NovelToon NovelToon
Benang Yang Tersembunyi

Benang Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Matteo Adrian Reins Smith kembali ke Seoul bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai pemimpin industri yang ia bangun dari rasa iri dan ambisi untuk melampaui bayang-bayang ayahnya dan keraguan kakaknya. Namun, di balik kemegahan takhtanya, hati Matteo kosong. Ia dihantui memori Manila—tentang Sheena yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Di sisi lain kota Seoul, Park Chae-young hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang traumatis. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan cinta membawanya ke sebuah bar, dan ia terbangun dengan hidup yang hancur. Ayahnya meninggal karena terkejut, meninggalkan Chae-young hamil di usia muda. Kini, di usia 28 tahun, ia adalah desainer hantu di balik brand ‘Forever-young’ yang viral. Ia membesarkan sepasang anak kembar yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Harga Diri dan Darah yang Memanggil

Di dalam ruangan kedap suara itu, oksigen seolah menipis. Chae-young berdiri mematung, menatap amplop kecil di atas meja jati itu dengan pandangan menghina. Baginya, amplop itu bukan sekadar kertas, melainkan simbol bagaimana pria kelas atas seperti Matteo memandang dunia, segala sesuatu memiliki label harga.

"Apakah Anda begitu yakin mereka adalah anak-anak Anda, Tuan Matteo?" tanya Chae-young dengan nada dingin yang menusuk. Ia memaksakan sebuah tawa getir. "Di luar sana, ada ribuan anak bermata biru. Dunia ini luas, jangan terlalu percaya diri."

Rahang Matteo mengeras. Ia melangkah maju, memangkas jarak hingga Chae-young bisa merasakan aura panas dari tubuh pria itu.

"Justru kau yang harus buka mata, Nona Park!" desis Matteo, suaranya rendah namun penuh penekanan. "Apakah kau buta? Kau tidak melihat bagaimana Chan-yeol menatapku? Dia adalah replika diriku! Dan aku... aku ingat setiap detik di malam itu. Setiap sentuhan, setiap inci dari dirimu."

Wajah Chae-young memucat mendengarnya. "Kalau Anda memang ingat segalanya," suaranya mulai bergetar karena emosi yang meluap, "kenapa Anda tidak mencari saya? Kenapa Anda membiarkan saya berjuang sendirian saat ayah saya meninggal karena malu? Di mana Anda saat saya harus menyembunyikan kehamilan ini dari dunia?"

Matteo tertegun. Sorot matanya yang biasanya setajam es kini meredup, digantikan oleh rasa bersalah yang dalam. "Chae-young-ah... aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu—"

"Sudahlah, Tuan Matteo," potong Chae-young cepat. Ia meraih amplop itu dan melemparkannya kembali ke dada Matteo. "Semuanya sudah selesai sejak lima tahun yang lalu. Dan ambil ini. Saya tidak butuh uang Anda. Tanpa sepeser pun dari Anda, saya bisa menghidupi anak-anak saya dengan layak."

"Aku hanya ingin memberikan sedikit bantuan—"

"Sedikit, kata Anda?" Mata Chae-young mulai memerah, menahan air mata amarah yang mendidih. "Apakah harga diri saya dan waktu lima tahun yang hilang dari anak-anak saya bisa dibayar dengan angka-angka di dalam amplop ini? Anda pikir semuanya bisa dibeli dengan uang, Tuan Matteo yang terhormat?"

Matteo terpaku. Ia baru sadar bahwa pendekatannya salah besar. Baginya, uang adalah cara termudah untuk melindungi, tapi bagi Chae-young, itu adalah penghinaan terdalam.

"Chae-young-ah, dengarkan aku dulu—"

"Permisi, Tuan Matteo. Saya harus pergi," ucap Chae-young tegas. Ia berbalik, membuka pintu jati itu dengan kasar. "Soal lima tahun lalu, mari kita anggap itu tidak pernah terjadi. Lupakan saja."

