NovelToon NovelToon
LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

" Di bawah naungan gerbang kuno Lembah Sunyi, He Xueyi berdiri tegak. Jemarinya yang dingin mencengkeram gagang lentera emas yang berpijar redup.
Angin malam menerpa jubah merahnya, namun ia tak bergeming. Baginya, raungan arwah penuh dendam di depannya hanyalah musik pengantar tidur.

Dengan tatapan setajam sembilu, ia bergumam pelan, 'Dendammu adalah bebanku. Masuklah ke dalam lentera, atau hancur menjadi debu tanpa jejak.'"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karat di Balik Pedang Perak

Kereta kencana He Xueyi berhenti mendadak di tengah Jembatan Burung Pipit, jalur sunyi menuju Paviliun. Suasana malam Chang'an yang seharusnya tenang mendadak dipenuhi aroma logam yang sangat akrab di indra penciuman Bian Zhi.

"Secara logika, Bian Zhi," He Xueyi bersuara dari dalam kereta, suaranya malas tapi tajam, "kereta ini tidak seharusnya berhenti kecuali ada penghalang jalan yang cukup penting—atau cukup bodoh."

Bian Zhi turun dari kursi kusir. Di ujung jembatan, berdiri seorang pria dengan jubah abu-abu lusuh. Pria itu memegang sebilah pedang kembar yang bentuknya identik dengan milik Bian Zhi.

"Lama tidak jumpa, Zhi," ucap pria itu. Suaranya serak, penuh luka lama. "Kau masih menjadi anjing penjaga bagi mayat hidup narsis itu?"

Tubuh Bian Zhi menegang. Matanya yang biasanya datar kini memancarkan kilatan emosi yang jarang terlihat. "Lu Feng."

He Xueyi menyibak tirai sutra keretanya, keluar dengan gaya anggun seolah sedang turun di karpet merah. Ia menatap Lu Feng dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina.

"Oh, jadi ini sahabat yang sering kau ceritakan dalam diammu, Bian Zhi?" He Xueyi mengibaskan kipasnya. "Secara logika, seleranya dalam memilih jubah sangat buruk. Abu-abu kusam? Itu warna untuk orang yang sudah menyerah pada hidup."

"Diam, kau Mayat Tua!" bentak Lu Feng, pedangnya bergetar. "Zhi, kau ingat sumpah kita di bawah pohon persik sepuluh tahun lalu? Kita berjanji untuk membebaskan Chang'an dari sihir hitam, tapi sekarang kau malah melayani sumber sihir itu sendiri!"

Bian Zhi melangkah maju, pedangnya masih di dalam sarung, tapi auranya mulai menekan. "Lu Feng, kau tidak mengerti. Dunia tidak sesederhana sumpah masa kecil kita. Kau bekerja untuk Pangeran Li Wei. Kau yang membantunya membangkitkan Jenderal Yuan. Secara logika... kaulah yang mengkhianati sumpah itu."

"Aku melakukannya demi kekuatan untuk menghancurkan makhluk seperti dia!" Lu Feng menunjuk He Xueyi.

He Xueyi tertawa kecil, tawa yang sangat meremehkan. "Secara logika, kau hanyalah pria kecil yang iri karena Bian Zhi memiliki karier yang lebih cemerlang darimu. Menjual jiwa pada Pangeran demi pedang karatan itu? Benar-benar kerugian logistik yang nyata."

Lu Feng menggeram dan melesat maju. Gerakannya sangat mirip dengan Bian Zhi—cepat, sunyi, dan mematikan. Dua pedang kembar itu beradu di tengah jembatan, menciptakan percikan api yang menerangi malam.

"Bian Zhi," panggil He Xueyi sambil bersandar santai di pintu kereta kencananya. "Aku beri waktu tiga menit untuk menyelesaikan urusan nostalgia ini. Secara logika, aku harus segera pulang untuk memakai masker wajah dari sarang burung walet. Kalau lebih dari tiga menit jubahmu terkena noda darahnya yang kotor itu, kau yang akan kubersihkan dengan api lentera."

Bian Zhi tidak menjawab, tapi gerakannya langsung berubah. Jika sebelumnya dia masih ragu, kata-kata He Xueyi barusan adalah perintah mutlak.

TRING! SLASH!

Dalam serangkaian gerakan yang terlalu cepat untuk mata manusia, Bian Zhi berhasil mengunci kedua pedang Lu Feng dan menendang dada sahabat lamanya itu hingga terpental ke pembatas jembatan.

"Zhi... kau... kenapa kau begitu kuat?" Lu Feng terengah-engah, darah merembes dari sudut bibirnya.

"Karena secara logika," Bian Zhi berdiri tegak, ujung pedangnya berada tepat di tenggorokan Lu Feng, "aku tidak bertarung demi dendam masa lalu. Aku bertarung demi menjaga apa yang ada sekarang. Pergilah, Lu Feng. Sebelum aku benar-benar melakukan perintah 'Habisin' dari Tuanku."

Lu Feng menatap Bian Zhi dengan kebencian sekaligus rasa iri yang mendalam, lalu ia menghilang ke dalam kegelapan malam dalam kepulan asap hitam—sebuah teknik pelarian dari Biro Sihir Pangeran.

Bian Zhi tetap berdiri diam di jembatan, menatap pedangnya sendiri yang kini sedikit retak.

He Xueyi melangkah mendekat, aroma parfum mawar hitamnya menenangkan suasana yang panas. Ia menatap Bian Zhi sejenak, lalu mendengus.

"Secara logika, Bian Zhi, ekspresi sedihmu itu sangat tidak estetik," ucap He Xueyi sambil menyelipkan selembar sapu tangan sutra ke tangan asistennya. "Bersihkan pedangmu. Dan jangan berpikir untuk meminta maaf karena membiarkannya lolos. Aku tahu kau sengaja tidak memutus nadinya."

Bian Zhi menunduk. "Maafkan kekurangajaran saya, Tuan."

"Sudahlah. Secara logika, memiliki musuh bebuyutan yang juga mantan sahabat itu bagus buat perkembangan karaktermu di masa depan," He Xueyi berbalik kembali ke kereta. "Ayo pulang. Aku butuh teh hangat, dan kau butuh waktu untuk merenung di pojokan paviliun tanpa merusak suasana hatiku."

Saat kereta kencana itu kembali berjalan, He Xueyi melirik ke arah bulan yang tertutup awan. Ia tahu, pengkhianatan Lu Feng hanyalah pembuka dari badai yang lebih besar.

"Bian Zhi," panggil He Xueyi dari dalam.

"Ya, Tuan?"

"Besok, kita beli pedang baru yang lebih mahal. Secara logika, pedang yang sudah disentuh pengkhianat tidak layak lagi kau pegang."

Bian Zhi tersenyum tipis—sangat tipis hingga hampir tak terlihat. "Laksanakan, Tuan."

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, sudah disuguhi pemandangan kayak gini awal-awal 😭
Diah nation: eh itu baru awalan lho tapi nanti pas tengah tengah bab bakal ada kejutan 😂😂baca aja dulu seru kok hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!