak akan peduli pada semut sepertimu! Dia bahkan tidak tahu tempat ini ada di peta!"

​Namun, tawa Baron Malvin terhenti seketika saat ia merasakan bumi di bawah kakinya bergetar. Dari kejauhan, kepulan debu yang sangat besar terlihat mendekat dengan kecepatan tinggi. Suara gemuruh ribuan kaki kuda perang terdengar semakin nyata.

​Dan di ufuk barat, panji-panji perang Klan Wiraatmadja berkibar dengan gagah, membelah langit sore.

​Lily mendongak, matanya yang besar berbinar-binar penuh harapan. "Sakuranya... belum mekar... tapi Kakak sudah mengirim pahlawan..."

​[ (Rosalind):]

​["Hahaha! Liat tuh, Nana! Pasukan Xander sudah berangkat kayak badai! Baron Malvin, siap-siap ya... resor mewah mu akan jadi kuburan mewah mu sendiri malam ini! Jangan macem-macem sama keluarga pelayan Ghost Viper! Tarik Maang... versi perang dimulai!"]

​Nana terbang berputar di atas dahi Rosalind yang sedang berpura-pura tidur. [“DING DONG! Nona mendapatkan 2.000 Poin Melon dari 'Intervensi Heroik'! Saldo Anda sekarang 4.200 Poin! Cukup untuk membeli Pil Pemulihan Saraf Tingkat Menengah!”]

​Rosalind tersenyum dalam "tidurnya". Misi penyelamatan Lily baru saja dimulai, dan ia sudah tidak sabar untuk melihat wajah putus asa Baron Malvin saat bertemu dengan pedang Xander. Di kediaman Duke, keadilan bukan lagi sekadar kata-kata, tapi sebuah kekuatan yang bergerak cepat menghancurkan siapa pun yang berani mengganggu "daerah kekuasaan" Rosalind Wiraatmadja.

1
acep maulana
hari ini author izin tidak tayang mungkin jam 9 malam tayangan nya hehe
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!