"Tidak!" teriak Matteo saat Chae-young melangkah keluar. "Itu tidak akan pernah bisa terjadi! Aku tidak akan melupakannya!"

Chae-young keluar dari ruangan itu dengan langkah terburu-buru, air matanya hampir tumpah namun ia tahan sekuat tenaga di depan anak-anaknya. Kang Soo-hyun yang sudah berjaga di luar segera menuntun mereka lewat pintu samping privat. Ia tahu situasi di lobi sedang kacau karena desas-desus si kembar yang mengumumkan Matteo sebagai Daddy mereka.

"Hati-hati, Nona Park," bisik Soo-hyun prihatin saat membukakan pintu mobil untuk mereka.

Begitu mobil menjauh, Matteo hendak berlari mengejar. Ia tidak peduli jika harus memohon di pinggir jalan. Namun, langkahnya terhenti saat ponsel di saku jasnya bergetar hebat. Nama yang tertera di layar membuatnya membeku.

Ibu (Lee Young-ae).

Matteo mengangkatnya dengan napas tersengal. "Halo, Ibu?"

"Matteo! Kenapa lama sekali mengangkatnya?" suara ibunya terdengar sangat riang, namun ada keriuhan suara orang lain di latar belakang. "Ibu sudah di rumahmu sekarang! Dan tebak siapa yang datang? Kami semua terbang dari Manila pagi ini!"

Jantung Matteo seolah berhenti berdetak. "Semua orang?"

"Iya! Ada Mark dan Sheena, Kendrick juga terus menanyakan pamannya. Lalu kakakmu, Marian, Julian, dan juga Sophie. Kami semua merindukanmu, Matteo! Cepatlah pulang, Ibu sedang menyiapkan makan malam besar!"

Matteo menutup teleponnya dengan tangan gemetar. Ini adalah bencana. Di saat ia baru saja menemukan keberadaan anak-anak kandungnya, seluruh keluarga besar Smith yang rumit itu baginya—justru berkumpul di Seoul.

Bayangkan jika mereka tahu. Mark yang selalu bersaing dengannya, Marian yang perfeksionis, dan ibunya yang sangat mendambakan cucu dari Matteo. Jika mereka melihat Chan-yeol, rahasia itu akan meledak dalam hitungan detik karena kemiripan mereka yang tidak bisa dibantah.

Di rumah mewah Matteo, suasana sangat kontras. Kendrick, putra Mark dan Sheena yang bermata abu-abu terang, sedang berlarian bersama Sophie di taman luas warisan kakek Matteo. Mark berdiri di balkon sambil menyesap kopinya, menatap pemandangan Seoul dengan tatapan yang sulit dibaca.

"Ini pertama kaliku kemari," ucap Sheena, berdiri di samping suaminya.

Mark hanya bergumam pendek. Pikirannya tertuju pada kakak kembarnya, Matteo, yang tiba-tiba memilih tinggal di sini.

Sementara itu, di apartemennya, Chae-young sedang memeluk kedua anaknya erat-erat. Ia sudah mengemas tas-tas besar. "Kita harus pergi, Sayang. Kita akan menginap di tempat lain malam ini."

"Kenapa, Mommy? Apa karena Daddy?" tanya Chae-rin polos.

Chae-young tidak menjawab. Ia hanya tahu satu hal: ia harus menjauhkan anak-anaknya dari radar Matteo. Ia tidak tahu bahwa takdir justru sedang menyeret seluruh anggota keluarga Smith ke kota yang sama dengannya.

Malam itu, Seoul menjadi medan perang yang sunyi. Matteo yang terjebak di antara kewajiban keluarga besarnya dan obsesinya pada Chae-young, serta Chae-young yang berusaha lari dari kenyataan yang memiliki mata biru yang sama dengan anaknya.

"Kau tidak bisa lupakan aku, Chae-young," gumam Matteo saat ia memasuki gerbang rumahnya dan melihat keponakannya, Kendrick, yang wajahnya begitu mirip dengan Chan-yeol.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!